Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tasikmalaya Gandeng Blitar, Harga Telur Jadi Sorotan

Tasikmalaya Gandeng Blitar, Harga Telur Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Inflasi Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik. Di tengah naik turunnya harga pangan nasional, pengendalian inflasi, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan kelancaran pasokan pangan menjadi faktor penting yang menentukan daya beli masyarakat. Karena itu, Kota Tasikmalaya memilih memperkuat kerja sama dengan Kabupaten Blitar, salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia.

Langkah tersebut bukan sekadar seremonial antar kepala daerah. Di balik penandatanganan kerja sama antardaerah (KAD), tersimpan strategi yang lebih besar untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus menahan gejolak harga yang sering muncul saat permintaan meningkat.

Data terbaru menunjukkan inflasi Tasikmalaya pada Mei 2026 berada di angka 2,82 persen secara tahunan (year on year). Angka ini masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional dan menunjukkan bahwa pengendalian harga di daerah berjalan relatif baik.

Mengapa Tasikmalaya Memilih Blitar?

Kabupaten Blitar memiliki posisi penting dalam rantai pasok pangan nasional. Daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur ayam terbesar di Jawa Timur bahkan Indonesia.

Produksi telur di Kabupaten Blitar mencapai sekitar 432 ton per hari. Jumlah tersebut menjadikan Blitar sebagai pemasok utama bagi banyak daerah yang membutuhkan komoditas pangan strategis.

Selain telur ayam, Blitar juga memiliki sejumlah komoditas unggulan lain seperti cabai rawit, belimbing, pisang Cavendish, melon, dan nanas Banasari.

Karena itu, kerja sama ini membuka peluang bagi Kota Tasikmalaya untuk memperoleh pasokan yang lebih terjamin ketika permintaan meningkat atau saat terjadi gangguan distribusi dari daerah lain.

Bukan Sekadar Menjaga Harga Telur

Banyak masyarakat mengira inflasi hanya berkaitan dengan kenaikan harga barang. Padahal, inflasi sangat dipengaruhi oleh kesinambungan pasokan dan distribusi.

Ketika pasokan terganggu, harga akan bergerak naik. Sebaliknya, ketika pasokan terjaga dan distribusi berjalan lancar, harga cenderung stabil.

Karena alasan itulah TPID Kota Tasikmalaya terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Selain pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, koperasi, dan lembaga ekonomi daerah ikut berperan dalam memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia.

Kerja sama dengan Blitar menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat fondasi tersebut. Dengan rantai pasok yang lebih terhubung, risiko lonjakan harga dapat ditekan lebih awal.

TPID Tasikmalaya Jadi Rujukan Daerah Lain

Keberhasilan menjaga inflasi membuat Kota Tasikmalaya mendapat perhatian dari berbagai daerah. Sebelumnya, Kota Tasikmalaya berhasil meraih apresiasi dalam TPID Awards 2025.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi pengendalian inflasi yang diterapkan selama ini berjalan efektif.

Tidak mengherankan jika Kabupaten Blitar datang langsung untuk mempelajari praktik baik yang diterapkan Tasikmalaya. Pertemuan kedua daerah kemudian menghasilkan komitmen yang lebih konkret melalui kerja sama antardaerah.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan pada 23 Juni 2026 oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama Bupati Blitar Rijanto. Sejumlah pimpinan legislatif dari kedua daerah turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi tersebut.

Dampaknya Bagi Masyarakat

Bagi warga, keberhasilan pengendalian inflasi sebenarnya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika harga telur, cabai, atau kebutuhan pokok lainnya tetap terkendali, daya beli masyarakat lebih terjaga. Selain itu, pelaku usaha kecil juga dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan biaya yang lebih stabil.

Karena itu, manfaat kerja sama ini tidak hanya dirasakan pemerintah daerah. Pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga rumah tangga menjadi pihak yang ikut merasakan dampaknya.

Ke depan, kerja sama semacam ini berpotensi menjadi model bagi daerah lain yang ingin memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga.

Tasikmalaya menunjukkan bahwa pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan dari balik meja rapat. Daerah harus membangun jaringan pasokan yang kuat, mempererat kolaborasi, dan bergerak sebelum masalah muncul.

Harga pangan yang stabil tidak lahir karena kebetulan. Di balik telur yang tetap terjangkau di meja makan masyarakat, ada strategi, kerja sama, dan keputusan yang menentukan apakah daya beli rakyat tetap bertahan atau justru tergerus oleh inflasi. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perpres Kecerdasan Buatan

    Perpres Kecerdasan Buatan Rampung, Kemkomdigi Targetkan Terbit Awal 2026

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Kemkomdigi menargetkan Perpres Kecerdasan Buatan terbit awal 2026 setelah rampung dan masuk tahap harmonisasi. Perpres Kecerdasan Buatan Siap Terbit Awal 2026 albadarpost.com, LENSA – Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis besar dalam pengaturan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengonfirmasi bahwa draf Peraturan Presiden (Perpres) Kecerdasan Buatan […]

  • Grafik distribusi kekayaan Singapura 1% terkaya 14% total aset

    Kesenjangan Kekayaan Singapura: 1% Terkaya Kuasai 14% Aset Negara

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ketimpangan kekayaan Singapura kembali menjadi perhatian publik setelah data resmi menunjukkan bahwa 1% rumah tangga terkaya menguasai sekitar 14% dari total aset nasional. Meski angka tersebut mencerminkan konsentrasi distribusi kekayaan Singapura yang cukup tinggi, pemerintah menilai tingkat kesenjangan ekonomi itu masih sebanding dengan negara maju lain. Data tersebut disampaikan oleh Jeffrey […]

  • Kemiskinan Tasikmalaya

    Dibantu ITB dan Pemprov, Desa Padakembang Jadi Contoh Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kemiskinan Tasikmalaya kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Di tengah besarnya potensi sumber daya yang dimiliki, angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya masih berada di atas rata-rata nasional. Kondisi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Potensi Desa Padakembang yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat bersama […]

  • Nabi Ayub AS

    Refleksi Harian dari Kisah Nabi Ayub AS

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Kisah Nabi Ayub AS mengajarkan keteguhan iman saat kehilangan harta, keluarga, dan kesehatan. albadarpost.com, OPINI – Hidup modern bergerak cepat, tetapi rapuh. Krisis kesehatan, tekanan ekonomi, dan permasalahan sosial bisa datang tanpa aba-aba. Dalam situasi seperti ini, kisah Nabi Ayub AS tidak berhenti sebagai cerita masa lalu. Ia hadir sebagai cermin harian tentang bagaimana manusia […]

  • Ilustrasi arus mudik Lebaran 2026 dengan jutaan kendaraan dan pemudik menuju kampung halaman di berbagai jalur transportasi Indonesia

    Arus Mudik 2026 Diprediksi Rekor, 144 Juta Orang Pulang Kampung

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Suasana Lebaran di Indonesia selalu identik dengan satu tradisi besar: mudik Lebaran. Namun tahun ini skalanya jauh lebih masif. Data terbaru memperkirakan sekitar 144 juta orang akan melakukan mudik Lebaran 2026, menjadikannya salah satu pergerakan manusia terbesar di dunia dalam waktu singkat. Gelombang mudik Lebaran 2026 tersebut berarti lebih dari separuh […]

  • Bulan Allah

    Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung mulai berubah. Selepas Magrib, halaman masjid terlihat lebih ramai. Anak-anak berlarian membawa obor yang akan digunakan untuk pawai Tahun Baru Islam. Di sudut lain, para orang tua berbincang sambil menyiapkan pengajian dan santunan yatim. Pemandangan seperti itu juga mudah ditemukan di berbagai daerah Priangan Timur. […]

expand_less