Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Perpres Kecerdasan Buatan Rampung, Kemkomdigi Targetkan Terbit Awal 2026

Perpres Kecerdasan Buatan Rampung, Kemkomdigi Targetkan Terbit Awal 2026

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 286
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kemkomdigi menargetkan Perpres Kecerdasan Buatan terbit awal 2026 setelah rampung dan masuk tahap harmonisasi.

Perpres Kecerdasan Buatan Siap Terbit Awal 2026

albadarpost.com, LENSA – Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis besar dalam pengaturan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengonfirmasi bahwa draf Peraturan Presiden (Perpres) Kecerdasan Buatan telah selesai disusun dan kini menunggu tahap akhir harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM. Regulasi tersebut ditargetkan resmi terbit pada awal tahun 2026.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menjelaskan bahwa penyusunan draf Perpres AI meliputi dua hal penting: Peta Jalan AI Nasional dan panduan keamanan dalam pengembangan serta pemanfaatan AI. Menurutnya, kedua regulasi itu merupakan fondasi penting untuk memastikan arah dan tata kelola penggunaan AI di Tanah Air berjalan sesuai prinsip keamanan dan etika.

“Kita masih menunggu harmonisasi dengan Kementerian Hukum. Prosesnya sudah di antrean. Mudah-mudahan awal tahun depan bisa resmi menjadi Perpres,” ujar Bonifasius di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Jumat (31/10/2025).

Ia menuturkan, proses penyusunan draf tersebut melibatkan banyak pihak lintas sektor dan telah berlangsung selama beberapa bulan. Diskusi intensif dilakukan bersama akademisi, industri, lembaga riset, hingga komunitas teknologi untuk memastikan regulasi ini mencerminkan kebutuhan nasional dan perkembangan global.

“Draf Perpres AI ini dibahas bersama seluruh pemangku kepentingan. Prosesnya cukup panjang, sekitar empat bulan lebih. Setelah selesai, kami langsung ajukan untuk ditetapkan,” tambahnya.


Proses Harmonisasi Perpres Kecerdasan Buatan Masih Berjalan

Meski draf Perpres Kecerdasan Buatan sudah rampung, Bonifasius menegaskan pihaknya tidak dapat memastikan waktu pasti penerbitan karena proses harmonisasi masih berada di Kementerian Hukum dan HAM. Tahap ini, katanya, menjadi bagian penting dalam memastikan tidak ada tumpang tindih antara peraturan baru dan regulasi yang telah ada sebelumnya.

“Untuk mengundangkan Perpres AI, perlu ada proses administratif dan harmonisasi. Kami sudah di antrean, jadi bolanya sekarang di Kementerian Hukum,” ujarnya.

Harmonisasi regulasi ini menjadi penting karena AI bukan sekadar urusan teknologi, tetapi juga berkaitan dengan keamanan data, perlindungan privasi, dan tanggung jawab hukum. Pemerintah ingin memastikan setiap aturan yang dikeluarkan dapat mendukung inovasi tanpa mengabaikan keselamatan publik.

Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria juga mengungkapkan bahwa proses finalisasi Peta Jalan AI Nasional dan Perpres tentang keamanan serta keselamatan penggunaan AI sudah berada di tahap akhir. Keduanya dirancang untuk berjalan beriringan sebagai landasan kebijakan nasional terkait pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan.

“Harmonisasi dua rancangan Perpres ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih dengan peraturan lain. Kita ingin payung hukumnya jelas dan saling melengkapi,” kata Nezar.


Peta Jalan AI Nasional Jadi Pedoman Arah Pengembangan Teknologi

Lebih lanjut, Nezar menjelaskan bahwa penyusunan Peta Jalan AI Nasional telah melalui proses konsultasi publik yang panjang. Pemerintah menggelar setidaknya 21 kali pertemuan dengan melibatkan lebih dari 400 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pelaku industri, peneliti, hingga organisasi masyarakat sipil.

“Semua aspirasi dari stakeholder kami rangkum dan masukkan ke dalam rancangan. Tujuannya agar kebijakan yang dihasilkan bisa diterapkan secara realistis dan adaptif terhadap perubahan teknologi,” ujarnya.

Peta Jalan AI Nasional akan menjadi pedoman bagi seluruh sektor — pemerintahan, pendidikan, industri, hingga ekonomi digital — dalam memanfaatkan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab. Di dalamnya, terdapat panduan pengembangan ekosistem AI yang inklusif, strategi peningkatan literasi digital, serta mekanisme mitigasi risiko etis dan keamanan.

Selain itu, Perpres AI juga akan mengatur mekanisme sertifikasi dan tata kelola penggunaan AI di berbagai bidang, termasuk sektor publik dan swasta. Dengan regulasi ini, diharapkan setiap inovasi berbasis AI memiliki standar etika dan keamanan yang jelas, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi.


Langkah Strategis Menuju Tata Kelola AI Nasional

Kehadiran Perpres Kecerdasan Buatan menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pemerintah ingin memastikan inovasi AI tidak hanya menjadi alat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tetap berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan dan kedaulatan data nasional.

Baca juga: Gemerlap “A Symphony of Lights”, Pesta Lampu Spektakuler di Langit Malam Hong Kong

Kemkomdigi menegaskan, regulasi ini juga akan berfungsi sebagai panduan bagi kementerian, lembaga, serta pelaku industri dalam mengembangkan teknologi AI yang aman dan bermanfaat. “AI tidak bisa dibiarkan tumbuh tanpa arah. Kita harus punya peta jalan yang jelas agar dampaknya positif bagi masyarakat,” kata Bonifasius.

Dengan penetapan Perpres ini, Indonesia diharapkan dapat memiliki kerangka hukum yang adaptif dan futuristik, mengikuti langkah negara-negara lain yang lebih dulu menetapkan kebijakan AI nasional seperti Korea Selatan, Jepang, dan Uni Eropa.

Perpres Kecerdasan Buatan ditargetkan terbit awal 2026 untuk jadi dasar tata kelola AI Nasional yang aman dan etis. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refleksi malam Nishfu Sya’ban sebagai waktu muhasabah diri dan persiapan spiritual menyambut Ramadhan

    Nishfu Sya’ban: Malam Sunyi untuk Pulang Sebelum Ramadhan Datang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua malam datang dengan sorotan. Sebagian hadir dalam diam, tanpa gegap gempita, tetapi justru membawa pesan yang lebih dalam. Nishfu Sya’ban termasuk di antaranya. Ia tidak sepopuler Ramadhan, tidak semeriah Idul Fitri, namun di situlah letak keistimewaannya. Malam ini mengajak manusia berhenti sejenak, bercermin, lalu menata kembali arah hidup sebelum cahaya […]

  • Robot Humanoid China

    Robot Humanoid China Melaju, Ini Alasan Sulit Dikejar

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA — Robot humanoid China sedang melaju cepat dalam persaingan teknologi global. Industri robot China tidak hanya menghasilkan mesin yang mampu berjalan, berlari, atau meniru gerakan manusia. Lebih jauh, produsen Negeri Tirai Bambu kini membangun kapasitas produksi dan penggunaan komersial yang membuat persaingan robot humanoid memasuki babak baru. Data Smart Analytics Global menunjukkan […]

  • Tailan

    Thailand Kini Ditulis Tailan, Ini Penjelasan Resminya

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Publik kembali dikejutkan dengan perubahan penulisan nama negara. Thailand kini resmi ditulis Tailan dalam standar bahasa Indonesia. Perubahan ini bukan kesalahan ejaan, apalagi typo. Pemerintah Indonesia secara sadar mengajukannya melalui forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya nasional menata kembali penulisan nama negara asing agar sesuai dengan kaidah linguistik […]

  • Sistem Jepang

    Rahasia Sistem Jepang Cetak Bintang Sepak Bola Asia

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mengapa sistem Jepang hampir setiap tahun mampu melahirkan pemain yang bersaing di liga-liga elite Eropa, sementara banyak negara Asia, termasuk Indonesia, masih berjuang membangun regenerasi? Jawabannya tidak semata terletak pada bakat individu. Kuncinya justru berada pada sistem pembinaan Jepang yang dirancang secara terstruktur, berkelanjutan, dan konsisten selama puluhan tahun. Baik Jepang maupun Korea […]

  • Penduduk Tasikmalaya

    Hampir 2 Juta Penduduk Tasikmalaya, Mengapa Kemiskinan Masih Tinggi?

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penduduk Tasikmalaya terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun, di balik pertumbuhan populasi Tasikmalaya yang kini hampir menyentuh dua juta jiwa, masih tersimpan pekerjaan rumah besar. Berdasarkan publikasi Kabupaten Tasikmalaya Dalam Angka 2026 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya pada 2025 mencapai 1.946.197 jiwa. Ironisnya, sekitar 185.990 […]

  • Pengendara mengisi BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina setelah harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.900 per liter.

    Pertamax Turbo Naik Jadi Rp19.900, Warga Mulai Keluhkan Biaya Harian

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kenaikan harga BBM nonsubsidi kembali memicu perhatian publik. PT Pertamina resmi menyesuaikan harga sejumlah bahan bakar mulai Minggu, 4 Mei 2026. Dalam daftar terbaru itu, Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.900 per liter untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Angka tersebut langsung memicu perbincangan luas di media sosial. Sebab bagi sebagian pengguna […]

expand_less