Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Wali Kota Tasikmalaya Membiarkan Rotasi Pejabat Memicu Krisis Kepercayaan Publik

Wali Kota Tasikmalaya Membiarkan Rotasi Pejabat Memicu Krisis Kepercayaan Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost menilai rotasi pejabat yang tak transparan di Tasikmalaya menggerus kepercayaan publik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Rotasi pejabat di Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menyeret tanya. Yang dipersoalkan bukan sekadar pergeseran jabatan, tetapi pola keputusan yang dianggap tak transparan. Publik menilai rotasi pejabat kali ini lebih banyak menyisakan keraguan daripada harapan. Bagi kota yang membutuhkan birokrasi kuat, kabar tentang adanya “pembisik” di lingkaran wali kota bukan sekadar isu pinggiran, ini menyentuh fondasi etika pemerintahan.

Rotasi memang hak prerogatif kepala daerah. Namun prerogatif bukan cek kosong. Setiap keputusan publik memikul tanggung jawab moral: apakah prosesnya patuh norma? Apakah dampaknya memperkuat pelayanan? Pertanyaan inilah yang mengemuka ketika sejumlah pejabat bergeser tanpa penjelasan memadai, sementara beberapa figur dengan rekam jejak yang dipertanyakan justru naik kelas.

Fakta Rotasi yang Menyisakan Pertanyaan

Pelantikan puluhan pejabat Tasikmalaya beberapa waktu lalu diklaim sebagai upaya penyegaran birokrasi. Namun dari ruang-ruang kantor hingga grup pesan internal, kesimpulan itu tak diterima bulat-bulat. Beberapa pejabat terkejut kehilangan posisinya, sementara nama lain mendapat jabatan strategis meski dianggap belum memiliki kecocokan kompetensi.

Sejumlah ASN menyebut proses ini tak sejalan dengan prinsip meritokrasi. Keluhan yang mengalir bukan sekadar soal jabatan, tetapi soal akuntabilitas. Ketika pejabat tak paham alasan mereka digeser atau dinaikkan, masalahnya bukan rotasi, tetapi prosesnya.

Situasi makin menghangat setelah muncul kabar pertemuan informal antara seorang yang dikenal dekat dengan wali kota dan beberapa pejabat. Pertemuan itu disebut menyampaikan “permintaan tak sederhana”, yang diyakini berkaitan dengan posisi strategis. Salah satu pejabat menolak permintaan itu secara sopan dan memilih menunggu arahan langsung dari wali kota yang tak pernah datang. Ketika daftar rotasi diumumkan, namanya hilang dari jabatan sebelumnya.

Dari sini, isu rotasi pejabat berubah menjadi persoalan integritas. Bukan sekadar siapa yang digeser, tetapi siapa yang punya akses ke telinga pemimpin.

Baca juga: Proyek di Kabupaten Tasikmalaya Dikondisikan oleh Tim Bupati?

Lingkaran wali kota membantah keras keberadaan “pembisik”. Mereka mengklaim proses berjalan objektif dengan mempertimbangkan rekam jejak kerja. Namun bantahan tanpa keterbukaan tak pernah cukup. Birokrasi bekerja dengan kepercayaan. Jika suara-suara ASN semakin sumbang, itu tanda masalah sudah melewati ambang normal.

Rotasi Pejabat: Ketika Prerogatif Berbelok dari Meritokrasi

Albadarpost melihat rotasi pejabat di Tasikmalaya sebagai gambaran rapuhnya tata kelola di daerah. Ketika keputusan publik dipengaruhi faktor personal, birokrasi tak lagi bekerja untuk warga, tetapi melayani lingkar kekuasaan. Inilah risiko terbesar ketika proses rotasi tak membuka alasan struktural yang dapat diuji publik.

Dalam banyak kasus di tingkat daerah, rotasi dipakai sebagai alat konsolidasi politik. Bukan untuk memperbaiki kinerja, melainkan mengamankan loyalitas. Jika dugaan ini benar, dampaknya bukan sederhana: aparatur kehilangan motivasi, publik kehilangan kepercayaan, dan layanan publik mandek.

Meritokrasi hanya hidup bila prosesnya dapat diikuti dan dievaluasi. Transparansi rotasi bukan sekadar prosedur administratif, tetapi komitmen moral bahwa negara bekerja berdasarkan kapasitas, bukan kedekatan.

Pelajaran dari Pola Lama di Banyak Daerah

Fenomena seperti ini bukan baru. Di sejumlah kota, rotasi pejabat sering dibayangi lobi-lobi informal. Bahkan beberapa kepala daerah dijatuhi sanksi etik karena memanfaatkan prerogatif secara sewenang-wenang.

Negara tetangga memberi pelajaran menarik. Di Korea Selatan dan Jepang, rotasi pejabat merupakan instrumen pembinaan karier berbasis data kinerja yang dapat dipantau publik. Pejabat yang digeser tahu alasannya. Warga dapat mengakses indikator kinerja. Transparansi membuat keputusan sulit tetap dapat diterima.

Tasikmalaya belum berada di fase itu. Namun itulah standar yang seharusnya dituju sebuah pemerintahan modern.

Sikap Albadarpost: Pemerintah Kota Harus Memberikan Penjelasan Publik

Albadarpost berpandangan pemerintah kota wajib memberi penjelasan resmi mengenai prinsip yang digunakan dalam rotasi pejabat. Penjelasan ini penting bukan untuk membela keputusan, tetapi memulihkan kepercayaan. Hak prerogatif tak menghapus kewajiban menjelaskan dasar keputusan kepada warga, terutama ketika rotasi menimbulkan kecurigaan.

Rekomendasi redaksi sederhana:

Pemerintah kota perlu menerbitkan dokumen keterbukaan, minimal berupa kriteria penilaian dan alasan struktural penempatan pejabat.
Wali kota harus menegaskan bahwa tak ada aktor non-struktural yang memengaruhi kebijakan publik.
ASN perlu dilindungi dari pengaruh informal, sekaligus didorong untuk menyampaikan evaluasi kinerja secara periodik.

Rotasi yang baik memperkuat birokrasi. Rotasi yang tak transparan hanya memperkuat jarak antara pemerintah dan warganya.

Keputusan publik tak boleh berjalan di ruang gelap. Tasikmalaya membutuhkan birokrasi yang bekerja berdasarkan kapasitas, bukan bisik-bisik kekuasaan. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Admin OPD

    Anggaran Komunikasi Publik Disorot, Admin OPD Tasikmalaya Dilatih

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk mengefektifkan anggaran komunikasi publik dan memperbaiki kinerja informasi daerah. Pelatihan Admin OPD Jadi Titik Masuk Evaluasi Anggaran Komunikasi albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang strategi komunikasi publik dengan menempatkan efektivitas anggaran sebagai perhatian utama. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah […]

  • modus penipuan AI

    OJK Jabar Ingatkan Modus Penipuan AI yang Makin Canggih

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    OJK Jabar memperingatkan peningkatan modus penipuan AI dan meminta warga lebih waspada menjaga data pribadi. albadarpost.com, PELITA – Peringatan baru dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menyusul kenaikan kasus kejahatan digital berbasis kecerdasan buatan. Modus penipuan AI kini berkembang pesat, menghadirkan risiko serius bagi keamanan data dan aktivitas keuangan masyarakat. Peringatan ini penting mengingat […]

  • ilustrasi seorang muslim merenung sebelum berbicara sebagai bentuk menjaga lisan sesuai hadis Nabi

    Hadis Nabi tentang Menjaga Lisan: Nasihat yang Sering Dilupakan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua dosa bermula dari perbuatan. Sebagian justru berawal dari kata-kata. Karena itu, Rasulullah memberikan satu nasihat sederhana yang mampu menyelamatkan banyak orang. Beliau bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” Inilah salah satu hadis menjaga lisan yang paling sering dikutip oleh para […]

  • Hari Anak Nasional

    Kampanye 24 Jam Demi Anak, Tasikmalaya Bidik Rekor MURI

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Tasikmalaya tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. KPAID Kabupaten Tasikmalaya bersama Kodam III Siliwangi justru memilih langkah yang lebih berani dengan menggelar kampanye anti kekerasan terhadap anak selama 24 jam tanpa henti pada 22–23 Juli 2026 di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya. Program tersebut bahkan […]

  • Bandros Tradisional

    Bandros, Jajanan Tradisional Bernilai Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Bandros tradisional diolah UMKM sebagai jajanan rumahan bernilai ekonomi, mudah dibuat dan diminati pasar lokal. albadarpost.com, LIFESTYLE – Bandros tradisional kembali mendapat perhatian pelaku usaha kuliner rumahan. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan sederhana berbasis bahan lokal, jajanan berbahan dasar tepung beras dan kelapa ini dinilai memiliki peluang ekonomi yang relevan, terutama bagi pelaku […]

  • Korban Tower Banjar

    Istri Korban Tower Banjar Tunggu Tanggung Jawab Proyek

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Korban Tower Banjar kembali menjadi sorotan setelah keluarga salah satu pekerja yang meninggal dunia mengungkap kisah di balik tragedi robohnya tower di kawasan Purwaharja, Kota Banjar. Selain kehilangan tulang punggung keluarga, mereka mengaku masih menunggu kejelasan mengenai hak pekerja, proses penyelidikan, serta tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. Tragedi […]

expand_less