Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Wali Kota Tasikmalaya Membiarkan Rotasi Pejabat Memicu Krisis Kepercayaan Publik

Wali Kota Tasikmalaya Membiarkan Rotasi Pejabat Memicu Krisis Kepercayaan Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost menilai rotasi pejabat yang tak transparan di Tasikmalaya menggerus kepercayaan publik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Rotasi pejabat di Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menyeret tanya. Yang dipersoalkan bukan sekadar pergeseran jabatan, tetapi pola keputusan yang dianggap tak transparan. Publik menilai rotasi pejabat kali ini lebih banyak menyisakan keraguan daripada harapan. Bagi kota yang membutuhkan birokrasi kuat, kabar tentang adanya “pembisik” di lingkaran wali kota bukan sekadar isu pinggiran, ini menyentuh fondasi etika pemerintahan.

Rotasi memang hak prerogatif kepala daerah. Namun prerogatif bukan cek kosong. Setiap keputusan publik memikul tanggung jawab moral: apakah prosesnya patuh norma? Apakah dampaknya memperkuat pelayanan? Pertanyaan inilah yang mengemuka ketika sejumlah pejabat bergeser tanpa penjelasan memadai, sementara beberapa figur dengan rekam jejak yang dipertanyakan justru naik kelas.

Fakta Rotasi yang Menyisakan Pertanyaan

Pelantikan puluhan pejabat Tasikmalaya beberapa waktu lalu diklaim sebagai upaya penyegaran birokrasi. Namun dari ruang-ruang kantor hingga grup pesan internal, kesimpulan itu tak diterima bulat-bulat. Beberapa pejabat terkejut kehilangan posisinya, sementara nama lain mendapat jabatan strategis meski dianggap belum memiliki kecocokan kompetensi.

Sejumlah ASN menyebut proses ini tak sejalan dengan prinsip meritokrasi. Keluhan yang mengalir bukan sekadar soal jabatan, tetapi soal akuntabilitas. Ketika pejabat tak paham alasan mereka digeser atau dinaikkan, masalahnya bukan rotasi, tetapi prosesnya.

Situasi makin menghangat setelah muncul kabar pertemuan informal antara seorang yang dikenal dekat dengan wali kota dan beberapa pejabat. Pertemuan itu disebut menyampaikan “permintaan tak sederhana”, yang diyakini berkaitan dengan posisi strategis. Salah satu pejabat menolak permintaan itu secara sopan dan memilih menunggu arahan langsung dari wali kota yang tak pernah datang. Ketika daftar rotasi diumumkan, namanya hilang dari jabatan sebelumnya.

Dari sini, isu rotasi pejabat berubah menjadi persoalan integritas. Bukan sekadar siapa yang digeser, tetapi siapa yang punya akses ke telinga pemimpin.

Baca juga: Proyek di Kabupaten Tasikmalaya Dikondisikan oleh Tim Bupati?

Lingkaran wali kota membantah keras keberadaan “pembisik”. Mereka mengklaim proses berjalan objektif dengan mempertimbangkan rekam jejak kerja. Namun bantahan tanpa keterbukaan tak pernah cukup. Birokrasi bekerja dengan kepercayaan. Jika suara-suara ASN semakin sumbang, itu tanda masalah sudah melewati ambang normal.

Rotasi Pejabat: Ketika Prerogatif Berbelok dari Meritokrasi

Albadarpost melihat rotasi pejabat di Tasikmalaya sebagai gambaran rapuhnya tata kelola di daerah. Ketika keputusan publik dipengaruhi faktor personal, birokrasi tak lagi bekerja untuk warga, tetapi melayani lingkar kekuasaan. Inilah risiko terbesar ketika proses rotasi tak membuka alasan struktural yang dapat diuji publik.

Dalam banyak kasus di tingkat daerah, rotasi dipakai sebagai alat konsolidasi politik. Bukan untuk memperbaiki kinerja, melainkan mengamankan loyalitas. Jika dugaan ini benar, dampaknya bukan sederhana: aparatur kehilangan motivasi, publik kehilangan kepercayaan, dan layanan publik mandek.

Meritokrasi hanya hidup bila prosesnya dapat diikuti dan dievaluasi. Transparansi rotasi bukan sekadar prosedur administratif, tetapi komitmen moral bahwa negara bekerja berdasarkan kapasitas, bukan kedekatan.

Pelajaran dari Pola Lama di Banyak Daerah

Fenomena seperti ini bukan baru. Di sejumlah kota, rotasi pejabat sering dibayangi lobi-lobi informal. Bahkan beberapa kepala daerah dijatuhi sanksi etik karena memanfaatkan prerogatif secara sewenang-wenang.

Negara tetangga memberi pelajaran menarik. Di Korea Selatan dan Jepang, rotasi pejabat merupakan instrumen pembinaan karier berbasis data kinerja yang dapat dipantau publik. Pejabat yang digeser tahu alasannya. Warga dapat mengakses indikator kinerja. Transparansi membuat keputusan sulit tetap dapat diterima.

Tasikmalaya belum berada di fase itu. Namun itulah standar yang seharusnya dituju sebuah pemerintahan modern.

Sikap Albadarpost: Pemerintah Kota Harus Memberikan Penjelasan Publik

Albadarpost berpandangan pemerintah kota wajib memberi penjelasan resmi mengenai prinsip yang digunakan dalam rotasi pejabat. Penjelasan ini penting bukan untuk membela keputusan, tetapi memulihkan kepercayaan. Hak prerogatif tak menghapus kewajiban menjelaskan dasar keputusan kepada warga, terutama ketika rotasi menimbulkan kecurigaan.

Rekomendasi redaksi sederhana:

Pemerintah kota perlu menerbitkan dokumen keterbukaan, minimal berupa kriteria penilaian dan alasan struktural penempatan pejabat.
Wali kota harus menegaskan bahwa tak ada aktor non-struktural yang memengaruhi kebijakan publik.
ASN perlu dilindungi dari pengaruh informal, sekaligus didorong untuk menyampaikan evaluasi kinerja secara periodik.

Rotasi yang baik memperkuat birokrasi. Rotasi yang tak transparan hanya memperkuat jarak antara pemerintah dan warganya.

Keputusan publik tak boleh berjalan di ruang gelap. Tasikmalaya membutuhkan birokrasi yang bekerja berdasarkan kapasitas, bukan bisik-bisik kekuasaan. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audiensi FOSSMA dengan DPRD Kota Tasikmalaya membahas transparansi APBD 2026 dan pemerataan pembangunan

    FOSSMA Bongkar Tuntutan ke DPRD, APBD Tasikmalaya 2026 Harus Dibuka!

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Isu APBD Tasikmalaya 2026 kembali menghangat. Forum Silaturahmi Salasar Masjid Agung Kota Tasikmalaya (FOSSMA) secara terbuka mendesak transparansi anggaran daerah. Dalam forum audiensi bersama DPRD, mereka menyoroti pentingnya keterbukaan anggaran daerah, kejelasan program prioritas, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota. Desakan ini muncul bukan tanpa alasan. Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap […]

  • Bhabinkamtibmas Desa Cigunung berdialog dengan warga Kampung Nangorak Parungponteng Tasikmalaya

    Bhabinkamtibmas Cigunung Turun ke Kampung, Warga: Polisi Kini Lebih Dekat

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bhabinkamtibmas Cigunung kembali menunjukkan pendekatan humanis Polri melalui kegiatan sambang warga di Kampung Nangorak, Desa Cigunung, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (2/5/2026). Langkah polisi desa atau pembinaan masyarakat ini menjadi strategi penting dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus memperkuat hubungan emosional antara polisi dan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan Bripka Anggi Anugrah Pratama […]

  • Ilustrasi seorang muslim berdoa sebelum berpuasa yang menggambarkan makna niat puasa dalam perspektif tauhid dan keikhlasan ibadah.

    Rahasia Niat Puasa: Perspektif Tauhid yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memahami puasa hanya sebagai menahan lapar dan dahaga. Padahal dalam Islam, niat puasa dalam tauhid memiliki makna yang jauh lebih dalam. Konsep niat puasa berdasarkan tauhid, atau keikhlasan ibadah kepada Allah, menjadi inti dari setiap amal seorang muslim. Dalam perspektif aqidah, niat puasa dalam tauhid menegaskan bahwa puasa bukan sekadar […]

  • Kerja Sama Keperawatan

    Pemkab Garut Perluas Kerja Sama Keperawatan ke Jepang

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Pemkab Garut menjalin kerja sama keperawatan dengan Jepang untuk membuka akses kerja global perawat lokal. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Garut resmi menjalin kerja sama keperawatan dengan Pemerintah Kota Higashikawa, Jepang. Kesepakatan ini membuka jalur kerja internasional bagi tenaga perawat asal Garut dan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses lapangan kerja berbasis keahlian. Kolaborasi […]

  • kasus penganiayaan Bandung

    Ibu Tiri Diduga Aniaya Balita, Polrestabes Bandung Lakukan BAP

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menangkap ibu tiri yang diduga menganiaya balita hingga tewas di Cipadung. albadarpost.com, HUMANIORA – Seorang balita berusia empat tahun bernama Raditya Allbyan Fauzan meninggal dunia di RSUD Ujungberung, Kota Bandung, dengan tubuh penuh luka lebam dan luka bakar. Polrestabes Bandung menyelidiki peristiwa itu sebagai kasus penganiayaan Bandung yang diduga dilakukan ibu tirinya di […]

  • oseng mercon daging sapi

    Resep Oseng Mercon Viral: Pedas Gila Tapi Bikin Ketagihan

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 52
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Aroma pedas langsung menyeruak begitu oseng mercon daging sapi mulai dimasak. Hidangan khas dengan level kepedasan ekstrem ini kini kembali viral karena sensasi rasa yang kuat, sederhana, tetapi membuat ketagihan. Banyak pencinta kuliner mencari resep oseng mercon, oseng sapi pedas, hingga tumis daging cabai rawit yang mampu menghadirkan pengalaman makan berbeda di […]

expand_less