Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polres Pangandaran Hentikan Aktivitas Terjun Payung

Polres Pangandaran Hentikan Aktivitas Terjun Payung

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dua atlet tewas dalam kecelakaan terjun payung di Pangandaran, polisi hentikan kegiatan dan soroti keselamatan.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Pangandaran menghentikan sementara seluruh aktivitas terjun payung setelah dua atlet meninggal dunia dalam insiden kecelakaan di Perairan Laut Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Peristiwa ini menyorot aspek keselamatan kegiatan olahraga udara sekaligus lemahnya koordinasi penyelenggaraan event ekstrem dengan aparat setempat.

Insiden terjadi pada Selasa siang saat kegiatan terjun payung berlangsung di wilayah perairan Pangandaran. Dua penerjun dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam setelah gagal mengendalikan arah pendaratan.

Insiden di Perairan Bojongsalawe

Kepala Polres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan membenarkan bahwa korban meninggal dunia berjumlah dua orang. Korban pertama bernama Rusli, laki-laki kelahiran Medan, 7 Oktober 1961. Korban kedua Widiasih, perempuan kelahiran Bandung, 27 Juni 1967, warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam,” kata Andri.

Kegiatan terjun payung tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Polisi menerima laporan adanya penerjun jatuh ke laut di kawasan Bojongsalawe tidak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Nusawiru.

Baca juga: Waspadalah! Modus Baru Penipuan

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satuan Polairud, TNI, tenaga kesehatan, dan unsur terkait langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Kronologi Penerjunan

Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula saat pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB. Pesawat tersebut membawa lima atlet terjun payung.

Pada ketinggian sekitar 10.000 kaki, terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan. Kondisi cuaca tersebut menyebabkan seluruh penerjun kehilangan kendali terhadap arah luncur dan titik pendaratan.

“Akibat perubahan angin, lima penerjun tidak bisa mengendalikan arah pendaratan. Tiga orang berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat, sementara dua lainnya jatuh ke laut,” ujar Andri.

Korban Rusli ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Widiasih sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dan dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam.

Penanganan dan Langkah Kepolisian

Polres Pangandaran menyatakan telah melakukan serangkaian langkah penanganan sejak awal kejadian. Polisi mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan koordinasi lintas instansi, mengevakuasi korban, serta melaksanakan pencarian korban yang sempat hilang bersama Basarnas.

Selain penanganan darurat, kepolisian juga melakukan pendalaman terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dari hasil awal pemeriksaan, diketahui bahwa kegiatan terjun payung tersebut merupakan bagian dari Kejuaraan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Disiplin ASN Ditegakkan, Guru SD Diberhentikan

Namun demikian, kegiatan tersebut tidak diberitahukan sebelumnya kepada Polres Pangandaran. Fakta ini menjadi perhatian aparat karena menyangkut aspek pengamanan dan mitigasi risiko.

“Kegiatan tersebut dihentikan sementara sampai waktu yang belum ditentukan,” tegas Andri.

Sorotan Keselamatan dan Koordinasi

Insiden ini kembali menegaskan risiko tinggi dalam olahraga udara dan wisata ekstrem. Faktor cuaca, khususnya perubahan arah angin, menjadi variabel krusial yang tidak dapat diabaikan. Di sisi lain, koordinasi dengan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam pencegahan kecelakaan.

Kepolisian mengimbau seluruh penyelenggara kegiatan olahraga ekstrem maupun wisata udara agar selalu berkoordinasi dengan aparat setempat. Selain itu, aspek keselamatan, kesiapan teknis, dan pemantauan kondisi cuaca harus menjadi prioritas utama sebelum kegiatan dilaksanakan.

Tanpa koordinasi yang baik dan perhitungan risiko yang matang, kegiatan serupa berpotensi menimbulkan korban jiwa dan membahayakan peserta maupun masyarakat sekitar.

Kecelakaan terjun payung di Pangandaran tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga menjadi pengingat serius tentang pentingnya keselamatan dan tata kelola kegiatan ekstrem. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Kecelakaan terjun payung di Pangandaran menewaskan dua atlet dan mendorong penghentian kegiatan demi evaluasi keselamatan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • krisis haji khusus 2026

    Haji Khusus 2026 Terancam Gagal Berangkat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Ribuan jemaah haji khusus 2026 terancam gagal berangkat akibat dana tertahan. Krisis ini memicu keresahan keluarga Muslim dan menuntut perbaikan tata kelola haji. albadarpost.com, HUMANIORA – Ribuan calon jemaah haji khusus untuk musim haji 2026 berada dalam situasi tidak menentu. Harapan berangkat ke Tanah Suci yang telah direncanakan bertahun-tahun kini terancam kandas. Penyebabnya bukan semata […]

  • Kurban Digital

    Kurban Digital Makin Ramai, Begini Hukum Fiqihnya

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kurban digital kini semakin ramai menjelang Idul Adha. Banyak orang mulai ikut patungan sapi lewat transfer bank, aplikasi pembayaran, hingga grup WhatsApp keluarga. Karena itu, pertanyaan tentang hukum kurban digital dan patungan online terus muncul: apakah kurban seperti ini tetap sah menurut fiqih Islam? Fenomena ini semakin terasa di era sekarang. Orang […]

  • pekerjaan terbaik

    Pekerjaan Terbaik Menurut Rasulullah SAW.

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Pekerjaan terbaik menurut Rasulullah SAW menekankan kerja mandiri, kejujuran, dan keberkahan bagi kehidupan sosial. albadarpost.com, LIFESTYLE – Bekerja bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi fondasi martabat manusia. Dalam ajaran Islam, aktivitas mencari nafkah ditempatkan sebagai perintah moral sekaligus ibadah. Sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW dan ayat Al-Qur’an menegaskan bahwa pekerjaan terbaik bukan diukur dari besarnya penghasilan, […]

  • Ilustrasi nasi putih yang cepat basi akibat kesalahan memasak dan penyimpanan yang sering tidak disadari

    Nasi Cepat Basi? Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa heran karena nasi cepat basi, padahal baru dimasak beberapa jam lalu? Banyak orang mengira penyebabnya adalah kualitas beras. Padahal, nasi mudah basi, nasi cepat bau, dan teksturnya berubah sering kali terjadi akibat kesalahan memasak nasi yang tampak sepele dan jarang disadari sejak awal. Menariknya, kebiasaan yang terlihat “biasa saja” justru […]

  • SKCK online

    Polri Terapkan SKCK Online, Warga Bebas Pilih Lokasi Pengambilan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Layanan SKCK online lewat Super Apps Polri memudahkan pengajuan tanpa mengikuti domisili dan akses lebih praktis. albadarpost.com, LENSA – Masyarakat kini tak lagi bergantung pada kantor polisi untuk mengurus SKCK online. Polri resmi menghadirkan layanan daring melalui aplikasi Super Apps Polri yang memungkinkan pengajuan dokumen secara mandiri dari ponsel. Kebijakan ini menjadi penting karena menekan […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat membuka training center MTQH Jawa Barat 2026 di Pendopo Baru Tasikmalaya.

    Bupati Cecep Yakin Tasikmalaya Bisa Jadi Kabupaten Qur’an

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (8/5/2026), terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejumlah peserta khafilah tampak datang sejak pagi dengan membawa map dan mushaf Al-Qur’an di tangan mereka. Di beberapa sudut ruangan, peserta terlihat berbincang pelan sambil menunggu kegiatan dimulai. Di tempat itulah Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, membuka Training Center […]

expand_less