Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polres Pangandaran Hentikan Aktivitas Terjun Payung

Polres Pangandaran Hentikan Aktivitas Terjun Payung

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dua atlet tewas dalam kecelakaan terjun payung di Pangandaran, polisi hentikan kegiatan dan soroti keselamatan.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Pangandaran menghentikan sementara seluruh aktivitas terjun payung setelah dua atlet meninggal dunia dalam insiden kecelakaan di Perairan Laut Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Peristiwa ini menyorot aspek keselamatan kegiatan olahraga udara sekaligus lemahnya koordinasi penyelenggaraan event ekstrem dengan aparat setempat.

Insiden terjadi pada Selasa siang saat kegiatan terjun payung berlangsung di wilayah perairan Pangandaran. Dua penerjun dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam setelah gagal mengendalikan arah pendaratan.

Insiden di Perairan Bojongsalawe

Kepala Polres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan membenarkan bahwa korban meninggal dunia berjumlah dua orang. Korban pertama bernama Rusli, laki-laki kelahiran Medan, 7 Oktober 1961. Korban kedua Widiasih, perempuan kelahiran Bandung, 27 Juni 1967, warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam,” kata Andri.

Kegiatan terjun payung tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Polisi menerima laporan adanya penerjun jatuh ke laut di kawasan Bojongsalawe tidak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Nusawiru.

Baca juga: Waspadalah! Modus Baru Penipuan

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satuan Polairud, TNI, tenaga kesehatan, dan unsur terkait langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Kronologi Penerjunan

Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula saat pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB. Pesawat tersebut membawa lima atlet terjun payung.

Pada ketinggian sekitar 10.000 kaki, terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan. Kondisi cuaca tersebut menyebabkan seluruh penerjun kehilangan kendali terhadap arah luncur dan titik pendaratan.

“Akibat perubahan angin, lima penerjun tidak bisa mengendalikan arah pendaratan. Tiga orang berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat, sementara dua lainnya jatuh ke laut,” ujar Andri.

Korban Rusli ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Widiasih sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dan dipastikan meninggal dunia akibat tenggelam.

Penanganan dan Langkah Kepolisian

Polres Pangandaran menyatakan telah melakukan serangkaian langkah penanganan sejak awal kejadian. Polisi mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan koordinasi lintas instansi, mengevakuasi korban, serta melaksanakan pencarian korban yang sempat hilang bersama Basarnas.

Selain penanganan darurat, kepolisian juga melakukan pendalaman terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dari hasil awal pemeriksaan, diketahui bahwa kegiatan terjun payung tersebut merupakan bagian dari Kejuaraan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Disiplin ASN Ditegakkan, Guru SD Diberhentikan

Namun demikian, kegiatan tersebut tidak diberitahukan sebelumnya kepada Polres Pangandaran. Fakta ini menjadi perhatian aparat karena menyangkut aspek pengamanan dan mitigasi risiko.

“Kegiatan tersebut dihentikan sementara sampai waktu yang belum ditentukan,” tegas Andri.

Sorotan Keselamatan dan Koordinasi

Insiden ini kembali menegaskan risiko tinggi dalam olahraga udara dan wisata ekstrem. Faktor cuaca, khususnya perubahan arah angin, menjadi variabel krusial yang tidak dapat diabaikan. Di sisi lain, koordinasi dengan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam pencegahan kecelakaan.

Kepolisian mengimbau seluruh penyelenggara kegiatan olahraga ekstrem maupun wisata udara agar selalu berkoordinasi dengan aparat setempat. Selain itu, aspek keselamatan, kesiapan teknis, dan pemantauan kondisi cuaca harus menjadi prioritas utama sebelum kegiatan dilaksanakan.

Tanpa koordinasi yang baik dan perhitungan risiko yang matang, kegiatan serupa berpotensi menimbulkan korban jiwa dan membahayakan peserta maupun masyarakat sekitar.

Kecelakaan terjun payung di Pangandaran tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga menjadi pengingat serius tentang pentingnya keselamatan dan tata kelola kegiatan ekstrem. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Kecelakaan terjun payung di Pangandaran menewaskan dua atlet dan mendorong penghentian kegiatan demi evaluasi keselamatan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inggris vs Argentina

    5 Fakta Inggris vs Argentina, Rivalitas Tak Pernah Padam

    • calendar_month 58 menit yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Inggris vs Argentina kembali menjadi perhatian pecinta sepak bola dunia setelah duel dramatis pada semifinal Piala Dunia 2026. Argentina berhasil membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas Inggris, sekaligus mengamankan tiket menuju partai final. Namun, hasil pertandingan itu bukan sekadar soal skor. Laga tersebut kembali menghidupkan salah satu rivalitas paling legendaris dalam […]

  • Pesta Patok Tasik

    Pesta Patok Tasik 2026, Saat Domba Jadi Simbol Prestise

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lapangan Upacara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendadak berubah wajah. Bukan barisan ASN atau peserta upacara yang memenuhi area itu, melainkan ratusan domba dan kambing dengan penampilan terbaiknya. Bulu mereka tersisir rapi, tanduk mengilap, dan langkahnya mantap memasuki arena Pesta Patok Tasik 2026. Pesta Patok Tasik, atau kontes domba dan kambing terbesar di […]

  • Denda BPJS Kesehatan

    Jangan Sampai Salah Paham, Begini Cara Kerja Denda BPJS Saat Rawat Inap

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL– Denda BPJS Kesehatan kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku terkejut saat masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk layanan rawat inap. Padahal, status kepesertaan mereka sudah aktif kembali. Situasi ini memunculkan pertanyaan sekaligus kebingungan di kalangan peserta yang mengira seluruh biaya perawatan otomatis ditanggung setelah kartu JKN […]

  • Keajaiban hujan dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am 99 ungkap tanda kekuasaan Allah lewat tumbuhan, buah, dan proses kehidupan.

    Kisah Keajaiban Hujan dalam Al-Qur’an

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Keajaiban hujan dalam Al-Qur’an menjadi salah satu bukti nyata kebesaran Allah yang kerap hadir di sekitar manusia. Melalui air yang sama, Allah menumbuhkan beragam tanaman dengan bentuk, warna, dan rasa berbeda. Fenomena ini menegaskan tanda kekuasaan Ilahi sekaligus mengajak manusia merenungkan proses kehidupan. Dalam perspektif iman, turunnya hujan bukan sekadar peristiwa alam, […]

  • perjalanan dinas

    Perjalanan Dinas: Pos Favorit Anggaran yang Minim Dampak Publik

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: perjalanan dinas terus membebani anggaran publik tanpa dampak layanan yang jelas. Perjalanan Dinas yang Tak Pernah Sepi albadarpost.com, EDITORIAL – Perjalanan dinas kembali menjadi sorotan. Bukan karena prestasinya, melainkan karena ketahanannya sebagai pos anggaran yang nyaris tak tersentuh kritik serius. Dari pusat hingga daerah, pos ini terus tumbuh dan nyaris selalu habis terserap. […]

  • Rumah Layak Huni

    Rumah Reyot Ibu Minawati Dibangun Bersama, Warga Garut Terharu

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suara palu, cangkul, dan obrolan hangat warga terdengar sejak pagi di Kampung Cihalimun, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Minggu (28/6/2026). Di tengah suasana gotong royong itu, harapan baru mulai dibangun untuk menghadirkan rumah layak huni bagi Ibu Minawati, seorang warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Rehabilitasi […]

expand_less