Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Idul Adha Kini Makin Ramai, Tapi Makna Kurban Justru Mulai Sepi

Idul Adha Kini Makin Ramai, Tapi Makna Kurban Justru Mulai Sepi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Menjelang Idul Adha, pembicaraan tentang makna kurban, ibadah kurban, dan hewan kurban kembali ramai di tengah masyarakat. Namun di balik semarak itu, ada sesuatu yang perlahan berubah. Banyak orang kini lebih fokus pada harga sapi, ukuran hewan, hingga unggahan media sosial dibanding memahami pesan keikhlasan dan pengorbanan yang menjadi inti kurban dalam Islam.

Fenomena itu terasa semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir. Di sejumlah tempat, pembahasan tentang kurban sering bergeser menjadi ajang gengsi sosial. Orang berlomba membeli sapi terbesar, lalu memamerkannya di media sosial. Sementara itu, nilai empati dan kebersamaan yang dulu sangat terasa saat Idul Adha justru mulai memudar.

Padahal sejak awal, kurban bukan tentang siapa yang paling kaya.

Kurban adalah tentang siapa yang paling tulus saat memberi.

Kurban Berawal dari Ketundukan Nabi Ibrahim

Dalam sejarah Islam, ibadah kurban lahir dari kisah besar Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ketika Allah SWT memberi perintah melalui mimpi agar Nabi Ibrahim menyembelih anaknya sendiri, beliau tidak membantah.

Begitu pula Nabi Ismail AS.

Keduanya menunjukkan ketundukan luar biasa kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ash-Shaffat ayat 102:

“Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.”

Lalu Nabi Ismail menjawab:

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Dari kisah itulah umat Islam belajar bahwa kurban sejatinya merupakan simbol keimanan, ketulusan, dan kesediaan mengorbankan sesuatu yang dicintai demi ketaatan kepada Allah SWT.

Karena itu, esensi Idul Adha tidak pernah berhenti pada penyembelihan hewan semata.

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Pandang tentang Kurban

Perubahan zaman membuat suasana Idul Adha ikut berubah. Hari ini, media sosial sering menjadi panggung utama dalam banyak aktivitas, termasuk saat kurban.

Ada yang sibuk mengatur angle kamera sebelum sapi dipotong, sementara sebagian panitia lain masih berkeringat membagikan kupon warga. Bahkan ada yang lebih fokus mencari konten viral dibanding membantu proses pembagian daging kepada warga sekitar.

Akibatnya, makna kurban perlahan bergeser menjadi simbol pencitraan.

Padahal Rasulullah SAW mengingatkan bahwa Allah tidak melihat kemewahan hewan kurban, melainkan ketakwaan hambanya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai ridha Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”

Ayat tersebut menjadi pengingat penting bahwa ukuran sapi dan harga kambing tidak menentukan nilai ibadah seseorang.

Yang menentukan justru hati dan niatnya.

Dulu Idul Adha Terasa Lebih Hangat

Banyak orang masih ingat suasana Idul Adha di kampung pada masa lalu. Setelah salat Id, warga berkumpul di halaman masjid. Suara takbir bercampur dengan obrolan sederhana antarwarga.

Anak-anak kecil berlarian sambil membawa kantong kresek, sesekali mengintip isi daging kurban dengan wajah penuh penasaran.

Aroma gulai dari dapur warga seperti menjadi tanda bahwa kebersamaan benar-benar hidup.

Kini suasana itu mulai berkurang di sebagian tempat.

Kesibukan digital membuat interaksi sosial perlahan berubah. Bahkan tidak sedikit orang memilih datang hanya saat pembagian daging dimulai.

Padahal Idul Adha bukan hanya tentang menerima bagian kurban.

Tetapi juga tentang memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Kurban Mengajarkan Manusia Melawan Ego

Salah satu pelajaran terbesar dalam ibadah kurban adalah kemampuan manusia menahan rasa cinta berlebihan terhadap dunia.

Tidak semua orang mudah mengeluarkan harta terbaiknya untuk orang lain. Karena itu, Islam menjadikan kurban sebagai latihan spiritual agar manusia belajar ikhlas dan tidak terlalu terikat pada materi.

Selain itu, kurban juga mengajarkan bahwa rezeki bukan untuk dinikmati sendiri.

Ada hak tetangga, fakir miskin, dan orang-orang yang jarang menikmati makanan layak.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memiliki kelapangan rezeki tetapi tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.” (HR Ibnu Majah)

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap ibadah kurban dan kepedulian sosial.

Idul Adha Seharusnya Menghidupkan Empati

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, semangat berbagi justru semakin penting dijaga. Kurban bukan sekadar tradisi tahunan atau agenda seremonial.

Lebih dari itu, Idul Adha adalah momentum untuk menghidupkan empati, memperkuat solidaritas, dan mengingatkan manusia agar tidak diperbudak gengsi sosial.

Karena pada akhirnya, orang tidak akan dikenang karena ukuran sapi yang dibeli.

Tetapi karena ketulusan hati saat berbagi kepada sesama.

Allah tidak pernah meminta manusia menunjukkan siapa yang paling mewah saat Idul Adha.

Allah hanya ingin melihat siapa yang masih punya hati untuk ikhlas berbagi di tengah dunia yang makin sibuk dipenuhi pencitraan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dunia Adalah Ujian

    Ibnu Athaillah: Dunia Tak Pernah Berjanji Membahagiakan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Dunia adalah ujian. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi banyak orang baru benar-benar memahaminya setelah kehilangan pekerjaan, gagal membangun usaha, ditinggal orang tercinta, atau menghadapi penyakit yang tak pernah mereka bayangkan. Saat musibah datang, sebagian orang bertanya, “Kenapa hidup saya begini?” Padahal, menurut Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam, hakikat dunia memang bukan tempat […]

  • Adzan Kedua Jumat

    Mengapa Ada Adzan Kedua Jumat? Ini Dalilnya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Bagi sebagian umat Islam, adzan kedua Jumat masih menjadi pertanyaan yang sering muncul. Mengapa di banyak masjid terdengar dua kali adzan sebelum salat Jumat, sedangkan pada masa Rasulullah ﷺ disebut hanya ada satu adzan? Pertanyaan mengenai adzan kedua salat Jumat, hukum adzan kedua Jumat, hingga dalil adzan kedua Jumat terus dicari masyarakat. […]

  • Bikers Subuhan Tasikmalaya

    Dari Knalpot ke Sajadah, Bikers Tasik Ramaikan Subuh

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bikers Subuhan Tasikmalaya kembali menunjukkan bahwa komunitas motor tidak selalu identik dengan perjalanan dan hobi otomotif. Melalui gerakan Subuh berjamaah Tasikmalaya, sekitar 100 anggota komunitas, prajurit TNI, tokoh agama, dan masyarakat memadati Masjid At-Taqwa Makodim 0612/Tasikmalaya, Sabtu (27/6/2026) dini hari. Suara mesin motor yang biasanya mengiringi perjalanan jauh, kali ini berhenti […]

  • Ilustrasi pemilik UMKM memimpin tim karyawan dengan suasana kerja yang harmonis dan produktif

    Tips Kelola Karyawan UMKM Tanpa Ribet, Hasil Maksimal

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kelola karyawan UMKM menjadi tantangan utama bagi banyak pelaku usaha kecil. Tidak sedikit yang mencari cara mengelola karyawan, manajemen tim UMKM, hingga tips mengatur pegawai agar bisnis berjalan lancar. Oleh karena itu, memahami strategi yang tepat akan membantu pemilik usaha membangun tim yang solid, loyal, dan produktif sejak awal. Mengapa Pengelolaan […]

  • Call Center Polri 110

    Viral! Call Center Polri 110 Antar Perempuan Pulang dengan Aman

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA -– Call Center Polri 110 kembali menjadi perhatian publik setelah pengalaman seorang perempuan yang memanfaatkan layanan Polri 110 untuk meminta bantuan saat pulang kerja pada malam hari viral di media sosial. Kisah tersebut membuka wawasan banyak orang bahwa nomor darurat Polri tidak hanya melayani laporan tindak kriminal, tetapi juga dapat dihubungi ketika masyarakat […]

  • literasi digital

    Kabid IKP Tasikmalaya Raih Penghargaan Literasi Digital Nasional

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Kabid IKP Dishubkominfo Tasikmalaya raih penghargaan literasi digital 2025, dorong ekosistem informasi publik sehat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya menerima penghargaan nasional di bidang literasi digital. Pengakuan ini menegaskan peran komunikasi publik pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus digital. Penghargaan […]

expand_less