Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Idul Adha Kini Makin Ramai, Tapi Makna Kurban Justru Mulai Sepi

Idul Adha Kini Makin Ramai, Tapi Makna Kurban Justru Mulai Sepi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Menjelang Idul Adha, pembicaraan tentang makna kurban, ibadah kurban, dan hewan kurban kembali ramai di tengah masyarakat. Namun di balik semarak itu, ada sesuatu yang perlahan berubah. Banyak orang kini lebih fokus pada harga sapi, ukuran hewan, hingga unggahan media sosial dibanding memahami pesan keikhlasan dan pengorbanan yang menjadi inti kurban dalam Islam.

Fenomena itu terasa semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir. Di sejumlah tempat, pembahasan tentang kurban sering bergeser menjadi ajang gengsi sosial. Orang berlomba membeli sapi terbesar, lalu memamerkannya di media sosial. Sementara itu, nilai empati dan kebersamaan yang dulu sangat terasa saat Idul Adha justru mulai memudar.

Padahal sejak awal, kurban bukan tentang siapa yang paling kaya.

Kurban adalah tentang siapa yang paling tulus saat memberi.

Kurban Berawal dari Ketundukan Nabi Ibrahim

Dalam sejarah Islam, ibadah kurban lahir dari kisah besar Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ketika Allah SWT memberi perintah melalui mimpi agar Nabi Ibrahim menyembelih anaknya sendiri, beliau tidak membantah.

Begitu pula Nabi Ismail AS.

Keduanya menunjukkan ketundukan luar biasa kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ash-Shaffat ayat 102:

“Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.”

Lalu Nabi Ismail menjawab:

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Dari kisah itulah umat Islam belajar bahwa kurban sejatinya merupakan simbol keimanan, ketulusan, dan kesediaan mengorbankan sesuatu yang dicintai demi ketaatan kepada Allah SWT.

Karena itu, esensi Idul Adha tidak pernah berhenti pada penyembelihan hewan semata.

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Pandang tentang Kurban

Perubahan zaman membuat suasana Idul Adha ikut berubah. Hari ini, media sosial sering menjadi panggung utama dalam banyak aktivitas, termasuk saat kurban.

Ada yang sibuk mengatur angle kamera sebelum sapi dipotong, sementara sebagian panitia lain masih berkeringat membagikan kupon warga. Bahkan ada yang lebih fokus mencari konten viral dibanding membantu proses pembagian daging kepada warga sekitar.

Akibatnya, makna kurban perlahan bergeser menjadi simbol pencitraan.

Padahal Rasulullah SAW mengingatkan bahwa Allah tidak melihat kemewahan hewan kurban, melainkan ketakwaan hambanya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai ridha Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”

Ayat tersebut menjadi pengingat penting bahwa ukuran sapi dan harga kambing tidak menentukan nilai ibadah seseorang.

Yang menentukan justru hati dan niatnya.

Dulu Idul Adha Terasa Lebih Hangat

Banyak orang masih ingat suasana Idul Adha di kampung pada masa lalu. Setelah salat Id, warga berkumpul di halaman masjid. Suara takbir bercampur dengan obrolan sederhana antarwarga.

Anak-anak kecil berlarian sambil membawa kantong kresek, sesekali mengintip isi daging kurban dengan wajah penuh penasaran.

Aroma gulai dari dapur warga seperti menjadi tanda bahwa kebersamaan benar-benar hidup.

Kini suasana itu mulai berkurang di sebagian tempat.

Kesibukan digital membuat interaksi sosial perlahan berubah. Bahkan tidak sedikit orang memilih datang hanya saat pembagian daging dimulai.

Padahal Idul Adha bukan hanya tentang menerima bagian kurban.

Tetapi juga tentang memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Kurban Mengajarkan Manusia Melawan Ego

Salah satu pelajaran terbesar dalam ibadah kurban adalah kemampuan manusia menahan rasa cinta berlebihan terhadap dunia.

Tidak semua orang mudah mengeluarkan harta terbaiknya untuk orang lain. Karena itu, Islam menjadikan kurban sebagai latihan spiritual agar manusia belajar ikhlas dan tidak terlalu terikat pada materi.

Selain itu, kurban juga mengajarkan bahwa rezeki bukan untuk dinikmati sendiri.

Ada hak tetangga, fakir miskin, dan orang-orang yang jarang menikmati makanan layak.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memiliki kelapangan rezeki tetapi tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.” (HR Ibnu Majah)

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap ibadah kurban dan kepedulian sosial.

Idul Adha Seharusnya Menghidupkan Empati

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, semangat berbagi justru semakin penting dijaga. Kurban bukan sekadar tradisi tahunan atau agenda seremonial.

Lebih dari itu, Idul Adha adalah momentum untuk menghidupkan empati, memperkuat solidaritas, dan mengingatkan manusia agar tidak diperbudak gengsi sosial.

Karena pada akhirnya, orang tidak akan dikenang karena ukuran sapi yang dibeli.

Tetapi karena ketulusan hati saat berbagi kepada sesama.

Allah tidak pernah meminta manusia menunjukkan siapa yang paling mewah saat Idul Adha.

Allah hanya ingin melihat siapa yang masih punya hati untuk ikhlas berbagi di tengah dunia yang makin sibuk dipenuhi pencitraan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • guru mengajar banyak pelajaran

    Fenomena Guru Mengajar Banyak Pelajaran, Dedikasi atau Keterpaksaan?

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Guru mengajar banyak pelajaran kini menjadi fenomena yang semakin sering ditemukan. Kondisi ini juga dikenal sebagai guru multi mata pelajaran atau guru mengajar lintas mapel, terutama di sekolah dengan keterbatasan tenaga pendidik. Fenomena ini memunculkan berbagai pertanyaan. Apakah ini bentuk dedikasi luar biasa, atau justru tanda adanya masalah serius dalam sistem pendidikan? […]

  • wanita haid

    Hukum Wanita Haid Membaca Doa Akhir Tahun

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Hukum wanita haid membaca doa akhir tahun menurut ulama. Tetap bisa berdoa, istighfar, dan muhasabah. albadarpost.com, FOKUS — Menjelang pergantian tahun, pertanyaan tentang ibadah kembali mengemuka di ruang publik, khususnya di kalangan muslimah. Salah satu yang kerap dipertanyakan adalah hukum wanita haid membaca doa akhir tahun. Isu ini penting karena menyentuh langsung praktik ibadah sehari-hari […]

  • Prediksi Semen Padang vs Persib

    Prediksi Semen Padang vs Persib: Data, Taktik, dan Peluang Skor Terbongkar

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Prediksi Semen Padang vs Persib menjadi sorotan karena perbedaan performa yang mencolok. Dalam analisis ini, prediksi skor Semen Padang vs Persib, peluang handicap, hingga over/under akan dibedah secara tajam. Selain itu, statistik performa dan kekuatan line-up memperkuat gambaran siapa yang lebih layak diunggulkan. Performa Terbaru: Grafik Naik vs Turun Di satu […]

  • Dzulqarnain

    Siapa Dzulqarnain, Raja Adil dalam Al-Qur’an?

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nama Dzulqarnain kembali ramai dibahas publik setelah banyak orang mencari kisah Yajuj dan Majuj dalam Al-Qur’an. Sosok Dzulqarnain memang selalu memancing rasa penasaran karena ia dikenal sebagai pemimpin besar yang berhasil membangun dinding raksasa untuk menghalangi kaum perusak menjelang akhir zaman. Dalam Al-Qur’an, ia digambarkan sebagai raja kuat, adil, dan beriman kepada […]

  • PPPK Kota Tasikmalaya

    Wali Kota Tasikmalaya Mengangkat 1.855 PPPK dan Menata Arah Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pengangkatan PPPK Kota Tasikmalaya menegaskan komitmen pelayanan publik, tetapi kesejahteraan masih jadi pekerjaan dasar. Pengangkatan PPPK Kota Tasikmalaya dan Makna Publiknya albadarpost.com, EDITORIAL – Sebanyak 1.855 tenaga non-ASN Kota Tasikmalaya resmi diangkat menjadi PPPK pada 24 November 2025. Peristiwa ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik balik dari penantian panjang ribuan pegawai honorer yang […]

  • gizi keluarga

    Spaghetti Jamur Creamy, Edukasi Gizi Seimbang

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Spaghetti jamur creamy bisa menjadi menu gizi keluarga seimbang jika diolah tepat dan berbasis kebutuhan nutrisi harian. albadarpost.com, LIFESTYLE – Menu berbasis pasta kini tidak lagi identik dengan makanan cepat saji rendah nilai gizi. Di tingkat keluarga, spaghetti justru dapat menjadi sarana edukasi gizi keluarga jika diolah dengan bahan yang tepat dan teknik memasak yang […]

expand_less