Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Waspadalah! Modus Baru Penipuan

Waspadalah! Modus Baru Penipuan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penipuan WhatsApp bermodus paket tertukar menyasar warga Pangandaran. Modus barcode ancam saldo korban.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Modus penipuan WhatsApp kembali menyasar warga. Kali ini, pelaku menggunakan dalih paket tertukar dan mengaku sebagai pihak ekspedisi. Seorang warga Pangandaran nyaris menjadi korban setelah menerima pesan berisi tautan barcode yang diklaim sebagai proses pengembalian dana.

Kasus ini penting dicermati karena menunjukkan pola baru penipuan WhatsApp yang memanfaatkan kebiasaan masyarakat berbelanja daring. Pelaku tidak hanya mengirim pesan, tetapi juga menekan korban secara psikologis agar segera bertindak tanpa sempat berpikir jernih.

Baca juga: Warga Singapura Dihukum 12 Minggu Penjara

Korban diketahui bernama Astuti (35), warga Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Saat ia sedang beres-beres rumah, ia menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal dengan foto profil menyerupai logo perusahaan ekspedisi.


Modus Paket Tertukar dan Tekanan Psikologis

Dalam pesan tersebut, pelaku menyebutkan bahwa paket milik korban tertukar dengan pelanggan lain. Paket disebut sedang ditahan pihak ekspedisi karena tidak sesuai dengan data penerima.

“Paket kakak sekarang ini tertukar dengan customer lain, dan paket kakak ditahan ekspedisi karena tidak sesuai,” tulis pelaku dalam pesan yang diterima korban.

Tak lama kemudian, pelaku mengirimkan sebuah barcode dan meminta korban memindainya. Barcode tersebut disebut sebagai bagian dari proses klaim pengembalian dana akibat kesalahan pengiriman.

Astuti mengaku awalnya tidak menaruh curiga. Ia mengira pesan tersebut benar-benar berasal dari pihak ekspedisi. Namun, kecurigaan mulai muncul setelah ia memindai barcode tersebut.

“Awalnya saya kira benar dari ekspedisi. Tapi begitu saya scan barcode yang dia kirim, saya mulai curiga. Kok semua saldo saya tertera di layar, kemudian pilihan tombolnya hanya tersedia ‘lanjutkan’,” ujar Astuti kepada redaksi Albadarpost, Senin, 29/12/2025.

Situasi semakin mencurigakan ketika pelaku berulang kali menelepon korban dan mendesaknya untuk segera menekan tombol “lanjutkan” di layar ponsel.


Data Pribadi Jadi Senjata Penipu

Salah satu hal yang paling membuat korban resah adalah kemampuan pelaku mengetahui data pribadinya. Penipu menyebutkan nama dan alamat korban secara detail, meski tidak menyebutkan nomor resi paket pengiriman.

“Aneh juga, dari mana penipu tahu nomor WA saya, alamat saya, tanpa menyebutkan nomor resinya,” kata Astuti.

Fakta ini menunjukkan bahwa penipuan WhatsApp tidak lagi mengandalkan pesan acak semata. Pelaku memanfaatkan potongan data pribadi untuk membangun kesan meyakinkan, meski informasi inti seperti nomor resi tidak pernah ada.

Dalam praktiknya, barcode atau tautan semacam ini kerap digunakan untuk mengarahkan korban ke halaman tertentu yang berfungsi mengambil alih akses akun, dompet digital, atau aplikasi perbankan.


Analisis: Pola Lama dengan Wajah Baru

Modus paket tertukar sejatinya bukan hal baru. Namun, penggunaan barcode dan tekanan melalui panggilan telepon menjadi pembeda penting dalam pola penipuan WhatsApp kali ini.

Pelaku menciptakan situasi darurat agar korban tidak sempat melakukan verifikasi. Kalimat singkat, nada mendesak, dan tampilan visual yang menyerupai sistem resmi menjadi kombinasi efektif untuk menjebak korban.

Kasus ini juga menunjukkan lemahnya literasi keamanan digital di tingkat pengguna. Banyak warga belum menyadari bahwa pihak ekspedisi tidak pernah meminta pemindaian barcode atau klik tautan melalui WhatsApp tanpa prosedur resmi.


Dampak dan Imbauan untuk Warga

Meski Astuti akhirnya tidak melanjutkan proses tersebut, potensi kerugian tetap nyata. Jika tombol “lanjutkan” ditekan, saldo atau data keuangan korban berisiko dikuras dalam hitungan menit.

Kasus ini menjadi peringatan bagi warga agar lebih waspada terhadap penipuan WhatsApp, terutama yang mengatasnamakan jasa pengiriman. Verifikasi selalu perlu dilakukan melalui kanal resmi, bukan melalui tautan atau barcode yang dikirim nomor tak dikenal.

Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga perlu meningkatkan edukasi publik terkait kejahatan digital yang semakin adaptif dan memanfaatkan celah perilaku masyarakat.

Modus boleh berubah, tetapi prinsipnya sama: penipuan bekerja dengan memanfaatkan kepanikan dan kelengahan. Kewaspadaan digital kini menjadi kebutuhan dasar warga.

Penipuan WhatsApp bermodus paket tertukar kian canggih. Warga wajib waspada terhadap barcode dan tautan tak dikenal. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak angkat Polres

    Polres Pangandaran Angkat Anak Yatim Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Pangandaran mengambil langkah konkret dengan mengangkat seorang anak yatim berprestasi sebagai anak angkat institusi. Keputusan ini tidak hanya menjawab persoalan sosial, tetapi juga memberi jaminan pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Anak tersebut adalah Siti Aulia Marlina (16), siswi SMK Pasundan Cijulang yang kini resmi menjadi anak […]

  • TPPO Tasikmalaya

    Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Kasus dugaan TPPO Tasikmalaya membuka celah perlindungan migran dan menuntut respons negara yang lebih cepat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sekelompok pria asal Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang mengaku menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Rekaman berdurasi sekitar satu menit itu menampilkan para korban […]

  • kisah lucu pesantren

    Kisah Lucu Dunia Pesantren yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kehidupan di pesantren tidak selalu serius dan penuh jadwal mengaji. Di balik rutinitas padat, ada banyak kisah lucu pesantren yang sering muncul tanpa direncanakan. Cerita pesantren seperti ini justru membuat para santri betah, akrab, dan sulit melupakan masa-masa mereka di asrama. Bahkan, sebagian besar momen lucu itu lahir dari kepolosan santri, aturan […]

  • Aktivitas memasak di dapur menggunakan kompor gas dengan api stabil dan teknik hemat energi

    Rahasia Dapur Hemat Gas, Simpel Tapi Jarang Dilakukan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari tips hemat gas karena biaya dapur terus meningkat. Cara menghemat gas saat memasak atau trik memasak hemat energi sebenarnya cukup sederhana, namun sering diabaikan. Padahal, dengan teknik yang tepat, penggunaan gas bisa lebih efisien tanpa mengurangi kualitas masakan. Kenapa Gas Cepat Habis Tanpa Disadari? Pertama, banyak orang memasak dengan […]

  • Lomba Resensi Buku 2026

    Buruan Daftar! Lomba Resensi Buku 2026 untuk Pelajar Ciamis Resmi Dibuka

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lomba Resensi Buku 2026 resmi dibuka untuk pelajar di Kabupaten Ciamis. Program literasi ini menjadi peluang emas bagi siswa untuk mengasah kemampuan menulis, berpikir kritis, sekaligus memenangkan hadiah jutaan rupiah. Kegiatan ini juga dikenal sebagai lomba literasi pelajar 2026 dan kompetisi resensi buku siswa, yang kini mulai ramai diburu peserta sejak […]

  • Pelaku UMKM mempromosikan produk melalui media sosial menggunakan smartphone untuk meningkatkan penjualan bisnis kecil.

    5 Cara UMKM Naik Omzet dari Media Sosial Tanpa Modal Iklan Besar

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak pelaku usaha kecil kini mencari cara UMKM naik omzet dengan media sosial. Strategi UMKM media sosial, promosi online, dan pemasaran digital terbukti mampu meningkatkan penjualan tanpa biaya besar. Karena itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mulai memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar sekaligus membangun hubungan dengan pelanggan. Media sosial […]

expand_less