Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Gelombang Pejabat Mundur Terjadi di Cianjur

Gelombang Pejabat Mundur Terjadi di Cianjur

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost menilai mundurnya pejabat Cianjur beruntun menandakan rapuhnya tata kelola birokrasi daerah.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Mundurnya pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali bertambah. Kali ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Ayi Reza Addairobi, meninggalkan jabatan struktural dan beralih menjadi pejabat fungsional. Dengan keputusan ini, total enam pejabat penting di Cianjur telah melepas posisi strategisnya dalam waktu berdekatan.

Peristiwa ini bukan sekadar urusan administrasi kepegawaian. Ia menyentuh jantung tata kelola pemerintahan daerah. Ketika pejabat kunci mundur beruntun, yang dipertaruhkan bukan hanya stabilitas birokrasi, tetapi juga mutu pelayanan publik yang langsung dirasakan warga.


Rentetan Fakta dan Respons Pejabat

Ayi Reza Addairobi tercatat bukan pertama kali melepas jabatan struktural. Ia sebelumnya mengundurkan diri dari posisi Kepala BKPSDM Kabupaten Cianjur, lalu ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar sebelum menjabat secara definitif. Namun, baru beberapa bulan menduduki jabatan tersebut, ia kembali memilih keluar dari struktur organisasi.

Baca juga: Pancake Sayur Korea Pola Konsumsi Sehat Perkotaan

Kepala BKPSDM Kabupaten Cianjur, Kaos Koswara, menyatakan bahwa Ayi tidak lagi menjabat struktural dan kini dialihkan ke jabatan fungsional di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pernyataan ini menegaskan bahwa perubahan status tersebut telah diproses secara administratif.

Di sisi lain, Ayi menyebut langkah itu bukan pengunduran diri, melainkan peralihan jabatan yang telah ia ajukan sejak beberapa bulan sebelumnya. Alasan administratif memang sah. Namun, dalam perspektif publik, yang terlihat adalah fakta berulang: pejabat Cianjur mundur dari posisi strategis dalam waktu singkat.

Sebelum Ayi, lima pejabat lain telah lebih dulu melepas jabatan, termasuk Direktur Utama Perumda Tirta Mukti, dua Direktur Utama RSUD, Kepala Dinas Kesehatan, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur. Daftar ini mencerminkan bahwa yang mundur bukan pejabat pinggiran, melainkan aktor inti pemerintahan daerah.


Pejabat Cianjur Mundur dan Gejala Birokrasi Tidak Sehat

Editorial Albadarpost memandang fenomena pejabat Cianjur mundur secara beruntun sebagai sinyal serius. Dalam tata kelola publik, pengunduran diri pejabat memang bukan hal terlarang. Namun, ketika terjadi berulang dan menyasar sektor-sektor vital—kesehatan, pelayanan dasar, BUMD, hingga sekretariat daerah—maka ada persoalan struktural yang tak bisa diabaikan.

Pengelolaan pemerintahan membutuhkan kesinambungan kepemimpinan. Jabatan struktural bukan sekadar posisi administratif, melainkan pusat pengambilan keputusan. Ketika posisi itu ditinggalkan sebelum masa konsolidasi berjalan, kebijakan berisiko stagnan, program terganggu, dan kepercayaan publik tergerus.

Baca juga: “Ayah Ambil Rapor”, Kebijakan Hangat yang Dangkal

Lebih jauh, fenomena ini membuka pertanyaan tentang iklim kerja birokrasi di Cianjur. Apakah beban jabatan tidak sebanding dengan dukungan sistem? Apakah relasi politik dan administratif tidak memberi ruang profesionalisme? Atau ada tekanan non-teknis yang membuat pejabat memilih jalan keluar paling aman: mundur?


Belajar dari Pola Daerah Lain

Sejarah pemerintahan daerah menunjukkan bahwa gelombang pengunduran diri pejabat kerap beriringan dengan lemahnya kepemimpinan puncak atau kaburnya arah kebijakan. Di beberapa daerah lain, fenomena serupa berujung pada mandeknya program prioritas, rendahnya serapan anggaran, hingga konflik internal birokrasi.

Sebaliknya, daerah dengan kepemimpinan stabil cenderung menjaga pejabat kunci tetap bertahan, meski di bawah tekanan politik dan administratif. Stabilitas bukan berarti tanpa kritik, melainkan kemampuan menyelesaikan persoalan tanpa kehilangan sumber daya manusia terbaik.

Dalam konteks ini, pejabat Cianjur mundur beruntun bukan sekadar anomali personal, tetapi gejala sistemik yang perlu dibaca dengan kacamata kebijakan publik.


Sikap Redaksi: Pemerintah Daerah Harus Terbuka dan Bertanggung Jawab

Albadarpost berpandangan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak cukup hanya menjelaskan prosedur administratif pengunduran diri. Publik berhak mengetahui kondisi riil birokrasi. Transparansi menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan.

Pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi terbuka terhadap iklim kerja OPD, mekanisme pengambilan keputusan, serta relasi antara kepala daerah dan pejabat struktural. Tanpa itu, pergantian pejabat hanya akan menjadi siklus tanpa solusi.

Lebih penting lagi, warga Cianjur membutuhkan kepastian bahwa pelayanan publik tidak terganggu oleh keguncangan internal birokrasi.


Reflektif

Ketika pejabat datang dan pergi dengan cepat, yang tertinggal adalah warga yang menunggu layanan negara. Pemerintahan daerah tidak boleh berjalan di atas fondasi yang rapuh—karena kepercayaan publik tidak bisa dibangun dari kursi yang terus kosong. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus KDRT Bandung

    Polrestabes Bandung Tetapkan EE Tersangka dalam Kasus KDRT Bandung

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung tetapkan Ustaz EE sebagai tersangka dalam Kasus KDRT Bandung yang dilaporkan anak kandungnya. albadarpost.com, HUMANIORA – Penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menetapkan ustaz terkenal berinisial EE sebagai tersangka dalam Kasus KDRT Bandung yang dilaporkan anak kandungnya. Penetapan itu disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Komisaris Polisi Anton, saat ditemui di kantor […]

  • Ilustrasi peta dunia gelap dengan simbol krisis global 2026, konflik geopolitik, dan gangguan ekonomi internasional.

    Dunia di Ambang Krisis Global, Ini Fakta yang Jarang Disadari

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Krisis global 2026 mulai menunjukkan pola yang tidak bisa diabaikan. Krisis dunia, ketegangan geopolitik, hingga ancaman ekonomi global kini saling terhubung dan bergerak cepat. Konflik di Gaza Strip, perang di Ukraina, serta rivalitas antara Amerika Serikat dan China memperlihatkan satu pola besar: dunia sedang bergerak menuju krisis berlapis. Lebih dari itu, redaksi […]

  • Uya Kuya tak langgar etik

    MKD Putuskan Uya Kuya Tak Langgar Etik, Kembali Aktif di DPR

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    MKD DPR RI menyatakan Uya Kuya tak langgar etik dan kembali aktif sebagai anggota DPR Fraksi PAN. Uya Kuya Resmi Dibebaskan dari Tuduhan Pelanggaran Etik DPR albadarpost.com, LENSA – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI secara resmi memutuskan Uya Kuya tak langgar etik dan mengembalikannya ke posisi semula sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat […]

  • pemotongan bansos PKH

    Kartu Bansos Ditahan Pendamping, Warga Margamulya Gagal Cairkan Bantuan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Warga Margamulya Lebak gagal cairkan bansos karena kartu ditarik pendamping tanpa kejelasan. Kartu Bansos Ditahan, Warga Margamulya Mengeluh Tak Bisa Cairkan Bantuan albadarpost.com, LENSA – Puluhan warga Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini belum bisa mencairkan dana bantuan sosial meski telah menerima kartu dan notifikasi pencairan dari pemerintah. Kasus ini menambah deretan […]

  • rotasi kajari

    Kejaksaan Agung Mutasi Puluhan Kajari

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Kejaksaan Agung merotasi 43 kajari akhir 2025 untuk menjaga efektivitas dan integritas penegakan hukum daerah. albadarpost.com, FOKUS – Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali melakukan rotasi kajari secara besar-besaran menjelang penutupan tahun 2025. Sebanyak 43 kepala kejaksaan negeri resmi diganti dari total 68 pejabat kejaksaan yang dimutasi melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 […]

  • editorial media

    Editorial: Menjaga Kontrol Sosial Publik

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Editorial media adalah sikap resmi pers untuk menjaga kontrol sosial dan kepentingan publik secara terbuka. Media Menyatakan Sikap, Mengapa Ini Penting albadarpost.com, EDITORIAL – Pertanyaan tentang boleh atau tidaknya media beropini kembali muncul di ruang publik. Ini bukan perdebatan baru, tetapi tetap relevan karena menyangkut cara pers menjalankan perannya di tengah demokrasi. Yang dipersoalkan bukan […]

expand_less