Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Gelombang Pejabat Mundur Terjadi di Cianjur

Gelombang Pejabat Mundur Terjadi di Cianjur

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost menilai mundurnya pejabat Cianjur beruntun menandakan rapuhnya tata kelola birokrasi daerah.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Mundurnya pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali bertambah. Kali ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Ayi Reza Addairobi, meninggalkan jabatan struktural dan beralih menjadi pejabat fungsional. Dengan keputusan ini, total enam pejabat penting di Cianjur telah melepas posisi strategisnya dalam waktu berdekatan.

Peristiwa ini bukan sekadar urusan administrasi kepegawaian. Ia menyentuh jantung tata kelola pemerintahan daerah. Ketika pejabat kunci mundur beruntun, yang dipertaruhkan bukan hanya stabilitas birokrasi, tetapi juga mutu pelayanan publik yang langsung dirasakan warga.


Rentetan Fakta dan Respons Pejabat

Ayi Reza Addairobi tercatat bukan pertama kali melepas jabatan struktural. Ia sebelumnya mengundurkan diri dari posisi Kepala BKPSDM Kabupaten Cianjur, lalu ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar sebelum menjabat secara definitif. Namun, baru beberapa bulan menduduki jabatan tersebut, ia kembali memilih keluar dari struktur organisasi.

Baca juga: Pancake Sayur Korea Pola Konsumsi Sehat Perkotaan

Kepala BKPSDM Kabupaten Cianjur, Kaos Koswara, menyatakan bahwa Ayi tidak lagi menjabat struktural dan kini dialihkan ke jabatan fungsional di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pernyataan ini menegaskan bahwa perubahan status tersebut telah diproses secara administratif.

Di sisi lain, Ayi menyebut langkah itu bukan pengunduran diri, melainkan peralihan jabatan yang telah ia ajukan sejak beberapa bulan sebelumnya. Alasan administratif memang sah. Namun, dalam perspektif publik, yang terlihat adalah fakta berulang: pejabat Cianjur mundur dari posisi strategis dalam waktu singkat.

Sebelum Ayi, lima pejabat lain telah lebih dulu melepas jabatan, termasuk Direktur Utama Perumda Tirta Mukti, dua Direktur Utama RSUD, Kepala Dinas Kesehatan, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur. Daftar ini mencerminkan bahwa yang mundur bukan pejabat pinggiran, melainkan aktor inti pemerintahan daerah.


Pejabat Cianjur Mundur dan Gejala Birokrasi Tidak Sehat

Editorial Albadarpost memandang fenomena pejabat Cianjur mundur secara beruntun sebagai sinyal serius. Dalam tata kelola publik, pengunduran diri pejabat memang bukan hal terlarang. Namun, ketika terjadi berulang dan menyasar sektor-sektor vital—kesehatan, pelayanan dasar, BUMD, hingga sekretariat daerah—maka ada persoalan struktural yang tak bisa diabaikan.

Pengelolaan pemerintahan membutuhkan kesinambungan kepemimpinan. Jabatan struktural bukan sekadar posisi administratif, melainkan pusat pengambilan keputusan. Ketika posisi itu ditinggalkan sebelum masa konsolidasi berjalan, kebijakan berisiko stagnan, program terganggu, dan kepercayaan publik tergerus.

Baca juga: “Ayah Ambil Rapor”, Kebijakan Hangat yang Dangkal

Lebih jauh, fenomena ini membuka pertanyaan tentang iklim kerja birokrasi di Cianjur. Apakah beban jabatan tidak sebanding dengan dukungan sistem? Apakah relasi politik dan administratif tidak memberi ruang profesionalisme? Atau ada tekanan non-teknis yang membuat pejabat memilih jalan keluar paling aman: mundur?


Belajar dari Pola Daerah Lain

Sejarah pemerintahan daerah menunjukkan bahwa gelombang pengunduran diri pejabat kerap beriringan dengan lemahnya kepemimpinan puncak atau kaburnya arah kebijakan. Di beberapa daerah lain, fenomena serupa berujung pada mandeknya program prioritas, rendahnya serapan anggaran, hingga konflik internal birokrasi.

Sebaliknya, daerah dengan kepemimpinan stabil cenderung menjaga pejabat kunci tetap bertahan, meski di bawah tekanan politik dan administratif. Stabilitas bukan berarti tanpa kritik, melainkan kemampuan menyelesaikan persoalan tanpa kehilangan sumber daya manusia terbaik.

Dalam konteks ini, pejabat Cianjur mundur beruntun bukan sekadar anomali personal, tetapi gejala sistemik yang perlu dibaca dengan kacamata kebijakan publik.


Sikap Redaksi: Pemerintah Daerah Harus Terbuka dan Bertanggung Jawab

Albadarpost berpandangan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak cukup hanya menjelaskan prosedur administratif pengunduran diri. Publik berhak mengetahui kondisi riil birokrasi. Transparansi menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan.

Pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi terbuka terhadap iklim kerja OPD, mekanisme pengambilan keputusan, serta relasi antara kepala daerah dan pejabat struktural. Tanpa itu, pergantian pejabat hanya akan menjadi siklus tanpa solusi.

Lebih penting lagi, warga Cianjur membutuhkan kepastian bahwa pelayanan publik tidak terganggu oleh keguncangan internal birokrasi.


Reflektif

Ketika pejabat datang dan pergi dengan cepat, yang tertinggal adalah warga yang menunggu layanan negara. Pemerintahan daerah tidak boleh berjalan di atas fondasi yang rapuh—karena kepercayaan publik tidak bisa dibangun dari kursi yang terus kosong. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Islam dan Pancasila

    Jawaban Soal Islam dan Pancasila Ternyata Ada di Halaman Sekolah Dasar

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Pada suatu Senin pagi, barisan siswa sekolah dasar berdiri menghadap tiang bendera. Seorang anak laki-laki mengenakan peci hitam yang sesekali ia betulkan karena miring tertiup angin. Di sampingnya, seorang siswi berkerudung putih berdiri tegak meski tali sepatu kirinya tampak belum terikat sempurna. Di barisan belakang, beberapa siswa terlihat masih mengantuk. Ada yang […]

  • inovasi ASN Tasikmalaya

    3 Inovasi ASN Tasikmalaya yang Bikin BKN Terkesan, Bisa Ditiru Nasional!

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pujian terhadap inovasi ASN Kabupaten Tasikmalaya kembali menguat. Dalam kunjungan kerja terbaru, inovasi pelayanan publik Tasikmalaya dan terobosan ASN daerah ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh. Ia menilai sejumlah program yang dijalankan pemerintah daerah layak direplikasi secara nasional karena terbukti berdampak nyata bagi masyarakat. Momentum […]

  • Curanmor Tasikmalaya

    Lima Motor Diamankan, Polisi Tasikmalaya Ungkap Jaringan Curanmor

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus curanmor Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya kewaspadaan masyarakat terhadap pencurian kendaraan bermotor, Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap sembilan kasus curanmor dalam pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 7 Juni 2026. Dari pengungkapan tersebut, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota mengamankan tiga tersangka, termasuk satu pelaku […]

  • pengawasan infrastruktur

    Pemprov Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Awasi Infrastruktur Daerah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar libatkan mahasiswa Teknik Sipil dalam pengawasan infrastruktur untuk mempercepat proyek publik. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melibatkan mahasiswa Teknik Sipil untuk mendukung pengawasan infrastruktur pada proyek pembangunan daerah. Langkah ini menyusul instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan percepatan pembangunan jembatan dan fasilitas publik untuk membuka akses mobilitas masyarakat. Langkah Pemerintah dan […]

  • Gedung kantor KPU Kota Tasikmalaya yang masa kontraknya habis dan menjadi perhatian pemerintah daerah

    KPU Kota Tasikmalaya Terancam Kehilangan Kantor, Ini Respons Pemkot

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya belakangan mulai terasa berbeda. Di beberapa sudut ruangan, tumpukan map dan dokumen kepemiluan masih tersusun rapi di atas meja kerja. Namun di balik aktivitas rutin itu, muncul persoalan yang cukup serius: masa kontrak gedung kantor KPU resmi berakhir. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota […]

  • Bakwan Sayur

    Bakwan Sayur, Alternatif Camilan Hemat dan Bergizi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan sayur kembali menjadi pilihan banyak rumah tangga sebagai camilan praktis yang hemat biaya dan mudah diolah. Di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pangan, menu sederhana berbahan wortel dan kol ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pangan rumahan tanpa mengorbankan rasa dan nilai gizi. Bakwan sayur tidak hanya hadir sebagai gorengan pelengkap, tetapi […]

expand_less