Rumah Terasa Berat dan Tidak Nyaman? Coba Amalkan Doa Ini
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi suasana rumah pada malam hari dengan bacaan quran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari doa perlindungan rumah ketika suasana rumah mulai terasa berbeda. Ada yang menyebutnya doa penangkal gangguan, ada juga yang mengenalnya sebagai dzikir penjaga rumah. Biasanya pencarian itu muncul saat rumah terasa tidak nyaman, hati gampang gelisah, atau suasana keluarga mendadak sering memanas tanpa alasan yang jelas.
Sebagian orang baru ingat membaca doa ketika rumah mulai terasa tidak nyaman.
Padahal dalam Islam, doa dan dzikir bukan hanya dibaca saat takut. Rasulullah SAW justru mengajarkan agar rumah selalu dihidupkan dengan bacaan Al-Qur’an dan dzikir harian, bahkan ketika keadaan terasa baik-baik saja.
Ada rumah yang megah, tetapi penghuninya justru sulit merasa tenang. Percakapan mudah memanas. Anak-anak cepat gelisah. Suasananya terasa berat, meski sulit dijelaskan.
Hal-hal kecil seperti itu ternyata sering dialami banyak keluarga.
Di beberapa rumah, suara televisi bahkan lebih sering terdengar selepas Magrib dibanding lantunan ayat Al-Qur’an. Ada juga keluarga yang sibuk dengan ponsel masing-masing sampai larut malam, sementara ruang tamu terasa sunyi dan dingin. Tidak ramai. Tapi juga tidak hangat.
Karena itu, sebagian ulama mengingatkan bahwa rumah yang jauh dari dzikir perlahan bisa kehilangan ketenangan batinnya.
Rasulullah SAW Mengajarkan Dzikir Penjaga Rumah
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca Surah Al-Baqarah di rumah. Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah.”
(HR Muslim)
Hadis ini tidak hanya berbicara tentang gangguan, tetapi juga tentang suasana rumah yang hidup dengan ibadah dan dzikir.
Karena itu, banyak keluarga Muslim mulai membiasakan memutar murattal Al-Qur’an selepas Magrib atau sebelum tidur. Sederhana memang. Tetapi beberapa orang mengaku suasana rumah terasa lebih ringan setelah kebiasaan itu rutin dilakukan.
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan berikut:
“بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ”
Bismillahil ladzi la yadurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis sama’i wa huwas sami’ul alim.
Artinya:
“Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan di bumi maupun di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa yang membaca doa tersebut tiga kali pada pagi dan petang, maka tidak akan tertimpa bahaya secara tiba-tiba.
Kebiasaan Kecil yang Sering Terlupakan
Perlindungan rumah dalam Islam ternyata tidak selalu berkaitan dengan doa panjang. Ada kebiasaan-kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele, padahal memiliki hikmah besar.
Misalnya:
- menutup pintu sambil membaca basmalah,
- mematikan lampu dan api sebelum tidur,
- serta tidak membiarkan rumah kosong dari bacaan Al-Qur’an.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah, karena setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Di banyak rumah, kebiasaan seperti ini sebenarnya dulu cukup akrab. Anak-anak diminta masuk rumah menjelang Magrib. Pintu ditutup sambil membaca doa. Bahkan suara orang tua membaca ayat kursi sebelum tidur masih sering terdengar dari kamar.
Kini kebiasaan itu mulai jarang terlihat.
Ada yang menganggapnya kuno. Ada juga yang lupa karena terlalu sibuk mengejar rutinitas harian.
Padahal ketenangan rumah sering lahir dari hal-hal kecil yang dilakukan terus-menerus.
Rumah Tenang Tidak Selalu Datang dari Kemewahan
Sebagian orang mengira kenyamanan rumah hanya soal desain interior atau isi perabotan. Padahal tidak selalu begitu.
Ada rumah sederhana yang terasa hangat dan damai. Sebaliknya, ada juga rumah besar yang justru membuat penghuninya sulit betah berlama-lama.
Al-Qur’an mengingatkan:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS Ar-Ra’d: 28)
Karena itu, menghadirkan dzikir dan doa di dalam rumah sebenarnya bukan sekadar ritual. Itu bagian dari cara menjaga ketenangan hati seluruh penghuninya.
Mungkin memang tidak langsung mengubah semuanya dalam semalam. Tetapi rumah yang mulai hidup dengan doa biasanya menghadirkan suasana yang berbeda. Lebih lembut. Lebih hangat. Dan entah kenapa, hati terasa lebih ringan ketika pulang.
Kadang rumah tidak membutuhkan sesuatu yang mewah untuk terasa nyaman. Cukup doa-doa kecil yang tetap hidup di dalamnya, bahkan saat semua orang mulai sibuk melupakan. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar