Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Diky Candranegara Soroti Minimnya Wewenang Wakil Wali Kota

Diky Candranegara Soroti Minimnya Wewenang Wakil Wali Kota

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara (KDC) menilai aturan yang berlaku masih membatasi kewenangan wakil kepala daerah dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Menurut KDC Tasikmalaya, ketentuan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 belum memberikan ruang yang jelas bagi wakil kepala daerah untuk mengambil kebijakan strategis. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat melakukan penyempurnaan regulasi agar fungsi wakil kepala daerah menjadi lebih efektif.

Pernyataan tersebut disampaikan KDC saat menghadiri acara Imtihan di Kota Tasikmalaya, Jumat (3/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa persoalan mengenai terbatasnya kewenangan wakil kepala daerah sebenarnya telah ia sampaikan langsung kepada Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (Bagda) Kementerian Dalam Negeri, TB Haerul.

Menurut KDC, pembahasan tersebut muncul ketika dirinya menyampaikan pandangan mengenai posisi wakil kepala daerah dalam sistem pemerintahan daerah yang berlaku saat ini.

KDC Nilai UU Belum Mengatur Wewenang Wakil Secara Tegas

KDC menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 memang mengatur keberadaan wakil kepala daerah. Namun, menurutnya, regulasi tersebut belum memberikan porsi kewenangan yang jelas dalam menjalankan pemerintahan sehari-hari.

Ia menilai seorang wakil wali kota maupun wakil bupati tidak memiliki kewenangan yang melekat secara otomatis untuk mengambil keputusan strategis.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat mengevaluasi aturan tersebut agar peran wakil kepala daerah memiliki dasar hukum yang lebih kuat.

Menurutnya, penyempurnaan regulasi akan membantu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif sekaligus memperjelas pembagian tugas antara kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Ruang Gerak Terbatas di Tengah Kebutuhan Kebijakan Cepat

Lebih lanjut, KDC mengaku merasakan langsung dampak dari keterbatasan kewenangan tersebut dalam menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya.

Ia menilai Kota Tasikmalaya saat ini menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan respons cepat, termasuk kebijakan yang berkaitan dengan penyelamatan anggaran dan sektor pembangunan lainnya.

Namun, menurutnya, posisi wakil kepala daerah belum memiliki ruang yang cukup untuk mengambil langkah strategis secara mandiri.

KDC menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan sekadar persoalan jabatan, melainkan berkaitan dengan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Oleh sebab itu, ia kembali mendorong adanya penyempurnaan aturan agar pemerintah daerah dapat bekerja lebih optimal dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Pilih Dekat dengan Warga Lewat Kegiatan Masyarakat

Di tengah keterbatasan kewenangan tersebut, KDC memilih memperkuat kedekatannya dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Ia mengaku berusaha memenuhi undangan warga selama waktu yang dimilikinya memungkinkan.

Pada hari yang sama, misalnya, ia menghadiri beberapa kegiatan, mulai dari acara Imtihan, pertunjukan kendang, kunjungan ke pabrik tahu, hingga agenda olahraga bulu tangkis.

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang mengundang dirinya merupakan bentuk kepercayaan yang harus dihargai.

Meski demikian, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang belum sempat ia kunjungi karena keterbatasan waktu.

Dalam satu malam, kata KDC, sedikitnya terdapat empat undangan yang masuk secara bersamaan sehingga tidak mungkin seluruhnya dapat dihadiri.

Kehadiran untuk Masyarakat Tetap Menjadi Prioritas

KDC menegaskan bahwa keterbatasan kewenangan sebagai wakil kepala daerah tidak mengurangi komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat.

Baginya, menjalin komunikasi langsung dengan warga menjadi salah satu cara memahami kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kedekatan antara pemerintah daerah dan publik.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena masih mendapat kepercayaan dan sambutan hangat dari masyarakat di berbagai kegiatan.

Menurutnya, masyarakat lebih menghargai manfaat nyata daripada besarnya kewenangan seorang pejabat. Karena itu, ia akan terus hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat sekaligus mendorong pemerintah menyempurnakan regulasi tentang kewenangan wakil kepala daerah.

Bagi KDC, jabatan bukan sekadar soal kewenangan, melainkan tentang pengabdian. Selama masih bisa hadir, mendengar, dan memberi manfaat bagi masyarakat, ia memilih tetap berada di tengah warga sambil menunggu hadirnya regulasi yang memberi ruang lebih kuat bagi peran wakil kepala daerah. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Rakyat

    Masa Depan Sekolah Rakyat dan Arah Pembenahan Layanan Pendidikan Sosial

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sekolah Rakyat diperkuat sebagai layanan pendidikan sosial. Fokus pada akses, kualitas belajar, dan dampak bagi keluarga miskin. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kunjungan pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Kota Tasikmalaya ke Sekolah Rakyat Integrasi 41, Jumat (21/11/2025), memberi gambaran baru tentang arah reformasi pendidikan berbasis layanan sosial. Di balik kunjungan singkat tersebut terdapat isu besar yang […]

  • Perkedel kentang lembut dan gurih dengan warna keemasan, tampilan rapi dan tidak hancur saat disajikan

    Anti Gagal! Rahasia Membuat Perkedel yang Tidak Pernah Hancur

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertama, banyak orang langsung menggoreng tanpa memahami tekstur adonan. Akibatnya, perkedel mudah pecah saat terkena minyak panas. Selain itu, kentang yang terlalu basah sering membuat adonan sulit dibentuk. Selanjutnya, penggunaan telur yang tidak tepat juga sering memicu kegagalan. Terlalu banyak telur membuat adonan lembek, sedangkan terlalu sedikit membuatnya rapuh. Oleh karena itu, […]

  • kasus korupsi Abdul Wahid

    Gubernur Riau Abdul Wahid Tersandung Kasus Korupsi Jatah Preman di Awal Masa Jabatan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    KPK menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka dalam kasus korupsi jatah preman sejak awal masa jabatannya. Sumpah Jabatan Berujung Ironi: Kasus Korupsi Abdul Wahid Terungkap albadarpost.com, LENSA – Baru beberapa bulan setelah dilantik, kasus korupsi Abdul Wahid menyeret Gubernur Riau itu ke meja penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal pada 20 Februari 2025, ia mengucapkan sumpah […]

  • begal anak

    Begal Anak di Sukabumi: Respons Polisi Cepat, Pencegahan Masih Lemah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pembegalan anak di Sukabumi menunjukkan erosi rasa aman publik dan kegagalan pencegahan kriminal. Ketika Rasa Aman Publik Runtuh di Jalanan albadarpost.com, EDITORIAL – Kasus begal anak di Kampung Pasir Muncang, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengguncang nurani publik. Seorang bocah berusia 11 tahun terseret 200 meter di aspal saat mempertahankan ponselnya. Luka pada perut dan […]

  • Mustika Darling

    Mustika Darling Masuk Tasikmalaya, Pekarangan Rumah Kini Bisa Jadi Sumber Penghasilan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Mustika Darling atau gerakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan dan ekonomi keluarga menjadi sorotan dalam kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ke Kota Tasikmalaya. Program yang juga dikenal sebagai gerakan optimalisasi lahan rumah tangga ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan […]

  • ilustrasi umat Islam mengumandangkan takbir malam Idul Fitri dengan suasana meriah dan penuh kebersamaan

    Asal-usul Tradisi Takbiran: Dari Sunnah Jadi Perayaan Meriah

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi takbiran menjadi salah satu momen paling dinanti umat Islam. Tradisi takbiran dalam sejarah Islam tidak hanya sekadar gema pujian kepada Allah, tetapi juga simbol kemenangan spiritual setelah Ramadan. Selain itu, sejarah takbiran memperlihatkan bagaimana praktik ini berkembang dari ajaran sederhana menjadi perayaan meriah yang kita kenal saat ini. Awal Mula Tradisi […]

expand_less