Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mustika Darling Masuk Tasikmalaya, Pekarangan Rumah Kini Bisa Jadi Sumber Penghasilan

Mustika Darling Masuk Tasikmalaya, Pekarangan Rumah Kini Bisa Jadi Sumber Penghasilan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Mustika Darling atau gerakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan dan ekonomi keluarga menjadi sorotan dalam kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ke Kota Tasikmalaya. Program yang juga dikenal sebagai gerakan optimalisasi lahan rumah tangga ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Kota Tasikmalaya itu dihadiri ribuan anggota Muslimat NU serta sejumlah tokoh daerah, termasuk Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Kang Diky Candranegara (KDC). Selain mengikuti agenda sosialisasi, peserta juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara RSIA Muslimat NU dan BPJS Kesehatan Kota Tasikmalaya.

Pekarangan Rumah Bukan Lagi Ruang Kosong

Dalam pemaparannya, Menteri PPPA mengajak masyarakat untuk memandang pekarangan rumah sebagai aset produktif yang mampu mendukung kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Melalui konsep Mustika Darling, masyarakat dapat memanfaatkan ruang yang tersedia untuk menanam berbagai kebutuhan sehari-hari seperti cabai, tomat, pakcoy, hingga tanaman herbal keluarga.

Selain membantu menekan pengeluaran rumah tangga, langkah tersebut juga berpotensi menciptakan sumber pendapatan tambahan apabila hasil panen memiliki nilai jual.

Karena itu, program ini tidak hanya berbicara tentang aktivitas bercocok tanam, tetapi juga membangun kemandirian keluarga dari tingkat paling dasar.

KDC: Kreativitas Menjadi Kunci di Tengah Kondisi Fiskal

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Kang Diky Candranegara menilai gagasan pemanfaatan pekarangan sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Menurutnya, ketika ruang fiskal pemerintah menghadapi berbagai tantangan, masyarakat perlu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Ia menjelaskan bahwa kreativitas dan kemampuan memanfaatkan potensi lokal menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.

“Pemanfaatan pekarangan bukan hanya soal menanam, tetapi juga tentang membangun kemandirian, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujar KDC.

Menurutnya, gerakan seperti Mustika Darling dapat berkembang menjadi budaya produktif apabila masyarakat menjalankannya secara konsisten dan berkelanjutan.

Selain itu, program tersebut memiliki keunggulan karena tidak memerlukan modal besar namun mampu memberikan manfaat yang langsung dirasakan keluarga.

Muslimat NU Dinilai Punya Peran Strategis

Kehadiran ribuan anggota Muslimat NU dalam kegiatan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program berbasis keluarga.

KDC berharap para peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan semangat pemanfaatan pekarangan kepada lingkungan sekitar.

Apalagi, perempuan memiliki peran penting dalam mengelola kebutuhan pangan keluarga serta menjaga kesehatan rumah tangga.

Keberhasilan Mustika Darling bergantung pada peran aktif masyarakat, terutama kaum ibu sebagai penggerak utama keluarga.

Selain menyediakan pangan sehat, pemanfaatan pekarangan juga mempererat kebersamaan warga melalui kegiatan bercocok tanam dan berbagi hasil panen.

Dari Masjid Agung ke Mangkubumi, KDC Lanjut Serap Aspirasi UMKM

Kang Diky melanjutkan kunjungan ke Mangkubumi untuk berdialog dengan pelaku UMKM tahu mengenai berbagai tantangan usaha.

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan pelaku usaha kecil yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari biaya produksi, pemasaran, hingga akses permodalan.

KDC menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir di tengah masyarakat untuk mendengar langsung kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi.

Menurutnya, penguatan ekonomi keluarga melalui program seperti Mustika Darling perlu berjalan beriringan dengan dukungan terhadap sektor usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Karena itu, kolaborasi antara pemberdayaan keluarga dan pengembangan UMKM menjadi langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan tangguh.

Gerakan Kecil yang Bisa Memberi Dampak Besar

Program Mustika Darling menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah sederhana. Sebidang pekarangan yang sebelumnya kosong dapat berubah menjadi sumber pangan sehat, ruang edukasi keluarga, bahkan peluang usaha baru.

Di tengah tantangan ekonomi yang terus bergerak dinamis, masyarakat membutuhkan solusi yang mudah diterapkan, murah, dan berdampak langsung. Pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu jawaban yang realistis sekaligus berkelanjutan.

Ketika keluarga mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka ketahanan ekonomi rumah tangga akan semakin kuat dan kualitas hidup masyarakat pun meningkat.

Ketahanan ekonomi tidak selalu lahir dari proyek besar. Terkadang, ia tumbuh dari sebutir benih yang ditanam di halaman rumah dan dirawat dengan semangat kemandirian. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus korupsi nikel menyeret pejabat tinggi Ombudsman

    Uang Rp1,5 M Bongkar Skandal Ombudsman, Modusnya Terselubung

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus suap Ombudsman kini memasuki babak serius setelah penyidik mengungkap dugaan aliran dana Rp1,5 miliar yang menyeret seorang komisioner aktif. Dugaan korupsi Ombudsman ini tidak sekadar soal uang, tetapi juga mengarah pada praktik manipulasi mekanisme pengaduan demi kepentingan perusahaan. Penggeledahan berlangsung di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026. Tim JAM PIDSUS […]

  • Analisis kritis SK Komdigi 127 2026 dan dampaknya terhadap kebebasan pers serta demokrasi digital di Indonesia

    SK Komdigi 127/2026: Regulasi Cepat, Demokrasi Terhambat?

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – SK Komdigi 127 2026 kembali membuka perdebatan serius tentang arah regulasi digital, kebebasan berekspresi, dan posisi negara dalam mengontrol ruang publik. Pemerintah menyebut aturan ini sebagai langkah strategis melawan disinformasi. Namun, sejumlah kalangan melihatnya sebagai sinyal kemunduran dalam praktik demokrasi digital. Masalahnya bukan pada niat, melainkan pada desain kebijakan yang berpotensi melampaui […]

  • regulasi kuota haji Indonesia

    Kasus Yaqut: Ujian Serius Regulasi Haji Indonesia

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Kasus kuota haji Yaqut membuka momentum reformasi regulasi dan tata kelola haji Indonesia agar lebih adil dan transparan. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam dugaan korupsi kuota haji bukan sekadar perkara hukum individu. Kasus ini membuka kembali diskursus lama tentang regulasi kuota haji Indonesia, tata kelola penyelenggaraan […]

  • Nobar Piala Dunia Cipatujah

    Mapolsek Cipatujah Ramai, Nobar Piala Dunia Sambut HUT Bhayangkara ke-80

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Nobar Piala Dunia Cipatujah menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian warga menjelang peringatan HUT Bhayangkara ke-80. Melalui acara nonton bareng atau nobar sepak bola dunia tersebut, Polsek Cipatujah menghadirkan suasana kebersamaan yang mempertemukan anggota Polri dan masyarakat dalam satu ruang yang hangat, santai, dan penuh keakraban. Kegiatan yang berlangsung di […]

  • penjualan tahun baru

    Omzet Terompet Tahun Baru Turun

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Penjualan Tahun Baru Turun, Ekonomi Rumah Tangga Tertekan dan Empati Sosial Menguat albadarpost.com, HUMANIORA – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, aktivitas perdagangan terompet dan petasan di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami penurunan tajam. Pantauan di Pasar Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, menunjukkan suasana yang jauh lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan penjualan ini tidak sekadar […]

  • Kebijakan ASN

    Larangan Hukuman Fisik di Sekolah Resmi Diterbitkan Pemprov Jabar

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar terbitkan Larangan Hukuman Fisik bagi guru, menyusul kasus tampar siswa di Subang yang viral. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerbitkan kebijakan Larangan Hukuman Fisik bagi seluruh guru setelah mencuat kasus guru menampar siswa di SMP Negeri 2 Jalancagak, Subang, yang viral dan memicu kecaman publik. Surat edaran ini menjadi langkah baru […]

expand_less