Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Banjir Dayeuhkolot Kembali Rendam Jalan Raya, Warga dan Pengendara Bertarung dengan Air

Banjir Dayeuhkolot Kembali Rendam Jalan Raya, Warga dan Pengendara Bertarung dengan Air

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banjir Dayeuhkolot Bandung setinggi 50 cm lumpuhkan lalu lintas, warga terpaksa sewa delman angkut motor.

Genangan Setinggi 50 Sentimeter Lumpuhkan Akses Utama di Dayeuhkolot

albadarpost.com, HUMANIORABanjir Dayeuhkolot Bandung kembali melumpuhkan aktivitas warga, Sabtu (1/11/2025). Air setinggi sekitar 50 sentimeter merendam ruas Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Ratusan pengendara motor terjebak genangan yang membentang hampir seratus meter di depan Masjid Agung Dayeuhkolot hingga arah Baleendah.

Kondisi ini memaksa sebagian warga menunda perjalanan, sementara yang lain memilih cara tak biasa agar tetap bisa melintas: menyewa delman untuk mengangkut sepeda motor. Pemandangan unik ini seolah menjadi ritual tahunan di tengah Banjir Dayeuhkolot Bandung yang tak kunjung usai.

Motor-motor yang nekat melintas kerap mogok di tengah jalan, memaksa pengendara menepi untuk memperbaikinya atau mencari bantuan. Aktivitas masyarakat pun tersendat sejak pagi. Banyak pekerja dan pelajar terlambat tiba di tujuan.

Fitri (32), karyawan swasta asal Ciparay, menjadi salah satu yang memilih menggunakan jasa delman. Ia mengaku sudah dua kali motornya mati mendadak saat mencoba menembus banjir. “Kalau dipaksa terus, bisa rusak parah. Lebih baik bayar Rp 25 ribu buat naik delman daripada keluar uang jutaan buat servis,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Fitri, perjalanan dari rumah ke tempat kerjanya biasanya hanya 45 menit. Namun kali ini, ia harus menempuh hampir dua jam. “Kalau telat terus, bisa kena teguran kantor. Tapi mau bagaimana, jalan satu-satunya ya ini,” tambahnya.


Delman Jadi Angkutan Darurat, Banjir Tak Kunjung Selesai

Delman yang biasanya digunakan untuk wisata kini beralih fungsi menjadi kendaraan darurat. Para kusir memasang tali kuat untuk mengikat motor di bagian belakang delman agar tidak terjatuh saat melintas. Tarifnya bervariasi, antara Rp 20.000 hingga Rp 40.000 per motor, tergantung jarak dan kedalaman air.

Pemandangan itu menjadi bukti betapa warga sudah terbiasa beradaptasi dengan Banjir Dayeuhkolot Bandung. “Kalau tidak begini, motor bisa rusak. Setiap musim hujan, pasti seperti ini,” kata seorang kusir yang tengah menuntun kuda perlahan di tengah genangan.

Rika (27), pegawai kantor di kawasan Kopo, memilih menepi dan menunggu air surut. Ia sudah memberi kabar kepada kantornya bahwa ia akan terlambat. “Setiap musim hujan, pasti begini. Kadang saya malah putar balik dan tidak berangkat karena tidak ada jalan lain,” ujarnya pasrah.

Baca juga: Penipuan Online Kian Canggih, Polisi Bongkar Modus Love Scam dan Rekayasa AI

Ia berharap pemerintah segera memberikan solusi nyata. “Bukan hanya warga sini yang kena dampak, tapi juga pekerja dan pelajar yang setiap hari melintas. Kita tidak mungkin terus menunggu air surut setiap kali hujan,” ucapnya.


Ojek Daring dan Warga Terdampak, Drainase Jadi Sorotan

Dadan (40), pengemudi ojek daring, turut merasakan dampaknya. Ia mengaku banyak pelanggan membatalkan pesanan karena enggan menambah ongkos. “Kalau dipaksakan lewat, motor bisa rusak. Kalau rusak, tidak bisa narik lagi. Penghasilan langsung hilang,” tuturnya.

Menurutnya, perbaikan drainase menjadi kebutuhan mendesak. “Kalau cuma disedot airnya atau ditutup sementara, banjirnya pasti datang lagi. Yang dibutuhkan itu solusi jangka panjang, bukan tambal sulam,” katanya tegas.

Sementara itu, warga sekitar tampak sigap membantu. Ada yang mengatur lalu lintas, sebagian lagi menawarkan jasa dorong motor bagi pengendara yang terjebak. Aktivitas seperti ini, meski tampak sederhana, menjadi bukti solidaritas warga yang sudah akrab dengan bencana tahunan.

Petugas kepolisian berjaga di titik banjir untuk mengurai kemacetan. Namun upaya itu tak banyak membantu karena banyak pengendara memilih berhenti menunggu air surut. Hingga siang hari, genangan air belum menunjukkan tanda-tanda surut. Langit mendung yang menggantung menambah kekhawatiran warga akan banjir yang lebih parah bila hujan turun kembali.


Masalah Tahunan Tanpa Ujung

Masalah Banjir Dayeuhkolot Bandung bukan hal baru. Fenomena ini telah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi signifikan. Selain kiriman air dari wilayah hulu, kondisi sistem drainase yang buruk dan naiknya permukaan air Sungai Citarum memperparah situasi.

Fandi (38), warga sekaligus pekerja di kawasan Dayeuhkolot, mengatakan bahwa banjir selalu datang dengan pola yang sama. “Air cepat naik tapi lama surut. Pemerintah perlu kerja serius. Kita tidak mau setiap musim hujan harus keluar biaya tambahan atau kehilangan waktu kerja,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung telah berulang kali berjanji melakukan pembenahan drainase dan normalisasi sungai. Namun hingga kini, perbaikan belum sepenuhnya dirasakan warga. Sementara itu, masyarakat sudah bersiap menghadapi kemungkinan banjir lanjutan jika hujan deras kembali mengguyur kawasan selatan Bandung.

Hingga Sabtu siang, hujan belum turun lagi, tetapi genangan masih bertahan di titik-titik tertentu. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tetap terganggu.

Banjir Dayeuhkolot Bandung kembali merendam jalan utama hingga 50 cm. Warga terpaksa mencari cara bertahan, mulai dari sewa delman hingga menunda perjalanan. Drainase buruk dan luapan Sungai Citarum kembali jadi sorotan utama penyebab banjir tahunan yang belum juga tuntas.

Banjir Dayeuhkolot Bandung rendam jalan utama, warga pakai delman angkut motor. Drainase buruk dan luapan Citarum kembali disorot. (Red)



  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pekerja Indonesia dengan kebijakan buruh 2026 seperti UMP, BSU, JKP, dan program subsidi rumah pemerintah

    Dampak Besar untuk Pekerja! Ini 6 Kebijakan Baru Kesejahteraan Buruh 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah kembali menaruh perhatian besar pada Kebijakan Buruh 2026 yang menyentuh langsung kehidupan jutaan pekerja di Indonesia. Paket kebijakan ini tidak hanya bicara soal angka upah, tetapi juga menyentuh hal yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari perlindungan saat kehilangan pekerjaan, bantuan tunai, hingga mimpi memiliki rumah sendiri. Di lapangan, sejumlah […]

  • Peserta PBBAB Pingsan

    Lomba PBBAB Memanas, Peserta SMP Berjatuhan Usai Tampil di Dalam GOR

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ajang Pawai Baris Berbaris Anak Bangsa atau PBBAB Tasikmalaya yang baru pertama kali masuk rangkaian Kejurcab mendadak menjadi sorotan. Bukan hanya karena antusiasme peserta, tetapi juga karena insiden tiga peserta SMP yang pingsan seusai tampil di dalam GOR Susi Susanti, Sabtu (16/5/2026). Peristiwa peserta PBBAB pingsan langsung memancing perhatian orang tua […]

  • Ilustrasi umat Muslim membaca niat puasa Ramadhan pada malam hari sebelum fajar sesuai pendapat 4 madzhab.

    Niat Puasa Ramadhan Harus Tiap Malam? Ini Penjelasan 4 Madzhab

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak Muslim masih bertanya tentang niat puasa Ramadhan: apakah wajib setiap malam atau cukup sekali di awal bulan? Persoalan waktu niat puasa Ramadhan ini sebenarnya sudah dijelaskan secara rinci oleh ulama empat madzhab. Karena itu, memahami perbedaan pendapat mereka akan membuat ibadah lebih tenang dan terhindar dari keraguan. Pada dasarnya, ulama 4 […]

  • Demo Disdik Tasikmalaya

    Demo di Disdik Tasikmalaya Memanas, Massa Singgung “Kapitalisme Pendidikan”

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Demo Disdik Tasikmalaya pecah pada Rabu (20/05/2026) ketika puluhan massa dari Aliansi Rakyat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menyuarakan kritik keras terhadap dugaan praktik pungutan liar, penyimpangan program pendidikan, hingga isu dugaan “persentase proyek” dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah. Aksi berlangsung di depan kantor dinas dengan pengawalan […]

  • ilustrasi konsep affiliate marketing online dengan komisi penjualan dalam perspektif bisnis digital menurut Islam

    Hukum Affiliate Marketing dalam Islam: Halal atau Haram?

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perkembangan ekonomi digital membuat banyak orang tertarik menjalankan affiliate marketing sebagai sumber penghasilan tambahan. Namun demikian, sebagian Muslim masih bertanya tentang hukum affiliate marketing dalam Islam. Apakah affiliate marketing halal atau haram, dan bagaimana bisnis affiliate menurut Islam dipandang dalam fikih muamalah? Pertanyaan ini wajar muncul karena sistem affiliate melibatkan komisi dari […]

  • Ekonomi lokal

    Transisi Energi Berbasis Lokal, Ekonomi Warga Ikut Bergerak

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Kolaborasi BUMN, pemda, dan komunitas lokal lewat hub biomassa mendorong transisi energi dan ekonomi lokal. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upaya transisi energi nasional terus diperluas hingga ke tingkat daerah. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meresmikan fasilitas hub biomassa di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis, Jawa Barat, sebagai bagian dari penguatan rantai pasok energi terbarukan […]

expand_less