Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tambang Pasir Ilegal Dibiarkan, Air Warga Tasikmalaya Terancam

Tambang Pasir Ilegal Dibiarkan, Air Warga Tasikmalaya Terancam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aktivitas tambang pasir ilegal di Kampung Rancabendem, Kota Tasikmalaya, kembali berlangsung terbuka. Dilansir dari ANTARA, alat berat beroperasi di kawasan perbukitan pada Selasa (27/1/2026). Fakta ini penting karena menunjukkan kegagalan nyata Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan lingkungan, meski data resmi mengakui keberadaan lebih dari satu lokasi tambang ilegal di wilayahnya sendiri.

Jika pemerintah mengklaim tidak tahu, publik sulit mempercayainya. Aktivitas alat berat bukan praktik tersembunyi. Truk pengangkut pasir lalu-lalang di jalan umum. Suara mesin terdengar hingga permukiman. Debu menyelimuti kampung. Semua itu berlangsung di ruang terbuka, bukan di balik pagar tinggi.

Sedangkan berdasarkan data Pemerintah Kota Tasikmalaya, dari tiga gunung di Kecamatan Bungursari terdapat lebih dari satu titik galian tambang pasir ilegal. Artinya, pemerintah memiliki informasi. Yang absen bukan data, melainkan keberanian bertindak.

Baca juga: Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

Dalam konteks ini, tambang pasir ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi potret pembiaran negara terhadap kejahatan lingkungan.

Tambang Pasir Ilegal dan Negara yang Absen

Secara hukum, posisi pemerintah seharusnya jelas. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara melarang keras aktivitas pertambangan tanpa izin. Tidak ada ruang tafsir. Tidak ada alasan kompromi. Namun di Tasikmalaya, larangan itu seperti kehilangan makna.

Kawasan perbukitan Bungursari berfungsi sebagai daerah tangkapan air. Ketika lapisan tanah dikeruk tanpa kendali, mata air kehilangan penyangga alaminya. Warga Rancabendem mulai merasakan dampaknya. Debit air menurun. Kekhawatiran krisis air bukan asumsi, tetapi ancaman nyata.

Pertanyaannya sederhana: mengapa tambang ini tidak ditutup sejak awal?

Jika pemerintah serius melindungi lingkungan, alat berat seharusnya sudah disegel. Lokasi galian ditutup. Proses hukum berjalan. Fakta bahwa aktivitas terus berlangsung menunjukkan negara tidak hadir secara utuh.

Kerugian Publik, Keuntungan Segelintir Pihak

Tambang pasir ilegal selalu menghadirkan pola yang sama. Keuntungan ekonomi mengalir ke segelintir pelaku. Kerugian ditanggung masyarakat luas. Jalan rusak. Udara kotor. Air terancam. Risiko longsor meningkat.

Warga Kampung Rancabendem tidak meminta proyek besar. Mereka hanya menuntut hak dasar: lingkungan aman dan akses air bersih. Ketika hak itu terancam, kepercayaan terhadap pemerintah ikut runtuh.

“Kami cuma ingin air tetap ada. Kalau gunung habis, kami mau hidup dari apa?” ujar seorang warga.

Suara ini seharusnya cukup untuk memicu tindakan. Namun hingga kini, yang terlihat justru sikap pasif.

Baca juga: Skor IPP 0,98, DPRD Tasikmalaya Gagal Layani Publik

Pembiaran yang Berpotensi Memicu Konflik Sosial

Pembiaran tambang pasir ilegal bukan hanya soal lingkungan. Ini soal stabilitas sosial. Ketika sumber air rusak, konflik antarwarga bisa muncul. Ketika negara dianggap berpihak pada pelaku tambang, legitimasi pemerintah melemah.

Dalam jangka panjang, biaya sosial akibat kerusakan lingkungan jauh lebih besar dibanding penerimaan ekonomi sesaat dari pasir ilegal. Beban itu akan ditanggung APBD, sementara pelaku tambang pergi tanpa tanggung jawab.

Jika pemerintah terus diam, publik berhak bertanya: siapa yang sebenarnya dilindungi?

Kasus tambang pasir ilegal di Tasikmalaya bukan soal kurangnya aturan, melainkan lemahnya keberpihakan. Ketika negara memilih diam, lingkungan rusak dan warga membayar harga termahal. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Deklarasi SWAKKA di Tasikmalaya memperkuat kolaborasi media lokal Priangan Timur bersama stakeholder daerah

    Deklarasi SWAKKA Tegaskan Arah Baru Media Lokal

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Deklarasi SWAKKA di Tasikmalaya menandai babak baru bagi media online di Priangan Timur. Forum ini lahir dari kesadaran kolektif bahwa media lokal tidak bisa lagi berjalan sendiri di tengah kompetisi digital yang makin keras. Peristiwa ini penting karena menyentuh kepentingan publik secara langsung. Ketika media lokal kuat dan kolaboratif, masyarakat memperoleh informasi […]

  • TPT Kabupaten Tasikmalaya

    TPT Kabupaten Tasikmalaya Turun, Ini Makna Datanya

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Tasikmalaya pada Agustus 2025 sebesar 3,69 persen, turun dibandingkan 3,74 persen pada Agustus 2024. Data tersebut dipublikasikan dalam Kabupaten Tasikmalaya Dalam Angka 2026 yang memuat berbagai indikator sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Secara statistik, penurunan […]

  • Ilustrasi menu sederhana di restoran hotel bintang 5 yang disajikan mewah dengan plating elegan dan suasana premium.

    Menu Murah yang Jadi Mahal: Rahasia Branding Hotel Bintang 5

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Branding hotel menjadi alasan utama mengapa makanan sederhana bisa berubah sangat mahal ketika masuk restoran hotel bintang 5. Nasi goreng, kentang goreng, bahkan air mineral yang biasa saja di luar, mendadak terasa premium saat hadir di meja marmer dengan lampu temaram dan pelayanan super ramah. Fenomena ini bukan sekadar soal rasa makanan. […]

  • Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melepas kontingen Persigar Garut menuju putaran nasional Liga 4 di Pasuruan

    Persigar Bawa Harapan Garut di Liga 4 Nasional, Ini Pesan Bupati

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Langit Garut masih menyisakan hawa dingin pagi ketika satu per satu pemain Persigar mulai berkumpul di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Senin (25/5/2026). Sebagian pemain tampak membawa tas ransel hitam dengan logo klub yang mulai sedikit pudar di bagian sudut. Ada pula yang sibuk merapikan jaket tim sambil bercanda kecil […]

  • Kebakaran Rumah Banjar

    Rumah Warga Banjar Hangus, Diduga Dipicu Obat Nyamuk

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran rumah Banjar kembali terjadi. Sebuah rumah terbakar di Banjar menghanguskan bangunan semi permanen milik seorang warga di RT 09 RW 05, Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kota Banjar, pada Sabtu pagi. Peristiwa ini diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyulut kasur di dalam kamar sebelum api merambat ke seluruh bagian […]

  • Jambore RX King Majalengka

    Begini Strategi Polres Majalengka Amankan Jambore RX King Jabar

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jambore RX King Majalengka menjadi magnet bagi anggota komunitas Yamaha RX King Indonesia (YRKI) dari berbagai daerah di Jawa Barat pada Minggu (12/7/2026). Ramainya peserta tidak hanya menghadirkan semarak kegiatan komunitas, tetapi juga menuntut pengamanan yang matang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal dan lalu lintas tetap lancar. Karena itu, Polres […]

expand_less