Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tambang Pasir Ilegal Dibiarkan, Air Warga Tasikmalaya Terancam

Tambang Pasir Ilegal Dibiarkan, Air Warga Tasikmalaya Terancam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 182
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aktivitas tambang pasir ilegal di Kampung Rancabendem, Kota Tasikmalaya, kembali berlangsung terbuka. Dilansir dari ANTARA, alat berat beroperasi di kawasan perbukitan pada Selasa (27/1/2026). Fakta ini penting karena menunjukkan kegagalan nyata Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan lingkungan, meski data resmi mengakui keberadaan lebih dari satu lokasi tambang ilegal di wilayahnya sendiri.

Jika pemerintah mengklaim tidak tahu, publik sulit mempercayainya. Aktivitas alat berat bukan praktik tersembunyi. Truk pengangkut pasir lalu-lalang di jalan umum. Suara mesin terdengar hingga permukiman. Debu menyelimuti kampung. Semua itu berlangsung di ruang terbuka, bukan di balik pagar tinggi.

Sedangkan berdasarkan data Pemerintah Kota Tasikmalaya, dari tiga gunung di Kecamatan Bungursari terdapat lebih dari satu titik galian tambang pasir ilegal. Artinya, pemerintah memiliki informasi. Yang absen bukan data, melainkan keberanian bertindak.

Baca juga: Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

Dalam konteks ini, tambang pasir ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi potret pembiaran negara terhadap kejahatan lingkungan.

Tambang Pasir Ilegal dan Negara yang Absen

Secara hukum, posisi pemerintah seharusnya jelas. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara melarang keras aktivitas pertambangan tanpa izin. Tidak ada ruang tafsir. Tidak ada alasan kompromi. Namun di Tasikmalaya, larangan itu seperti kehilangan makna.

Kawasan perbukitan Bungursari berfungsi sebagai daerah tangkapan air. Ketika lapisan tanah dikeruk tanpa kendali, mata air kehilangan penyangga alaminya. Warga Rancabendem mulai merasakan dampaknya. Debit air menurun. Kekhawatiran krisis air bukan asumsi, tetapi ancaman nyata.

Pertanyaannya sederhana: mengapa tambang ini tidak ditutup sejak awal?

Jika pemerintah serius melindungi lingkungan, alat berat seharusnya sudah disegel. Lokasi galian ditutup. Proses hukum berjalan. Fakta bahwa aktivitas terus berlangsung menunjukkan negara tidak hadir secara utuh.

Kerugian Publik, Keuntungan Segelintir Pihak

Tambang pasir ilegal selalu menghadirkan pola yang sama. Keuntungan ekonomi mengalir ke segelintir pelaku. Kerugian ditanggung masyarakat luas. Jalan rusak. Udara kotor. Air terancam. Risiko longsor meningkat.

Warga Kampung Rancabendem tidak meminta proyek besar. Mereka hanya menuntut hak dasar: lingkungan aman dan akses air bersih. Ketika hak itu terancam, kepercayaan terhadap pemerintah ikut runtuh.

“Kami cuma ingin air tetap ada. Kalau gunung habis, kami mau hidup dari apa?” ujar seorang warga.

Suara ini seharusnya cukup untuk memicu tindakan. Namun hingga kini, yang terlihat justru sikap pasif.

Baca juga: Skor IPP 0,98, DPRD Tasikmalaya Gagal Layani Publik

Pembiaran yang Berpotensi Memicu Konflik Sosial

Pembiaran tambang pasir ilegal bukan hanya soal lingkungan. Ini soal stabilitas sosial. Ketika sumber air rusak, konflik antarwarga bisa muncul. Ketika negara dianggap berpihak pada pelaku tambang, legitimasi pemerintah melemah.

Dalam jangka panjang, biaya sosial akibat kerusakan lingkungan jauh lebih besar dibanding penerimaan ekonomi sesaat dari pasir ilegal. Beban itu akan ditanggung APBD, sementara pelaku tambang pergi tanpa tanggung jawab.

Jika pemerintah terus diam, publik berhak bertanya: siapa yang sebenarnya dilindungi?

Kasus tambang pasir ilegal di Tasikmalaya bukan soal kurangnya aturan, melainkan lemahnya keberpihakan. Ketika negara memilih diam, lingkungan rusak dan warga membayar harga termahal. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melihat Ka’bah

    Doa Sudah Dihapal, Tapi Mendadak Lupa Saat Melihat Ka’bah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak jamaah haji ternyata mengalami hal yang sama saat pertama kali melihat Ka’bah: mereka lupa dengan daftar doa yang sebelumnya sudah disiapkan. Padahal sebagian orang datang membawa catatan panjang di ponsel. Ada yang menulis nama keluarga satu per satu. Ada juga yang menyimpan doa-doa khusus sejak masih di tanah air. Namun ketika […]

  • Takdir Allah

    Saat Manusia Melawan Takdir, Di Situlah Kesalahannya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di tengah budaya yang serba cepat, banyak orang ingin semua hal terjadi sesuai jadwal yang mereka susun sendiri. Takdir Allah, ketetapan Allah, dan qadha serta qadar sering kali hanya diterima ketika sejalan dengan keinginan. Sebaliknya, saat kenyataan berbeda, hati mulai gelisah, doa terasa seolah belum dijawab, bahkan kesabaran ikut diuji. Fenomena itu […]

  • Buruh Garut

    Buruh Garut Sampaikan Tuntutan, Bupati Syakur Soroti Formula Upah

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan May Day Garut 2026 berlangsung penuh perhatian terhadap isu kesejahteraan pekerja. Dalam momentum Hari Buruh Internasional itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima langsung audiensi serikat pekerja dan serikat buruh di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jumat 1 Mei 2026. Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan terkait hak buruh, formula pengupahan, […]

  • JAZIRAH CCE 2026

    Herdiat: JAZIRAH x CCE 2026 Pecahkan Sejarah Ekonomi Syariah Priangan Timur

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Gelaran JAZIRAH x CCE 2026 menciptakan momentum baru bagi perkembangan ekonomi syariah di Priangan Timur. Tidak digelar di pusat kota, tidak pula berada di kawasan jalan tol, kegiatan yang berlangsung di kawasan Rest Area Situs Karangkamulyan justru memperlihatkan arah baru: ekonomi syariah mulai tumbuh dari ruang ekonomi rakyat. Bupati Ciamis Dr. […]

  • Timnas Mini Soccer

    Timnas Mini Soccer Pilih Tasikmalaya, Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Timnas Mini Soccer Indonesia resmi menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai lokasi home training atau pemusatan latihan sebelum bertolak ke Roma, Italia. Kepercayaan ini menjadi kabar menggembirakan bagi dunia olahraga daerah. Namun, di balik penunjukan tersebut, muncul satu kenyataan yang sulit diabaikan: hingga kini belum ada atlet asal Kota Tasikmalaya yang masuk dalam […]

  • Ayam Madu Pedas

    Tren Swicy Mendunia, Ayam Madu Pedas Bikin Nagih

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena ayam madu pedas, spicy honey chicken, atau sayap ayam honey spicy tengah menjadi salah satu tren kuliner paling menarik pada 2026. Perpaduan rasa manis dan pedas yang dikenal sebagai sweet and spicy atau “swicy” semakin digemari generasi muda karena menghadirkan sensasi rasa yang kaya dalam satu gigitan. Tidak hanya ramai di […]

expand_less