Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Penipuan Online Kian Canggih, Polisi Bongkar Modus Love Scam dan Rekayasa AI

Penipuan Online Kian Canggih, Polisi Bongkar Modus Love Scam dan Rekayasa AI

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polisi ungkap modus penipuan online dengan rekayasa AI dan love scam, rugikan masyarakat hingga triliunan.

Penipuan Online Kian Canggih: Polisi Bongkar Modus Love Scam dan Rekayasa AI

albadarpost.com, LENSA — Kepolisian mengungkap wajah baru kejahatan siber yang kian canggih. Penipuan online kini tidak lagi hanya berbentuk pesan palsu atau tautan jebakan, melainkan sudah melibatkan rekayasa kecerdasan buatan (AI) dan manipulasi emosional lewat modus love scam. Polda Metro Jaya mencatat, total kerugian akibat praktik ini mencapai Rp142 triliun sejak 2017 hingga April 2025.

Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menyebut angka fantastis tersebut merujuk pada data Satgas PASTI Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari ribuan laporan, penipuan menjadi jenis kejahatan siber paling dominan yang memanfaatkan berbagai platform digital populer seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, Telegram, dan beberapa aplikasi e-commerce.

“Data dari Satgas PASTI menunjukkan kerugian akibat penipuan online mencapai Rp142 triliun sejak 2017 hingga April 2025,” ujar Fian, Jumat (31/10/2025).


Ribuan Laporan Penipuan Online Setiap Tahun

Selama periode yang sama, Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mencatat 2.597 laporan polisi terkait tindak kejahatan digital. Dari jumlah itu, 1.553 laporan di antaranya merupakan kasus penipuan online dengan nilai kerugian sekitar Rp16 miliar.

Modus kejahatan digital terus berevolusi. Polisi menemukan pola baru di mana pelaku memanfaatkan nomor prabayar, rekening penampungan, hingga aplikasi khusus untuk menyembunyikan aliran dana hasil kejahatan.

“Jenis kejahatan siber yang paling banyak adalah penipuan online. Dari 2.597 laporan, sebanyak 1.553 laporan berkaitan dengan penipuan yang total kerugiannya mencapai Rp16 miliar,” kata Fian.

Platform komunikasi populer seperti WhatsApp dan Instagram menjadi medium utama karena sifatnya yang personal dan mudah diakses. Namun, beberapa kasus juga ditemukan di platform e-commerce, di mana pelaku menyamar sebagai penjual atau pembeli dengan identitas palsu.


Modus Penipuan Online: Dari Love Scam hingga Bukti Palsu Berbasis AI

Fian menjelaskan, modus penipuan online semakin beragam, mulai dari peretasan (hacking), phising akun media sosial, hingga confidence fraud atau penipuan berbasis kepercayaan. Namun yang paling menonjol adalah love scam, yaitu modus di mana pelaku memanfaatkan hubungan asmara palsu untuk menipu korban secara emosional dan finansial.

“Pelaku tidak hanya menipu lewat kata-kata manis, tapi juga menggunakan teknologi untuk memperkuat kebohongan,” kata Fian.
Bahkan kini, beberapa pelaku telah memanfaatkan AI untuk membuat bukti palsu, seperti foto dan video rekayasa wajah (deepfake) agar tampak meyakinkan.

Kasus ini memperlihatkan bahwa penipuan online telah berevolusi menjadi bentuk kejahatan yang kompleks dan lintas negara. Banyak pelaku diketahui beroperasi dari luar negeri, sehingga penegakan hukum memerlukan waktu dan koordinasi lintas lembaga.

Baca juga: Perpres Kecerdasan Buatan Rampung, Kemkomdigi Targetkan Terbit Awal 2026

“Pelaku bisa berpindah tempat dan bersembunyi di luar negeri. Kami terus berupaya membongkar jaringan mereka, meskipun prosesnya tidak selalu cepat,” ujar Fian.


Kolaborasi Polisi dan OJK: Luncurkan Aplikasi Sikap untuk Cegah Penipuan Online

Untuk merespons maraknya kasus penipuan online, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Satgas PASTI OJK meluncurkan aplikasi Sikap (Siber Ungkap), sebuah sistem pelaporan digital yang terintegrasi dengan situs metrojaya.id.

Aplikasi ini menjadi anti-scam center pertama di Indonesia yang melayani laporan masyarakat selama 24 jam, 7 hari seminggu. Fitur utamanya memungkinkan korban melaporkan penipuan secara cepat dan memblokir rekening pelaku hanya dalam waktu 15 menit, jauh lebih cepat dari proses konvensional yang biasanya memakan waktu 12 hari.

“Tujuan utama aplikasi ini untuk memblokir rekening pelaku dan mengurangi potensi kerugian korban. Kita memang tidak bisa sepenuhnya mencegah kejahatan, tapi bisa menekan dampaknya,” jelas Fian.

Selain mempercepat pemblokiran, sistem ini juga dilengkapi teknologi AI verification yang mampu mendeteksi laporan palsu serta memverifikasi keaslian wajah dan bukti digital. Langkah ini penting untuk mengantisipasi rekayasa bukti palsu yang semakin marak digunakan pelaku kejahatan siber.

“Begitu korban sadar telah ditipu, mereka bisa langsung mengakses situs metrojaya.id. Petugas kami siap 24 jam untuk memastikan laporan itu valid dan segera ditindaklanjuti,” tambahnya.


Tantangan Keamanan Digital dan Harapan ke Depan

Kemajuan teknologi membuat batas antara dunia nyata dan digital semakin kabur. Di tengah pesatnya penggunaan AI, penipuan online menjadi tantangan baru bagi penegak hukum dan masyarakat.

Fian menegaskan pentingnya literasi digital sebagai benteng pertama melawan penipuan. Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya pada pesan pribadi dari orang asing, tidak membagikan data pribadi sembarangan, serta selalu melakukan verifikasi sebelum melakukan transaksi online.

Kolaborasi antara aparat, lembaga keuangan, dan masyarakat diharapkan bisa menciptakan ekosistem digital yang lebih aman. Polisi berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pelaporan siber yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.

Dengan inovasi seperti aplikasi Sikap, pemerintah berupaya meminimalisir dampak ekonomi akibat penipuan online, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap keamanan transaksi digital di Indonesia.

Polisi dan OJK perkuat perlindungan digital lewat aplikasi Sikap untuk menekan lonjakan kasus penipuan online berbasis AI. (Red/Arrian)



  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pemimpin negara yang ditangkap AS

    Amerika Serikat dan Penangkapan Pemimpin Negara Asing

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Pemimpin negara yang pernah ditangkap Amerika Serikat dan pola penangkapannya dalam sejarah politik global. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Amerika Serikat tercatat beberapa kali terlibat langsung dalam penangkapan pemimpin negara asing. Dari Amerika Latin hingga Timur Tengah, sejumlah kepala negara atau pemimpin pemerintahan pernah ditangkap dalam operasi militer, penegakan hukum, maupun ekstradisi. Peristiwa tersebut menjadi bagian […]

  • Salahuddin Al Ayyubi memimpin pasukan dalam Perang Salib dengan strategi militer cerdas dan kepemimpinan kuat

    Kisah Salahuddin Al Ayyubi, Jenderal Muslim yang Mengubah Sejarah Perang

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Salahuddin Al Ayyubi dikenal sebagai panglima perang Islam yang visioner. Tokoh ini, yang sering disebut sebagai pemimpin militer Muslim legendaris, bahkan dianggap sebagai pelopor strategi perang modern. Nama Salahuddin Ayyubi terus muncul dalam kajian sejarah, terutama ketika membahas kepemimpinan, taktik militer, dan etika perang. Menariknya, meskipun hidup pada abad ke-12, pendekatan yang […]

  • Honor Pendamping Tasikmalaya

    Dua hingga Tiga Bulan Tak Dibayar, Nasib Pendamping Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterlambatan pencairan honor pendamping di Kota Tasikmalaya mulai menjadi perhatian publik. Belum cairnya honor pendamping selama dua hingga tiga bulan memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan sejumlah program pelayanan masyarakat di Kota Tasikmalaya. Hingga kini, pendamping Dana Kelurahan dan pendamping Ohan Hafidz masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka. Di lapangan, aktivitas para pendamping […]

  • ide UMKM kreatif

    9 Ide UMKM Kreatif yang Jarang Diketahui: Diam-Diam Jadi Ladang Cuan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ide UMKM kreatif sering kali muncul dari hal sederhana yang luput dari perhatian. Banyak orang berburu tren, tetapi tidak sedikit yang justru sukses lewat peluang usaha unik yang belum ramai. Bahkan, beberapa ide bisnis UMKM kreatif ini berkembang lebih cepat karena minim pesaing dan langsung menyasar kebutuhan pasar. Di tengah persaingan digital […]

  • Bootcamp Afiliator

    Kadin Tasikmalaya Gelar Bootcamp Afiliator, Target Omzet Rp50 Miliar

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tasikmalaya membuka Festival Bootcamp Afiliator yang diikuti 120 peserta dari berbagai daerah, Rabu (13/5/2026). Program pelatihan kreator digital tersebut langsung menjadi perhatian karena menargetkan transaksi hingga puluhan miliar rupiah dalam waktu hanya dua minggu. Bootcamp afiliator itu dirancang sebagai langkah memperkuat ekonomi digital sekaligus mendorong […]

  • Asbabun Nuzul Al-Jumu'ah

    Surat Al-Jumu’ah: Saat Dagangan Mengalahkan Khutbah

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tidak banyak yang mengetahui bahwa Asbabun Nuzul Surat Al-Jumu’ah berawal dari sebuah peristiwa yang sangat manusiawi. Saat Rasulullah ﷺ sedang menyampaikan khutbah Jumat, sebagian jamaah justru meninggalkan masjid demi menyambut rombongan dagang yang baru tiba di Madinah. Kisah turunnya Surat Al-Jumu’ah ini bukan sekadar catatan sejarah Islam. Di baliknya terdapat pelajaran besar […]

expand_less