Satlantas Tasikmalaya Perketat Ramp Check Angkutan
- account_circle redaktur
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Satlantas Polres Tasikmalaya memeriksa kelayakan bus dan kendaraan angkutan dalam kegiatan ramp check bersama instansi terkait. Kamis (16/7/27).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ramp Check Tasikmalaya menjadi langkah cepat yang ditempuh Satlantas Polres Tasikmalaya setelah serangkaian kecelakaan lalu lintas berakibat fatal terjadi di wilayah Pantura Jawa Barat. Melalui pemeriksaan kendaraan dan uji laik jalan secara menyeluruh, kepolisian berupaya memperkuat keselamatan berlalu lintas sekaligus mencegah tragedi serupa terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Langkah tersebut menyusul dua kecelakaan besar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa pertama berlangsung di wilayah hukum Polres Indramayu pada Minggu, 12 Juli 2026, dengan korban meninggal dunia mencapai 12 orang serta enam orang mengalami luka ringan. Selanjutnya, kecelakaan di wilayah hukum Polresta Cirebon pada Senin, 13 Juli 2026, melibatkan kendaraan angkutan barang dan sepeda motor sehingga menyebabkan dua orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan.
Merespons kondisi itu, Kapolres Tasikmalaya melalui Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Didit Permadi, langsung menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan pengawasan terhadap armada angkutan yang beroperasi di wilayah hukumnya.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan. Tujuan kami jelas, yakni menekan angka fatalitas kecelakaan serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Tasikmalaya,” ujar AKP Didit Permadi.
Pemeriksaan Menjangkau Bus, Travel hingga Kendaraan Pariwisata
Selanjutnya, Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tasikmalaya memimpin pelaksanaan ramp check di sejumlah titik strategis. Pemeriksaan tidak hanya berlangsung di jalan raya, tetapi juga menyasar pool bus umum, bus pariwisata, jalur operasional travel, serta lokasi yang menjadi pusat aktivitas angkutan penumpang.
Kanit Gakkum Polres Tasikmalaya, IPDA Ramdani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan bersama Dinas Perhubungan guna memastikan setiap kendaraan memenuhi standar operasional dan persyaratan keselamatan.
Menurutnya, petugas memeriksa berbagai dokumen penting, mulai dari Buku Uji KIR, Kartu Pengawas Izin Operasional, STNK, SIM, hingga identitas pengemudi. Selain itu, petugas memastikan seluruh dokumen masih berlaku agar kendaraan dapat beroperasi sesuai ketentuan.
Di sisi lain, pengawasan juga menyentuh aspek waktu kerja pengemudi. Polisi mengingatkan bahwa sopir yang mengemudikan kendaraan selama empat jam berturut-turut wajib beristirahat sedikitnya 30 menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko kelelahan yang kerap menjadi penyebab kecelakaan.
Komponen Kendaraan Diperiksa Secara Menyeluruh
Tidak berhenti pada pemeriksaan administrasi, petugas juga mengecek kondisi teknis kendaraan. Fokus utama meliputi sistem pengereman, lampu penerangan, ban, kaca depan, serta sabuk keselamatan yang wajib tersedia bagi setiap penumpang.
Selain itu, petugas menguji fungsi speedometer, spion, wiper, dan klakson untuk memastikan seluruh komponen bekerja dengan baik. Polisi juga memastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas kendaraan sehingga potensi kecelakaan akibat kelebihan muatan dapat diminimalkan.
Lebih jauh, petugas memeriksa keberadaan perlengkapan tanggap darurat di dalam kabin bus. Peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan awal apabila terjadi keadaan darurat selama perjalanan.
Dengan pemeriksaan yang menyeluruh, Satlantas berharap setiap kendaraan yang beroperasi benar-benar berada dalam kondisi laik jalan sebelum membawa penumpang.
Polisi Gandeng Dinkes Periksa Kondisi Sopir
Selain kondisi kendaraan, Satlantas Polres Tasikmalaya juga memberi perhatian serius terhadap faktor manusia. Berdasarkan berbagai evaluasi kecelakaan, kesalahan pengemudi masih menjadi salah satu penyebab utama insiden lalu lintas.
Karena itu, kepolisian menggandeng Dinas Kesehatan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada para pengemudi. Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi fisik maupun kesiapan mental sebelum menjalankan tugas.
Menurut IPDA Ramdani, upaya preventif akan berjalan lebih efektif apabila didukung kesadaran seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan angkutan dan para sopir.
Di samping kegiatan ramp check, Satlantas juga meningkatkan edukasi melalui sosialisasi langsung kepada pengemudi serta pemasangan spanduk imbauan di sejumlah titik rawan kecelakaan atau blackspot.
Melalui pendekatan tersebut, kepolisian berharap setiap pengemudi semakin memahami pentingnya disiplin berlalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, serta mematuhi waktu istirahat agar perjalanan berlangsung aman.
“Kami ingin membangun komitmen bersama bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Karena itu, kami terus mengajak pengusaha angkutan maupun para pengemudi untuk mematuhi seluruh ketentuan keselamatan,” kata IPDA Ramdani.
Keselamatan Jadi Tanggung Jawab Bersama
Satlantas Polres Tasikmalaya menegaskan bahwa pencegahan kecelakaan tidak cukup mengandalkan penegakan hukum semata. Sebaliknya, kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, perusahaan angkutan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman.
Melalui pengawasan kendaraan, pemeriksaan kesehatan pengemudi, serta edukasi yang berkelanjutan, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dapat ditekan secara signifikan.
Keselamatan tidak dimulai saat kendaraan melaju, tetapi sejak mesin diperiksa, sopir dipastikan siap, dan setiap aturan dipatuhi. Satu pemeriksaan hari ini dapat menyelamatkan banyak nyawa esok hari. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar