Bank Galunggung Tumbuh di Atas Rp418 Miliar, Bupati Tasikmalaya Beri Apresiasi
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Tasikmalaya, Dr H. Cecep Nurul Yakin sampaikan sambutannya, Minggu (26/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kalau bicara Bank Galunggung Tasikmalaya, suasananya memang sedang tidak biasa. Di usia yang ke-15 tahun, bank milik daerah ini muncul dengan catatan kinerja yang cukup solid dan langsung mendapat perhatian dari Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin.
Momen HUT kali ini tidak hanya jadi acara seremonial. Di baliknya, ada angka-angka yang cukup mencolok dan jadi bahan pembicaraan di lingkungan pemerintah daerah.
Bupati Turun Langsung, Sampaikan Apresiasi Tanpa Banyak Formalitas
Di acara peringatan itu, Bupati Cecep tidak terlalu banyak berbicara dalam gaya formal. Ia lebih menekankan rasa bangga terhadap kinerja Bank Galunggung yang menurutnya terus menunjukkan arah positif.
Beberapa kali ia menyinggung soal kepercayaan masyarakat. Menurutnya, tanpa kepercayaan nasabah, bank daerah tidak akan bisa bertahan sejauh ini.
Ia juga menyebut bahwa Bank Galunggung sudah menjadi salah satu BUMD yang konsisten memberikan kontribusi nyata.
Bukan Hanya PAD, Tapi Efek ke Lapangan yang Ditekankan
Yang menarik, Bupati tidak hanya berbicara soal Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia justru lebih banyak menyoroti dampak langsung ke masyarakat.
Di lapangan, Bank Galunggung disebut ikut mendorong aktivitas ekonomi kecil, terutama UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Yang paling terasa itu di UMKM,” begitu kurang lebih pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
UMKM Mulai Bergerak, Akses Modal Jadi Kunci
Di Tasikmalaya, banyak pelaku usaha kecil yang mulai merasakan dampak dari akses pembiayaan yang lebih terbuka.
Bank Galunggung disebut berperan dalam menyediakan permodalan yang lebih mudah dijangkau, meskipun skala usaha masih kecil.
Dari situ, perlahan terlihat pergerakan ekonomi di sektor perdagangan, produksi rumahan, hingga usaha jasa kecil.
Tidak semua langsung besar, tapi perputarannya mulai terasa.
Angka Rp418 Miliar Jadi Sorotan Tersendiri
Di tengah perayaan HUT ke-15, data kinerja Bank Galunggung ikut mencuri perhatian.
Aset bank tercatat mencapai Rp418,3 miliar, sementara penyaluran kredit berada di angka Rp302,6 miliar.
Angka ini tidak hanya dipandang sebagai capaian administratif, tetapi juga indikator bahwa aktivitas ekonomi di daerah masih bergerak cukup stabil.
Pemerintah Daerah Masih Lihat Ruang Tumbuh yang Besar
Meski capaian sudah dianggap positif, Bupati menegaskan bahwa perjalanan Bank Galunggung masih panjang.
Pemerintah daerah, kata dia, akan tetap memberi dorongan agar BUMD ini tidak hanya kuat di angka, tetapi juga kuat di dampak sosial ekonomi.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat, karena itu menjadi fondasi utama lembaga keuangan daerah.
Bank Daerah, Tapi Dampaknya Lokal Banget
Kalau dilihat dari perjalanan 15 tahun ini, Bank Galunggung pelan-pelan berubah dari sekadar lembaga keuangan daerah menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal.
Tidak besar dalam pemberitaan nasional, tapi cukup terasa di level daerah.
Dan di titik ini, Tasikmalaya sedang mencoba menjaga satu hal sederhana: agar uang tetap berputar di daerahnya sendiri. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar