Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Mengapa Kesombongan Bisa Merusak Tauhid Seseorang

Mengapa Kesombongan Bisa Merusak Tauhid Seseorang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Kesombongan tauhid sering kali muncul secara halus, bahkan tanpa disadari oleh seseorang. Sikap sombong dalam iman, keangkuhan spiritual, dan merasa lebih suci dibanding orang lain menjadi pintu yang merusak kemurnian tauhid. Padahal, tauhid menuntut ketundukan total kepada Allah, bukan pengagungan diri sendiri.

Lebih dari itu, kesombongan bukan sekadar akhlak buruk. Ia adalah penyakit hati yang mampu menghancurkan fondasi keimanan jika tidak segera disadari dan diperbaiki.

Apa Itu Kesombongan dalam Perspektif Islam?

Kesombongan dalam Islam dikenal dengan istilah kibr. Rasulullah ﷺ menjelaskan dengan sangat tegas:

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim)

Dari hadits ini, terlihat jelas bahwa kesombongan tidak hanya soal sikap angkuh, tetapi juga penolakan terhadap kebenaran. Oleh karena itu, seseorang bisa saja terlihat taat, tetapi tetap terjerumus dalam kesombongan jika hatinya merasa paling benar.

Mengapa Kesombongan Bisa Merusak Tauhid?

1. Menggeser Ketergantungan dari Allah ke Diri Sendiri

Tauhid mengajarkan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah. Namun, orang yang sombong sering merasa bahwa keberhasilan datang dari dirinya sendiri.

Allah berfirman:

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al-‘Alaq: 6-7)

Ayat ini menunjukkan bahwa rasa cukup dan bangga diri bisa membuat seseorang lupa kepada Allah. Akibatnya, tauhidnya menjadi rapuh.

2. Menolak Kebenaran Meski Jelas

Kesombongan membuat hati sulit menerima nasihat. Bahkan, kebenaran yang jelas pun sering ditolak.

Contoh paling nyata adalah kisah Iblis:

“Aku lebih baik darinya (Adam). Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-A’raf: 12)

Iblis tidak kafir karena tidak mengenal Allah, tetapi karena kesombongannya. Ini menjadi pelajaran penting bahwa kesombongan tauhid dapat menjatuhkan seseorang, bahkan dari posisi yang tinggi.

3. Merusak Keikhlasan dalam Ibadah

Orang yang sombong cenderung ingin dipuji. Akibatnya, ibadah tidak lagi murni karena Allah.

Padahal, Allah menegaskan:

“Padahal mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan ikhlas…” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Ketika kesombongan masuk, keikhlasan pun perlahan hilang. Inilah yang membuat tauhid menjadi tercemar.

Tanda-Tanda Kesombongan yang Sering Tidak Disadari

Agar lebih waspada, berikut beberapa tanda kesombongan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Merasa diri paling benar dalam setiap pendapat
  • Sulit menerima kritik atau nasihat
  • Merendahkan orang lain, baik secara langsung maupun dalam hati
  • Bangga berlebihan terhadap amal ibadah
  • Ingin selalu dipuji atas kebaikan yang dilakukan

Jika tanda-tanda ini muncul, maka penting untuk segera melakukan introspeksi.

Cara Menghindari Kesombongan dan Menjaga Tauhid

1. Menyadari Hakikat Diri

Manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Kesadaran ini mampu melunakkan hati dan menghilangkan kesombongan.

2. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Dengan berdzikir, hati menjadi lebih dekat kepada Allah. Selain itu, istighfar membantu membersihkan penyakit hati, termasuk kesombongan.

3. Menerima Nasihat dengan Lapang Dada

Orang yang menjaga tauhid akan terbuka terhadap kebenaran, siapa pun yang menyampaikannya.

4. Mengingat Ancaman bagi Orang Sombong

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)

Hadits ini menjadi peringatan keras agar setiap Muslim menjaga hatinya dari sifat sombong.

Tauhid Butuh Hati yang Rendah, Bukan Tinggi

Kesombongan tauhid bukan sekadar masalah akhlak, tetapi ancaman serius bagi keimanan. Oleh sebab itu, setiap Muslim perlu menjaga hatinya agar tetap rendah di hadapan Allah dan sesama manusia.

Dengan demikian, tauhid akan tetap murni, ibadah menjadi lebih ikhlas, dan kehidupan terasa lebih tenang. Sebaliknya, jika kesombongan dibiarkan tumbuh, maka kerusakan iman hanya tinggal menunggu waktu. (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • belajar online sekolah

    Pemerintah Tegaskan Sekolah Tatap Muka, Rencana Belajar Online Batal

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL -Isu belajar online sekolah sempat menjadi perbincangan publik setelah muncul wacana belajar online sebagai alternatif kebijakan pemerintah. Namun kini pemerintah memastikan bahwa sistem sekolah tatap muka tetap menjadi prioritas. Keputusan ini menegaskan bahwa proses pendidikan di Indonesia masih berlangsung secara langsung di ruang kelas. Pemerintah menilai pembelajaran tatap muka memberikan dampak lebih […]

  • Kebakaran Pabrik Cobek

    Diduga Gara-Gara Puntung Rokok, Pabrik Cobek Tamansari Dilalap Api

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran pabrik cobek kembali menjadi perhatian warga Kota Tasikmalaya setelah sebuah pabrik produksi cobek kayu di wilayah Sukahurip, Kecamatan Tamansari, terbakar pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Ironisnya, kobaran api diduga berawal dari sesuatu yang terlihat sepele: puntung rokok yang belum padam sempurna. Peristiwa kebakaran pabrik cobek tersebut terjadi di kawasan Ciwaas […]

  • wisata unggulan

    Bogor Jadi Wisata Unggulan Jabar 2025

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Kabupaten Bogor menjadi wisata unggulan Jawa Barat 2025 dengan kunjungan wisatawan tertinggi dorong ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabupaten Bogor mencatatkan capaian signifikan di sektor pariwisata sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan nusantara tertinggi di Jawa Barat, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai […]

  • Motor Kembali

    Tangis Haru di Mapolres Tasikmalaya, Motor Hilang Akhirnya Pulang

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Suasana haru menyelimuti Mapolres Tasikmalaya, Senin (1/6/2026), ketika dua unit sepeda motor hasil curanmor akhirnya kembali ke tangan pemiliknya. Bagi sebagian orang, kendaraan itu mungkin hanya benda mati. Namun bagi para korban, motor tersebut adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari yang sempat hilang selama berbulan-bulan. Dua kendaraan yang diserahkan langsung oleh […]

  • Putusan Mahkamah Agung sengketa tindakan pemerintah

    Ketika Gugatan Warga Berhenti di Meja yang Salah

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Putusan Mahkamah Agung menegaskan Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili perbuatan melanggar hukum oleh pejabat pemerintah. Apa dampaknya bagi warga dan pelayanan publik? albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menegaskan bahwa Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili perbuatan melanggar hukum oleh badan atau pejabat pemerintah bukan sekadar perkara teknis hukum. Ia menyentuh satu soal mendasar: ke […]

  • Rapat koordinasi pencegahan stunting Jawa Barat di Gedung Sate Bandung bersama Wakil Bupati Tasikmalaya

    Tekan Stunting, Asep Sopari: Perubahan Dimulai dari Rumah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Stunting Jawa Barat kembali menjadi sorotan serius. Kasus stunting, gizi buruk anak, serta kekurangan nutrisi masih menjadi tantangan nyata yang harus segera ditangani. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan keluarga sebagai garda terdepan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi Pencegahan, Percepatan, dan Penurunan Stunting […]

expand_less