Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » KAI Terapkan Pemberhentian Luar Biasa di Jatinegara saat Reuni 212

KAI Terapkan Pemberhentian Luar Biasa di Jatinegara saat Reuni 212

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAI terapkan pemberhentian luar biasa di Jatinegara untuk 12 KAJJ selama Reuni Akbar 212.

albadarpost.com, HIKMAH – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta menerapkan pemberhentian luar biasa untuk 12 kereta api jarak jauh di Stasiun Jatinegara pada Selasa, 2 Desember 2025. Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan potensi kemacetan penumpang di Stasiun Gambir selama Reuni Akbar 212 di kawasan Monas. Keputusan operasional tersebut berdampak langsung pada ribuan penumpang yang mengandalkan perjalanan kereta ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pejabat yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Detty Nurfatma Kusumah, menyatakan kebijakan ini memberikan alternatif naik dan turun kereta bagi pengguna yang terimbas kepadatan. “Dengan adanya pemberhentian luar biasa di Stasiun Jatinegara, penumpang memiliki alternatif naik dan turun KA lebih mudah,” kata Detty. Ia menegaskan layanan tetap berjalan, namun pola operasi mengalami rekayasa selama kegiatan massa berlangsung.

Kebijakan itu tidak hanya menyentuh aspek teknis perjalanan. Jatinegara menjadi simpul transit yang lebih longgar dibanding Gambir. Strategi rekayasa operasi dirancang untuk menekan gangguan di jalur keberangkatan serta menghindari penumpukan pengguna di akses masuk stasiun. Situasi ini menjadi indikator bagaimana operator angkutan publik merespons mobilitas ekstrem berbasis event.


Rangkaian Kereta yang Terkena Pemberhentian Luar Biasa

Sebanyak 12 kereta jarak jauh masuk skema pemberhentian luar biasa di Jatinegara. Daftarnya meliputi KA Bima, KA Gajayana, PLB Cakrabuana, KA Sembrani, KA Pandalungan, PLB Argo Bromo Anggrek, KA Argo Lawu, KA Purwojaya, KA Taksaka, PLB Gunungjati, PLB Manahan, dan KA Argo Anjasmoro. Seluruhnya merupakan layanan utama yang melayani rute tengah hingga timur Pulau Jawa.

PT KAI meminta penumpang memeriksa ulang jadwal keberangkatan dan memastikan titik naik-turun sesuai rekayasa operasi tersebut. Anjuran itu bukan formalitas. Perhitungan waktu dan lokasi akses menjadi krusial karena perubahan hanya berlaku pada tanggal kegiatan, sehingga pengguna yang tidak menyesuaikan berpotensi tertinggal atau mengalami hambatan perjalanan.

Baca juga: Data Bansos Meleset, Lansia di Bekasi Tidak Menerima Bantuan

KAI juga menyatakan pelayanan tetap berjalan normal. Keamanan dan kenyamanan penumpang, kata Detty, menjadi prioritas. Jadwal perjalanan telah dipetakan ulang untuk menyesuaikan dinamika di lapangan tanpa mengurangi kapasitas. Di tengah mobilitas besar, transportasi publik dipaksa berfungsi sebagai penahan beban urban.


Transportasi Publik dan Respons Kelembagaan

Kebijakan pemberhentian luar biasa bukanlah tindakan insidental. Operator transportasi modern memahami bahwa kerumunan publik dapat mengganggu infrastruktur. Stasiun Gambir merupakan pusat mobilitas yang kerap padat pada hari biasa. Ketika terjadi kegiatan massa, kapasitasnya bisa melampaui ambang aman operasional.

Keputusan memindahkan titik naik-turun ke Jatinegara bukan sekadar solusi administratif. Ia bagian dari mitigasi risiko sosial. Stasiun Jatinegara memiliki karakter operasional yang lebih fleksibel serta jalur distribusi pengguna yang tersebar. Faktor ini penting karena kerumunan padat dapat mengganggu arus peron, eskalator, dan pintu masuk stasiun.

Secara kebijakan, langkah KAI menunjukkan prinsip rekayasa lalu lintas berbasis kepentingan publik. Operator memilih menyesuaikan jaringan daripada memaksa penumpang mengikuti jalur standar. Ini menghindarkan kepadatan Turun-Naik massal di satu titik, sekaligus meminimalkan tekanan terhadap moda transportasi lain seperti TransJakarta atau taksi daring.

Dari sudut pandang pengguna, kebijakan ini relevan. Kejelasan akses menentukan kualitas perjalanan. Transportasi jarak jauh memiliki nilai risiko yang tinggi: tiket tidak fleksibel, waktu terbatas, dan penundaan selalu berbiaya. Dengan BLB, penumpang memperoleh distribusi akses yang lebih rasional. Dampaknya terlihat pada kualitas antrean, disiplin boarding, dan waktu tunggu.

KAI tidak menyebut jumlah pasti prediksi penumpang terdampak. Namun pola tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan besar mobilitas saat acara publik skala nasional. Rekayasa operasi menjadi alat kendali. Selama kegiatan berlangsung, kapasitas stasiun harus berjalan sejajar dengan kondisi lapangan.

Pemberhentian luar biasa di Jatinegara menjadi strategi KAI mengendalikan arus penumpang dan menjaga perjalanan kereta tetap aman saat Reuni 212. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi sepiring nasi hangat di meja makan keluarga sebagai simbol cinta dalam sepiring nasi untuk suami dan anak.

    Cinta dalam Sepiring Nasi: Bahasa Cinta Paling Tulus

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Cinta dalam Sepiring Nasi bukan sekadar ungkapan puitis. Frasa ini menggambarkan bagaimana masakan menjadi bahasa cinta keluarga, sekaligus bentuk kasih sayang paling nyata untuk suami dan anak. Melalui sepiring nasi hangat, seorang istri dan ibu menyampaikan perhatian, doa, dan pengorbanan tanpa banyak kata. Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, dapur […]

  • Pendidikan Era Digital

    Kemendikdasmen Ungkap Tantangan Pendidikan Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kemajuan teknologi telah mengubah wajah pendidikan era digital di Indonesia. Digitalisasi pendidikan menghadirkan berbagai kemudahan, mulai dari akses informasi tanpa batas hingga pembelajaran yang lebih fleksibel melalui perangkat digital. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, muncul pula sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi bersama. Melalui materi edukasi dalam program Selasar (Selasa Belajar) yang dipublikasikan […]

  • Operasi Zebra

    Polda Jabar Gelar Operasi Zebra, Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Fokus Pengawasan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Operasi Zebra digelar di Jawa Barat selama 14 hari untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. albadarpost.com, PELITA – Polda Jawa Barat menyiapkan Operasi Zebra selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025. Langkah ini ditempuh untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Operasi Zebra […]

  • Festival Budaya Anak Jabar

    Festival Budaya Anak Jabar 2026 Buka Pendaftaran, Ini Kategori Lombanya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat membuka pendaftaran Festival Budaya Anak Jabar atau Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai 3 hingga 17 Juli 2026 dan mengajak anak-anak dari seluruh Jawa Barat untuk menampilkan […]

  • Santri pesantren sedang mengkaji Kitab Safinatun Najah tentang hukum batal wudhu dan larangan menyentuh mushaf Al-Qur’an.

    Batal Wudhu Tapi Masih Pegang Al-Qur’an? Ini Penjelasan Safinah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Safinatun Najah menjelaskan bahwa hadas kecil atau batal wudhu tidak hanya berkaitan dengan salat. Dalam fikih mazhab Syafi’i, ada beberapa aktivitas yang langsung menjadi terlarang ketika seseorang kehilangan wudhunya. Sebagian masyarakat memang hanya memahami bahwa batal wudhu membuat salat tidak sah. Padahal, kitab-kitab fikih klasik juga membahas hukum menyentuh mushaf, membawa Al-Qur’an, […]

  • Kebakaran Cikatomas

    Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hebohkan Warga Cikatomas

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran Cikatomas menggegerkan warga Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (4/6/2026) dini hari. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu menyebabkan bangunan yang digunakan sebagai toko parfum dan Bank Mitra mengalami kerusakan berat. Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di Kampung Pakemitan 1 RT 001 RW 001. Saat sebagian besar […]

expand_less