Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Mengapa Indonesia Masih Kekurangan Mufassirah? Ini Harapan Menag

Mengapa Indonesia Masih Kekurangan Mufassirah? Ini Harapan Menag

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Harapan Menteri Agama agar lahir lebih banyak mufassirah dari perguruan tinggi Islam tidak sekadar menjadi pesan saat meresmikan STAI Aisyah Bogor. Pernyataan tersebut juga kembali membuka ruang diskusi mengenai kebutuhan Indonesia terhadap ulama perempuan yang memiliki kompetensi dalam bidang tafsir Al-Qur’an.

Saat meresmikan kampus tersebut, Menteri Agama berharap lembaga pendidikan tinggi Islam mampu melahirkan mufassirah yang moderat, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Harapan itu menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada bertambahnya jumlah kampus, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dihasilkannya.

Di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis, kebutuhan terhadap akademisi Islam yang mampu menjelaskan ajaran Al-Qur’an secara komprehensif dinilai semakin besar.

Perempuan Semakin Banyak Mengakses Pendidikan Tinggi Islam

Dalam beberapa dekade terakhir, kesempatan perempuan untuk menempuh pendidikan tinggi Islam terus berkembang. Banyak perguruan tinggi keagamaan Islam membuka ruang yang sama bagi mahasiswa laki-laki maupun perempuan untuk mendalami ilmu tafsir, hadis, fikih, hingga pemikiran Islam.

Perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi lahirnya generasi baru ulama perempuan yang memiliki kapasitas akademik sekaligus memahami realitas sosial masyarakat Indonesia.

Kehadiran mufassirah bukan dimaksudkan menggantikan peran ulama laki-laki, melainkan memperkaya khazanah keilmuan Islam melalui perspektif yang tetap berpijak pada metodologi tafsir yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Mengapa Mufassirah Dibutuhkan?

Indonesia memiliki ribuan lembaga pendidikan Islam, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi. Namun, kajian tafsir yang dikembangkan secara akademik oleh perempuan masih relatif terbatas dibandingkan bidang keilmuan Islam lainnya.

Karena itu, harapan agar lahir lebih banyak mufassirah dipandang sebagai upaya memperluas partisipasi perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan Islam.

Keberadaan mufassirah juga diharapkan dapat memperkaya penelitian, pendidikan, dan dialog keagamaan sehingga masyarakat memiliki lebih banyak rujukan yang kredibel dalam memahami kandungan Al-Qur’an.

Di era media digital, kebutuhan terhadap narasumber keagamaan yang memiliki kompetensi akademik menjadi semakin penting untuk menghadirkan penjelasan yang utuh dan bertanggung jawab.

Kampus Islam Ditantang Mencetak SDM Berkualitas

Harapan Menteri Agama menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi Islam tidak cukup hanya meningkatkan jumlah mahasiswa atau membangun fasilitas pendidikan. Yang jauh lebih penting ialah menghasilkan lulusan yang memiliki integritas, kedalaman ilmu, dan kemampuan menjawab persoalan masyarakat.

Selain menguasai disiplin keilmuan, lulusan perguruan tinggi Islam juga dituntut mampu berdialog dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi akademik yang kuat.

Tantangan tersebut membutuhkan sinergi antara kampus, dosen, peneliti, pesantren, dan pemerintah agar ekosistem pendidikan Islam terus berkembang.

Dengan dukungan tersebut, perguruan tinggi Islam diharapkan mampu melahirkan lebih banyak akademisi, peneliti, dan mufassirah yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat moderasi beragama di Indonesia.

Momentum Memperkuat Keilmuan Islam

Peresmian STAI Aisyah Bogor menjadi salah satu momentum untuk menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan Islam bukan semata membangun gedung perkuliahan. Lebih dari itu, keberhasilan perguruan tinggi diukur dari lahirnya lulusan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Harapan agar muncul lebih banyak mufassirah mencerminkan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia di bidang keislaman. Ketika akses pendidikan semakin terbuka dan kualitas akademik terus meningkat, Indonesia memiliki peluang melahirkan generasi ulama perempuan yang berperan dalam pendidikan, penelitian, dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat.

Pada akhirnya, penguatan pendidikan tinggi Islam diharapkan tidak hanya memperkaya tradisi intelektual, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kemaslahatan bangsa melalui pemahaman keagamaan yang mendalam dan bertanggung jawab.

Kampus boleh terus bertambah, tetapi ukuran keberhasilannya adalah lahirnya insan berilmu yang mampu menerangi masyarakat. Harapan lahirnya mufassirah bukan sekadar tentang perempuan, melainkan tentang masa depan keilmuan Islam Indonesia. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WFH ASN Jumat

    WFH ASN Setiap Jumat Dimulai, Negara Hemat Tapi Pelayanan Aman?

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH ASN Jumat resmi dimulai pada April 2026 dan langsung menjadi perhatian publik. Program kerja fleksibel ASN atau work from home pegawai negeri ini disebut pemerintah sebagai langkah efisiensi energi sekaligus modernisasi birokrasi. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah kebijakan kerja dari rumah setiap Jumat mampu meningkatkan produktivitas […]

  • kisah sahabat nabi

    Kisah Sahabat Nabi: Inspirasi Nyata untuk Hidup Lebih Bermakna

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah sahabat nabi selalu menjadi sumber inspirasi sepanjang zaman. Tidak hanya menyimpan teladan sahabat Rasul, cerita mereka juga menghadirkan inspirasi sahabat Nabi yang relevan dengan kehidupan modern. Dari keberanian hingga keikhlasan, setiap perjalanan mereka menghadirkan hikmah sahabat Nabi yang mampu mengubah cara pandang hidup siapa saja. Menariknya, kisah-kisah ini tidak sekadar sejarah. […]

  • Keikhlasan

    Allah Melihat Hatimu, Bukan Pencitraanmu

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Kotak infak di serambi masjid itu nyaris tidak pernah sepi. Seusai salat, satu per satu jamaah memasukkan uang seadanya. Ada yang seribu rupiah, ada pula yang lebih. Tidak ada kamera. Tidak ada lampu sorot. Dan tidak ada yang bertanya siapa penyumbang terbesar. Anehnya, justru di tempat-tempat sunyi seperti itulah keikhlasan sering tumbuh. […]

  • Musda KNPI Tasikmalaya

    Tegang! Musda KNPI Tasikmalaya Jadi Ujian Soliditas Pemuda

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musda KNPI Tasikmalaya mendadak jadi sorotan. Bukan sekadar agenda rutin, forum ini berubah menjadi momen krusial yang menguji soliditas pemuda sekaligus menentukan arah organisasi ke depan. Musda KNPI Tasikmalaya, atau musyawarah pemuda daerah, kini berada di titik penting. Di satu sisi, forum ini diharapkan berjalan lebih lancar dibanding daerah lain. Namun […]

  • Peluncuran aplikasi Asisten Desa Garut oleh FKRWG di Gedung Pemuda Tarogong Kidul disambut antusias pengurus RW dan pemerintah daerah.

    Asisten Desa Diluncurkan, Pelayanan Warga Garut Masuk Babak Baru

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat transformasi digital mulai terasa hingga tingkat Rukun Warga di Kabupaten Garut. Melalui momentum Milangkala ke-1 Forum Komunikasi Rukun Warga Garut (FKRWG), inovasi bertajuk Asisten Desa Garut atau Asdes resmi diperkenalkan sebagai sistem pelayanan publik berbasis internet yang dirancang untuk mempermudah kebutuhan masyarakat. Peluncuran aplikasi pelayanan digital itu berlangsung di Gedung […]

  • PBJT Listrik

    Ke Mana Uang PBJT Listrik Masyarakat Mengalir?

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Setiap bulan masyarakat membayar tagihan listrik. Di dalam pembayaran tersebut terdapat PBJT Listrik atau Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas Tenaga Listrik yang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun hingga hari ini, masih banyak warga yang belum mengetahui berapa sebenarnya pajak listrik yang dipungut, berapa yang masuk ke kas […]

expand_less