Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Mengapa Indonesia Masih Kekurangan Mufassirah? Ini Harapan Menag

Mengapa Indonesia Masih Kekurangan Mufassirah? Ini Harapan Menag

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Harapan Menteri Agama agar lahir lebih banyak mufassirah dari perguruan tinggi Islam tidak sekadar menjadi pesan saat meresmikan STAI Aisyah Bogor. Pernyataan tersebut juga kembali membuka ruang diskusi mengenai kebutuhan Indonesia terhadap ulama perempuan yang memiliki kompetensi dalam bidang tafsir Al-Qur’an.

Saat meresmikan kampus tersebut, Menteri Agama berharap lembaga pendidikan tinggi Islam mampu melahirkan mufassirah yang moderat, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Harapan itu menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada bertambahnya jumlah kampus, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dihasilkannya.

Di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis, kebutuhan terhadap akademisi Islam yang mampu menjelaskan ajaran Al-Qur’an secara komprehensif dinilai semakin besar.

Perempuan Semakin Banyak Mengakses Pendidikan Tinggi Islam

Dalam beberapa dekade terakhir, kesempatan perempuan untuk menempuh pendidikan tinggi Islam terus berkembang. Banyak perguruan tinggi keagamaan Islam membuka ruang yang sama bagi mahasiswa laki-laki maupun perempuan untuk mendalami ilmu tafsir, hadis, fikih, hingga pemikiran Islam.

Perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi lahirnya generasi baru ulama perempuan yang memiliki kapasitas akademik sekaligus memahami realitas sosial masyarakat Indonesia.

Kehadiran mufassirah bukan dimaksudkan menggantikan peran ulama laki-laki, melainkan memperkaya khazanah keilmuan Islam melalui perspektif yang tetap berpijak pada metodologi tafsir yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Mengapa Mufassirah Dibutuhkan?

Indonesia memiliki ribuan lembaga pendidikan Islam, mulai dari pesantren hingga perguruan tinggi. Namun, kajian tafsir yang dikembangkan secara akademik oleh perempuan masih relatif terbatas dibandingkan bidang keilmuan Islam lainnya.

Karena itu, harapan agar lahir lebih banyak mufassirah dipandang sebagai upaya memperluas partisipasi perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan Islam.

Keberadaan mufassirah juga diharapkan dapat memperkaya penelitian, pendidikan, dan dialog keagamaan sehingga masyarakat memiliki lebih banyak rujukan yang kredibel dalam memahami kandungan Al-Qur’an.

Di era media digital, kebutuhan terhadap narasumber keagamaan yang memiliki kompetensi akademik menjadi semakin penting untuk menghadirkan penjelasan yang utuh dan bertanggung jawab.

Kampus Islam Ditantang Mencetak SDM Berkualitas

Harapan Menteri Agama menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi Islam tidak cukup hanya meningkatkan jumlah mahasiswa atau membangun fasilitas pendidikan. Yang jauh lebih penting ialah menghasilkan lulusan yang memiliki integritas, kedalaman ilmu, dan kemampuan menjawab persoalan masyarakat.

Selain menguasai disiplin keilmuan, lulusan perguruan tinggi Islam juga dituntut mampu berdialog dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi akademik yang kuat.

Tantangan tersebut membutuhkan sinergi antara kampus, dosen, peneliti, pesantren, dan pemerintah agar ekosistem pendidikan Islam terus berkembang.

Dengan dukungan tersebut, perguruan tinggi Islam diharapkan mampu melahirkan lebih banyak akademisi, peneliti, dan mufassirah yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat moderasi beragama di Indonesia.

Momentum Memperkuat Keilmuan Islam

Peresmian STAI Aisyah Bogor menjadi salah satu momentum untuk menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan Islam bukan semata membangun gedung perkuliahan. Lebih dari itu, keberhasilan perguruan tinggi diukur dari lahirnya lulusan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Harapan agar muncul lebih banyak mufassirah mencerminkan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia di bidang keislaman. Ketika akses pendidikan semakin terbuka dan kualitas akademik terus meningkat, Indonesia memiliki peluang melahirkan generasi ulama perempuan yang berperan dalam pendidikan, penelitian, dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat.

Pada akhirnya, penguatan pendidikan tinggi Islam diharapkan tidak hanya memperkaya tradisi intelektual, tetapi juga memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan kemaslahatan bangsa melalui pemahaman keagamaan yang mendalam dan bertanggung jawab.

Kampus boleh terus bertambah, tetapi ukuran keberhasilannya adalah lahirnya insan berilmu yang mampu menerangi masyarakat. Harapan lahirnya mufassirah bukan sekadar tentang perempuan, melainkan tentang masa depan keilmuan Islam Indonesia. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hidayah

    Hidayah Sulit Didapat? Tafsir Ayat Ini Bikin Tersentak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hidayah sering dipahami sebagai petunjuk Allah yang datang kepada siapa saja. Namun, tafsir, ayat, dan makna petunjuk Allah dalam Islam ternyata menyimpan pesan mendalam yang jarang dibahas. Tidak semua orang yang hidup di jalan agama otomatis mendapatkan hidayah, dan tidak semua yang tersesat akan selamanya jauh dari petunjuk. Dalam kajian tafsir, hidayah […]

  • Fakta Ka'bah

    Banyak yang Belum Tahu, Ini 7 Fakta Menarik tentang Ka’bah

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ka’bah atau Baitullah merupakan bangunan paling terkenal dalam sejarah Islam. Setiap hari, umat Islam di seluruh dunia menghadap ke arah Ka’bah saat melaksanakan salat. Namun di balik bangunan suci yang berdiri di tengah Masjidil Haram tersebut, tersimpan sejumlah fakta Ka’bah yang mengejutkan dan jarang diketahui banyak orang. Selain menjadi kiblat umat Islam, […]

  • Muharram Ciamis

    Muharram Ciamis, Semangat Diniyah Menggema

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Muharram Ciamis kembali menghadirkan pemandangan yang menggetarkan. Ribuan masyarakat dan insan Madrasah Diniyah dari berbagai wilayah memadati Gedung Islamic Center K.H. Irfan Hielmy Ciamis dalam kegiatan Semarak dan Munajat Akbar Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026). Sejak pagi, semangat Tahun Baru Islam sudah terasa. Ratusan kendaraan roda dua […]

  • hak diperiksa polisi

    Banyak yang Menyesal: Ini Hak Anda Saat Diperiksa Polisi

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kalimat Sederhana yang Bisa Mengubah Nasib: “Cuma diminta keterangan kok, tidak perlu bawa pengacara.” Kalimat ini terdengar ringan. Namun dalam banyak kasus, justru kalimat inilah yang membuka pintu masalah. Banyak orang masuk ruang pemeriksaan dengan santai, lalu keluar dengan wajah tegang—karena Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sudah terlanjur ditandatangani. Di sinilah pentingnya memahami […]

  • admin OPD

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Admin OPD, Standarisasi Informasi Publik

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk menyatukan komunikasi publik dan memperkuat transparansi layanan pemerintah. Pemerintah Daerah Dorong Tata Kelola Informasi yang Seragam albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang pengelolaan informasi publik di lingkungan birokrasi. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin perangkat daerah, pemerintah daerah berupaya menyatukan pola komunikasi publik agar lebih […]

  • Gepuk daging sapi sisa kurban berwarna cokelat keemasan dengan bumbu meresap dan tekstur empuk khas masakan Sunda.

    Rahasia Gepuk Daging Kurban Empuk dan Gurih, Ternyata Ada Trik Ini

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Setelah Idul Adha berlalu, banyak keluarga mulai mencari resep gepuk daging untuk mengolah sisa daging kurban. Tidak sedikit yang memilih gepuk karena rasanya gurih, tahan disimpan, dan cocok disantap kapan saja. Namun membuat gepuk daging sapi yang benar-benar empuk ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Sebagian orang pernah mengalami daging yang masih alot […]

expand_less