Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Syekh Athoillah: Jangan Habiskan Nafas untuk Hal Sia-Sia

Syekh Athoillah: Jangan Habiskan Nafas untuk Hal Sia-Sia

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 251
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, banyak orang mengenal bunyi notifikasi lebih cepat daripada suara hati mereka sendiri. Bahkan sebelum mata benar-benar terbuka, tangan sudah lebih dulu meraba ponsel di samping bantal. Scroll sebentar. Buka video pendek. Lihat komentar orang lain. Lalu tanpa sadar, hampir setengah jam hilang begitu saja.

Padahal dalam Islam, setiap tarikan nafas menyimpan takdir Allah. Nafas takdir itu berjalan terus tanpa jeda. Dalam satu menit, seseorang bisa mendapat pahala, menambah dosa, atau justru makin jauh dari Allah tanpa sadar.

Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam pernah berkata:

“Tiada suatu nafas terlepas daripadamu, melainkan di situ pula ada takdir Allah yang berlaku di atasmu.”

Nasihat itu terasa semakin tajam ketika melihat kehidupan manusia hari ini. Sebab sekarang banyak orang tidak kehabisan waktu karena bekerja berat. Mereka justru kehabisan umur karena terlalu lama menatap layar.

Scroll Tidak Pernah Benar-Benar Selesai

Coba lihat suasana rumah pada malam hari.

Di beberapa kamar, lampu utama sudah dimatikan. Namun cahaya layar ponsel masih menyala tipis di wajah penghuninya. Kadang terdengar suara video pendek bercampur tawa receh. Kadang potongan debat politik diputar berulang seperti tidak ada habisnya.

Kipas angin terus berputar pelan. Mata sebenarnya sudah lelah. Namun jempol tetap bergerak otomatis ke atas.

Scroll lagi. Scroll lagi.

Sebagian orang bahkan tertidur dengan ponsel masih menyala di dada, sementara alarm Subuh besok pagi sering dimatikan tanpa sadar.

Ironisnya, banyak yang berkata tidak punya waktu membaca Al-Qur’an.

Padahal durasi menonton video orang asing bertengkar di media sosial bisa lebih lama daripada waktu shalatnya sendiri.

Ada pula yang hafal nada notifikasi aplikasi tertentu, tetapi mulai lupa kapan terakhir membaca Al-Qur’an dengan tenang tanpa tergesa.

Satire paling pahit manusia modern mungkin ada di sini:
kita takut kehilangan sinyal internet, tetapi tidak takut kehilangan sisa umur.

Padahal Rasulullah SAW sudah mengingatkan:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: masa mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, waktu luangmu sebelum sibuk, dan hidupmu sebelum mati.”
(HR Al-Hakim)

Hadis ini terasa sangat dekat dengan kehidupan digital hari ini. Sebab pencuri umur sekarang tidak selalu datang dalam bentuk pekerjaan berat. Kadang ia hadir lewat video 30 detik yang terus bersambung sampai larut malam.

Nafas Terus Berkurang, Tetapi Manusia Merasa Masih Lama

Yang membuat manusia lalai sebenarnya bukan karena tidak tahu kematian. Semua orang tahu hidup akan selesai. Namun banyak yang merasa ajal masih jauh.

Karena itu manusia berani menunda taubat. Menunda shalat. Menunda meminta maaf.

Padahal tubuh sebenarnya terus memberi tanda.

Mata makin cepat pedih karena layar. Leher mulai pegal. Tidur tidak lagi nyenyak. Bahkan sebagian orang langsung mencari ponsel beberapa detik setelah terbangun, seolah hidup harus dimulai dari notifikasi.

Di beberapa rumah, suara azan Subuh kadang kalah oleh bunyi video yang belum dimatikan sejak tengah malam.

Allah SWT berfirman:

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”
(QS At-Takatsur: 1-2)

Hari ini manusia bukan hanya berlomba soal harta. Banyak yang juga sibuk mengejar validasi digital, viralitas, dan pengakuan dari orang-orang yang bahkan tidak benar-benar peduli.

Sebagian orang terlihat sangat aktif di media sosial, tetapi semakin asing dengan dirinya sendiri.

Ketika Dzikir Kalah oleh Notifikasi

Masalah terbesar manusia modern mungkin bukan kurang ilmu agama. Ceramah tersedia di mana-mana. Ayat Al-Qur’an mudah ditemukan. Kajian bisa diputar kapan saja.

Namun hati manusia terlalu ramai.

Notifikasi masuk tanpa jeda. Pikiran penuh urusan orang lain. Akibatnya, banyak orang sulit duduk tenang walau hanya lima menit untuk berdzikir.

Padahal Allah SWT sudah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS Ar-Ra’d: 28)

Karena itu, persoalannya bukan sekadar teknologi. Ponsel tidak salah. Media sosial juga tidak selalu buruk.

Yang berbahaya adalah ketika manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Saat bangun tidur lebih dulu mencari notifikasi daripada membaca doa. Saat jempol lebih aktif daripada lisannya berdzikir. Dan saat hidup habis mengikuti keramaian yang bahkan tidak memberi manfaat akhirat.

Gunakan Nafas Sebelum Tinggal Nama

Pada akhirnya, hidup manusia tidak panjang. Nafas takdir terus berjalan tanpa bisa dihentikan.

Hari ini mungkin seseorang masih tertawa sambil scrolling di sudut kamar. Namun tidak ada yang tahu apakah itu menjadi malam terakhirnya.

Karena itu ulama selalu mengingatkan agar manusia menjaga nafasnya. Sebab setiap hembusan adalah amanah dari Allah.

Gunakan umur untuk sesuatu yang mendekatkan diri kepada-Nya: membantu orang lain, menjaga lisan, memperbaiki shalat, mencari rezeki halal, dan memperbanyak dzikir.

Sebab ketika kematian datang, manusia tidak akan ditanya berapa banyak video yang sudah ditonton.

Yang akan ditanya adalah:
ke mana umur dihabiskan, dan untuk apa nafas dipakai.

Di akhir hidup nanti, manusia mungkin tidak menyesal karena terlalu sedikit scrolling.
Tetapi banyak orang akan menangis karena terlalu sedikit mengingat Allah, sementara nafasnya sudah habis lebih dulu.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • diskon tiket kereta

    KAI Diskon Tiket Kereta 30 Persen, Perjalanan Nataru Lebih Terjangkau

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 243
    • 0Komentar

    KAI berikan diskon tiket kereta hingga 30 persen selama libur Nataru 2025/2026, berlaku untuk rute jarak jauh. albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan potongan diskon tiket kereta hingga 30 persen untuk kereta ekonomi komersial jarak jauh. Kebijakan ini berlaku pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program ini menyasar penumpang […]

  • Final Piala Dunia 2026

    Mengapa Argentina Gagal? Ini 6 Penentu Final Piala Dunia 2026

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Final Piala Dunia 2026 menyajikan pertandingan yang akan lama dikenang pencinta sepak bola. Spanyol akhirnya mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu dan merebut gelar juara dunia. Namun, partai final Piala Dunia, laga perebutan trofi dunia, dan pertandingan puncak Piala Dunia 2026 sesungguhnya tidak ditentukan oleh satu gol semata. Ada enam […]

  • pepes ikan duri lunak dibungkus daun pisang dengan bumbu rempah tradisional

    Pepes Ikan Duri Lunak: Ini Rahasia Bumbunya

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pepes ikan duri lunak sering menjadi incaran pecinta kuliner tradisional karena rasanya gurih sekaligus aman dimakan tanpa takut duri keras. Banyak orang penasaran dengan rahasia pepes ikan duri lunak, sebab pada hidangan ini duri ikan terasa jauh lebih empuk dibandingkan olahan ikan biasa. Teknik memasak yang tepat ternyata membuat pepes ikan duri […]

  • UMKM ramai pembeli

    5 Rahasia UMKM Kecil yang Tak Pernah Sepi Pembeli

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 235
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira UMKM ramai pembeli hanya terjadi karena lokasi strategis atau modal besar. Padahal, usaha kecil yang laris biasanya punya pola yang sama. UMKM laris, usaha kecil ramai pelanggan, dan toko yang selalu dipenuhi pembeli umumnya menjalankan strategi sederhana, tetapi konsisten setiap hari. Ada warung kopi yang selalu penuh sejak pagi. […]

  • Rekam Tanpa Izin

    Rekam Orang Tanpa Izin, Bisa Dipidana? Ini Batasnya

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Rekam tanpa izin menjadi topik yang kembali ramai setelah Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan merekam orang lain, terutama perempuan dan anak, tanpa persetujuan. Imbauan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah merekam orang tanpa izin, mengambil video di ruang publik, atau mengunggah rekaman ke media sosial otomatis […]

  • Kredit Bank bjb

    Dokumen Kredit Bank bjb Picu Pertanyaan Tata Kelola

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kredit Bank bjb kembali menjadi perhatian setelah sejumlah dokumen yang ditelaah redaksi memperlihatkan pola keterkaitan di antara beberapa debitur. Temuan tersebut belum dapat dimaknai sebagai pelanggaran hukum. Namun, dari sudut pandang tata kelola perbankan, pola itu layak mendapat penjelasan lebih lanjut karena berkaitan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan pengelolaan risiko kredit. Dalam […]

expand_less