Breaking News
light_mode
Beranda » Lensa » Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus siswi MTs di Sukabumi diduga tewas karena bullying, tinggalkan surat wasiat penuh luka dan penyesalan.

albadarpost.com, LENSA – Warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Selasa malam (28/10/2025). Seorang siswi madrasah tsanawiyah (MTs) berinisial AK (14) ditemukan tewas tergantung di pintu kamar rumahnya dengan sehelai kain sarung. Tragedi ini segera menyita perhatian publik setelah beredarnya foto surat tulisan tangan yang diduga ditinggalkan korban sebelum mengakhiri hidupnya.

Surat itu, yang sebagian besar ditulis dalam bahasa Sunda, mengisyaratkan tekanan psikologis dan perasaan terasing. Isinya menunjukkan kemungkinan siswi MTs Sukabumi itu menjadi korban perundungan atau bullying dari teman-teman sekolahnya. Kasus ini kini dalam penyelidikan aparat kepolisian, sementara publik menyerukan pentingnya pencegahan kekerasan verbal di lingkungan pendidikan.


Pesan Terakhir: Surat Penuh Luka dan Permohonan Maaf

Dalam surat yang ditemukan di kamarnya, AK—yang akrab disapa Eneng—menuliskan permohonan maaf kepada orang tuanya. Tulisan tangannya menggambarkan pergulatan batin seorang remaja yang merasa kehilangan tempat untuk bernaung.

“Mamah, maaf ya. Eneng nggak bermaksud nyakitin hati Mamah. Pak, maaf juga kalau Eneng ada salah sama Bapak. Maaf teh … Eneng minta maaf kalau selama ini suka tidak sopan. Eneng sayang Mamah, Bapak. I love you,” tulisnya.

Namun di bagian lain, isi surat tersebut berubah menjadi lebih gelap. Ia menyinggung pengalaman tidak menyenangkan dari teman-teman sekelasnya yang kerap melontarkan kata-kata menyakitkan. Salah satu kalimat yang paling menusuk adalah ucapan “Paeh we, paeh lah,” yang berarti “mati aja, mati lah.”

Eneng juga mengungkapkan rasa lelah dan keinginannya untuk berhenti sekolah. “Eneng sudah capek, Eneng cuman pengen ketenangan. Eneng jadi tidak mau sekolah karena suasana kelas yang seakan nyuruh Eneng untuk pergi,” tulisnya.

Kutipan-kutipan ini membuat publik yakin bahwa dugaan bullying terhadap siswi MTs Sukabumi perlu diselidiki secara serius.


Tanggapan Sekolah: Tak Ada Laporan Bullying

Kepala MTs 3 Sukabumi, Wawan Setiawan, mengungkapkan rasa duka mendalam atas meninggalnya salah satu siswi terbaik mereka. Ia membantah adanya kasus perundungan di sekolah dan menyebut korban sebagai anak yang aktif dan berprestasi.

“Almarhumah aktif di Pramuka dan baru saja menjadi petugas pengibar bendera saat upacara hari Senin. Secara psikologis, anak yang mengalami tekanan berat biasanya sulit berkonsentrasi dalam kegiatan semacam itu,” ujar Wawan kepada wartawan, Rabu (29/10/2025).

Menurut Wawan, pada hari terakhir sebelum meninggal, korban sempat meminta izin pulang lebih awal karena sakit perut dan diantar oleh temannya. Ia menegaskan pihak sekolah tidak pernah menerima laporan atau keluhan terkait tindakan perundungan dari korban.

Terkait surat yang beredar di media sosial, pihak sekolah menolak memberikan komentar lebih jauh. “Kami serahkan seluruh proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” katanya.


Penyelidikan Polisi dan Reaksi Warga

Kepolisian Sektor Cikembar bersama Polres Sukabumi kini tengah menyelidiki kasus kematian siswi MTs Sukabumi tersebut. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga dan beberapa teman sekolah korban.

“Masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. Kami juga sedang menelusuri isi surat yang diduga ditulis korban untuk memastikan konteks dan kebenarannya,” kata salah satu petugas penyidik, Rabu (29/10/2025).

Sementara itu, warga sekitar mengaku terkejut dan berduka. Runi, tetangga yang sering berinteraksi dengan keluarga korban, menyebut AK dikenal sebagai anak pendiam dan sopan. “Anaknya nggak pernah macam-macam. Kalau lewat selalu salam. Waktu dengar kabar itu, semua warga syok,” tuturnya.


Fenomena Bullying dan Kesehatan Mental Remaja

Tragedi siswi MTs Sukabumi ini menyoroti persoalan lama: perundungan di kalangan pelajar. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan, sepanjang 2024 terdapat lebih dari 2.800 laporan kasus kekerasan terhadap anak di sekolah, termasuk bentuk verbal dan sosial.

Menurut psikolog anak dan remaja dari Universitas Indonesia, Dra. Anna Surti Ariani, bullying kerap meninggalkan luka psikologis yang dalam. “Kata-kata menghina bisa menimbulkan perasaan tidak berharga. Bila tidak ada dukungan dari lingkungan, remaja rentan berpikir untuk mengakhiri hidup,” katanya dalam wawancara dengan Kompas.com.

Ia menegaskan pentingnya kepekaan guru dan orang tua dalam mengenali tanda-tanda tekanan emosional pada anak. “Perubahan perilaku sekecil apapun, seperti murung, menarik diri, atau malas sekolah, harus segera direspons dengan empati dan pendampingan,” ujar Anna.


Upaya Pencegahan dan Edukasi Kesehatan Mental

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak 2023 telah menjalankan program Sekolah Ramah Anak dan Anti-Perundungan melalui platform Merdeka Mengajar. Program ini mendorong setiap sekolah memiliki sistem pelaporan internal dan konselor sebaya untuk mendeteksi potensi kasus bullying sejak dini.

Namun, di banyak daerah, pelaksanaannya masih lemah karena keterbatasan tenaga profesional di bidang kesehatan mental. Psikolog dari Yayasan Pulih, Novi Puspita, menilai kasus seperti ini seharusnya menjadi alarm bagi lembaga pendidikan. “Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tapi ruang tumbuh emosional. Jika gagal menyediakan rasa aman, dampaknya bisa fatal,” ujarnya.

Kematian siswi MTs Sukabumi menjadi pengingat bahwa tekanan sosial di usia remaja dapat membawa konsekuensi tragis bila diabaikan. Kasus ini menegaskan urgensi membangun sistem pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kesehatan mental peserta didiknya.

Bagi siapapun yang sedang bergulat dengan pikiran untuk mengakhiri hidup, penting untuk tidak memendam rasa sendirian. Hubungi layanan konseling seperti Kemenkes Hotline 119 ext. 8, atau Konseling Sejiwa 155 untuk mendapatkan bantuan profesional.

Kasus siswi MTs Sukabumi menyoroti bahaya bullying di sekolah dan pentingnya perhatian serius terhadap kesehatan mental remaja. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangan buruh

    Perjuangan Buruh Uji Kebijakan Upah Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Perjuangan buruh menyoroti kebijakan upah pemerintah. Ribuan pekerja tuntut revisi UMP dan UMSK dinilai tak adil. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perjuangan buruh kembali menguji arah kebijakan pemerintah di awal 2026. Ribuan pekerja dari DKI Jakarta dan Jawa Barat menggelar aksi di kawasan Istana Negara, Kamis (8/1/2026), menuntut revisi kebijakan upah minimum yang dinilai belum adil […]

  • Ilustrasi aneka kue lebaran unik dalam kemasan modern dan menarik untuk bisnis rumahan

    Jarang Dilirik, Usaha Kue Lebaran Ini Justru Laris!

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Usaha kue lebaran selalu jadi incaran menjelang hari raya. Namun, peluang usaha kue lebaran yang benar-benar menguntungkan justru sering tersembunyi dan jarang dibahas media. Banyak pelaku usaha hanya fokus pada kue populer, padahal ide bisnis kue lebaran unik, inovasi kue kering, dan strategi berbeda justru membuka peluang cuan lebih besar dengan persaingan […]

  • Quotes Imam Ali tentang ilmu, lisan, sabar, dan dunia yang penuh hikmah untuk pedoman hidup modern.

    5 Quotes Imam Ali yang Mengubah Cara Pandang Hidup

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Quotes Imam Ali selalu menjadi rujukan umat dalam memahami makna kehidupan. Kutipan Imam Ali atau kata-kata bijak Imam Ali bukan sekadar nasihat, melainkan pedoman hidup yang menyentuh akal dan hati sekaligus. Melalui petuah Imam Ali tentang nilai diri, ilmu, lisan, dunia, dan kesabaran, kita diajak menata ulang prioritas hidup di tengah zaman […]

  • kasus KUR Aparatur Negara

    Ketidakadilan Akses KUR Terkuak di Priangan Timur

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menuai sorotan. Di wilayah Priangan Timur, khususnya Tasikmalaya dan Ciamis, temuan penyaluran KUR kepada aparatur negara memunculkan pertanyaan besar tentang keadilan akses modal bagi pelaku usaha mikro. KUR yang dirancang untuk membantu UMKM bangkit justru dinikmati oleh kalangan yang secara ekonomi relatif mapan. Fakta ini […]

  • Ilustrasi seseorang menatap langit dengan tenang sebagai simbol memahami makna ayat tentang kesabaran dalam Al-Qur'an.

    Saat Hidup Terasa Berat, Ayat Tentang Kesabaran Ini Menguatkan Hati

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Suatu malam, seorang pria duduk sendirian di teras rumahnya. Ia baru saja kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya. Pikiran terasa penuh, hati terasa berat, dan masa depan tampak tidak pasti. Namun ketika membuka Al-Qur’an, matanya tertuju pada sebuah ayat tentang kesabaran yang seolah menjawab kegelisahannya. Ayat itu mengingatkannya bahwa […]

  • Masakan sederhana berbuka berupa sup ayam, tempe goreng, sayur bening, dan kolak pisang di meja makan keluarga saat Ramadan.

    Menu Berbuka Hemat tapi Penuh Berkah, Wajib Coba!

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Masakan sederhana berbuka selalu menjadi pilihan favorit saat Ramadan. Selain praktis, menu berbuka puasa yang simpel dan hemat tetap mampu menghadirkan kehangatan di meja makan. Bahkan, hidangan sederhana untuk buka puasa sering kali terasa lebih nikmat karena dimasak dengan niat berbagi dan penuh syukur. Oleh karena itu, memilih masakan sederhana berbuka bukan […]

expand_less