Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Santri Bongkar Gudang Miras di Ciamis, Desak Pemda Tetapkan Darurat Miras

Santri Bongkar Gudang Miras di Ciamis, Desak Pemda Tetapkan Darurat Miras

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus miras Ciamis kembali menjadi sorotan setelah kelompok santri dan ulama yang tergabung dalam aksi hisbah atau amar ma’ruf nahi mungkar membongkar sejumlah titik penyimpanan minuman keras di wilayah Kabupaten Ciamis. Dalam hampir dua pekan terakhir, razia dilakukan di berbagai lokasi yang diduga menjadi gudang penyimpanan miras ilegal hingga tempat praktik penyakit masyarakat lainnya.

Aksi tersebut dipimpin langsung Pimpinan Hisbah KH Wawan Abdul Malik Marwan.

Razia terbaru berlangsung Selasa malam (19/5/2026) di kawasan Jalan Ahmad Yani, Ciamis.

Di lokasi tersebut, santri menemukan ratusan botol minuman keras berbagai merek yang kemudian diamankan.

Dan temuan itu menambah daftar panjang lokasi yang sebelumnya sudah mereka datangi.

Gudang Miras hingga Kosan Jadi Sasaran Razia

Menurut KH Wawan Abdul Malik Marwan, dalam dua minggu terakhir pihaknya telah mendatangi sejumlah titik yang diduga menjadi tempat penyimpanan miras.

Beberapa lokasi yang disebut antara lain:

  • wilayah Cikoneng,
  • Jalan Jenderal Sudirman,
  • rumah depan Pengadilan Negeri Ciamis,
  • hingga sejumlah kosan, hotel, dan penginapan.

Di beberapa tempat, santri juga menemukan pasangan bukan muhrim saat razia berlangsung.

“Jadi rata-rata gudang miras yang kami bongkar itu ada salah satu beking dari oknum penegak hukum,” tegas KH Wawan.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian publik karena menyangkut dugaan adanya perlindungan terhadap peredaran miras ilegal.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi terkait tudingan tersebut.

Santri Sebut Ciamis Darurat Penyakit Masyarakat

Berdasarkan hasil razia yang mereka lakukan, KH Wawan menilai kondisi sosial di Kabupaten Ciamis sudah masuk kategori darurat penyakit masyarakat.

Tidak hanya soal miras.

Tetapi juga praktik prostitusi hingga persoalan LGBT yang menurutnya mulai ditemukan di sejumlah lokasi.

Karena itu, kelompok ulama dan santri berencana melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis pada pekan ini.

Salah satu tuntutan utama mereka adalah meminta pemerintah segera menerbitkan Peraturan Bupati terkait pelarangan peredaran minuman keras di wilayah Ciamis.

“Saya ingin segera dibuatkan peraturan bupati karena Ciamis darurat miras,” ujarnya.

Selain meminta regulasi baru, mereka juga mendesak agar sanksi terhadap pengedar miras diperberat.

Razia Dilakukan Hampir Tiap Malam

Menurut sejumlah santri yang terlibat, razia dilakukan hampir setiap malam secara bergiliran.

Mereka mendatangi lokasi yang sebelumnya sudah dipantau dan dilaporkan masyarakat.

Di beberapa titik, botol miras ditemukan tersimpan di ruangan tertutup. Ada yang disimpan dalam kardus. Ada pula yang disembunyikan di rumah kontrakan agar tidak mencolok dari luar.

Dan pola penyimpanan seperti itu disebut semakin sering ditemukan.

Di salah satu lokasi, santri terlihat mengangkut botol miras menggunakan karung besar sebelum diamankan bersama barang bukti lainnya.

Suasana sempat ramai ketika warga mulai berdatangan menyaksikan proses razia.

Ada yang merekam menggunakan ponsel. Ada pula yang ikut membantu menunjukkan lokasi penyimpanan barang.

Warga Mulai Resah dengan Peredaran Miras

Peredaran miras ilegal di Ciamis memang beberapa kali menjadi perhatian masyarakat.

Warga menilai keberadaan minuman keras sering memicu:

  • keributan malam hari,
  • tindak kriminal,
  • hingga gangguan keamanan lingkungan.

Karena itu, sebagian masyarakat mendukung langkah razia yang dilakukan kelompok santri dan ulama.

Meski demikian, sejumlah pihak juga berharap penanganan tetap dilakukan sesuai mekanisme hukum dan melibatkan aparat resmi.

Sebab persoalan miras tidak hanya menyangkut moral sosial.

Tetapi juga keamanan dan penegakan aturan.

Audiensi dengan Pemda Akan Digelar

Kelompok Hisbah berencana membawa seluruh hasil temuan mereka dalam audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Mereka ingin pemerintah daerah lebih serius menangani persoalan penyakit masyarakat yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Selain soal regulasi, mereka juga meminta pengawasan terhadap tempat hiburan, kosan, hotel, dan penginapan diperketat.

Karena menurut mereka, beberapa lokasi tersebut sering menjadi titik rawan pelanggaran sosial.

Di tengah perkembangan kota dan arus modernisasi, persoalan seperti ini mulai memunculkan perdebatan di masyarakat.

Ada yang menilai perlu tindakan tegas.

Ada pula yang meminta pendekatan lebih terukur dan berbasis hukum.

Namun satu hal yang kini mulai terasa jelas: keresahan warga terhadap peredaran miras di Ciamis memang semakin nyata.

Miras dan Generasi Muda Jadi Kekhawatiran Utama

KH Wawan menilai generasi muda menjadi kelompok paling rentan terdampak jika peredaran miras tidak segera ditekan.

Karena itu, menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan lebih serius sejak sekarang.

Apalagi akses terhadap minuman keras dinilai semakin mudah ditemukan di sejumlah wilayah.

Dan jika kondisi itu terus dibiarkan, dampaknya bisa jauh lebih besar bagi lingkungan sosial masyarakat.

Ratusan botol miras memang sudah diamankan malam itu.

Tetapi pertanyaan yang kini muncul jauh lebih besar: sampai kapan keresahan warga hanya berhenti jadi razia… tanpa perubahan nyata yang benar-benar terasa di lapangan? (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Digital

    Desa Digital Cibiru Wetan Bikin Pelayanan Warga Lebih Cepat dan Transparan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 22
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Desa digital kini bukan lagi sekadar konsep masa depan. Transformasi layanan berbasis teknologi mulai benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat desa. Salah satu contohnya terlihat di Desa Cibiru Wetan yang menghadirkan sistem pelayanan terintegrasi melalui Simpel Desa dan BaleDesa. Langkah digitalisasi desa itu tidak hanya menghadirkan layanan yang lebih cepat, tetapi juga […]

  • MBG Santri

    15,6 Juta Santri Masuk Target MBG, Kemenag Kebut Integrasi Data

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program MBG santri mulai memasuki fase paling menentukan. Pemerintah kini tidak hanya berbicara soal distribusi makan bergizi gratis, tetapi juga membenahi fondasi utama: data penerima. Tanpa data yang presisi, program bantuan gizi santri berisiko meleset dari target. Sejak awal, program makan bergizi gratis, intervensi nutrisi, dan penguatan gizi santri memang dirancang untuk […]

  • kisah Siti Hajar

    7 Kali Berlari di Tengah Putus Asa, Siti Hajar Mengubah Sejarah Makkah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 43
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Siti Hajar, perjuangan Hajar mencari air, dan asal-usul air zamzam bukan sekadar cerita lama—ini adalah potret paling jujur tentang iman di titik terendah manusia. Bayangkan ini: lembah tandus, sunyi, tanpa air, tanpa kehidupan. Di tempat seperti itu, seorang ibu dan bayi ditinggalkan. Bukan karena ditelantarkan, tetapi karena perintah langit. Nabi Ibrahim melangkah […]

  • ilustrasi umat Islam mengumandangkan takbir malam Idul Fitri dengan suasana meriah dan penuh kebersamaan

    Asal-usul Tradisi Takbiran: Dari Sunnah Jadi Perayaan Meriah

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi takbiran menjadi salah satu momen paling dinanti umat Islam. Tradisi takbiran dalam sejarah Islam tidak hanya sekadar gema pujian kepada Allah, tetapi juga simbol kemenangan spiritual setelah Ramadan. Selain itu, sejarah takbiran memperlihatkan bagaimana praktik ini berkembang dari ajaran sederhana menjadi perayaan meriah yang kita kenal saat ini. Awal Mula Tradisi […]

  • Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    Lensa: Membaca Fakta, Mengungkap Realita

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com – LENSA. Rubrik Lensa di albadarpost.com adalah ruang yang menajamkan pandangan kita terhadap kenyataan. Nama “Lensa” dipilih karena kami percaya data, riset, dan angka bukanlah deretan simbol kaku, melainkan jendela untuk memahami realita sosial yang kerap disembunyikan. Melalui Lensa, kami ingin memperlihatkan apa yang sering tak terlihat: ketimpangan, kesenjangan, dan potret kehidupan rakyat yang […]

  • Rendang daging sapi khas Sumatera Barat dengan bumbu rempah kental berwarna cokelat gelap di piring tradisional.

    Rendang: Kuliner Nusantara dengan Sejarah Menakjubkan

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Rendang dikenal sebagai salah satu kuliner paling terkenal dari Indonesia. Hidangan ini sering disebut juga rendang Minang atau rendang daging khas Sumatera Barat yang terkenal karena bumbu rempahnya yang kuat dan proses memasaknya yang panjang. Banyak orang menikmatinya karena rasanya kaya, aromanya menggoda, dan tekstur dagingnya lembut setelah dimasak berjam-jam. Namun […]

expand_less