Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Santri Bongkar Gudang Miras di Ciamis, Desak Pemda Tetapkan Darurat Miras

Santri Bongkar Gudang Miras di Ciamis, Desak Pemda Tetapkan Darurat Miras

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 244
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus miras Ciamis kembali menjadi sorotan setelah kelompok santri dan ulama yang tergabung dalam aksi hisbah atau amar ma’ruf nahi mungkar membongkar sejumlah titik penyimpanan minuman keras di wilayah Kabupaten Ciamis. Dalam hampir dua pekan terakhir, razia dilakukan di berbagai lokasi yang diduga menjadi gudang penyimpanan miras ilegal hingga tempat praktik penyakit masyarakat lainnya.

Aksi tersebut dipimpin langsung Pimpinan Hisbah KH Wawan Abdul Malik Marwan.

Razia terbaru berlangsung Selasa malam (19/5/2026) di kawasan Jalan Ahmad Yani, Ciamis.

Di lokasi tersebut, santri menemukan ratusan botol minuman keras berbagai merek yang kemudian diamankan.

Dan temuan itu menambah daftar panjang lokasi yang sebelumnya sudah mereka datangi.

Gudang Miras hingga Kosan Jadi Sasaran Razia

Menurut KH Wawan Abdul Malik Marwan, dalam dua minggu terakhir pihaknya telah mendatangi sejumlah titik yang diduga menjadi tempat penyimpanan miras.

Beberapa lokasi yang disebut antara lain:

  • wilayah Cikoneng,
  • Jalan Jenderal Sudirman,
  • rumah depan Pengadilan Negeri Ciamis,
  • hingga sejumlah kosan, hotel, dan penginapan.

Di beberapa tempat, santri juga menemukan pasangan bukan muhrim saat razia berlangsung.

“Jadi rata-rata gudang miras yang kami bongkar itu ada salah satu beking dari oknum penegak hukum,” tegas KH Wawan.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian publik karena menyangkut dugaan adanya perlindungan terhadap peredaran miras ilegal.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi terkait tudingan tersebut.

Santri Sebut Ciamis Darurat Penyakit Masyarakat

Berdasarkan hasil razia yang mereka lakukan, KH Wawan menilai kondisi sosial di Kabupaten Ciamis sudah masuk kategori darurat penyakit masyarakat.

Tidak hanya soal miras.

Tetapi juga praktik prostitusi hingga persoalan LGBT yang menurutnya mulai ditemukan di sejumlah lokasi.

Karena itu, kelompok ulama dan santri berencana melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis pada pekan ini.

Salah satu tuntutan utama mereka adalah meminta pemerintah segera menerbitkan Peraturan Bupati terkait pelarangan peredaran minuman keras di wilayah Ciamis.

“Saya ingin segera dibuatkan peraturan bupati karena Ciamis darurat miras,” ujarnya.

Selain meminta regulasi baru, mereka juga mendesak agar sanksi terhadap pengedar miras diperberat.

Razia Dilakukan Hampir Tiap Malam

Menurut sejumlah santri yang terlibat, razia dilakukan hampir setiap malam secara bergiliran.

Mereka mendatangi lokasi yang sebelumnya sudah dipantau dan dilaporkan masyarakat.

Di beberapa titik, botol miras ditemukan tersimpan di ruangan tertutup. Ada yang disimpan dalam kardus. Ada pula yang disembunyikan di rumah kontrakan agar tidak mencolok dari luar.

Dan pola penyimpanan seperti itu disebut semakin sering ditemukan.

Di salah satu lokasi, santri terlihat mengangkut botol miras menggunakan karung besar sebelum diamankan bersama barang bukti lainnya.

Suasana sempat ramai ketika warga mulai berdatangan menyaksikan proses razia.

Ada yang merekam menggunakan ponsel. Ada pula yang ikut membantu menunjukkan lokasi penyimpanan barang.

Warga Mulai Resah dengan Peredaran Miras

Peredaran miras ilegal di Ciamis memang beberapa kali menjadi perhatian masyarakat.

Warga menilai keberadaan minuman keras sering memicu:

  • keributan malam hari,
  • tindak kriminal,
  • hingga gangguan keamanan lingkungan.

Karena itu, sebagian masyarakat mendukung langkah razia yang dilakukan kelompok santri dan ulama.

Meski demikian, sejumlah pihak juga berharap penanganan tetap dilakukan sesuai mekanisme hukum dan melibatkan aparat resmi.

Sebab persoalan miras tidak hanya menyangkut moral sosial.

Tetapi juga keamanan dan penegakan aturan.

Audiensi dengan Pemda Akan Digelar

Kelompok Hisbah berencana membawa seluruh hasil temuan mereka dalam audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Mereka ingin pemerintah daerah lebih serius menangani persoalan penyakit masyarakat yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Selain soal regulasi, mereka juga meminta pengawasan terhadap tempat hiburan, kosan, hotel, dan penginapan diperketat.

Karena menurut mereka, beberapa lokasi tersebut sering menjadi titik rawan pelanggaran sosial.

Di tengah perkembangan kota dan arus modernisasi, persoalan seperti ini mulai memunculkan perdebatan di masyarakat.

Ada yang menilai perlu tindakan tegas.

Ada pula yang meminta pendekatan lebih terukur dan berbasis hukum.

Namun satu hal yang kini mulai terasa jelas: keresahan warga terhadap peredaran miras di Ciamis memang semakin nyata.

Miras dan Generasi Muda Jadi Kekhawatiran Utama

KH Wawan menilai generasi muda menjadi kelompok paling rentan terdampak jika peredaran miras tidak segera ditekan.

Karena itu, menurutnya, langkah pencegahan harus dilakukan lebih serius sejak sekarang.

Apalagi akses terhadap minuman keras dinilai semakin mudah ditemukan di sejumlah wilayah.

Dan jika kondisi itu terus dibiarkan, dampaknya bisa jauh lebih besar bagi lingkungan sosial masyarakat.

Ratusan botol miras memang sudah diamankan malam itu.

Tetapi pertanyaan yang kini muncul jauh lebih besar: sampai kapan keresahan warga hanya berhenti jadi razia… tanpa perubahan nyata yang benar-benar terasa di lapangan? (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivitas memasak di dapur menggunakan kompor gas dengan api stabil dan teknik hemat energi

    Rahasia Dapur Hemat Gas, Simpel Tapi Jarang Dilakukan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari tips hemat gas karena biaya dapur terus meningkat. Cara menghemat gas saat memasak atau trik memasak hemat energi sebenarnya cukup sederhana, namun sering diabaikan. Padahal, dengan teknik yang tepat, penggunaan gas bisa lebih efisien tanpa mengurangi kualitas masakan. Kenapa Gas Cepat Habis Tanpa Disadari? Pertama, banyak orang memasak dengan […]

  • Anak Yatim Rajadesa

    54 Anak Yatim Rajadesa Tersenyum di Gebyar Muharram

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bertempat di Masjid Al-Ikhlas Yayasan Al-Falah 7 Jagamulya, suasana haru dan kebersamaan menyelimuti Desa Rajadesa, Kabupaten Ciamis, saat puluhan anak yatim menerima santunan dan bingkisan dalam rangkaian Gebyar Muharram 1448 Hijriah. Sebanyak 54 anak yatim di Rajadesa menerima santunan tunai dan bingkisan hasil gotong royong masyarakat melalui gerakan zakat, infak, dan […]

  • Universitas Insan Cita

    KAHMI Ciamis Mimpi Besar Bangun Universitas Insan Cita

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Universitas Insan Cita menjadi gagasan besar yang mencuat dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Ciamis. Di tengah agenda pergantian kepengurusan organisasi, para alumni justru membicarakan sesuatu yang jauh melampaui urusan internal, yakni membangun perguruan tinggi yang dapat menjadi pusat pengabdian dan pengembangan sumber daya manusia di […]

  • Foto aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Cikurubuk dengan latar bangunan kios tradisional, simbol ekonomi kerakyatan.

    Strategi Pemkot dalam Upaya Revitalisasi Pasar Cikurubuk

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pasar tradisional merupakan ruang vital dalam struktur ekonomi kerakyatan Indonesia. Ketika masyarakat berbelanja di pasar, roda ekonomi lokal bergerak, keterlibatan UMKM meningkat, dan jalinan sosial antarwarga semakin kuat. Di Kota Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk merupakan salah satu pusat perdagangan lokal yang telah membentuk kehidupan ekonomi warga selama puluhan tahun. Namun dalam beberapa waktu […]

  • Kebakaran Lahan Garut

    15 Hektare Kebun Sawit Garut Terbakar, Polisi Turun Tangan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran lahan Garut kembali menjadi perhatian di tengah musim kemarau. Sedikitnya 15 hektare kebun kelapa sawit di lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Condong Garut hangus dilalap api di Area Afdeling Gataga Blok Cicalung Datar Kolasi, Kampung Tarisi, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Kamis (23/7/2026). Hingga kini, aparat kepolisian […]

  • Sistem SIMT Puspresnas terintegrasi dengan Beasiswa Talenta Indonesia untuk membuka jalur kuliah unggul bagi pelajar berprestasi

    Prestasi Nasional Kini Terhubung ke Beasiswa Kuliah Unggul

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Selama bertahun-tahun, prestasi pelajar Indonesia sering berakhir sebagai arsip. Piagam tersimpan rapi, medali berdebu, lalu cerita berhenti di sana. Namun mulai 2026, pola itu berubah. Pemerintah menghadirkan jalur baru yang lebih konkret melalui integrasi SIMT dengan Beasiswa Talenta Indonesia. Kini, prestasi tidak hanya diapresiasi. Prestasi dipakai. Dan lebih dari itu, prestasi menjadi […]

expand_less