Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Medali Wushu Kris Dayanti di Kejuaraan Dunia, Bukti Konsistensi dan Disiplin

Medali Wushu Kris Dayanti di Kejuaraan Dunia, Bukti Konsistensi dan Disiplin

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medali Wushu Kris Dayanti di kejuaraan dunia menegaskan konsistensi latihan, disiplin, dan semangat tanpa batas usia.

albadarpost.com, PELITA – Penyanyi sekaligus anggota DPR RI Kris Dayanti kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena karya musik atau kiprahnya di parlemen, melainkan karena keberhasilannya meraih medali wushu Kris Dayanti berupa medali perak pada ajang World Wushu Open Championship 2025. Capaian tersebut menarik perhatian karena dicapai di tengah kesibukannya sebagai figur publik dan di usia yang tidak lagi muda.

Kejuaraan yang berlangsung dengan melibatkan 59 delegasi dari berbagai negara itu menjadi ruang pembuktian. Kris Dayanti, yang akrab disapa KD, turun pada kategori Women Single Weapon Grup A untuk rentang usia 40-59 tahun. Meski bersaing dengan peserta yang sebagian besar lebih muda, ia tampil tenang, fokus, dan konsisten hingga berhak berdiri di podium.

KD menyebut pencapaian medali wushu Kris Dayanti bukan semata-mata soal kompetisi. “Ini kemenangan baru. Di usia saya, bukan untuk validasi atau uang. Saya hanya ingin konsisten menjadikan olahraga gaya hidup,” ujar KD dalam wawancara, Kamis (23/10). Ia menambahkan, perjalanan menuju podium itu tidak direncanakan sejak awal. “Awalnya hanya latihan buat sehat, ternyata bisa bawa pulang medali,” katanya.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi penanda bahwa semangat berlatih, dedikasi, dan ketekunan tidak mengenal usia maupun profesi.


Perjalanan Latihan Menuju Medali Wushu Kris Dayanti

Minat KD terhadap wushu bermula di masa pandemi COVID-19. Saat kegiatan publik dibatasi, ia mengubah sebagian taman rumahnya di Jakarta menjadi ruang latihan pribadi. Ia kemudian mencari pelatih wushu perempuan yang mampu membimbingnya secara privat.

“Aku pilih wushu karena tahu ini seni bela diri tapi cantik gerakannya. Meski pakai pedang atau golok, tetap elegan,” ujarnya mengenang awal mula ketertarikannya.

Empat tahun latihan privat berjalan secara konsisten. Ia selalu menyempatkan waktu di sela jadwal kedinasan dan pekerjaan menyanyi. Ketekunan itu kemudian membuka jalan ketika salah satu atlet utama dari sasananya berhalangan berangkat ke kompetisi internasional. KD diminta menjadi pengganti.

Keputusan untuk ikut kejuaraan tidak diambil tergesa-gesa. Ia berkonsultasi dengan suaminya, Raul Lemos, dan pelatih. Setelah mendapatkan dukungan penuh, KD menjalani persiapan intensif yang berlangsung sekitar satu bulan.

Latihan tidak hanya dilakukan di sasana. Saat bepergian atau berada di luar kota, ia melakukan visualisasi gerakan. “Enggak perlu tempat besar. Cukup di kepala dulu, besoknya tinggal dimaksimalkan di sasana,” ucapnya.

Raul disebut selalu memberi dorongan moral agar KD tetap fokus pada proses. “Kalau di nyanyi kan sudah hafal ritmenya, tapi di wushu atlet dikenal karena prestasi. Latihan dan bertanding harus seimbang,” tuturnya.


Tekanan Kompetisi dan Makna Kemenangan

Meski telah berpuluh tahun tampil di panggung besar sebagai penyanyi, KD mengakui suasana kompetisi wushu memberikan rasa tegang yang berbeda.

“Kalau konser bisa improvisasi, tapi di wushu semua gerakan ada pakemnya. Kalau salah, enggak boleh diperbaiki,” jelas KD.

Ia hanya terpaut tiga poin dari atlet asal Brasil yang meraih juara pertama. KD menyebut jarak angka tersebut sebagai pengingat bahwa ketekunan adalah proses yang berkelanjutan. Ia ingin terus memperbaiki teknik dan memperdalam pemahaman gerakan.

“Proses enggak pernah bohong. Aku senang bisa berlatih dan bertanding bareng banyak atlet muda dari seluruh dunia,” katanya.

KD juga membuka kemungkinan mengikuti kejuaraan berikutnya yang akan diadakan di Jakarta pada Desember mendatang. “Selagi badan sehat, why not?” ujarnya sambil tersenyum.

Pencapaian ini menjadikan medali wushu Kris Dayanti sebagai bukti penting dari komitmennya menjaga kesehatan, ketahanan mental, dan semangat kompetitif yang terukur.

Medali wushu Kris Dayanti menegaskan disiplin dan konsistensi, menunjukkan bahwa semangat juang tidak dibatasi usia maupun profesi. (Adiksa)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iman Islam Ihsan

    Tiga Fondasi Etika Publik Umat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Iman Islam Ihsan membentuk fondasi moral umat, memengaruhi perilaku sosial, ibadah, dan etika publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Di tengah meningkatnya krisis kepercayaan publik, konflik sosial, dan banalitas ibadah yang kerap terjebak rutinitas, konsep Iman Islam Ihsan kembali mengemuka sebagai fondasi etika umat. Tiga pilar ini bukan sekadar istilah teologis, melainkan kerangka nilai yang menentukan arah […]

  • Gedong Duwur

    Syuting Film Merusak Gedong Duwur, Pelestarian Cagar Budaya Diuji

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Vandalisme saat syuting film merusak Gedong Duwur, ancam nilai sejarah Indramayu. albadarpost.com, EDITORIAL – Bangunan Cagar Budaya Gedong Duwur di Kabupaten Indramayu rusak setelah aktivitas produksi film layar lebar. Coretan, noda, dan tempelan material ditemukan di dinding bangunan kolonial berusia hampir 150 tahun itu. Kerusakan ini bukan sekadar insiden teknis produksi, tetapi bentuk […]

  • RS TNT Tasikmalaya

    Tanpa Banyak Sorotan, RS TNT Tasikmalaya Siap Naik Kelas

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – RS Tani dan Nelayan (TNT) Kabupaten Tasikmalaya kini tengah bersiap naik level menjadi rumah sakit tipe D. Perubahan ini tidak banyak disorot, namun dampaknya besar bagi layanan kesehatan Tasikmalaya dan akses masyarakat terhadap fasilitas medis yang lebih baik. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas jangkauan pelayanan […]

  • PPPK Sekolah Rakyat

    Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2025 Dibuka, Kuota 3.003 Formasi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Kemensos membuka 3.003 formasi PPPK Sekolah Rakyat 2025 bagi tenaga kependidikan dengan batas usia 50 tahun. albadarpost.com, HUMANIORA – Kementerian Sosial membuka rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat tahun 2025. Peluang ini penting karena menyediakan 3.003 formasi bagi tenaga kependidikan yang selama ini bekerja paruh waktu maupun yang ingin masuk jalur karier pemerintah. Batas usia maksimal ditetapkan […]

  • Pengamanan Nataru Jawa Barat

    Amanakan Nataru, Polda Jabar Siagakan 25.000 Personel

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Polda Jabar kerahkan 25.000 personel untuk pengamanan Nataru Jawa Barat demi kelancaran arus mudik dan wisata. albadarpost.com, FOKUS – Kepolisian Daerah Jawa Barat menyiagakan sedikitnya 25.000 personel gabungan untuk mengawal pergerakan warga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas proyeksi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai titik tertinggi […]

  • tempe crispy fine dining

    Tempe Goreng Naik Level: Dari Makanan Biasa Jadi Fine Dining Viral

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tempe crispy fine dining kini menjadi tren kuliner yang menarik perhatian pecinta makanan modern. Hidangan tempe goreng premium ini menghadirkan tekstur renyah yang konsisten dengan sentuhan teknik memasak ala restoran mewah. Bahkan, tempe goreng modern ini tampil elegan dengan saus pendamping unik yang memperkaya rasa. Perubahan ini bukan sekadar gaya. Sebaliknya, inovasi […]

expand_less