Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Medali Wushu Kris Dayanti di Kejuaraan Dunia, Bukti Konsistensi dan Disiplin

Medali Wushu Kris Dayanti di Kejuaraan Dunia, Bukti Konsistensi dan Disiplin

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 86
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medali Wushu Kris Dayanti di kejuaraan dunia menegaskan konsistensi latihan, disiplin, dan semangat tanpa batas usia.

albadarpost.com, PELITA – Penyanyi sekaligus anggota DPR RI Kris Dayanti kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena karya musik atau kiprahnya di parlemen, melainkan karena keberhasilannya meraih medali wushu Kris Dayanti berupa medali perak pada ajang World Wushu Open Championship 2025. Capaian tersebut menarik perhatian karena dicapai di tengah kesibukannya sebagai figur publik dan di usia yang tidak lagi muda.

Kejuaraan yang berlangsung dengan melibatkan 59 delegasi dari berbagai negara itu menjadi ruang pembuktian. Kris Dayanti, yang akrab disapa KD, turun pada kategori Women Single Weapon Grup A untuk rentang usia 40-59 tahun. Meski bersaing dengan peserta yang sebagian besar lebih muda, ia tampil tenang, fokus, dan konsisten hingga berhak berdiri di podium.

KD menyebut pencapaian medali wushu Kris Dayanti bukan semata-mata soal kompetisi. “Ini kemenangan baru. Di usia saya, bukan untuk validasi atau uang. Saya hanya ingin konsisten menjadikan olahraga gaya hidup,” ujar KD dalam wawancara, Kamis (23/10). Ia menambahkan, perjalanan menuju podium itu tidak direncanakan sejak awal. “Awalnya hanya latihan buat sehat, ternyata bisa bawa pulang medali,” katanya.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi penanda bahwa semangat berlatih, dedikasi, dan ketekunan tidak mengenal usia maupun profesi.


Perjalanan Latihan Menuju Medali Wushu Kris Dayanti

Minat KD terhadap wushu bermula di masa pandemi COVID-19. Saat kegiatan publik dibatasi, ia mengubah sebagian taman rumahnya di Jakarta menjadi ruang latihan pribadi. Ia kemudian mencari pelatih wushu perempuan yang mampu membimbingnya secara privat.

“Aku pilih wushu karena tahu ini seni bela diri tapi cantik gerakannya. Meski pakai pedang atau golok, tetap elegan,” ujarnya mengenang awal mula ketertarikannya.

Empat tahun latihan privat berjalan secara konsisten. Ia selalu menyempatkan waktu di sela jadwal kedinasan dan pekerjaan menyanyi. Ketekunan itu kemudian membuka jalan ketika salah satu atlet utama dari sasananya berhalangan berangkat ke kompetisi internasional. KD diminta menjadi pengganti.

Keputusan untuk ikut kejuaraan tidak diambil tergesa-gesa. Ia berkonsultasi dengan suaminya, Raul Lemos, dan pelatih. Setelah mendapatkan dukungan penuh, KD menjalani persiapan intensif yang berlangsung sekitar satu bulan.

Latihan tidak hanya dilakukan di sasana. Saat bepergian atau berada di luar kota, ia melakukan visualisasi gerakan. “Enggak perlu tempat besar. Cukup di kepala dulu, besoknya tinggal dimaksimalkan di sasana,” ucapnya.

Raul disebut selalu memberi dorongan moral agar KD tetap fokus pada proses. “Kalau di nyanyi kan sudah hafal ritmenya, tapi di wushu atlet dikenal karena prestasi. Latihan dan bertanding harus seimbang,” tuturnya.


Tekanan Kompetisi dan Makna Kemenangan

Meski telah berpuluh tahun tampil di panggung besar sebagai penyanyi, KD mengakui suasana kompetisi wushu memberikan rasa tegang yang berbeda.

“Kalau konser bisa improvisasi, tapi di wushu semua gerakan ada pakemnya. Kalau salah, enggak boleh diperbaiki,” jelas KD.

Ia hanya terpaut tiga poin dari atlet asal Brasil yang meraih juara pertama. KD menyebut jarak angka tersebut sebagai pengingat bahwa ketekunan adalah proses yang berkelanjutan. Ia ingin terus memperbaiki teknik dan memperdalam pemahaman gerakan.

“Proses enggak pernah bohong. Aku senang bisa berlatih dan bertanding bareng banyak atlet muda dari seluruh dunia,” katanya.

KD juga membuka kemungkinan mengikuti kejuaraan berikutnya yang akan diadakan di Jakarta pada Desember mendatang. “Selagi badan sehat, why not?” ujarnya sambil tersenyum.

Pencapaian ini menjadikan medali wushu Kris Dayanti sebagai bukti penting dari komitmennya menjaga kesehatan, ketahanan mental, dan semangat kompetitif yang terukur.

Medali wushu Kris Dayanti menegaskan disiplin dan konsistensi, menunjukkan bahwa semangat juang tidak dibatasi usia maupun profesi. (Adiksa)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedong Duwur

    Syuting Film Merusak Gedong Duwur, Pelestarian Cagar Budaya Diuji

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Vandalisme saat syuting film merusak Gedong Duwur, ancam nilai sejarah Indramayu. albadarpost.com, EDITORIAL – Bangunan Cagar Budaya Gedong Duwur di Kabupaten Indramayu rusak setelah aktivitas produksi film layar lebar. Coretan, noda, dan tempelan material ditemukan di dinding bangunan kolonial berusia hampir 150 tahun itu. Kerusakan ini bukan sekadar insiden teknis produksi, tetapi bentuk […]

  • Persis vs Semen Padang

    Laga Hidup-Mati! Persis Solo di Ujung Tanduk, Semen Padang Siap Menikam

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Persis vs Semen Padang menjadi sorotan utama pecinta sepak bola nasional. Duel panas ini bukan sekadar laga biasa, melainkan pertarungan hidup-mati di zona degradasi Liga Indonesia. Laga Persis Solo vs Semen Padang bahkan disebut sebagai “final dini” karena hasilnya bisa langsung mengubah peta klasemen. Saat ini, Persis Solo dan Semen […]

  • “Ibu ditandu warga melewati jalan rusak di Sukabumi demi menyelamatkan bayinya yang kritis menuju fasilitas kesehatan”

    Kisah Heroik Tapi Tragis: Ibu Ditandu Demi Selamatkan Bayinya

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tangis pecah di sebuah pelosok Sukabumi, tepatnya di di Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah. Bukan sekadar tangis kehilangan, melainkan jerit pilu dari sebuah perjuangan panjang yang berakhir duka. Inilah kisah heroik tapi tragis seorang ibu yang rela ditandu ratusan meter demi menyelamatkan bayinya yang kritis. Peristiwa memilukan itu bermula saat […]

  • Grafik peningkatan loyalitas pelanggan pada UMKM melalui strategi berbasis data dan analisis bisnis

    Data Bicara! Ini 9 Cara UMKM Bikin Pelanggan Setia

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Meningkatkan loyalitas pelanggan UMKM kini tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan ramah. Pelaku usaha perlu memahami retensi pelanggan, membangun pelanggan setia, serta menggunakan strategi berbasis data. Berbagai studi menunjukkan bahwa pendekatan terukur mampu meningkatkan pembelian ulang sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen. Data Penting: Mengapa Loyalitas Pelanggan Sangat Krusial? Pertama, berbagai […]

  • Evakuasi Hape

    Hape Jatuh ke Got Tengah Malam, Damkar Ciamis Bergerak Cepat

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 4
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tidak semua panggilan ke petugas pemadam kebakaran berhubungan dengan kobaran api. Di Ciamis, sebuah operasi evakuasi hape atau ponsel yang jatuh ke dalam saluran got justru menjadi salah satu aksi penyelamatan yang menarik perhatian pada dini hari. Peristiwa itu terjadi Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 01.45 WIB di kawasan dekat Ganesha Operation […]

  • Rumah Tidak Layak Huni

    Prabowo Targetkan 400 Ribu Rumah Tidak Layak Huni Direhabilitasi pada 2026

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Prabowo targetkan 400 ribu rumah tidak layak huni direhabilitasi pada 2026 lewat program BSPS. albadarpost.com, LENSA – Presiden Prabowo Subianto menetapkan target ambisius: sebanyak 400 ribu unit rumah tidak layak huni akan direhabilitasi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan angka masyarakat yang […]

expand_less