Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Dari Suara Ngaji Malam, Pesantren Menjaga Wajah Indonesia

Dari Suara Ngaji Malam, Pesantren Menjaga Wajah Indonesia

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an masih terdengar pelan dari balik kamar-kamar sederhana di banyak pesantren Indonesia saat malam mulai larut. Sebagian santri duduk bersila sambil memegang kitab kuning yang mulai kusam di bagian sudutnya. Sebagian lain terlihat menghafal pelajaran di bawah cahaya lampu seadanya.

Pemandangan seperti itu mungkin terlihat sederhana. Namun dari tempat-tempat sederhana itulah tradisi pesantren terus hidup dan menjaga wajah Indonesia hingga hari ini.

Tradisi pesantren bukan hanya soal belajar agama. Di dalamnya ada tentang kesabaran, kedisiplinan, kebersamaan, hingga cara manusia menghargai ilmu dan kehidupan.

Dan menariknya, nilai-nilai itu tetap bertahan meski zaman berubah sangat cepat.

Pesantren dan Kehidupan yang Tidak Selalu Mudah

Banyak santri datang ke pesantren dari kampung kecil, desa pelosok, bahkan daerah yang jauh dari kota besar.

Mereka tinggal di kamar sederhana bersama banyak teman. Tidur beralas tikar bukan hal asing. Bangun sebelum subuh juga menjadi rutinitas sehari-hari.

Namun justru dari kehidupan sederhana itu, banyak santri belajar tentang arti perjuangan.

Ada yang harus mencuci pakaian sendiri. Ada yang menahan rindu kepada orang tua selama berbulan-bulan. Dan ada pula yang rela hidup hemat demi tetap bisa belajar.

Di pesantren, kenyamanan bukan hal utama.

Yang dijaga justru kebiasaan baik dan kedisiplinan hidup.

Tradisi Menghormati Guru yang Masih Dijaga

Salah satu hal yang membuat pesantren berbeda adalah hubungan antara santri dan kiai.

Bagi santri, kiai bukan sekadar pengajar. Banyak santri memandang guru sebagai sosok yang layak mereka hormati seperti orang tua sendiri.

Karena itu, tradisi mencium tangan guru, mendengarkan nasihat dengan tenang, hingga menjaga adab saat berbicara masih terus dijaga sampai sekarang.

Banyak tempat mulai meninggalkan nilai seperti itu.

Padahal dalam tradisi pesantren, para santri dan kiai sering menempatkan adab lebih penting daripada sekadar kepintaran.

“Ilmu tanpa adab bisa kehilangan arah,” begitu nasihat yang sering terdengar di lingkungan pondok.

Dari Pesantren, Banyak Tokoh Besar Lahir

Tidak sedikit tokoh penting Indonesia yang tumbuh dari lingkungan pesantren.

Ada ulama, pejuang kemerdekaan, pemimpin bangsa, hingga tokoh sosial yang pernah hidup sebagai santri.

Pada masa penjajahan, pesantren bahkan menjadi tempat tumbuhnya semangat perlawanan terhadap kolonialisme.

Para ulama dan santri ikut bergerak mempertahankan tanah air. Mereka bukan hanya mengajarkan agama, tetapi juga membangun keberanian dan rasa cinta kepada bangsa.

Karena itu, sejarah pesantren tidak pernah benar-benar terpisah dari sejarah Indonesia.

Kitab Kuning dan Malam yang Panjang

Bagi sebagian santri, malam justru menjadi waktu belajar paling panjang.

Selepas salat Isya, suasana pesantren biasanya belum benar-benar tidur. Masih ada suara santri membaca kitab. Masih ada diskusi kecil di teras kamar. Dan masih ada hafalan yang diulang pelan-pelan.

Kitab kuning menjadi bagian penting dari tradisi itu.

Lembaran kitab dengan tulisan Arab tanpa harakat sering membuat banyak orang luar kesulitan memahaminya. Namun bagi santri, mereka terus mempelajari kitab tersebut sebagai jendela ilmu dari generasi ke generasi.

Pesantren Bertahan di Tengah Dunia Digital

Hari ini dunia berubah sangat cepat. Media sosial, teknologi, dan gaya hidup modern ikut memengaruhi kehidupan anak muda.

Namun di tengah perubahan itu, pesantren tetap memiliki tempat tersendiri.

Banyak orang tua masih percaya bahwa pesantren mampu membentuk karakter anak dengan lebih kuat. Sementara banyak anak muda mulai melihat pesantren bukan lagi sebagai tempat kuno, melainkan ruang untuk belajar hidup lebih tenang dan terarah.

Kini banyak pesantren juga mulai beradaptasi. Selain mengajarkan ilmu agama, beberapa pondok mengembangkan pendidikan teknologi, bahasa asing, hingga keterampilan digital.

Namun meski zaman terus berubah, pesantren tetap menjaga nilai kesederhanaan dan akhlak.

Pesantren Mengajarkan Hal yang Mulai Dilupakan Banyak Orang

Di tengah dunia yang semakin sibuk mengejar popularitas dan materi, pesantren justru mengajarkan hidup yang lebih sederhana.

Santri belajar bahwa ilmu tidak selalu tentang gelar tinggi. Kehidupan juga bukan sekadar tentang siapa yang paling sukses di depan banyak orang.

Ada ketenangan yang lahir dari kebiasaan kecil: bangun sebelum subuh, belajar sabar, menghormati guru, dan hidup bersama tanpa memandang status sosial.

Dan mungkin itu sebabnya, tradisi pesantren tetap bertahan hingga sekarang.

Karena di tempat sederhana itulah, banyak orang belajar menjadi manusia sebelum belajar menjadi apa pun. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan warga menyambut pelari QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026 di Jalan Mashudi Tasikmalaya.

    QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026: Pelari Berdasi Bikin Warga Pecah

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Kota Tasikmalaya biasanya dimulai dengan suara kendaraan dan aktivitas pasar. Namun Minggu, 10 Mei 2026, suasananya berubah total. Sejak pukul 05.30 WIB, ribuan warga sudah berdiri di sepanjang jalur QRIS Unsil Tasik Half Marathon 2026. Jalanan dipenuhi lautan manusia. Anak-anak duduk di pinggir trotoar. Ibu-ibu membawa botol air mineral. […]

  • Hakordia 2025

    KPK Gelar Hakordia 2025 untuk Perkuat Gerakan Antikorupsi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    KPK gelar Hakordia 2025 di Yogyakarta dengan agenda kolaborasi antikorupsi lintas sektor selama empat hari. albadarpost.com, LENSA – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Hakordia 2025 sebagai gerakan kolaborasi nasional yang dipusatkan di Yogyakarta pada 6–9 Desember. Agenda empat hari ini bukan seremoni tahunan, tetapi ruang inklusif yang dirancang untuk memperluas partisipasi publik dalam pencegahan korupsi. Penetapan […]

  • Pajak UMKM

    Pajak UMKM Bisa Nihil? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Masih banyak pelaku usaha kecil yang mengira setiap omzet atau setiap penghasilan pasti langsung dikenai pajak. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar. Dalam sistem perpajakan Indonesia, terdapat beberapa kondisi yang memungkinkan Pajak UMKM atau Pajak Penghasilan (PPh) menjadi nol atau tidak terutang sesuai ketentuan yang berlaku. Kesalahan memahami aturan pajak bukan hanya […]

  • anggaran Rutilahu APBD

    Anggaran Rutilahu APBD Bandung Dijaga, Program Tetap Berjalan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kembali ditegaskan. Di tengah tantangan geografis dan dinamika fiskal daerah, pemerintah daerah memastikan anggaran Rutilahu APBD tetap terjaga agar program tersebut terus menyentuh warga yang membutuhkan. Penegasan itu disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meninjau sekaligus meresmikan 10 unit […]

  • Pj Sekda Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Melantik Pj Sekda

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Pelantikan Pj Sekda Tasikmalaya menjadi awal pengawasan publik terhadap efektivitas birokrasi dan pelayanan warga. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya menandai pergantian figur kunci dalam struktur birokrasi daerah. Namun di balik prosesi resmi, publik menaruh perhatian lebih besar pada satu hal: sejauh mana jabatan strategis ini mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan […]

  • Strategi branding sekolah untuk membangun kepercayaan publik dan daya saing pendidikan nasional

    Branding Sekolah dan Tanggung Jawab Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah meningkatnya persaingan dunia pendidikan, sekolah tidak lagi cukup berperan sebagai ruang transfer pengetahuan. Kini, masyarakat menuntut lebih dari sekadar capaian akademik. Selain mutu pembelajaran, orang tua juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter, kejelasan arah pendidikan, serta nilai-nilai yang ditanamkan. Oleh karena itu, situasi ini menandai perubahan mendasar dalam cara […]

expand_less