Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Banyak yang Belum Tahu, 4 Hal Ini Bisa Membatalkan Wudhu Tanpa Disadari

Banyak yang Belum Tahu, 4 Hal Ini Bisa Membatalkan Wudhu Tanpa Disadari

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Pembatal wudhu menjadi salah satu perkara fikih yang sering dianggap sederhana, padahal dampaknya sangat besar terhadap sah atau tidaknya ibadah. Banyak orang memahami tata cara berwudhu sejak kecil, tetapi tidak sedikit yang masih bingung mengenai hal-hal yang membuat wudhu batal.

Di teras sebuah masjid menjelang Magrib, misalnya, beberapa jamaah tampak mengantre di tempat wudhu. Ada yang baru pulang kerja. Ada pula pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah. Sebagian berbincang ringan sambil menunggu azan berkumandang.

Namun menariknya, pertanyaan tentang pembatal wudhu justru masih sering muncul.

“Kalau ketiduran sebentar saat menunggu iqamah, batal tidak?” tanya seorang jamaah.

Yang lain bertanya soal sentuhan kulit saat berdesakan di pasar atau kendaraan umum.

Pertanyaan seperti itu terdengar sederhana. Akan tetapi, jawabannya menentukan sah atau tidaknya salat seseorang.

Karena itu, para ulama sejak dahulu menempatkan pembahasan thaharah atau bersuci sebagai pelajaran dasar yang harus dipahami setiap Muslim sebelum mempelajari ibadah lainnya.

Dalam Mazhab Syafi’i, terdapat empat perkara utama yang membatalkan wudhu.

Pertama, Keluar Sesuatu dari Kubul atau Dubur

Pembatal wudhu yang paling dikenal adalah keluarnya sesuatu dari jalan depan (kubul) atau jalan belakang (dubur).

Yang dimaksud bukan hanya air kencing dan kotoran. Angin, darah, nanah, batu kecil, atau benda lain yang keluar melalui dua jalan tersebut juga termasuk penyebab batalnya wudhu.

Karena itu, seseorang yang mengalami salah satu keadaan tersebut wajib memperbarui wudhunya sebelum melaksanakan salat.

Dalil Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

“Atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air…”

(QS. An-Nisa: 43)

Ayat ini menjadi salah satu dasar hukum bahwa keluarnya sesuatu dari dua jalan menyebabkan hadas yang mengharuskan seseorang bersuci kembali.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Allah tidak menerima salat salah seorang di antara kalian apabila berhadas sampai ia berwudhu kembali.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, Hilangnya Akal karena Tidur atau Sebab Lain

Hal berikutnya yang membatalkan wudhu adalah hilangnya kesadaran.

Keadaan ini bisa terjadi karena tidur nyenyak, pingsan, mabuk, atau sakit yang menyebabkan seseorang tidak menyadari kondisi dirinya.

Di banyak masjid, situasi ini cukup sering terjadi. Terutama ketika menunggu salat Jumat atau kajian yang berlangsung cukup lama.

Sebentar menunduk.

Lalu kepala mulai terkulai.

Tanpa sadar tertidur.

Tidak sedikit yang kemudian bertanya apakah wudhunya masih berlaku.

Dalam fikih Syafi’i, hilangnya akal menjadi sebab batalnya wudhu karena seseorang tidak lagi mampu memastikan apakah dirinya tetap dalam keadaan suci atau tidak.

Dalil Hadis

Rasulullah SAW bersabda:

“Mata adalah pengikat dubur. Maka siapa yang tidur hendaklah ia berwudhu.”

(HR. Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan bahwa tidur menjadi salah satu sebab batalnya wudhu karena hilangnya kesadaran dan kemampuan mengontrol diri.

Ketiga, Bersentuhan Kulit dengan Lawan Jenis yang Bukan Mahram

Pembatal wudhu berikutnya yang sering menimbulkan pertanyaan adalah bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Dalam Mazhab Syafi’i, sentuhan kulit secara langsung tanpa penghalang dapat membatalkan wudhu apabila terjadi antara laki-laki dan perempuan yang telah mencapai usia yang memungkinkan timbulnya ketertarikan.

Karena itu, para ulama menyarankan kehati-hatian dalam kondisi tertentu, terutama ketika berada di tempat ramai.

Misalnya saat antre, berada di kendaraan umum, atau ketika menghadiri acara yang melibatkan banyak orang.

Dalil Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

“Atau kamu telah menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah.”

(QS. Al-Maidah: 6)

Mazhab Syafi’i memahami ayat ini sebagai sentuhan kulit secara langsung yang menyebabkan batalnya wudhu.

Meskipun demikian, para ulama juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan pendapat di kalangan mazhab lain mengenai penafsiran ayat tersebut.

Keempat, Menyentuh Kemaluan atau Lingkar Dubur dengan Telapak Tangan

Perkara terakhir yang membatalkan wudhu adalah menyentuh kemaluan manusia atau lingkar dubur secara langsung menggunakan bagian dalam telapak tangan tanpa penghalang.

Hukum ini berlaku baik terhadap kemaluan sendiri maupun orang lain.

Termasuk anak kecil.

Karena itu, sebagian orang tua terkadang tidak menyadari bahwa wudhunya batal setelah membersihkan atau memandikan anak.

Dalil Hadis

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu.”

(HR. Tirmidzi, Abu Dawud, dan An-Nasa’i)

Hadis ini menjadi landasan utama dalam pembahasan fikih mengenai batalnya wudhu akibat sentuhan langsung pada kemaluan.

Mengapa Pembahasan Ini Tidak Boleh Dianggap Sepele?

Banyak orang berusaha memperbaiki bacaan salat. Ada yang menghafal doa-doa panjang. Ada pula yang rutin mengikuti kajian setiap pekan.

Semua itu sangat baik.

Namun para ulama selalu mengingatkan bahwa ibadah yang besar sering kali berdiri di atas perkara-perkara yang tampak kecil.

Wudhu adalah salah satunya.

Menariknya, semakin seseorang mendalami agama, semakin ia menyadari bahwa menjaga kesucian bukan perkara sepele. Justru di situlah letak kehati-hatian seorang Muslim.

Sebab salat yang khusyuk tidak hanya membutuhkan hati yang hadir. Ia juga membutuhkan wudhu yang sah.

Dan wudhu yang sah lahir dari ilmu yang benar.

Jangan hanya menjaga kekhusyukan saat salat. Jagalah terlebih dahulu kesucian yang mengantarkan kita berdiri di hadapan Allah SWT. (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tumis ikan jambal roti

    Rahasia Tumis Jambal Roti Pedas Manis, Ikan Asin Jadi Menu Sultan!

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tumis ikan jambal roti kini menjadi primadona baru di dapur rumahan. Olahan ikan asin ini berubah total—lebih mewah, lebih menggoda, dan pastinya kaya rasa. Resep tumis jambal roti pedas manis menghadirkan perpaduan gurih, manis, dan pedas yang langsung bikin nafsu makan meningkat. Selain itu, variasi olahan ikan asin pedas manis semakin digemari […]

  • buruh migran

    9 Realitas Hidup Buruh Migran di Luar Negeri yang Mengejutkan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Buruh migran sering dipandang sebagai pahlawan devisa, tetapi realitas buruh migran di luar negeri tidak selalu seindah cerita sukses yang beredar. Banyak kisah, pekerja migran, hingga tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menyimpan sisi pahit, tekanan mental, dan pengorbanan besar yang jarang diketahui publik. Artikel ini membongkar fakta tersembunyi yang selama ini luput […]

  • kompetensi profesional guru abad 21

    PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENGHADAPI ABAD 21 

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    (Studi Kasus di SDN Karyasari Desa Bunisari Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur) Oleh Maman Herman1, Heni Purnamasari2maman.herman@unigal.ac.id ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi kompetensi guru abad 21 di SDN Karyasari Desa Bunisari Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur belum optimal. hal ini berhubungan dengan kompetensi profesional guru. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui gambaran kompetensi professional guru dalam menghadapi […]

  • Ledakan Dadaha

    Usai Ledakan Dadaha, Densus 88 Geledah Rumah di Cilembang

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ledakan Dadaha menjadi perhatian warga Kota Tasikmalaya setelah sebuah ledakan terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Sehari setelah kejadian, Densus 88 Antiteror Polri bersama personel Satbrimob Polda Jawa Barat melakukan penggeledahan di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Cilembang sebagai bagian dari […]

  • buruh sukses

    Buruh Biasa Bisa Sukses! Ini 6 Cara Mengubah Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Buruh sukses kini bukan lagi sekadar impian. Banyak kisah buruh sukses, pekerja dari nol yang berhasil, hingga buruh yang mengubah masa depan membuktikan bahwa latar belakang bukan penghalang untuk maju. Faktanya, semakin banyak buruh yang mampu keluar dari keterbatasan. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang melalui strategi yang tepat dan pola […]

  • reintroduksi banteng jawa

    Reintroduksi Banteng Jawa: Mandat Negara, Regulasi Konservasi, dan Celah Pertanggungjawaban

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pusat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran bukan sekadar proyek konservasi. Program ini berdiri di atas kerangka hukum yang mengikat, dengan konsekuensi administratif dan pidana bagi pihak yang melanggar. Reintroduksi banteng jawa, menurut otoritas kehutanan, adalah implementasi langsung kewajiban negara […]

expand_less