Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Krisis Air Bersih Meluas, Ciamis Resmi Siaga Darurat

Krisis Air Bersih Meluas, Ciamis Resmi Siaga Darurat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 37
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ember-ember mulai berjajar di depan rumah warga. Sebagian sumur yang selama ini menjadi sumber kehidupan perlahan kehilangan air. Di sejumlah titik di Kabupaten Ciamis, musim kemarau 2026 mulai memperlihatkan dampaknya. Kekeringan Ciamis kini tidak lagi sebatas potensi, tetapi sudah berubah menjadi krisis air bersih yang dirasakan warga di beberapa desa.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan (Karhutla). Keputusan itu diambil setelah hasil pemantauan lapangan menunjukkan sejumlah wilayah mulai mengalami kekurangan pasokan air bersih, sementara hujan belum juga turun dalam beberapa waktu terakhir.

Dua Desa Sudah Mengalami Krisis Air Bersih

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengatakan status siaga darurat ditetapkan sebagai langkah antisipasi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum dampak kemarau meluas.

Menurutnya, hasil monitoring menunjukkan beberapa wilayah mulai mengalami penurunan ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut diperkuat oleh prakiraan musim dari BMKG, serta Surat Edaran Gubernur Jawa Barat dan Surat Edaran Bupati Ciamis mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan dan Karhutla.

“Status siaga darurat ditetapkan karena masyarakat di beberapa wilayah sudah mulai mengalami kekurangan air bersih. Selain itu, musim kemarau juga mulai terasa karena hujan tidak turun di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis,” ujar Ani, Kamis (9/7/2026).

Hingga awal Juli 2026, laporan resmi baru datang dari dua desa di Kecamatan Banjarsari, yakni Desa Kawasen dan Desa Cibadak.

Kekeringan Ciamis

Mobil tangki BPBD Kabupaten Ciamis mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan, Kamis (9/7/2026).

Lebih dari Seribu Warga Terdampak Kekeringan

Di Dusun Cibeureum, Desa Cibadak, sejumlah sumur warga mulai mengering. Akibatnya, kebutuhan air untuk minum, memasak, mandi, hingga mencuci ikut terganggu.

Pemerintah Desa Cibadak kemudian mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Ciamis.

Berdasarkan surat resmi pemerintah desa tertanggal 8 Juli 2026, kekeringan telah berdampak pada 171 kepala keluarga atau 513 jiwa.

Sementara itu, sebelumnya BPBD juga telah menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Panamun, Desa Kawasen. Di wilayah tersebut, krisis air menyentuh 140 kepala keluarga atau 429 jiwa, terdiri atas 242 jiwa di RT 26 dan 187 jiwa di RT 27.

Meski jumlah laporan masih lebih sedikit dibandingkan musim kemarau 2023, BPBD memilih meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

“Kalau dibandingkan tahun 2023 memang belum sebanyak saat itu. Namun beberapa wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi sudah mulai menunjukkan gejala kekurangan air bersih,” kata Ani.

Delapan Kecamatan Masuk Zona Rawan Kekeringan

BPBD memetakan sedikitnya delapan kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan tertinggi terhadap kekeringan, yaitu Banjaranyar, Pamarican, Cimaragas, Banjarsari, Cidolog, Cipaku, Cihaurbeuti, dan Cijeungjing.

Meski demikian, hingga kini laporan resmi baru berasal dari Kecamatan Banjarsari.

Ani menjelaskan bahwa wilayah tersebut hanya memiliki satu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), yakni di Desa Purwasari. Karena itu, ketika sumur warga mulai mengering, distribusi air bersih menjadi solusi paling cepat yang dapat dilakukan.

“Begitu ada laporan dan hasil asesmen menunjukkan masyarakat mulai kesulitan air, kami langsung menyiapkan distribusi air bersih sesuai kebutuhan dan skala prioritas,” ujarnya.

BPBD Siapkan Mobil Tangki hingga Koordinasi Lintas Instansi

Selama masa siaga darurat, BPBD telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.

Petugas akan terus memantau kondisi mata air, sumur, sungai, dan embung. Selain itu, informasi prakiraan cuaca dari BMKG juga dipantau secara berkala untuk mengetahui perkembangan musim kemarau.

Di sisi lain, BPBD telah menyiapkan armada mobil tangki, tandon air, serta titik distribusi apabila kebutuhan air bersih semakin meningkat.

Koordinasi juga diperkuat bersama PDAM, DPUPRP, DPRKPLH, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga para relawan.

Selain penanganan darurat, BPBD mendorong pembangunan embung, penampungan air hujan, dan perlindungan kawasan resapan sebagai solusi jangka panjang menghadapi musim kemarau yang berulang.

BPBD Minta Warga Hemat Air dan Waspadai Karhutla

BPBD mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara efektif dan efisien selama musim kemarau berlangsung.

Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta ikut menjaga hutan dan sumber-sumber air agar risiko kebakaran maupun kekeringan tidak semakin besar.

Menurut Ani, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar dampak musim kemarau dapat ditekan sejak dini.

Kemarau memang tidak bisa dihentikan. Namun, ketika pemerintah bergerak cepat dan masyarakat ikut menjaga setiap tetes air yang tersisa, krisis tidak harus berubah menjadi bencana yang lebih besar. Pencegahan selalu lebih murah daripada penyesalan ketika sumur benar-benar kering. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi suasana refleksi Ramadan tentang membersihkan hati dari hasad dengan cahaya spiritual yang menenangkan.

    Bersihkan Hati dari Hasad di Bulan Suci, Ini Panduannya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membersihkan hati dari hasad menjadi fokus utama umat Islam di bulan suci. Hasad atau dengki merupakan penyakit hati yang merusak pahala dan menggerogoti ketenangan jiwa. Karena itu, Ramadan hadir sebagai momentum terbaik untuk membersihkan hati dari hasad serta menghilangkan iri dan dengki yang menghambat kualitas ibadah. Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan […]

  • Kebijakan ASN

    Gubernur Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Pengawas Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Jabar rekrut Mahasiswa Teknik Sipil jadi pengawas proyek. Honor Rp 300 ribu/hari. Tingkatkan idealisme dan kualitas konstruksi. Dampak Kebijakan Konsultan Mahasiswa albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah inovatif untuk memperkuat pengawasan proyek infrastruktur daerah dengan melibatkan kalangan akademisi muda. Kebijakan ini akan merekrut Mahasiswa Teknik Sipil dari berbagai perguruan tinggi di […]

  • penyekapan anak Tasikmalaya

    Remaja 15 Tahun Disekap Dua Hari di Tasikmalaya, Polisi Tangkap Empat Pelaku

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Polisi tangkap pelaku penyekapan remaja, indikasi budaya predator di ruang publik. Remaja 15 Tahun Disekap, Aparat Bergerak Saat Keluarga Mencari albadarpost.com, EDITORIAL – Sebuah penggerebekan di kawasan Jalan Komalasari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, membuka luka sosial yang selama ini kita abaikan. Seorang anak berusia 15 tahun ditemukan dalam kamar penginapan bersama empat pria. […]

  • Gatur Pagi Langensari

    Sejak Pukul 06.00 WIB, Polisi Sudah Berdiri di Simpang Banjar, Ini Tujuannya

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gatur Pagi Langensari kembali terlihat di sejumlah ruas utama Kota Banjar pada Senin (8/6/2026). Kegiatan pengaturan lalu lintas pagi atau pelayanan arus kendaraan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran polisi yang paling dekat dengan aktivitas harian masyarakat. Ketika sebagian warga masih menyiapkan sarapan, mengantar anak sekolah, atau memanaskan kendaraan, sejumlah anggota […]

  • reintroduksi banteng jawa

    Reintroduksi Banteng Jawa: Mandat Negara, Regulasi Konservasi, dan Celah Pertanggungjawaban

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pusat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran bukan sekadar proyek konservasi. Program ini berdiri di atas kerangka hukum yang mengikat, dengan konsekuensi administratif dan pidana bagi pihak yang melanggar. Reintroduksi banteng jawa, menurut otoritas kehutanan, adalah implementasi langsung kewajiban negara […]

  • Anggota Pemuda Pancasila Ciamis melakukan penanaman pohon dalam rangka Hari Lahir Pancasila dan program Jabar Hijau.

    Di Hari Lahir Pancasila 2026, Pemuda Pancasila Ciamis Tanam 1.000 Pohon

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemuda Pancasila Ciamis kembali menjadi perhatian menjelang Hari Lahir Pancasila 2026. Namun kali ini bukan karena kegiatan seremonial atau konvoi kendaraan. Organisasi kepemudaan tersebut justru memilih menanam 1.000 pohon di sejumlah titik rawan longsor dan lahan kritis sebagai bentuk dukungan terhadap program Jabar Hijau. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 […]

expand_less