Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Evaluasi Drainase Tasikmalaya Menguat pada Musim Hujan

Evaluasi Drainase Tasikmalaya Menguat pada Musim Hujan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost menilai ujian nyata drainase Tasikmalaya dan dampaknya bagi keselamatan publik.


Kota di Ambang Ujian

albadarpost.com, EDITORIAL – Peringatan BMKG tentang hujan lebat sepanjang Desember menempatkan drainase Tasikmalaya pada momen pembuktian paling krusial. Kota ini, yang saban tahun berhadapan dengan banjir di titik-titik langganan, kembali harus menilai apakah ratusan proyek infrastruktur tahun 2025 benar-benar menjawab keresahan publik. Inilah isu utamanya: hujan bukan sekadar fenomena alam, melainkan cermin kualitas tata kelola. Dan dampaknya menyangkut langsung hidup warga—dari akses jalan, keselamatan berkendara, hingga penghidupan pedagang kecil.

Fakta Dasar dan Data Pendukung

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), hampir 100 proyek yang bersentuhan langsung dengan drainase Tasikmalaya digulirkan sepanjang 2025, dengan total anggaran lebih dari Rp10 miliar. Angka itu belum termasuk pekerjaan yang menggunakan nomenklatur “irigasi” atau “sistem pembuangan”, yang kemungkinan menambah skala pekerjaan.

Publik menaruh harapan besar. Ketika curah hujan mencapai puncak di akhir tahun, mereka ingin melihat kerja yang bukan hanya tertulis di dokumen, tetapi terlihat di jalan dan permukiman. Asep Marinda dari Gabrutas menyebut Desember sebagai ruang uji paling objektif atas rangkaian proyek tersebut.

Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir di Tasikmalaya, Warga Minta Penanganan Serius

Ia menilai indikatornya sederhana: bila hujan deras turun dan aliran air tetap bergerak tanpa menciptakan genangan lama, ada perbaikan. Bila sebaliknya, maka uang rakyat kembali hilang tanpa hasil. Pandangan itu sejalan dengan logika publik: infrastruktur semestinya terlihat kerjanya pada situasi paling menantang.

Infrastruktur Tanpa Perawatan Tidak Akan Menyelamatkan Kota

Editorial ini menilai bahwa tantangan utama drainase Tasikmalaya bukan sekadar panjang saluran atau besarnya anggaran, melainkan konsistensi perawatan dan kecermatan desain teknis. Banyak persoalan banjir bukan lahir dari satu titik saluran yang dangkal, tetapi dari kombinasi faktor: pertemuan arus dari perumahan yang tak terpetakan, sedimentasi yang lama tak disedot, serta sampah yang setiap hari jatuh ke parit.

Baca juga: Pemprov Jabar Tingkatkan Mitigasi Hadapi Cuaca Ekstrem di Puncak Hujan

Masalah perawatan drainase—seperti yang dikeluhkan warga hingga menyentuh persoalan mobil pengangkut sampah yang mogok berhari-hari—adalah alarm yang harus ditanggapi serius. Infrastruktur tidak pernah berdiri sendiri; ia memerlukan sistem operasi harian. Tanpa pengawasan dan perawatan, pembangunan sebesar apa pun akan lumpuh pada musim hujan berikutnya.

Redaksi memandang bahwa pemerintah kota terlalu sering menjadikan curah hujan sebagai kambing hitam, padahal hujan hanya memperlihatkan kelemahan struktur pengelolaan kota. Curah hujan bukan penyebab banjir; kelemahan manajemen adalah penyebab utamanya.

Konteks Historis dan Perbandingan

Pola ini berulang bertahun-tahun. Dari kawasan HZ, Sutisna Senjaya, hingga Cikurubuk, genangan selalu muncul pada lokasi yang sama. Kota yang pernah terdampak banjir berulang biasanya memiliki dua ciri: perencanaan teknis yang terputus antara satu titik dengan titik lainnya, serta budaya pemeliharaan yang sporadis.

Banyak kota di negara lain—Bangkok, Seoul, Hiroshima—melalui fase serupa, tetapi berhasil keluar karena tiga hal: pemetaan aliran air berbasis data, perawatan saluran yang terjadwal, dan transparansi anggaran. Tasikmalaya sebetulnya sudah memiliki modal pertama, yaitu data. Namun data tanpa tindakan hanya akan menjadi halaman laporan yang tidak mengubah keadaan.

Sikap Redaksi dan Seruan

Albadarpost berpandangan bahwa ujian terhadap drainase Tasikmalaya bukan sekadar persoalan teknis, tetapi ujian akuntabilitas. Pemerintah kota harus menunjukkan bahwa setiap rupiah yang dihabiskan benar-benar memperkuat ketahanan kota menghadapi iklim ekstrem.

Kami menyerukan tiga hal. Pertama, buka data aliran drainase secara transparan agar publik dapat memantau progresnya. Kedua, rancang ulang sistem perawatan sampah dan saluran air yang tidak bergantung pada kesiapan alat semata. Ketiga, evaluasi seluruh proyek 2025 tanpa menunggu laporan akhir tahun; hujan sudah memberikan indikator yang lebih jujur dari dokumen apa pun.

Perubahan bukan hanya janji politik, tetapi kerja teknis yang dapat diukur langsung oleh warga saat air turun dari langit.

Reflektif

Desember menjadi cermin yang tidak dapat dibohongi. Bila drainase Tasikmalaya bekerja baik, kota ini akan melihat hasilnya dalam aliran air yang mengalir tanpa hambatan. Bila tidak, maka tahun ini kembali menjadi pengingat bahwa komitmen pembangunan harus disertai keberanian untuk memperbaiki diri. Kota ini berhak atas sistem yang bekerja, bukan sekadar proyek yang selesai. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah untuk kalibrasi dan pengecekan arah kiblat di Indonesia tahun 2026.

    27–29 Mei 2026 Waktu Paling Akurat Cek Arah Kiblat, Ini Penjelasan BMKG

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena arah kiblat kembali menjadi perhatian umat Muslim setelah BMKG mengumumkan peristiwa Matahari tepat berada di atas Ka’bah akan terjadi pada 27–29 Mei 2026. Momen astronomi ini bukan hanya menarik dari sisi sains, tetapi juga menjadi waktu paling akurat untuk mengecek ulang posisi kiblat di rumah, mushola, hingga masjid. Menariknya lagi, proses […]

  • jalur SNBP dan SNBT

    Masuk PTN Jalur SNBP dan SNBT Jadi Andalan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    abadarpost.com, HUMANIORA — Pemerintah menegaskan bahwa akses masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetap terbuka bagi seluruh siswa, meski tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Penegasan ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti sebagai bagian dari kebijakan pendidikan nasional terbaru yang menekankan keadilan dan pemerataan kesempatan belajar. Kebijakan ini sekaligus menjawab keresahan siswa […]

  • Ular Kobra Tasikmalaya

    Ular Kobra Gegerkan Permukiman Tasikmalaya, Damkar Evakuasi dalam 6 Menit

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seekor ular kobra berbisa membuat panik warga di salah satu permukiman Kota Tasikmalaya, Sabtu (2/5/2026) siang. Reptil mematikan itu ditemukan bersembunyi di area luar rumah warga saat aktivitas harian sedang berlangsung. Kemunculan ular kobra Tasikmalaya tersebut pertama kali diketahui Anwar Yusuf ketika sedang menjemur pakaian di halaman rumahnya. Awalnya ia mengira […]

  • pembunuhan taksi online

    Polisi Telusuri Dugaan Pembunuhan Pengemudi Taksi Online di Tol Jagorawi

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Polisi selidiki kasus pembunuhan pengemudi taksi online yang ditemukan tewas di Tol Jagorawi. albadarpost.com, HUMANIORA – Suasana duka masih menyelimuti rumah Iffah Muhtianah di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sejak Senin malam, 10 November 2025, kabar kematian suaminya, Ujang Adiwijaya (57), pengemudi taksi online, membuat keluarga terpukul. Ujang ditemukan tewas di pinggir Tol Jagorawi, dengan luka […]

  • belajar malam di pesantren

    7 Tradisi Santri Belajar Malam di Pesantren

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Banyak orang mengenal pesantren sebagai tempat mengaji dan belajar agama. Namun, tidak banyak yang mengetahui bagaimana suasana belajar malam di pesantren setelah waktu Isya tiba. Tradisi belajar malam di pesantren, kebiasaan santri pada malam hari, dan aktivitas santri setelah mengaji ternyata menyimpan banyak cerita yang jarang terlihat dari luar. Saat sebagian orang […]

  • belajar online sekolah

    Pemerintah Tegaskan Sekolah Tatap Muka, Rencana Belajar Online Batal

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL -Isu belajar online sekolah sempat menjadi perbincangan publik setelah muncul wacana belajar online sebagai alternatif kebijakan pemerintah. Namun kini pemerintah memastikan bahwa sistem sekolah tatap muka tetap menjadi prioritas. Keputusan ini menegaskan bahwa proses pendidikan di Indonesia masih berlangsung secara langsung di ruang kelas. Pemerintah menilai pembelajaran tatap muka memberikan dampak lebih […]

expand_less