Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Belanja Internet “Siluman” di AMEL Kominfo Tasikmalaya

Belanja Internet “Siluman” di AMEL Kominfo Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Redaksi Albadarpost menilai kekosongan data AMEL Kominfo Tasikmalaya melemahkan transparansi dan pengawasan uang publik.


Etalase Transparansi yang Sengaja Dikaburkan

albadarpost.com, EDITORIAL – Aplikasi Monitoring-Evaluasi Lokal atau AMEL dirancang sebagai etalase transparansi pengadaan barang dan jasa negara. Di dalamnya, publik seharusnya dapat melihat siapa membeli apa, dari siapa, dengan nilai berapa. Namun pada belanja internet Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya, etalase itu justru tampak ditutup separuh.

Selama empat tahun berturut-turut, kolom Nama Penyedia dan NPWP Penyedia pada belanja internet di data AMEL dibiarkan kosong. Ini bukan sekadar persoalan administrasi. Ini menyentuh inti hak publik untuk mengetahui ke mana uang negara mengalir.


Fakta Dasar: Kekosongan yang Berulang

Penelusuran terhadap data AMEL menunjukkan pola yang konsisten. Dari tahun anggaran 2022 hingga 2025, belanja internet Kominfo Kota Tasikmalaya selalu muncul tanpa identitas penyedia. Tidak ada nama perusahaan. Tidak ada NPWP. Tidak ada jejak yang bisa ditelusuri publik.

Yang membuatnya kian janggal, pada saat yang sama, belanja jaringan intranet di dinas yang sama justru tercatat lengkap. Nama penyedia muncul jelas. NPWP tercantum. Bahkan satu perusahaan, PT Trans Indonesia Superkoridor, muncul berulang dalam beberapa tahun.

Fakta ini penting: sistem AMEL bekerja. Kolom identitas penyedia bisa diisi dan memang diisi—asal untuk belanja tertentu. Artinya, kekosongan pada belanja internet bukan keterbatasan sistem, melainkan pilihan pengisian data.


Analisis Redaksi: Transparansi yang Dipilih Setengah

Dalam tata kelola modern, identitas penyedia bukan pelengkap. Ia fondasi akuntabilitas. Tanpa nama penyedia di data AMEL, publik tidak bisa menilai rekam jejak perusahaan. Tanpa NPWP, publik tidak bisa menelusuri afiliasi, kepemilikan, atau potensi konflik kepentingan.

Data kosong di AMEL Kominfo Kota Tasikmalaya

Kekosongan ini juga tidak bisa dimaafkan sebagai kelalaian sesaat. Empat tahun berturut-turut adalah pola. Dan pola dalam kebijakan publik hampir selalu mencerminkan desain, bukan kecelakaan.

Pertanyaan kuncinya sederhana: mengapa identitas penyedia internet perlu disembunyikan? Apakah penyedianya selalu sama? Apakah ada relasi tertentu yang jika dibuka akan memicu pertanyaan lanjutan? Ataukah ini sekadar praktik lama yang dibiarkan karena tidak pernah dipersoalkan?

Baca juga: Anggaran Jaringan Kominfo Tasikmalaya Menyisakan Tanda Tanya

Redaksi tidak menuduh. Tetapi redaksi menegaskan: dalam pengelolaan uang publik, pertanyaan yang tidak dijawab jauh lebih berbahaya daripada tuduhan yang salah.


Konteks Historis dan Perbandingan

AMEL dikembangkan LKPP justru untuk mencegah praktik gelap pengadaan yang dulu marak terjadi di balik dokumen internal. Di banyak daerah, aplikasi ini dipakai sebagai alat kontrol sosial. Media, LSM, hingga warga bisa ikut mengawasi.

Di daerah lain di Jawa Barat, identitas penyedia belanja internet lazim ditampilkan terbuka. Tidak ada alasan teknis untuk menyembunyikannya. Justru belanja bernilai besar selalu menjadi prioritas keterbukaan.

Dalam konteks ini, praktik Kominfo Kota Tasikmalaya terlihat menyimpang. Bukan karena melanggar aturan secara eksplisit, melainkan karena mengosongkan semangat transparansi yang menjadi roh AMEL itu sendiri.


Sikap Redaksi: Hak Publik Tidak Boleh Dikebiri

Albadarpost berpihak pada prinsip dasar: uang publik harus bisa ditelusuri publik. Jika belanja internet nilainya miliaran rupiah setiap tahun, maka keterbukaannya harus berlipat, bukan dipangkas.

Kami mendorong Inspektorat Daerah, LKPP, dan aparat pengawas untuk tidak berhenti pada kepatuhan formal, tetapi menilai kualitas transparansi. Mengisi aplikasi secara setengah-setengah adalah bentuk pengabaian terhadap akuntabilitas.

Jika memang tidak ada yang perlu disembunyikan, maka membuka data AMEL seharusnya tidak menjadi masalah.


Reflektif

Dalam tata kelola anggaran publik, bahaya terbesar bukan teriakan yang gaduh, melainkan kesunyian yang dipelihara. Kekosongan data yang dibiarkan berulang bukan sekadar kelalaian. Ia adalah keputusan.

Dan setiap keputusan dalam keuangan negara, pada akhirnya, akan dimintai pertanggungjawaban di dunia dan di akhirat. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi wajah manusia yang dimanipulasi teknologi AI dengan nuansa digital futuristik dan dramatis.

    Deepfake AI Makin Viral, Sampai Mana Islam Membolehkannya?

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fiqih deepfake mulai menjadi pembahasan serius di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin masif. Teknologi edit wajah AI, manipulasi video digital, hingga rekayasa suara kini berkembang sangat cepat dan mampu membuat sesuatu yang palsu terlihat seperti nyata. Di media sosial, wajah seseorang bisa dipindahkan ke tubuh orang lain […]

  • Refleksi malam Nishfu Sya’ban sebagai waktu muhasabah diri dan persiapan spiritual menyambut Ramadhan

    Nishfu Sya’ban: Malam Sunyi untuk Pulang Sebelum Ramadhan Datang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua malam datang dengan sorotan. Sebagian hadir dalam diam, tanpa gegap gempita, tetapi justru membawa pesan yang lebih dalam. Nishfu Sya’ban termasuk di antaranya. Ia tidak sepopuler Ramadhan, tidak semeriah Idul Fitri, namun di situlah letak keistimewaannya. Malam ini mengajak manusia berhenti sejenak, bercermin, lalu menata kembali arah hidup sebelum cahaya […]

  • lagu erika itb

    Kontroversi Lagu Erika ITB, Publik Tak Lagi Diam Soal Etika Kampus

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Jagat media sosial mendadak riuh. Lagu Erika Institut Teknologi Bandung (ITB) viral dan memantik reaksi yang tidak sedikit. Lagu yang juga dikenal sebagai lagu Erika mahasiswa ITB atau lagu Erika viral kampus itu langsung menyebar luas, memunculkan perdebatan yang nyaris tak terbendung. Di satu sisi, ada yang menganggapnya bagian dari tradisi lama. Namun di sisi lain, tidak sedikit […]

  • Anak angkat Polres

    Polres Pangandaran Angkat Anak Yatim Berprestasi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Pangandaran mengambil langkah konkret dengan mengangkat seorang anak yatim berprestasi sebagai anak angkat institusi. Keputusan ini tidak hanya menjawab persoalan sosial, tetapi juga memberi jaminan pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Anak tersebut adalah Siti Aulia Marlina (16), siswi SMK Pasundan Cijulang yang kini resmi menjadi anak […]

  • risiko media sosial

    Risiko Media Sosial terhadap Anak Meningkat

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Kasus Purwakarta kembali menyorot risiko media sosial pada anak dan lemahnya sistem proteksi digital. Air Bah Sunyi di Dunia Digital albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus dugaan tindak pidana terhadap seorang siswi SMP di Purwakarta kembali menegaskan risiko media sosial yang kian mengancam anak-anak. Polisi menetapkan seorang mahasiswa sebagai tersangka setelah ditemukan adanya interaksi awal antara pelaku […]

  • Siluet wanita bersujud menangis di ruang gelap dengan botol minuman keras sebagai simbol kesombongan dalam ibadah dan penyesalan dosa.

    Sombong dalam Ibadah: Dosa yang Terlihat Suci

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Sombong dalam ibadah sering hadir dengan wajah paling sopan. Ia menyamar sebagai kesalehan, bersembunyi dalam kesombongan spiritual, dan tumbuh pelan sebagai ujub dalam amal. Banyak orang takut pada dosa terang-terangan, tetapi sedikit yang waspada pada ilusi kesalehan yang diam-diam menggerogoti hati. Padahal penyakit hati religius justru lebih sulit terdeteksi karena ia memakai […]

expand_less