Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Menggambar Dasar Anak Dinilai Penting bagi Motorik dan Emosi

Menggambar Dasar Anak Dinilai Penting bagi Motorik dan Emosi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Libur akhir pekan di sebuah rumah di Tasikmalaya diisi dengan suasana tenang. Rafee, duduk di lantai, selembar kanvas terbentang di depannya. Tangannya bergerak pelan, menarik garis-garis sederhana. Tidak ada target, tidak ada tuntutan. Hanya coretan, warna, dan rasa ingin tahu. Dari aktivitas itulah proses belajar menggambar dasar dimulai.

Kegiatan sederhana ini terjadi pada Minggu, 25 Januari. Namun dampaknya jauh dari sederhana. Menggambar dasar anak bukan hanya soal mengisi waktu luang, tetapi menjadi pintu awal bagi tumbuhnya kreativitas, ketenangan emosi, dan keterampilan motorik.

Menggambar Dasar Anak, Dari Coretan ke Kepercayaan Diri

Menurut Yayu Rahayu, S.Sn., guru desain grafis di sebuah SMK di Tasikmalaya, menggambar sebaiknya dikenalkan sejak anak masih sangat kecil. Bahkan sejak usia satu tahun.

“Di usia itu, anak sedang belajar menggerakkan tangan dan jari. Coretan-coretan awal sangat penting untuk melatih motorik,” kata Yayu.

Ia menjelaskan, menggambar dasar anak tidak bertujuan menghasilkan gambar bagus. Prosesnya jauh lebih penting. Anak belajar mengenal gerak, ruang, dan kebebasan berekspresi. Dari situ, rasa percaya diri perlahan tumbuh.

Baca juga: Paket C DPR Jadi Sorotan

Bagi anak, kanvas atau kertas kosong adalah ruang tanpa penilaian. Tidak ada benar atau salah. Setiap garis adalah bagian dari proses belajar.

Peran Orang Tua: Mendampingi, Bukan Menentukan

Yayu menekankan, peran orang tua sangat menentukan dalam pendidikan menggambar dasar anak. Pendampingan yang tepat akan membuat anak nyaman dan menikmati prosesnya.

“Orang tua cukup menemani. Tidak perlu mengarahkan terlalu jauh. Biarkan anak memilih warna, bentuk, dan caranya sendiri,” ujarnya.

Ia mengakui, salah satu kendala yang sering muncul adalah perbedaan minat dan daya kreativitas tiap anak. Tidak semua anak menyukai aktivitas menggambar dengan cara yang sama. Karena itu, pendekatan harus disesuaikan.

Ketika orang tua terlalu cepat menuntut hasil, anak justru kehilangan minat. Padahal, tujuan utama menggambar dasar anak adalah memberi ruang eksplorasi, bukan mencetak prestasi.

Hasilnya gambar basic landscape yang sangat indah.

Di rumah, suasana santai menjadi kunci. Dengan alat sederhana dan waktu yang cukup, anak dapat belajar tanpa tekanan.

Manfaat Emosional yang Sering Terlewat

Selain melatih motorik halus, menggambar memberi dampak emosional yang nyata. Anak belajar mengekspresikan perasaan melalui warna dan bentuk.

“Menggambar membantu meningkatkan kecerdasan emosional anak,” kata Yayu.

Anak yang terbiasa menggambar cenderung lebih tenang dan fokus. Mereka memiliki cara sehat untuk menyalurkan emosi, terutama ketika belum mampu mengungkapkan perasaan lewat kata-kata.

Baca juga: Pelajaran Ikhtiar yang Sering Kita Lupa

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membentuk karakter anak yang lebih sabar, kreatif, dan terbuka terhadap proses belajar. Nilai-nilai ini akan terbawa hingga mereka tumbuh besar.

Menggambar sebagai Aktivitas Keluarga

Fenomena anak belajar menggambar di rumah selama libur menunjukkan perubahan cara pandang keluarga terhadap pendidikan. Belajar tidak selalu harus di ruang kelas.

Bagi banyak orang tua, menggambar menjadi momen kebersamaan. Duduk berdekatan, mengamati proses anak, dan memberi dukungan sederhana. Dari situ, hubungan emosional terbangun secara alami.

Di tengah dominasi gawai, menggambar dasar anak hadir sebagai alternatif yang menyehatkan. Murah, mudah, dan penuh makna.

Dari coretan sederhana di atas kanvas, anak belajar mengenal dirinya dan dunia. Menggambar dasar anak bukan sekadar aktivitas seni, melainkan investasi kecil dengan dampak besar bagi tumbuh kembang dan karakter mereka. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • larangan jilbab Austria

    Larangan Jilbab Austria Berlaku 2026, Kritik HAM Menguat

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Austria melarang jilbab siswi di bawah 14 tahun. Kebijakan diuji HAM dan berpotensi digugat ke Mahkamah Konstitusi. Larangan Jilbab Disahkan, Ribuan Siswi Terdampak albadarpost.com, BERITA DUNIA – Parlemen Austria menyetujui kebijakan larangan penggunaan jilbab bagi siswi perempuan di bawah usia 14 tahun. Keputusan ini diambil Dewan Nasional Austria pada Kamis (11/12/2025) dan akan berlaku mulai […]

  • Ilustrasi Abdurrahman bin Auf sahabat Nabi yang kaya dan dermawan sedang bersedekah kepada masyarakat

    Rahasia Sukses Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Super Kaya

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESSTYLE – Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sahabat Nabi yang kaya raya sekaligus dermawan luar biasa. Sosok ini sering disebut sebagai contoh ideal bagaimana kekayaan dapat membawa manfaat besar. Kisah Abdurrahman bin Auf dan kemurahan hatinya, serta gaya hidup sederhana di tengah limpahan harta, menjadi inspirasi sepanjang masa. Awal Perjalanan: Dari Nol hingga Sukses […]

  • bukti elektronik penyidikan

    KPK Tegaskan Bukti Elektronik Penyidikan Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji terus bergerak. Lembaga antirasuah itu menguatkan temuan bukti elektronik penyidikan terkait dugaan aliran dana kepada seorang tokoh besar organisasi keagamaan nasional. Penegasan ini disampaikan KPK setelah memeriksa pihak yang bersangkutan sebagai saksi, sekaligus menanggapi bantahan atas tudingan keterlibatan dalam perkara tersebut. […]

  • Renungan tentang tanda matinya hati menurut Syekh Athaillah dan hadis Nabi Muhammad SAW

    Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Hati manusia hidup bukan karena detaknya, melainkan karena rasa. Selama hati masih mampu merindu pada kebaikan dan bergetar saat jatuh dalam dosa, selama itu pula iman masih bernapas di dalam dada. Namun ketika rasa itu menghilang, di situlah para ulama memberi peringatan paling sunyi dan paling menakutkan: hati mulai mati. Syekh Athaillah […]

  • Bedah Rumah PUPR

    Program Bantuan Bedah Rumah PUPR: Solusi Mengatasi Backlog Perumahan di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Program Bedah Rumah PUPR bantu ribuan keluarga berpenghasilan rendah wujudkan hunian layak dan sehat. albadarpost.com, LENSA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pemerataan hunian layak di seluruh Indonesia. Melalui program Bedah Rumah PUPR, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperbaiki rumah tidak layak huni sekaligus […]

  • Ilustrasi pengolahan limbah makanan MBG menjadi kompos dan pakan ternak bernilai ekonomi

    Limbah MBG Ternyata Bisa Jadi Ladang Cuan, Ini Peluang Usahanya

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menghadirkan dampak sosial dalam pemenuhan gizi masyarakat. Di berbagai daerah, limbah MBG dan sisa makanan kini mulai dilirik sebagai peluang usaha baru yang menghasilkan nilai ekonomi. Mulai dari sisa nasi, kulit buah, hingga sayuran yang tidak terpakai, banyak warga dan pelaku UMKM mulai mengolah limbah […]

expand_less