Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Warga Cianjur Tagih Janji Bupati Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede

Warga Cianjur Tagih Janji Bupati Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 267
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga Cianjur menagih janji Bupati untuk menolak geothermal di kaki Gunung Gede yang dinilai mengancam lingkungan.

albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga dari berbagai kecamatan di lereng Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, mendatangi Kantor Bupati Cianjur untuk menagih janji kepala daerah terkait penolakan geothermal Cianjur. Aksi yang berlangsung pada Rabu itu menjadi gelombang tuntutan terbaru atas pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di kawasan Pacet dan Cipanas, proyek yang sejak awal dinilai warga mengancam kondisi lingkungan kaki gunung.

Konvoi kendaraan dari wilayah utara Cianjur mengalir menuju kompleks perkantoran bupati. Setibanya di lokasi, warga langsung menggelar orasi, menegaskan kembali kekhawatiran bahwa pembangunan geothermal akan memicu kerusakan kawasan konservasi Gunung Gede-Pangrango. Mereka menyebut janji kampanye Bupati Mohammad Wahyu Ferdian yang beberapa waktu lalu menyatakan akan menolak dan melawan proyek tersebut secara terbuka.

Menurut Deden Patra, perwakilan warga, kehadiran massa tidak lebih dari usaha menagih komitmen yang disampaikan Bupati di hadapan publik sebelum terpilih. Deden menyatakan bahwa masyarakat yang tinggal di bawah kaki gunung sudah lama mengingatkan risiko lingkungan, mulai dari kerusakan tanah hingga potensi bencana.

“Ini janji yang disampaikan langsung oleh Bupati. Ia berkomitmen menolak pembangunan geothermal bersama masyarakat. Kami datang untuk mengingatkan janji itu,” ujar Deden.

Namun kehadiran warga tidak direspons langsung oleh Bupati. Ketidakhadiran itu memicu kekecewaan tersendiri. Berbagai tokoh masyarakat akhirnya menyampaikan tuntutan mereka melalui mimbar aksi yang dijaga ketat aparat TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Cianjur. Kondisi berlangsung tertib, tetapi tekanan massa terus menguat sepanjang aksi.

Baca juga: Bupati Garut Kawal Infrastruktur dan Bantuan Sosial

Warga menilai kawasan Gunung Gede-Pangrango terlalu rawan untuk infrastruktur geothermal. Mereka mengingatkan bahwa Cianjur masih menyimpan trauma gempa magnitudo 5,6 pada 2022 yang menewaskan 600 orang dan merusak belasan desa. Mereka khawatir pembangunan proyek panas bumi menambah kerentanan wilayah.

“Kami kecewa karena Bupati tidak datang menemui masyarakat yang memilihnya,” kata seorang perwakilan warga lainnya. Ia menambahkan, ketidakhadiran itu menandakan kurangnya kepedulian terhadap keresahan warga di bawah kaki gunung.

Kekecewaan tersebut berkembang menjadi tudingan bahwa Cianjur seolah tidak memiliki pemimpin yang berani berdiri di depan masyarakat pada isu penting. Para peserta aksi memastikan gerakan penolakan geothermal Cianjur akan terus berlanjut sampai ada keputusan resmi dari pemerintah daerah.

Gerakan warga juga tidak berhenti di Cianjur. Mereka merencanakan aksi lanjutan menuju Bandung untuk menyampaikan langsung penolakan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Warga berharap Pemprov meninjau ulang rencana pembangunan geothermal serta mempertimbangkan risiko ekologis kawasan konservasi.

Di tengah aksi yang berlangsung, video janji kampanye Bupati Mohammad Wahyu Ferdian kembali beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, ia menyatakan akan melawan pembangunan geothermal dan memilih mengembangkan kawasan Pacet dan Cipanas sebagai destinasi wisata. Ia bahkan menyebut konsep pengembangan kawasan wisata yang meniru kawasan Gunung Bromo.

Kembalinya video tersebut ikut menguatkan tuntutan warga bahwa pemerintah daerah harus konsisten terhadap komitmen yang telah disampaikan. Bagi warga, persoalan geothermal tidak hanya soal energi, tetapi soal keselamatan dan keberlanjutan lingkungan kaki Gunung Gede-Pangrango.

Warga Cianjur menuntut Bupati menepati janji menolak geothermal di kaki Gunung Gede yang dinilai membahayakan lingkungan dan keselamatan warga. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi peta administrasi Indonesia dan perbandingan desentralisasi fiskal daerah di Asia Tenggara dengan ketergantungan pada pusat

    80% Daerah Masih Bergantung Pusat, Ini Masalah Serius Desentralisasi Fiskal

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perdebatan soal desentralisasi fiskal daerah kembali mengemuka setelah Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menyoroti tingginya ketergantungan pemerintah daerah terhadap transfer pusat. Angkanya cukup mencolok. Sekitar 80 persen pembiayaan pembangunan daerah di Indonesia masih bertumpu pada pendapatan non-pajak, yang mayoritas berasal dari pemerintah pusat. Di atas […]

  • Disiplin ASN Garut

    Disiplin ASN Garut Diperketat Lewat Sistem Real-Time

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Mulai sekarang, kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut tidak lagi sekadar tercatat sebagai absensi harian. Disiplin ASN Garut memasuki babak baru setelah pemerintah daerah menerapkan sistem pemantauan kehadiran secara real-time yang akan menjadi salah satu dasar dalam evaluasi kinerja aparatur. Langkah ini diharapkan memperkuat akuntabilitas sekaligus meningkatkan […]

  • Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan persatuan saat empat hari besar keagamaan berlangsung berdekatan di Indonesia.

    Fenomena Langka! Empat Hari Besar Keagamaan Datang Beriringan di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Fenomena hari besar keagamaan beriringan tahun ini menjadi perhatian publik. Perayaan beberapa hari suci dari berbagai agama datang hampir bersamaan, menciptakan momentum yang jarang terjadi. Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai situasi hari raya keagamaan yang berdekatan ini justru menjadi kesempatan penting untuk memperkuat persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Momentum empat […]

  • Operasi Patuh 2026

    Bukan Sekadar Tilang, Ini Pesan Penting di Balik Operasi Patuh 2026

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi hari di sebuah persimpangan kota biasanya selalu sama. Lampu lalu lintas berganti dari merah ke hijau. Deretan sepeda motor mulai bergerak perlahan. Suara knalpot bercampur dengan bunyi klakson pendek yang sesekali terdengar dari belakang antrean. Di sisi jalan, seorang pengendara terlihat buru-buru mengenakan helm sambil sesekali melirik jam di layar […]

  • Pelaku UMKM Kota Tasikmalaya mengikuti program pendampingan usaha untuk meningkatkan daya saing dan pemasaran digital.

    UMKM Tasikmalaya yang Aktif di Medsos Berpeluang Ikut Program Naik Kelas

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peluang bagi pelaku UMKM Kota Tasikmalaya untuk berkembang semakin terbuka. Program UMKM Naik Kelas resmi hadir sebagai upaya mendorong usaha kecil agar lebih kompetitif, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perubahan pasar yang semakin cepat. Program pendampingan usaha tersebut digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Koperasi, […]

  • kenaikan pangkat Polres Garut

    Detik-Detik Haru Kenaikan Pangkat Polres Garut 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kenaikan pangkat Polres Garut menjadi sorotan utama dalam upacara yang digelar di halaman Mapolres Garut, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini tidak hanya menandai promosi jabatan personel Polri, tetapi juga mempertegas komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, kenaikan pangkat anggota Polri di Garut ini mencerminkan penghargaan atas dedikasi, loyalitas, […]

expand_less