Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Warga Cianjur Tagih Janji Bupati Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede

Warga Cianjur Tagih Janji Bupati Tolak Geothermal di Kaki Gunung Gede

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga Cianjur menagih janji Bupati untuk menolak geothermal di kaki Gunung Gede yang dinilai mengancam lingkungan.

albadarpost.com, LENSA – Ratusan warga dari berbagai kecamatan di lereng Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, mendatangi Kantor Bupati Cianjur untuk menagih janji kepala daerah terkait penolakan geothermal Cianjur. Aksi yang berlangsung pada Rabu itu menjadi gelombang tuntutan terbaru atas pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di kawasan Pacet dan Cipanas, proyek yang sejak awal dinilai warga mengancam kondisi lingkungan kaki gunung.

Konvoi kendaraan dari wilayah utara Cianjur mengalir menuju kompleks perkantoran bupati. Setibanya di lokasi, warga langsung menggelar orasi, menegaskan kembali kekhawatiran bahwa pembangunan geothermal akan memicu kerusakan kawasan konservasi Gunung Gede-Pangrango. Mereka menyebut janji kampanye Bupati Mohammad Wahyu Ferdian yang beberapa waktu lalu menyatakan akan menolak dan melawan proyek tersebut secara terbuka.

Menurut Deden Patra, perwakilan warga, kehadiran massa tidak lebih dari usaha menagih komitmen yang disampaikan Bupati di hadapan publik sebelum terpilih. Deden menyatakan bahwa masyarakat yang tinggal di bawah kaki gunung sudah lama mengingatkan risiko lingkungan, mulai dari kerusakan tanah hingga potensi bencana.

“Ini janji yang disampaikan langsung oleh Bupati. Ia berkomitmen menolak pembangunan geothermal bersama masyarakat. Kami datang untuk mengingatkan janji itu,” ujar Deden.

Namun kehadiran warga tidak direspons langsung oleh Bupati. Ketidakhadiran itu memicu kekecewaan tersendiri. Berbagai tokoh masyarakat akhirnya menyampaikan tuntutan mereka melalui mimbar aksi yang dijaga ketat aparat TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Cianjur. Kondisi berlangsung tertib, tetapi tekanan massa terus menguat sepanjang aksi.

Baca juga: Bupati Garut Kawal Infrastruktur dan Bantuan Sosial

Warga menilai kawasan Gunung Gede-Pangrango terlalu rawan untuk infrastruktur geothermal. Mereka mengingatkan bahwa Cianjur masih menyimpan trauma gempa magnitudo 5,6 pada 2022 yang menewaskan 600 orang dan merusak belasan desa. Mereka khawatir pembangunan proyek panas bumi menambah kerentanan wilayah.

“Kami kecewa karena Bupati tidak datang menemui masyarakat yang memilihnya,” kata seorang perwakilan warga lainnya. Ia menambahkan, ketidakhadiran itu menandakan kurangnya kepedulian terhadap keresahan warga di bawah kaki gunung.

Kekecewaan tersebut berkembang menjadi tudingan bahwa Cianjur seolah tidak memiliki pemimpin yang berani berdiri di depan masyarakat pada isu penting. Para peserta aksi memastikan gerakan penolakan geothermal Cianjur akan terus berlanjut sampai ada keputusan resmi dari pemerintah daerah.

Gerakan warga juga tidak berhenti di Cianjur. Mereka merencanakan aksi lanjutan menuju Bandung untuk menyampaikan langsung penolakan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Warga berharap Pemprov meninjau ulang rencana pembangunan geothermal serta mempertimbangkan risiko ekologis kawasan konservasi.

Di tengah aksi yang berlangsung, video janji kampanye Bupati Mohammad Wahyu Ferdian kembali beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, ia menyatakan akan melawan pembangunan geothermal dan memilih mengembangkan kawasan Pacet dan Cipanas sebagai destinasi wisata. Ia bahkan menyebut konsep pengembangan kawasan wisata yang meniru kawasan Gunung Bromo.

Kembalinya video tersebut ikut menguatkan tuntutan warga bahwa pemerintah daerah harus konsisten terhadap komitmen yang telah disampaikan. Bagi warga, persoalan geothermal tidak hanya soal energi, tetapi soal keselamatan dan keberlanjutan lingkungan kaki Gunung Gede-Pangrango.

Warga Cianjur menuntut Bupati menepati janji menolak geothermal di kaki Gunung Gede yang dinilai membahayakan lingkungan dan keselamatan warga. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayam goreng kampung berbumbu tradisional berwarna keemasan dengan tekstur renyah di luar dan daging lembut di dalam.

    Resep Ayam Goreng Kampung Gurihnya Bikin Nagih

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep Ayam Goreng Kampung selalu menjadi pilihan favorit karena cita rasanya yang khas, gurih, dan lebih tahan lama. Ayam goreng bumbu kampung menghadirkan aroma rempah yang kuat serta tekstur daging yang padat dan lezat. Tak heran jika resep ayam goreng tradisional ini sering dicari sebagai lauk andalan keluarga maupun stok makanan di […]

  • Ilustrasi seorang Muslim sedang berdzikir dengan suasana tenang untuk menggambarkan ketenangan hati dalam Islam.

    Hati Gelisah dan Pikiran Kacau? Coba Amalkan Dzikir Ini

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah kehidupan yang semakin bising, banyak orang mulai mencari ketenangan dengan berbagai cara. Ada yang mencoba healing, menjauh dari media sosial, hingga mencari suasana baru agar pikirannya lebih tenang. Namun, sebagian justru menemukan jawaban paling sederhana: kembali berdzikir kepada Allah SWT. Amalan yang terlihat ringan itu ternyata menyimpan kekuatan besar bagi […]

  • Petugas Dishub berjaga di perempatan Jalan Gunungsari Cipanas Tasikmalaya sambil mengawasi truk tambang pasir.

    Dishub Tasikmalaya Jaga Ketat Jalan Gunungsari-Cipanas

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Perempatan Cipanas Galunggung Sukaratu, Selasa (12/5/2026), terasa sedikit berbeda. Udara masih dingin. Kabut tipis belum sepenuhnya hilang dari sekitar Kampung Nyalindung, Jawa Barat. Namun di sisi jalan, tiga petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya sudah berdiri sejak pagi sambil memperhatikan kendaraan yang melintas satu per satu. Sesekali suara rem angin […]

  • child grooming

    Waspada Child Grooming di Ruang Digital

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Praktik child grooming di ruang digital menjadi ancaman nyata bagi keamanan anak dan remaja. Modusnya halus, sering tak terlihat, namun berdampak serius terhadap keselamatan dan kesehatan mental anak. Pemerintah dan masyarakat kini didorong untuk memperkuat pencegahan melalui edukasi, pendampingan, dan lingkungan digital yang lebih aman. Child grooming bukan peristiwa tunggal, melainkan proses. […]

  • remaja tenggelam Pangandaran

    Pencarian Remaja Tenggelam di Pangandaran Berakhir Haru, Ini Kronologinya

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 382
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa remaja tenggelam Pangandaran kembali menyita perhatian publik. Insiden tragis ini melibatkan seorang pelajar berusia 14 tahun yang hilang di perairan Pantai Timur Pangandaran. Kasus remaja tenggelam di Pangandaran ini tidak hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga memicu kekhawatiran tentang keselamatan di kawasan wisata laut. Muhamad Luthfi Padilah (14), warga Dusun […]

  • Bendahara Center Maula Indonesia (CMI) Rahmat Sidik

    LHKPN Kepala Bapenda Ciamis Jadi Sorotan, Naik Rp2,5 Miliar dalam Setahun

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Laporan LHKPN Aef Saefuloh mendadak menjadi perbincangan publik di Kabupaten Ciamis. Data kekayaan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis itu menunjukkan lonjakan aset yang cukup besar hanya dalam rentang satu tahun pelaporan. Kenaikan harta pejabat daerah sebenarnya bukan hal terlarang. Namun ketika nilainya melonjak drastis dalam waktu relatif singkat, masyarakat […]

expand_less