Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINISurat Al-‘Ashr sering kita baca cepat, bahkan hafal di luar kepala. Namun, justru karena terlalu akrab, banyak orang lupa bahwa Surat Al-‘Ashr adalah deklarasi kerugian massal. Dalam tiga ayat pendek dari Al-Qur’an, Allah membongkar ilusi kesibukan, produktivitas semu, dan gaya hidup yang tampak penuh pencapaian tetapi kosong makna. Surah ini bukan sekadar bacaan pendek shalat; ia adalah alarm keras bagi manusia modern yang gemar menunda dan merasa aman.

Allah berfirman:

Wal-‘ashr. Innal insāna lafī khusr.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2)

Menariknya, Allah tidak bersumpah demi harta, jabatan, atau popularitas. Allah bersumpah demi waktu. Artinya, waktu adalah saksi sekaligus hakim. Namun ironisnya, manusia justru paling sering menyia-nyiakan yang satu ini.

Demi Waktu, Bukan Demi Wacana

Pertama, Allah membuka surah ini dengan sumpah. Sumpah dalam Al-Qur’an selalu menunjukkan urgensi. Karena itu, ketika Allah bersumpah demi waktu, pesan yang dibawa bukan hal remeh.

Sayangnya, hari ini kita hidup dalam budaya “nanti saja”. Kita menunda taubat, menunda belajar, menunda memperbaiki diri. Sementara itu, kita merasa produktif hanya karena kalender penuh dan notifikasi tak pernah sepi. Padahal, Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa standar keberhasilan bukan sekadar sibuk.

Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam hadis sahih riwayat Muhammad:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Hadis ini terasa sangat relevan. Banyak orang sehat, tetapi tidak bermanfaat. Banyak orang punya waktu, tetapi tidak bernilai. Karena itu, kerugian yang dimaksud dalam Surat Al-‘Ashr bukan kerugian finansial semata, melainkan kerugian eksistensial.

Kerugian yang Kita Anggap Normal

Ayat kedua menyebutkan bahwa manusia benar-benar dalam kerugian. Kata lafī khusr menggunakan penegasan ganda. Artinya, kerugian itu pasti, menyeluruh, dan tak terhindarkan—kecuali ada syaratnya.

Di sinilah letak satirnya. Manusia modern gemar berburu cuan, tetapi lupa menghitung rugi akhirat. Kita khawatir saldo menipis, tetapi tidak cemas pahala kosong. Kita panik ketika proyek gagal, namun santai ketika shalat bolong.

Imam Al-Shafi’i pernah berkata, “Seandainya manusia merenungkan surah ini saja, niscaya itu sudah cukup bagi mereka.” Pernyataan ini menunjukkan betapa padat dan komprehensifnya pesan Surat Al-‘Ashr. Namun, kita justru sering melewatinya tanpa jeda berpikir.

Empat Syarat Lolos dari Kerugian

Walaupun ancamannya tegas, Allah tetap memberi jalan keluar. Ada empat syarat agar manusia tidak rugi.

1. Beriman

Iman bukan sekadar identitas. Ia menuntut keyakinan yang hidup dan memengaruhi keputusan sehari-hari. Tanpa iman, waktu hanya diisi ambisi duniawi.

2. Beramal Saleh

Iman tanpa aksi hanyalah wacana. Karena itu, Surat Al-‘Ashr langsung menyandingkan iman dengan amal saleh. Amal saleh berarti tindakan nyata yang sesuai syariat dan memberi manfaat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Barang siapa mengerjakan kebajikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada usaha baik yang sia-sia. Sebaliknya, waktu yang diisi maksiat atau kesia-siaan akan menumpuk kerugian.

3. Saling Menasihati dalam Kebenaran

Islam bukan agama individualistis. Kita tidak cukup menjadi baik sendirian. Kita harus aktif mengingatkan. Namun tentu saja, nasihat harus disampaikan dengan hikmah, bukan dengan amarah.

4. Saling Menasihati dalam Kesabaran

Perjuangan mempertahankan iman tidak selalu nyaman. Karena itu, kesabaran menjadi fondasi. Tanpa sabar, orang mudah menyerah pada tekanan sosial dan godaan zaman.

Sindiran untuk Generasi “Nanti”

Jika kita jujur, banyak di antara kita hidup seolah waktu tidak terbatas. Kita menunda membaca Al-Qur’an, menunda memperbaiki akhlak, dan menunda berdamai dengan orang tua. Padahal, Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa waktu terus berjalan tanpa kompromi.

Baca juga: Saat Istri Lelah, Bolehkah Menolak Suami? Ini Jawaban Fikihnya

Selain itu, budaya pamer produktif di media sosial membuat kita merasa sudah cukup. Kita unggah pencapaian, tetapi lupa evaluasi keikhlasan. Kita rayakan kesibukan, namun jarang mengaudit tujuan.

Karena itu, surah ini terasa seperti tamparan lembut. Ia tidak panjang, tetapi tajam. Ia tidak bertele-tele, tetapi menghujam. Setiap kali kita membacanya dalam shalat, seharusnya kita bertanya: hari ini aku untung atau rugi?

Alarm yang Terlalu Sering Dimatikan

Pada akhirnya, Surat Al-‘Ashr adalah pengingat sederhana dengan konsekuensi besar. Waktu terus berjalan, sementara manusia sering terjebak ilusi aman. Namun Allah sudah memberi rumus keselamatan yang jelas: iman, amal saleh, kebenaran, dan kesabaran.

Maka, sebelum waktu benar-benar habis, mari berhenti sejenak. Evaluasi arah hidup. Perbaiki niat. Isi hari dengan makna. Sebab ketika waktu bersaksi, tidak ada alasan yang tersisa.

والله أعلمُ بالصواب

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanker Lambung

    Konsumsi Cabai Berlebihan Dapat Picu Kanker Lambung, Ini Penjelasan Ahli

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Konsumsi cabai berlebihan berisiko picu kanker lambung. Pahami dampaknya dan cara aman menikmatinya. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Cabai menjadi elemen penting dalam kuliner Indonesia. Namun, di balik sensasi pedas yang menggugah selera, penelitian terbaru menunjukkan konsumsi cabai berlebihan dapat memicu risiko kanker lambung. Para ahli mengingatkan, kenikmatan rasa pedas sebaiknya dinikmati dengan batas wajar agar tidak […]

  • Mengantar Anak Sekolah

    Mengantar Anak Sekolah Ternyata Bernilai Ibadah

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Mengantar anak sekolah pada hari pertama masuk sekolah kembali menjadi perhatian setelah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, mengimbau instansi pemerintah memberikan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mendampingi putra-putrinya. Imbauan itu bertujuan mendukung penguatan ketahanan keluarga sekaligus sejalan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di […]

  • Kisah Nabi Ibrahim

    Saat Nabi Ibrahim Harus Memilih Iman atau Perasaan, Ini Pelajaran Besarnya

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Nabi Ibrahim menjadi salah satu cerita paling menyentuh dalam sejarah Islam. Tidak hanya berbicara tentang iman, perjalanan hidup Nabi Ibrahim juga mengajarkan arti keikhlasan, pengorbanan, dan keteguhan hati saat menghadapi ujian yang sangat berat. Hingga sekarang, kisah ini terus dikenang karena mampu menyentuh sisi terdalam manusia tentang cinta, kehilangan, dan kepasrahan […]

  • Mendekat kepada Allah

    Al-Hikam: Allah Tidak Menunggu Anda Selesai Sibuk

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Mendekat kepada Allah sering dianggap lebih mudah dilakukan ketika urusan dunia selesai. Banyak orang berkata, “Nanti kalau pekerjaan beres saya akan lebih rajin ibadah,” atau “Kalau ekonomi sudah stabil saya akan fokus kepada Allah.” Padahal menurut Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari, cara berpikir seperti itu justru menjadi penghalang terbesar dalam perjalanan spiritual […]

  • kajian Isra Mikraj

    Majelis Taklim Hegarmanah: Spirit Keumatan lewat Kajian Isra Mikraj

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, KOLABORASI – Di tengah situasi umat yang dihadapkan pada tantangan sosial dan kemanusiaan, Majelis Taklim Hegarmanah menyelenggarakan kajian Isra Mi’raj sebagai ikhtiar memperkuat kesadaran keumatan. Kegiatan ini tidak hanya mengajak jamaah memahami makna spiritual perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menautkannya dengan tanggung jawab sosial antar sesama Muslim. Kajian akan berlangsung pada Jumat, 16 […]

  • gempa megathrust Jawa Sumatra

    Megathrust Mengintai Jawa–Sumatra

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    BMKG mengingatkan ancaman gempa megathrust di Jawa dan Sumatra. Potensi besar dan dampaknya perlu diwaspadai. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan potensi gempa megathrust di wilayah Indonesia, khususnya di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Zona tersebut dinilai menyimpan akumulasi energi tektonik besar yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan […]

expand_less