Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINISurat Al-‘Ashr sering kita baca cepat, bahkan hafal di luar kepala. Namun, justru karena terlalu akrab, banyak orang lupa bahwa Surat Al-‘Ashr adalah deklarasi kerugian massal. Dalam tiga ayat pendek dari Al-Qur’an, Allah membongkar ilusi kesibukan, produktivitas semu, dan gaya hidup yang tampak penuh pencapaian tetapi kosong makna. Surah ini bukan sekadar bacaan pendek shalat; ia adalah alarm keras bagi manusia modern yang gemar menunda dan merasa aman.

Allah berfirman:

Wal-‘ashr. Innal insāna lafī khusr.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2)

Menariknya, Allah tidak bersumpah demi harta, jabatan, atau popularitas. Allah bersumpah demi waktu. Artinya, waktu adalah saksi sekaligus hakim. Namun ironisnya, manusia justru paling sering menyia-nyiakan yang satu ini.

Demi Waktu, Bukan Demi Wacana

Pertama, Allah membuka surah ini dengan sumpah. Sumpah dalam Al-Qur’an selalu menunjukkan urgensi. Karena itu, ketika Allah bersumpah demi waktu, pesan yang dibawa bukan hal remeh.

Sayangnya, hari ini kita hidup dalam budaya “nanti saja”. Kita menunda taubat, menunda belajar, menunda memperbaiki diri. Sementara itu, kita merasa produktif hanya karena kalender penuh dan notifikasi tak pernah sepi. Padahal, Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa standar keberhasilan bukan sekadar sibuk.

Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam hadis sahih riwayat Muhammad:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Hadis ini terasa sangat relevan. Banyak orang sehat, tetapi tidak bermanfaat. Banyak orang punya waktu, tetapi tidak bernilai. Karena itu, kerugian yang dimaksud dalam Surat Al-‘Ashr bukan kerugian finansial semata, melainkan kerugian eksistensial.

Kerugian yang Kita Anggap Normal

Ayat kedua menyebutkan bahwa manusia benar-benar dalam kerugian. Kata lafī khusr menggunakan penegasan ganda. Artinya, kerugian itu pasti, menyeluruh, dan tak terhindarkan—kecuali ada syaratnya.

Di sinilah letak satirnya. Manusia modern gemar berburu cuan, tetapi lupa menghitung rugi akhirat. Kita khawatir saldo menipis, tetapi tidak cemas pahala kosong. Kita panik ketika proyek gagal, namun santai ketika shalat bolong.

Imam Al-Shafi’i pernah berkata, “Seandainya manusia merenungkan surah ini saja, niscaya itu sudah cukup bagi mereka.” Pernyataan ini menunjukkan betapa padat dan komprehensifnya pesan Surat Al-‘Ashr. Namun, kita justru sering melewatinya tanpa jeda berpikir.

Empat Syarat Lolos dari Kerugian

Walaupun ancamannya tegas, Allah tetap memberi jalan keluar. Ada empat syarat agar manusia tidak rugi.

1. Beriman

Iman bukan sekadar identitas. Ia menuntut keyakinan yang hidup dan memengaruhi keputusan sehari-hari. Tanpa iman, waktu hanya diisi ambisi duniawi.

2. Beramal Saleh

Iman tanpa aksi hanyalah wacana. Karena itu, Surat Al-‘Ashr langsung menyandingkan iman dengan amal saleh. Amal saleh berarti tindakan nyata yang sesuai syariat dan memberi manfaat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Barang siapa mengerjakan kebajikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada usaha baik yang sia-sia. Sebaliknya, waktu yang diisi maksiat atau kesia-siaan akan menumpuk kerugian.

3. Saling Menasihati dalam Kebenaran

Islam bukan agama individualistis. Kita tidak cukup menjadi baik sendirian. Kita harus aktif mengingatkan. Namun tentu saja, nasihat harus disampaikan dengan hikmah, bukan dengan amarah.

4. Saling Menasihati dalam Kesabaran

Perjuangan mempertahankan iman tidak selalu nyaman. Karena itu, kesabaran menjadi fondasi. Tanpa sabar, orang mudah menyerah pada tekanan sosial dan godaan zaman.

Sindiran untuk Generasi “Nanti”

Jika kita jujur, banyak di antara kita hidup seolah waktu tidak terbatas. Kita menunda membaca Al-Qur’an, menunda memperbaiki akhlak, dan menunda berdamai dengan orang tua. Padahal, Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa waktu terus berjalan tanpa kompromi.

Baca juga: Saat Istri Lelah, Bolehkah Menolak Suami? Ini Jawaban Fikihnya

Selain itu, budaya pamer produktif di media sosial membuat kita merasa sudah cukup. Kita unggah pencapaian, tetapi lupa evaluasi keikhlasan. Kita rayakan kesibukan, namun jarang mengaudit tujuan.

Karena itu, surah ini terasa seperti tamparan lembut. Ia tidak panjang, tetapi tajam. Ia tidak bertele-tele, tetapi menghujam. Setiap kali kita membacanya dalam shalat, seharusnya kita bertanya: hari ini aku untung atau rugi?

Alarm yang Terlalu Sering Dimatikan

Pada akhirnya, Surat Al-‘Ashr adalah pengingat sederhana dengan konsekuensi besar. Waktu terus berjalan, sementara manusia sering terjebak ilusi aman. Namun Allah sudah memberi rumus keselamatan yang jelas: iman, amal saleh, kebenaran, dan kesabaran.

Maka, sebelum waktu benar-benar habis, mari berhenti sejenak. Evaluasi arah hidup. Perbaiki niat. Isi hari dengan makna. Sebab ketika waktu bersaksi, tidak ada alasan yang tersisa.

والله أعلمُ بالصواب

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi peserta BPJS PBI JK mengurus reaktivasi kepesertaan melalui Dinas Sosial sesuai panduan Kemensos RI.

    Kemensos Ungkap Cara Reaktivasi PBI JK yang Mudah dan Cepat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menegaskan bahwa proses reaktivasi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) berjalan mudah dan cepat. Informasi tersebut disampaikan langsung melalui laman media sosial resmi Kemensos RI untuk menjawab keresahan masyarakat terkait kepesertaan PBI JK yang dinonaktifkan. Dalam keterangannya, Kemensos menyebutkan bahwa sebanyak 8.394 peserta PBI […]

  • keamanan siber

    Siswa MAN Lampung Temukan Bug NASA dan Dorong Kesadaran Keamanan Siber

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Siswa Lampung temukan bug NASA dan dorong pentingnya keamanan siber di era digital yang makin rentan. albadarpost.com, HIKMAH – Laporan soal temuan celah keamanan oleh seorang siswa MAN 1 Bandar Lampung kembali menempatkan Indonesia pada radar lembaga antariksa Amerika Serikat. Di tengah meningkatnya kebutuhan keamanan siber, temuan ini memperlihatkan bagaimana kemampuan teknis generasi muda dapat […]

  • teror air keras

    Terungkap! Teror Air Keras Andrie Yunus, CCTV Bongkar Wajah Pelaku

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus teror air keras, penyiraman air keras, dan aksi brutal terhadap aktivis Andrie Yunus akhirnya memasuki babak baru. Sejak awal, publik terus mengikuti perkembangan kasus ini. Kini, rekaman CCTV dan investigasi ilmiah membuka jalan untuk mengungkap identitas pelaku secara lebih jelas. Perkembangan tersebut langsung menyita perhatian. Selain itu, temuan terbaru mengindikasikan […]

  • menunda amal baik

    Ulama Ingatkan Bahaya Menunda Amal Baik dan Dampaknya

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menunda amal baik bukan sekadar persoalan waktu, tetapi menyangkut kualitas iman dan arah hidup seorang Muslim. Ulama tasawuf Syekh ‘Athaillah As-Sakandari menegaskan, kebiasaan menunda kebaikan dengan alasan menunggu momen yang lebih tepat merupakan tanda kebodohan yang nyata. Peringatan ini relevan di tengah masyarakat modern yang kerap menunda ibadah, sedekah, dan tanggung jawab […]

  • ujaran kebencian

    Kasus Ujaran Kebencian, Polisi Telusuri Jejak Pelarian Resbob

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Pelarian streamer Resbob usai kasus ujaran kebencian berakhir di Semarang, polisi dalami motif. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kepolisian Daerah Jawa Barat memburu seorang streamer yang tersandung kasus ujaran kebencian bermuatan penghinaan terhadap Suku Sunda. Upaya melarikan diri itu berakhir di Semarang, Jawa Tengah, setelah polisi melacak pergerakan pelaku lintas kota. Kasus ini menjadi perhatian publik […]

  • Ilustrasi pelajar Indonesia di era digital dengan sorotan krisis karakter dan pendidikan moral saat Hardiknas 2026

    Hardiknas 2026: Nilai Sekolah Naik, Tapi Kasus Bullying dan Etika Pelajar Jadi Sorotan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Peringatan Hardiknas 2026 atau Hari Pendidikan Nasional tahun ini menghadirkan kegelisahan baru di tengah masyarakat. Di satu sisi, pendidikan Indonesia terus berkembang dengan dukungan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan sistem pembelajaran modern. Namun di sisi lain, kasus bullying, kekerasan pelajar, hingga rendahnya etika digital justru semakin sering muncul. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan […]

expand_less