Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

Demi Waktu! Teguran Keras Surat Al-‘Ashr untuk Generasi Rebahan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINISurat Al-‘Ashr sering kita baca cepat, bahkan hafal di luar kepala. Namun, justru karena terlalu akrab, banyak orang lupa bahwa Surat Al-‘Ashr adalah deklarasi kerugian massal. Dalam tiga ayat pendek dari Al-Qur’an, Allah membongkar ilusi kesibukan, produktivitas semu, dan gaya hidup yang tampak penuh pencapaian tetapi kosong makna. Surah ini bukan sekadar bacaan pendek shalat; ia adalah alarm keras bagi manusia modern yang gemar menunda dan merasa aman.

Allah berfirman:

Wal-‘ashr. Innal insāna lafī khusr.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2)

Menariknya, Allah tidak bersumpah demi harta, jabatan, atau popularitas. Allah bersumpah demi waktu. Artinya, waktu adalah saksi sekaligus hakim. Namun ironisnya, manusia justru paling sering menyia-nyiakan yang satu ini.

Demi Waktu, Bukan Demi Wacana

Pertama, Allah membuka surah ini dengan sumpah. Sumpah dalam Al-Qur’an selalu menunjukkan urgensi. Karena itu, ketika Allah bersumpah demi waktu, pesan yang dibawa bukan hal remeh.

Sayangnya, hari ini kita hidup dalam budaya “nanti saja”. Kita menunda taubat, menunda belajar, menunda memperbaiki diri. Sementara itu, kita merasa produktif hanya karena kalender penuh dan notifikasi tak pernah sepi. Padahal, Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa standar keberhasilan bukan sekadar sibuk.

Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam hadis sahih riwayat Muhammad:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Hadis ini terasa sangat relevan. Banyak orang sehat, tetapi tidak bermanfaat. Banyak orang punya waktu, tetapi tidak bernilai. Karena itu, kerugian yang dimaksud dalam Surat Al-‘Ashr bukan kerugian finansial semata, melainkan kerugian eksistensial.

Kerugian yang Kita Anggap Normal

Ayat kedua menyebutkan bahwa manusia benar-benar dalam kerugian. Kata lafī khusr menggunakan penegasan ganda. Artinya, kerugian itu pasti, menyeluruh, dan tak terhindarkan—kecuali ada syaratnya.

Di sinilah letak satirnya. Manusia modern gemar berburu cuan, tetapi lupa menghitung rugi akhirat. Kita khawatir saldo menipis, tetapi tidak cemas pahala kosong. Kita panik ketika proyek gagal, namun santai ketika shalat bolong.

Imam Al-Shafi’i pernah berkata, “Seandainya manusia merenungkan surah ini saja, niscaya itu sudah cukup bagi mereka.” Pernyataan ini menunjukkan betapa padat dan komprehensifnya pesan Surat Al-‘Ashr. Namun, kita justru sering melewatinya tanpa jeda berpikir.

Empat Syarat Lolos dari Kerugian

Walaupun ancamannya tegas, Allah tetap memberi jalan keluar. Ada empat syarat agar manusia tidak rugi.

1. Beriman

Iman bukan sekadar identitas. Ia menuntut keyakinan yang hidup dan memengaruhi keputusan sehari-hari. Tanpa iman, waktu hanya diisi ambisi duniawi.

2. Beramal Saleh

Iman tanpa aksi hanyalah wacana. Karena itu, Surat Al-‘Ashr langsung menyandingkan iman dengan amal saleh. Amal saleh berarti tindakan nyata yang sesuai syariat dan memberi manfaat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Barang siapa mengerjakan kebajikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada usaha baik yang sia-sia. Sebaliknya, waktu yang diisi maksiat atau kesia-siaan akan menumpuk kerugian.

3. Saling Menasihati dalam Kebenaran

Islam bukan agama individualistis. Kita tidak cukup menjadi baik sendirian. Kita harus aktif mengingatkan. Namun tentu saja, nasihat harus disampaikan dengan hikmah, bukan dengan amarah.

4. Saling Menasihati dalam Kesabaran

Perjuangan mempertahankan iman tidak selalu nyaman. Karena itu, kesabaran menjadi fondasi. Tanpa sabar, orang mudah menyerah pada tekanan sosial dan godaan zaman.

Sindiran untuk Generasi “Nanti”

Jika kita jujur, banyak di antara kita hidup seolah waktu tidak terbatas. Kita menunda membaca Al-Qur’an, menunda memperbaiki akhlak, dan menunda berdamai dengan orang tua. Padahal, Surat Al-‘Ashr menegaskan bahwa waktu terus berjalan tanpa kompromi.

Baca juga: Saat Istri Lelah, Bolehkah Menolak Suami? Ini Jawaban Fikihnya

Selain itu, budaya pamer produktif di media sosial membuat kita merasa sudah cukup. Kita unggah pencapaian, tetapi lupa evaluasi keikhlasan. Kita rayakan kesibukan, namun jarang mengaudit tujuan.

Karena itu, surah ini terasa seperti tamparan lembut. Ia tidak panjang, tetapi tajam. Ia tidak bertele-tele, tetapi menghujam. Setiap kali kita membacanya dalam shalat, seharusnya kita bertanya: hari ini aku untung atau rugi?

Alarm yang Terlalu Sering Dimatikan

Pada akhirnya, Surat Al-‘Ashr adalah pengingat sederhana dengan konsekuensi besar. Waktu terus berjalan, sementara manusia sering terjebak ilusi aman. Namun Allah sudah memberi rumus keselamatan yang jelas: iman, amal saleh, kebenaran, dan kesabaran.

Maka, sebelum waktu benar-benar habis, mari berhenti sejenak. Evaluasi arah hidup. Perbaiki niat. Isi hari dengan makna. Sebab ketika waktu bersaksi, tidak ada alasan yang tersisa.

والله أعلمُ بالصواب

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bobotoh Sunda

    Bukan Sekadar Bola, Persib Sudah Menjadi Identitas Urang Sunda

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Bagi banyak Bobotoh Sunda, Persib Bandung hari ini terasa bukan lagi sekadar klub sepak bola. Di Jawa Barat, Persib perlahan berubah menjadi identitas sosial, ruang emosi, bahkan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda modern. Karena itu, ketika Persib bermain, suasananya sering terasa berbeda. Warung kopi mendadak penuh. Status WhatsApp berubah biru. Anak-anak […]

  • pencurian motor

    Polres Tasikmalaya Tangkap Pasutri Pencuri Motor

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menangkap pasutri pelaku pencurian motor dengan modus penipuan, mayoritas korbannya pelajar. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya menangkap pasangan suami istri yang terlibat pencurian motor dengan modus penipuan dan penggelapan. Penangkapan ini menegaskan kembali kerentanan pelajar sebagai kelompok sasaran kejahatan jalanan, sekaligus membuka pola kejahatan yang memanfaatkan relasi sosial palsu. […]

  • Aksi Kemanusiaan Tasikmalaya

    Pemkot Tasikmalaya Gelar Aksi Kemanusiaan

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Aksi Kemanusiaan Tasikmalaya digelar untuk membantu korban bencana Sumatera-Aceh dan solidaritas Palestina. albadarpost.com, HIKMAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya mengumumkan penyelenggaraan Aksi Kemanusiaan Tasikmalaya pada 7 Desember 2025 sebagai gerakan solidaritas bagi korban bencana di Sumatera (Aceh, Sumatera Barat, SUmatera Utara) dan dukungan kemanusiaan untuk Palestina. Ajakan ini datang langsung dari Wali Kota Tasikmalaya, yang menekankan […]

  • prediksi man city vs arsenal

    Final Dini! City vs Arsenal Bisa Ubah Arah Juara

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pertandingan prediksi man city vs arsenal langsung terasa seperti final. Duel antara Manchester City dan Arsenal ini bukan cuma soal tiga poin—ini soal arah gelar juara. Banyak yang menyebutnya sebagai final dini Liga Inggris, dan itu bukan berlebihan. Di atas kertas, Arsenal masih memimpin. Namun di lapangan, situasinya jauh lebih rumit. Momentum, tekanan, dan kondisi tim membuat […]

  • makna-idul-adha

    Makna Idul Adha: Mengapa Pengorbanan Datang Bersama Keikhlasan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Makna Idul Adha dalam Islam bukan sekadar tentang penyembelihan hewan kurban. Lebih dalam dari itu, Idul Adha mengajarkan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan total kepada Allah SWT. Karena itulah kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS tetap terasa dekat dengan kehidupan manusia sampai hari ini. Banyak orang mampu berkorban ketika situasinya […]

  • toko online terpercaya

    Kredibilitas Toko Online Terpercaya Jadi Sorotan di Harbolnas 2025

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Panduan mengenali toko online terpercaya agar aman berbelanja menjelang Harbolnas 2025. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menjelang Harbolnas 2025, lalu lintas transaksi digital melonjak tajam di hampir semua platform e-commerce. Promo besar yang ditawarkan membuat belanja online makin populer, terutama karena akses yang mudah dan serba cepat. Namun di balik kenyamanan itu, risiko penipuan digital ikut […]

expand_less