Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Mengharukan! Polisi Ini Mengajar Santri Diam-Diam Selama 12 Tahun

Mengharukan! Polisi Ini Mengajar Santri Diam-Diam Selama 12 Tahun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALAPolisi mengajar santri mungkin terdengar tidak biasa, namun kisah ini benar-benar nyata. Sosok polisi jadi guru, pengabdian anggota polisi, dan kisah inspiratif pendidik ini datang dari Aceh. Selama lebih dari satu dekade, seorang perwira polisi tetap konsisten membagi ilmu kepada santri di pesantren tradisional. Oleh karena itu, cerita polisi mengajar santri ini langsung menyentuh hati banyak orang.

Selain itu, di tengah kesibukan tugas negara, ia tetap meluangkan waktu untuk pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa dedikasi tidak selalu harus terlihat besar, tetapi bisa hadir dalam langkah sederhana yang konsisten.

Sosok Polisi yang Memilih Mengabdi Lewat Pendidikan

Perwira tersebut dikenal sebagai Iptu Jumadil Firdaus. Ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga berperan sebagai guru bagi para santri.

Setiap hari, setelah menyelesaikan dinas, ia langsung menuju pesantren. Di sana, ia mengajar tanpa pamrih. Bahkan, ia sudah menjalani rutinitas ini sejak sekitar tahun 2012.

Baca juga: Jarang Diketahui! Ini Cara UMKM Kalahkan Produk Raksasa

Menariknya, ia tidak menjadikan aktivitas ini sebagai pekerjaan tambahan. Sebaliknya, ia memandangnya sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Mengajar di Pesantren Tradisional dengan Penuh Ketulusan

Di pesantren tradisional Aceh, suasana belajar sangat sederhana. Namun, semangat belajar para santri tetap tinggi.

Iptu Jumadil saat mengajar santri (Foto: Detik.Com)

Iptu Jumadil mengajarkan berbagai ilmu agama seperti:

  • Membaca Al-Qur’an
  • Ilmu tajwid
  • Kitab berbahasa Arab

Selain itu, jumlah santri yang ia ajar tidak sedikit. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, jumlahnya mencapai ratusan.

Meskipun fasilitas terbatas, proses belajar tetap berjalan dengan penuh kehangatan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh sarana.

Konsistensi yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Tidak banyak orang mampu menjaga konsistensi selama belasan tahun. Namun, Iptu Jumadil membuktikan bahwa hal tersebut mungkin dilakukan.

Kunci utamanya terletak pada disiplin waktu. Ia mengatur jadwal dengan rapi agar tugas sebagai polisi dan guru tetap berjalan seimbang.

Selain itu, dukungan keluarga juga berperan besar. Tanpa dukungan tersebut, tentu sulit menjalani dua tanggung jawab sekaligus.

Lebih jauh lagi, ia tidak pernah mengeluh. Justru, ia menikmati setiap proses yang dijalani.

Mengajar Bukan Soal Materi, Tapi Panggilan Hati

Banyak orang bekerja demi penghasilan. Namun, kisah ini menunjukkan sudut pandang berbeda.

Iptu Jumadil tidak mengajar karena materi. Ia melakukannya karena panggilan hati. Ia percaya bahwa berbagi ilmu adalah amal jariyah yang terus mengalir.

Selain itu, ia ingin memberikan dampak positif bagi generasi muda. Dengan ilmu agama, ia berharap para santri memiliki bekal hidup yang kuat.

Oleh sebab itu, dedikasi seperti ini menjadi sangat langka dan berharga.

Pelajaran Penting dari Kisah Ini

Dari kisah inspiratif ini, ada beberapa hal yang bisa dipetik:

  • Konsistensi lebih penting daripada pencapaian instan
  • Niat yang tulus akan menghasilkan dampak besar
  • Setiap profesi bisa menjadi ladang pengabdian
  • Pendidikan tetap menjadi kunci masa depan

Selain itu, kita juga diingatkan bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil yang dilakukan terus-menerus.

Polisi mengajar santri bukan sekadar cerita, tetapi bukti nyata bahwa dedikasi tidak mengenal batas profesi. Iptu Jumadil menunjukkan bahwa pengabdian bisa dilakukan dengan cara sederhana namun berdampak luas.

Dengan konsistensi, ketulusan, dan niat yang kuat, seseorang bisa memberi perubahan nyata bagi banyak orang. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil layanan BPJS Keliling Tasikmalaya melayani masyarakat untuk pendaftaran dan perubahan data JKN di kantor kecamatan

    Catat Jadwalnya! BPJS Keliling Tasikmalaya Buka Layanan Langsung di Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program BPJS Keliling Tasikmalaya kembali hadir selama Mei 2026 untuk mendekatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat. Melalui layanan jemput bola ini, warga kini tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kantor cabang hanya untuk mengurus administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya menyiapkan layanan langsung di sejumlah kantor kecamatan […]

  • TPPO Tasikmalaya

    Polisi Selidiki Dugaan TPPO Warga Tasikmalaya di Kamboja

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Kasus dugaan TPPO Tasikmalaya membuka celah perlindungan migran dan menuntut respons negara yang lebih cepat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sekelompok pria asal Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang mengaku menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Rekaman berdurasi sekitar satu menit itu menampilkan para korban […]

  • Iman Islam Ihsan

    Tiga Fondasi Etika Publik Umat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Iman Islam Ihsan membentuk fondasi moral umat, memengaruhi perilaku sosial, ibadah, dan etika publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Di tengah meningkatnya krisis kepercayaan publik, konflik sosial, dan banalitas ibadah yang kerap terjebak rutinitas, konsep Iman Islam Ihsan kembali mengemuka sebagai fondasi etika umat. Tiga pilar ini bukan sekadar istilah teologis, melainkan kerangka nilai yang menentukan arah […]

  • Tajrid dan Kasab

    Ingin Fokus Ibadah dan Meninggalkan Dunia? Bisa Jadi Itu Tipuan Nafsu

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 239
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tajrid dan kasab, adalah dua hal yang seharusnya seimbang. Tapi tidak sedikit orang pernah membayangkan hidup yang seluruhnya diisi ibadah. Tidak lagi sibuk mengejar target pekerjaan. Tidak lagi dipusingkan urusan dagang, sawah, kantor, atau tagihan bulanan. Yang ada hanya zikir, salat, mengaji, dan mendekat kepada Allah. Sekilas, keinginan itu terdengar mulia. Namun […]

  • edukasi kebangsaan

    Bakesbangpol Menginisiasi Edukasi Kebangsaan dan Dampaknya bagi Generasi 2045

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: edukasi kebangsaan dinilai kunci menyiapkan generasi 2045 yang kuat dan berkarakter. albadarpost.com, EDITORIAL – Inisiatif edukasi kebangsaan yang digagas Bakesbangpol Kota Tasikmalaya bersama Forum Diskusi Albadar Institute layak dibaca sebagai langkah serius memperbaiki fondasi generasi Indonesia Emas 2045. Program ini menandai kesadaran baru: masa depan negara tidak ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi oleh […]

  • Kades Pemalang

    Bukan Jabatan, Ini Warisan Sejati Seorang Kades Sukandar

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ribuan warga memenuhi jalan-jalan di Desa Kalirandu, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, saat mengantar Kepala Desa Kalirandu, Sukandar, menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Prosesi pemakaman Kades Pemalang itu menyita perhatian karena jumlah pelayat yang begitu banyak. Menurut laporan Detik, warga dan perangkat desa mengenang almarhum sebagai sosok yang sederhana, dekat dengan masyarakat, tidak membedakan […]

expand_less