Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Mengharukan! Polisi Ini Mengajar Santri Diam-Diam Selama 12 Tahun

Mengharukan! Polisi Ini Mengajar Santri Diam-Diam Selama 12 Tahun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALAPolisi mengajar santri mungkin terdengar tidak biasa, namun kisah ini benar-benar nyata. Sosok polisi jadi guru, pengabdian anggota polisi, dan kisah inspiratif pendidik ini datang dari Aceh. Selama lebih dari satu dekade, seorang perwira polisi tetap konsisten membagi ilmu kepada santri di pesantren tradisional. Oleh karena itu, cerita polisi mengajar santri ini langsung menyentuh hati banyak orang.

Selain itu, di tengah kesibukan tugas negara, ia tetap meluangkan waktu untuk pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa dedikasi tidak selalu harus terlihat besar, tetapi bisa hadir dalam langkah sederhana yang konsisten.

Sosok Polisi yang Memilih Mengabdi Lewat Pendidikan

Perwira tersebut dikenal sebagai Iptu Jumadil Firdaus. Ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga berperan sebagai guru bagi para santri.

Setiap hari, setelah menyelesaikan dinas, ia langsung menuju pesantren. Di sana, ia mengajar tanpa pamrih. Bahkan, ia sudah menjalani rutinitas ini sejak sekitar tahun 2012.

Baca juga: Jarang Diketahui! Ini Cara UMKM Kalahkan Produk Raksasa

Menariknya, ia tidak menjadikan aktivitas ini sebagai pekerjaan tambahan. Sebaliknya, ia memandangnya sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Mengajar di Pesantren Tradisional dengan Penuh Ketulusan

Di pesantren tradisional Aceh, suasana belajar sangat sederhana. Namun, semangat belajar para santri tetap tinggi.

Iptu Jumadil saat mengajar santri (Foto: Detik.Com)

Iptu Jumadil mengajarkan berbagai ilmu agama seperti:

  • Membaca Al-Qur’an
  • Ilmu tajwid
  • Kitab berbahasa Arab

Selain itu, jumlah santri yang ia ajar tidak sedikit. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, jumlahnya mencapai ratusan.

Meskipun fasilitas terbatas, proses belajar tetap berjalan dengan penuh kehangatan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh sarana.

Konsistensi yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Tidak banyak orang mampu menjaga konsistensi selama belasan tahun. Namun, Iptu Jumadil membuktikan bahwa hal tersebut mungkin dilakukan.

Kunci utamanya terletak pada disiplin waktu. Ia mengatur jadwal dengan rapi agar tugas sebagai polisi dan guru tetap berjalan seimbang.

Selain itu, dukungan keluarga juga berperan besar. Tanpa dukungan tersebut, tentu sulit menjalani dua tanggung jawab sekaligus.

Lebih jauh lagi, ia tidak pernah mengeluh. Justru, ia menikmati setiap proses yang dijalani.

Mengajar Bukan Soal Materi, Tapi Panggilan Hati

Banyak orang bekerja demi penghasilan. Namun, kisah ini menunjukkan sudut pandang berbeda.

Iptu Jumadil tidak mengajar karena materi. Ia melakukannya karena panggilan hati. Ia percaya bahwa berbagi ilmu adalah amal jariyah yang terus mengalir.

Selain itu, ia ingin memberikan dampak positif bagi generasi muda. Dengan ilmu agama, ia berharap para santri memiliki bekal hidup yang kuat.

Oleh sebab itu, dedikasi seperti ini menjadi sangat langka dan berharga.

Pelajaran Penting dari Kisah Ini

Dari kisah inspiratif ini, ada beberapa hal yang bisa dipetik:

  • Konsistensi lebih penting daripada pencapaian instan
  • Niat yang tulus akan menghasilkan dampak besar
  • Setiap profesi bisa menjadi ladang pengabdian
  • Pendidikan tetap menjadi kunci masa depan

Selain itu, kita juga diingatkan bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil yang dilakukan terus-menerus.

Polisi mengajar santri bukan sekadar cerita, tetapi bukti nyata bahwa dedikasi tidak mengenal batas profesi. Iptu Jumadil menunjukkan bahwa pengabdian bisa dilakukan dengan cara sederhana namun berdampak luas.

Dengan konsistensi, ketulusan, dan niat yang kuat, seseorang bisa memberi perubahan nyata bagi banyak orang. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sertifikat halal

    UMKM Wajib Bersertifikat Halal 2026

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    BPJPH siapkan 1,35 juta sertifikat halal gratis 2026 bagi UMKM jelang wajib halal. Simak syarat dan mekanismenya. albadarpost.com, FOKUS – Pemerintah kembali mengirim sinyal kuat kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM). Menjelang pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyiapkan 1,35 juta sertifikat halal gratis 2026. Program ini menjadi angin segar […]

  • Kisah Hasan dan Husain

    7 Kisah Hasan dan Husain, Nomor 4 Membuat Rasulullah Turun dari Mimbar

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Hasan dan Husain selalu menarik untuk dipelajari karena keduanya merupakan cucu Rasulullah SAW yang sangat beliau cintai. Namun, di balik sejarah besar tersebut, terdapat banyak kisah Hasan dan Husain yang jarang diketahui oleh umat Islam. Cerita tentang keteladanan Hasan dan Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, tidak hanya menggambarkan kedekatan mereka dengan […]

  • literasi Al-Qur’an guru

    Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Lebih 58 persen guru PAI SD belum fasih baca Al-Qur’an. Kemenag siapkan reformasi rekrutmen dan sertifikasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Kementerian Agama mengungkap temuan krusial terkait kualitas pendidikan agama di sekolah dasar. Hasil asesmen nasional Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 menunjukkan 58,26 persen guru PAI tingkat SD dan SDLB di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Kondisi […]

  • peran ayah

    “Ayah Ambil Rapor”, Kebijakan Hangat yang Dangkal

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai kebijakan ayah ambil rapor bersifat simbolik dan belum menyentuh akar krisis pengasuhan. Kebijakan Ringan di Tengah Masalah Berat albadarpost.com, EDITORIAL – Negara kembali menghadirkan kebijakan yang terdengar hangat, mudah diterima, dan cepat viral: Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Pesannya sederhana. Ayah diminta hadir ke sekolah saat pembagian rapor. Tujuannya mulia, mendorong keterlibatan ayah […]

  • perlindungan hukum wartawan

    Perlindungan Hukum Wartawan Jadi Kunci Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tekanan terhadap kebebasan pers tidak selalu datang dalam bentuk kekerasan fisik. Bagi banyak wartawan, ancaman itu hadir melalui panggilan klarifikasi, somasi, hingga laporan polisi setelah sebuah berita terbit. Kondisi tersebut menggambarkan realitas bahwa perlindungan hukum wartawan di Indonesia masih jauh dari kata aman. Seorang rekan wartawan di daerah menceritakan pengalamannya ketika […]

  • Raffi Ahmad Nusakambangan

    Raffi Ahmad Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Raffi Ahmad puji transformasi Nusakambangan jadi pusat ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan. Raffi Ahmad Kagum Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan albadarpost.com, HUMANIORA – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai transformasi besar-besaran yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah, sebagai langkah luar biasa. […]

expand_less