Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Mengharukan! Polisi Ini Mengajar Santri Diam-Diam Selama 12 Tahun

Mengharukan! Polisi Ini Mengajar Santri Diam-Diam Selama 12 Tahun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
  • visibility 135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALAPolisi mengajar santri mungkin terdengar tidak biasa, namun kisah ini benar-benar nyata. Sosok polisi jadi guru, pengabdian anggota polisi, dan kisah inspiratif pendidik ini datang dari Aceh. Selama lebih dari satu dekade, seorang perwira polisi tetap konsisten membagi ilmu kepada santri di pesantren tradisional. Oleh karena itu, cerita polisi mengajar santri ini langsung menyentuh hati banyak orang.

Selain itu, di tengah kesibukan tugas negara, ia tetap meluangkan waktu untuk pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa dedikasi tidak selalu harus terlihat besar, tetapi bisa hadir dalam langkah sederhana yang konsisten.

Sosok Polisi yang Memilih Mengabdi Lewat Pendidikan

Perwira tersebut dikenal sebagai Iptu Jumadil Firdaus. Ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga berperan sebagai guru bagi para santri.

Setiap hari, setelah menyelesaikan dinas, ia langsung menuju pesantren. Di sana, ia mengajar tanpa pamrih. Bahkan, ia sudah menjalani rutinitas ini sejak sekitar tahun 2012.

Baca juga: Jarang Diketahui! Ini Cara UMKM Kalahkan Produk Raksasa

Menariknya, ia tidak menjadikan aktivitas ini sebagai pekerjaan tambahan. Sebaliknya, ia memandangnya sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Mengajar di Pesantren Tradisional dengan Penuh Ketulusan

Di pesantren tradisional Aceh, suasana belajar sangat sederhana. Namun, semangat belajar para santri tetap tinggi.

Iptu Jumadil saat mengajar santri (Foto: Detik.Com)

Iptu Jumadil mengajarkan berbagai ilmu agama seperti:

  • Membaca Al-Qur’an
  • Ilmu tajwid
  • Kitab berbahasa Arab

Selain itu, jumlah santri yang ia ajar tidak sedikit. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, jumlahnya mencapai ratusan.

Meskipun fasilitas terbatas, proses belajar tetap berjalan dengan penuh kehangatan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh sarana.

Konsistensi yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Tidak banyak orang mampu menjaga konsistensi selama belasan tahun. Namun, Iptu Jumadil membuktikan bahwa hal tersebut mungkin dilakukan.

Kunci utamanya terletak pada disiplin waktu. Ia mengatur jadwal dengan rapi agar tugas sebagai polisi dan guru tetap berjalan seimbang.

Selain itu, dukungan keluarga juga berperan besar. Tanpa dukungan tersebut, tentu sulit menjalani dua tanggung jawab sekaligus.

Lebih jauh lagi, ia tidak pernah mengeluh. Justru, ia menikmati setiap proses yang dijalani.

Mengajar Bukan Soal Materi, Tapi Panggilan Hati

Banyak orang bekerja demi penghasilan. Namun, kisah ini menunjukkan sudut pandang berbeda.

Iptu Jumadil tidak mengajar karena materi. Ia melakukannya karena panggilan hati. Ia percaya bahwa berbagi ilmu adalah amal jariyah yang terus mengalir.

Selain itu, ia ingin memberikan dampak positif bagi generasi muda. Dengan ilmu agama, ia berharap para santri memiliki bekal hidup yang kuat.

Oleh sebab itu, dedikasi seperti ini menjadi sangat langka dan berharga.

Pelajaran Penting dari Kisah Ini

Dari kisah inspiratif ini, ada beberapa hal yang bisa dipetik:

  • Konsistensi lebih penting daripada pencapaian instan
  • Niat yang tulus akan menghasilkan dampak besar
  • Setiap profesi bisa menjadi ladang pengabdian
  • Pendidikan tetap menjadi kunci masa depan

Selain itu, kita juga diingatkan bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil yang dilakukan terus-menerus.

Polisi mengajar santri bukan sekadar cerita, tetapi bukti nyata bahwa dedikasi tidak mengenal batas profesi. Iptu Jumadil menunjukkan bahwa pengabdian bisa dilakukan dengan cara sederhana namun berdampak luas.

Dengan konsistensi, ketulusan, dan niat yang kuat, seseorang bisa memberi perubahan nyata bagi banyak orang. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dokumen resmi pengumuman Seleksi Dewas BPR Sukapura 2026 beserta format surat lamaran dan persyaratan administrasi.

    Kesempatan Emas! BPR Sukapura Buka Seleksi Dewan Pengawas

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seleksi Dewas BPR Sukapura Kabupaten Tasikmalaya resmi diumumkan kepada publik. Melalui pengumuman resmi panitia, proses Seleksi Dewan Pengawas BPR Sukapura 2026 mulai dibuka bagi calon yang memenuhi kriteria. Kesempatan ini memberi ruang bagi profesional terbaik untuk mengikuti tahapan seleksi dan berkontribusi dalam pengawasan Perumda BPR Sukapura. Panitia seleksi menegaskan bahwa seluruh […]

  • pemberantasan judi online

    Pemerintah Perkuat Pemberantasan Judi Online di Jawa Barat

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Pemerintah pusat dan Jawa Barat memperkuat koordinasi pemberantasan judi online setelah data PPATK mencatat 2,6 juta pemain. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah pusat menegaskan langkah pemberantasan judi online di Jawa Barat setelah laporan terbaru menunjukkan 2,6 juta warga terlibat sepanjang 2025. Tekanan meningkat karena sebagian pelaku berasal dari keluarga penerima bantuan sosial, menandakan perluasan masalah hingga […]

  • Ilustrasi wanita memakai skincare dan lip balm saat puasa dengan ekspresi ragu di depan cermin.

    Jangan Salah! Sunscreen dan Lip Balm saat Puasa Ternyata…

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Skincare saat puasa sering menimbulkan kebingungan. Banyak yang mengira perawatan wajah saat puasa dapat membatalkan ibadah. Bahkan, isu tentang sunscreen saat puasa dan lip balm saat puasa kerap memicu perdebatan di media sosial. Lalu, mana yang benar menurut fikih? Agar tidak terjebak informasi keliru, mari kita kupas mitos dan fakta secara […]

  • risiko media sosial

    Risiko Media Sosial terhadap Anak Meningkat

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Kasus Purwakarta kembali menyorot risiko media sosial pada anak dan lemahnya sistem proteksi digital. Air Bah Sunyi di Dunia Digital albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus dugaan tindak pidana terhadap seorang siswi SMP di Purwakarta kembali menegaskan risiko media sosial yang kian mengancam anak-anak. Polisi menetapkan seorang mahasiswa sebagai tersangka setelah ditemukan adanya interaksi awal antara pelaku […]

  • Lansia terseret arus

    Tragis! Pahroni Ditemukan Meninggal di Muara Sungai Ciwulan

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pencarian lansia terseret arus di Sungai Ciwulan akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hari operasi pencarian tanpa henti, tim SAR gabungan menemukan Pahroni (69), warga Kampung Borosole RT 02 RW 04 Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, dalam kondisi meninggal dunia di area muara sungai. Korban hanyut di Sungai Ciwulan pada Selasa, […]

  • risiko gempa Jawa Barat

    Risiko Gempa Jawa Barat Meningkat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Risiko gempa Jawa Barat meningkat. Data BMKG menunjukkan gempa jadi ancaman harian bagi keluarga dan komunitas. albadarpost.com, FOKUS – Gempa bumi di Jawa Barat sepanjang 2025 bukan lagi peristiwa sesekali. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.242 kejadian gempa terjadi di wilayah ini. Angka tersebut menegaskan satu realitas penting: risiko gempa Jawa Barat […]

expand_less