Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lebih 58 persen guru PAI SD belum fasih baca Al-Qur’an. Kemenag siapkan reformasi rekrutmen dan sertifikasi.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kementerian Agama mengungkap temuan krusial terkait kualitas pendidikan agama di sekolah dasar. Hasil asesmen nasional Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 menunjukkan 58,26 persen guru PAI tingkat SD dan SDLB di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Kondisi ini menempatkan mereka pada kategori pratama atau dasar.

Temuan tersebut menjadi alarm serius bagi mutu pendidikan keagamaan dasar. Guru PAI berperan langsung dalam membentuk literasi keagamaan siswa sejak dini. Ketika kemampuan dasarnya lemah, dampaknya tidak hanya bersifat personal, tetapi menyentuh kualitas pembelajaran agama secara sistemik.

Asesmen dilakukan terhadap 160.143 guru PAI SD/SDLB dari seluruh Indonesia melalui tes dan kuesioner berbasis aplikasi SIAGA Kementerian Agama. Data ini menjadi salah satu potret paling komprehensif mengenai literasi Al-Qur’an guru PAI dalam skala nasional.


Indeks Membaca Al-Qur’an Rendah, Tajwid Jadi Titik Lemah

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menegaskan bahwa hasil asesmen tersebut tidak bisa dipandang sebagai temuan biasa. Guru PAI, menurutnya, adalah ujung tombak pendidikan keagamaan di sekolah.

“Ketika lebih dari separuh guru PAI SD belum fasih membaca Al-Qur’an, ini menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan,” kata Suyitno dalam Ekspos Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Baca juga: Disiplin ASN Ditegakkan, Guru SD Diberhentikan

Secara kuantitatif, Indeks Membaca Al-Qur’an guru PAI SD/SDLB berada pada angka rata-rata 57,17, masuk kategori rendah. Analisis indikator menunjukkan kelemahan paling menonjol terdapat pada pemahaman hukum bacaan tajwid, yang mencatat skor terendah dibandingkan aspek membaca lainnya.

Asesmen ini menggunakan metode triangulasi yang dilakukan oleh Lembaga Tahsin dan Taf Al-Qur’an (LTTQ) Universitas PTIQ Jakarta. Kementerian Agama menyebut tingkat kepercayaan data tinggi, baik pada agregat nasional maupun daerah.


Masalah Struktural dalam Pembinaan Guru PAI

Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, M. Munir, menilai temuan ini memberikan dasar kuat untuk melakukan penajaman kebijakan. Menurutnya, persoalan utama bukan semata pada aspek pedagogik, melainkan pada kompetensi dasar guru PAI itu sendiri.

“Jika guru masih terbata-bata atau belum memahami tajwid dengan baik, maka proses transfer literasi Al-Qur’an kepada siswa akan ikut terdampak,” ujar Munir.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ini menjelaskan mengapa kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SD juga masih didominasi kategori dasar. Kualitas guru, dalam konteks ini, menjadi faktor penentu yang tidak bisa diabaikan.

Suyitno menambahkan bahwa rendahnya literasi Al-Qur’an guru PAI dipengaruhi oleh beragam faktor. Mulai dari variasi latar belakang pendidikan, keterbatasan akses penguatan kompetensi, hingga belum terintegrasinya kemampuan baca Al-Qur’an dalam sistem pembinaan karier guru.


Arah Kebijakan: Rekrutmen hingga Sertifikasi Harus Diubah

Merespons temuan tersebut, Kementerian Agama merekomendasikan sejumlah langkah intervensi. Salah satunya adalah penguatan kompetensi profesional guru PAI SD/SDLB, khususnya bagi mereka yang masih berada pada kategori pratama dalam membaca Al-Qur’an.

Selain itu, Kemenag mendorong agar kemampuan membaca Al-Qur’an dijadikan indikator utama dalam proses rekrutmen, sertifikasi, dan penilaian kinerja guru PAI. Reorientasi kebijakan ini dinilai penting agar literasi Al-Qur’an tidak lagi menjadi aspek tambahan, melainkan fondasi profesionalisme guru PAI.

Baca juga: Muhasabah 2025, Membuka Harapan 2026

Kementerian juga membuka ruang kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi keagamaan Islam, lembaga pendidikan Al-Qur’an, serta pemangku kepentingan lainnya sebagai mitra strategis penguatan kompetensi.

Program dukungan studi lanjut bagi guru PAI SD/SDLB serta evaluasi berkala melalui asesmen nasional turut direncanakan untuk memastikan perbaikan berjalan berkelanjutan.


Mutu PAI Ditentukan dari Hulu

Temuan asesmen ini menegaskan bahwa peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam tidak bisa ditunda. Literasi Al-Qur’an guru PAI adalah persoalan hulu yang menentukan kualitas pembelajaran di ruang kelas.

Tanpa intervensi kebijakan yang tegas dan terukur, ketimpangan kompetensi dasar guru akan terus berulang. Data Kementerian Agama kini menjadi pijakan penting bagi reformasi pembinaan guru PAI agar pendidikan keagamaan di sekolah dasar benar-benar berjalan sesuai mandatnya.

Asesmen Kemenag membuka fakta penting: mutu PAI bergantung pada literasi Al-Qur’an guru sejak hulu kebijakan. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • daftar negara terkaya

    Negara Kecil Kuasai Daftar Negara Terkaya Dunia 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Negara kecil kembali menguasai daftar negara terkaya dunia tahun 2026. Ukuran wilayah dan jumlah penduduk terbukti tidak lagi menjadi penentu utama kesejahteraan. Data pendapatan per kapita terbaru justru menempatkan negara-negara dengan populasi terbatas sebagai pemimpin ekonomi global. Luksemburg mempertahankan posisi teratas sebagai negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia. Negara […]

  • Ilustrasi kampus UIN Yogyakarta sebagai bagian dari PTKIN yang masuk ranking dunia studi agama tahun 2026

    Ranking Dunia 2026: Kampus Islam Indonesia Makin Kompetitif

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 28
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pencapaian Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ranking dunia kembali mencuri perhatian pada 2026. Empat perguruan tinggi keagamaan Islam negeri atau kampus Islam Indonesia berhasil masuk 25 besar global dalam bidang studi agama versi Scimago. Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas perguruan tinggi Islam, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta akademik internasional. Empat […]

  • penyakit hati menurut al ghazali

    Penyakit Hati Menurut Imam Al Ghazali

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Penyakit hati menurut Imam Al-Ghazali bukan sekadar istilah spiritual. Ulama besar ini menjelaskan bahwa penyakit hati dalam Islam sering hadir tanpa disadari pemiliknya. Seseorang bisa tetap tersenyum, bekerja, bahkan beribadah, tetapi hatinya perlahan kehilangan kepekaan terhadap kebenaran. Inilah yang membuat konsep hati menurut Al-Ghazali terasa sangat relevan hingga sekarang. Ia tidak berbicara […]

  • tambang pasir ilegal

    Tambang Pasir Ilegal Dibiarkan, Air Warga Tasikmalaya Terancam

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aktivitas tambang pasir ilegal di Kampung Rancabendem, Kota Tasikmalaya, kembali berlangsung terbuka. Dilansir dari ANTARA, alat berat beroperasi di kawasan perbukitan pada Selasa (27/1/2026). Fakta ini penting karena menunjukkan kegagalan nyata Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan lingkungan, meski data resmi mengakui keberadaan lebih dari satu lokasi tambang […]

  • digitalisasi Pemkab Tasikmalaya

    Kominfo Tak Mandiri, Digitalisasi Pemkab Tasikmalaya Tertinggal

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: digitalisasi Pemkab Tasikmalaya tersendat karena Kominfo belum mandiri, layanan publik ikut terhambat. Digitalisasi Dijanjikan, Pelayanan Masih Tertahan albadarpost.com, EDITORIAL – Harapan percepatan digitalisasi Pemkab Tasikmalaya kembali mengemuka. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyatakan komitmennya membangun pemerintahan berbasis elektronik. Namun hingga kini, warga masih menghadapi birokrasi yang berjalan lambat dan manual. Masalah ini penting […]

  • toko Sen Sen Tasikmalaya

    Pedagang Cikurubuk Terjepit, Toko Sen Sen Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah pedagang Pasar Cikurubuk menyuarakan protes pada Senin (9/3/2026). Mereka menilai aktivitas usaha toko tersebut memicu persaingan yang tidak seimbang. Selain dikenal sebagai toko grosir, sejumlah pedagang juga menilai toko tersebut ikut menjual barang secara eceran, sehingga membuat pedagang kecil kehilangan pelanggan. […]

expand_less