Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lebih 58 persen guru PAI SD belum fasih baca Al-Qur’an. Kemenag siapkan reformasi rekrutmen dan sertifikasi.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kementerian Agama mengungkap temuan krusial terkait kualitas pendidikan agama di sekolah dasar. Hasil asesmen nasional Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 menunjukkan 58,26 persen guru PAI tingkat SD dan SDLB di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Kondisi ini menempatkan mereka pada kategori pratama atau dasar.

Temuan tersebut menjadi alarm serius bagi mutu pendidikan keagamaan dasar. Guru PAI berperan langsung dalam membentuk literasi keagamaan siswa sejak dini. Ketika kemampuan dasarnya lemah, dampaknya tidak hanya bersifat personal, tetapi menyentuh kualitas pembelajaran agama secara sistemik.

Asesmen dilakukan terhadap 160.143 guru PAI SD/SDLB dari seluruh Indonesia melalui tes dan kuesioner berbasis aplikasi SIAGA Kementerian Agama. Data ini menjadi salah satu potret paling komprehensif mengenai literasi Al-Qur’an guru PAI dalam skala nasional.


Indeks Membaca Al-Qur’an Rendah, Tajwid Jadi Titik Lemah

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menegaskan bahwa hasil asesmen tersebut tidak bisa dipandang sebagai temuan biasa. Guru PAI, menurutnya, adalah ujung tombak pendidikan keagamaan di sekolah.

“Ketika lebih dari separuh guru PAI SD belum fasih membaca Al-Qur’an, ini menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan,” kata Suyitno dalam Ekspos Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Baca juga: Disiplin ASN Ditegakkan, Guru SD Diberhentikan

Secara kuantitatif, Indeks Membaca Al-Qur’an guru PAI SD/SDLB berada pada angka rata-rata 57,17, masuk kategori rendah. Analisis indikator menunjukkan kelemahan paling menonjol terdapat pada pemahaman hukum bacaan tajwid, yang mencatat skor terendah dibandingkan aspek membaca lainnya.

Asesmen ini menggunakan metode triangulasi yang dilakukan oleh Lembaga Tahsin dan Taf Al-Qur’an (LTTQ) Universitas PTIQ Jakarta. Kementerian Agama menyebut tingkat kepercayaan data tinggi, baik pada agregat nasional maupun daerah.


Masalah Struktural dalam Pembinaan Guru PAI

Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, M. Munir, menilai temuan ini memberikan dasar kuat untuk melakukan penajaman kebijakan. Menurutnya, persoalan utama bukan semata pada aspek pedagogik, melainkan pada kompetensi dasar guru PAI itu sendiri.

“Jika guru masih terbata-bata atau belum memahami tajwid dengan baik, maka proses transfer literasi Al-Qur’an kepada siswa akan ikut terdampak,” ujar Munir.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ini menjelaskan mengapa kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SD juga masih didominasi kategori dasar. Kualitas guru, dalam konteks ini, menjadi faktor penentu yang tidak bisa diabaikan.

Suyitno menambahkan bahwa rendahnya literasi Al-Qur’an guru PAI dipengaruhi oleh beragam faktor. Mulai dari variasi latar belakang pendidikan, keterbatasan akses penguatan kompetensi, hingga belum terintegrasinya kemampuan baca Al-Qur’an dalam sistem pembinaan karier guru.


Arah Kebijakan: Rekrutmen hingga Sertifikasi Harus Diubah

Merespons temuan tersebut, Kementerian Agama merekomendasikan sejumlah langkah intervensi. Salah satunya adalah penguatan kompetensi profesional guru PAI SD/SDLB, khususnya bagi mereka yang masih berada pada kategori pratama dalam membaca Al-Qur’an.

Selain itu, Kemenag mendorong agar kemampuan membaca Al-Qur’an dijadikan indikator utama dalam proses rekrutmen, sertifikasi, dan penilaian kinerja guru PAI. Reorientasi kebijakan ini dinilai penting agar literasi Al-Qur’an tidak lagi menjadi aspek tambahan, melainkan fondasi profesionalisme guru PAI.

Baca juga: Muhasabah 2025, Membuka Harapan 2026

Kementerian juga membuka ruang kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi keagamaan Islam, lembaga pendidikan Al-Qur’an, serta pemangku kepentingan lainnya sebagai mitra strategis penguatan kompetensi.

Program dukungan studi lanjut bagi guru PAI SD/SDLB serta evaluasi berkala melalui asesmen nasional turut direncanakan untuk memastikan perbaikan berjalan berkelanjutan.


Mutu PAI Ditentukan dari Hulu

Temuan asesmen ini menegaskan bahwa peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam tidak bisa ditunda. Literasi Al-Qur’an guru PAI adalah persoalan hulu yang menentukan kualitas pembelajaran di ruang kelas.

Tanpa intervensi kebijakan yang tegas dan terukur, ketimpangan kompetensi dasar guru akan terus berulang. Data Kementerian Agama kini menjadi pijakan penting bagi reformasi pembinaan guru PAI agar pendidikan keagamaan di sekolah dasar benar-benar berjalan sesuai mandatnya.

Asesmen Kemenag membuka fakta penting: mutu PAI bergantung pada literasi Al-Qur’an guru sejak hulu kebijakan. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DebtCollector

    Didatangi Debt Collector? Ini Hak Konsumen yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Editorial edukatif Albadarpost: memahami batas kewenangan debt collector agar konsumen tak lagi ditakuti praktik ilegal. Mengapa Edukasi Ini Penting albadarpost.com, EDITORIAL – Banyak warga merasa tak punya pilihan ketika debt collector datang. Suaranya keras. Jumlahnya lebih dari satu. Di tangan mereka ada surat tugas. Kalimatnya tegas: kendaraan harus diserahkan. Situasi ini membuat banyak konsumen langsung […]

  • nikah fest 2026

    Cari Pasangan Serius? Kemenag Gelar Golek Garwo di Nikah Fest 2026

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Ta’aruf Kemenag menjadi salah satu program yang menarik perhatian menjelang pelaksanaan Nikah Fest 2026. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama menghadirkan sesi perkenalan atau ta’aruf resmi bagi Muslim dan Muslimah yang serius mencari pasangan hidup sesuai syariat Islam. Program yang dikenal dengan nama Golek Garwo atau Ta’aruf Session tersebut menjadi bagian dari rangkaian […]

  • Peran Caregiver

    Peran Caregiver Menentukan Kualitas Hidup Pasien

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Peran caregiver menopang perawatan harian pasien dan menentukan kualitas hidup kelompok rentan. albadarpost.com, LIFE STYLE – Peran caregiver kian krusial dalam sistem perawatan kesehatan dan sosial. Mereka memastikan individu lanjut usia, penyandang disabilitas, atau pasien dengan penyakit kronis tetap dapat menjalani aktivitas harian secara aman dan bermartabat. Di balik fungsi itu, terdapat beban fisik dan […]

  • Petugas Satreskrim Polres Banjar mengamankan terduga pelaku curanmor dalam Operasi Jaran Lodaya 2026 beserta barang bukti sepeda motor.

    Operasi Jaran Lodaya Berhasil Ungkap Curanmor di Banjar

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH  — Kasus curanmor kembali menjadi perhatian masyarakat Kota Banjar. Seorang pria berinisial M diamankan Satreskrim Polres Banjar karena diduga terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Kecamatan Pataruman. Penangkapan dilakukan di tengah pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 7 Juni 2026. Operasi tersebut difokuskan untuk […]

  • Ilustrasi reflektif tentang manusia yang menatap masa depan dengan keikhlasan, menyadari rencana Allah selalu lebih baik dari keinginan manusia karena hikmah takdir Allah di masa depan

    Hari Esok Akan Membuktikan, Allah Tak Pernah Salah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, mungkin bukan besok atau tahun depan, kita akan menoleh ke belakang dengan mata yang berbeda. Luka yang hari ini terasa menyesakkan akan tampak seperti jalan sunyi yang ternyata menyelamatkan. Air mata yang jatuh diam-diam akan berubah menjadi bukti bahwa Allah sedang bekerja dengan cara paling lembut, meski saat itu […]

  • ilustrasi konsep affiliate marketing online dengan komisi penjualan dalam perspektif bisnis digital menurut Islam

    Hukum Affiliate Marketing dalam Islam: Halal atau Haram?

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perkembangan ekonomi digital membuat banyak orang tertarik menjalankan affiliate marketing sebagai sumber penghasilan tambahan. Namun demikian, sebagian Muslim masih bertanya tentang hukum affiliate marketing dalam Islam. Apakah affiliate marketing halal atau haram, dan bagaimana bisnis affiliate menurut Islam dipandang dalam fikih muamalah? Pertanyaan ini wajar muncul karena sistem affiliate melibatkan komisi dari […]

expand_less