Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Masjid Rahmatullah BRP Buktikan Masjid Pusat Kepedulian

Masjid Rahmatullah BRP Buktikan Masjid Pusat Kepedulian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA TASIKMALAYASantunan Masjid Rahmatullah BRP kembali menguatkan makna bahwa masjid bukan sekadar ruang ibadah. Santunan Masjid Rahmatullah BRP sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian sosial warga terhadap kaum dhuafa dan fakir miskin. Melalui kegiatan berbagi ini, Masjid Rahmatullah BRP memperlihatkan peran strategisnya sebagai pusat solidaritas umat menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

Sejak pagi, suasana di lingkungan masjid terasa berbeda. Warga Perumahan Bumi Resik Panglayungan (BRP), Kota Tasikmalaya, datang dengan semangat kebersamaan. Mereka tidak hanya membawa donasi, tetapi juga harapan agar keberkahan Ramadhan bisa dirasakan bersama.

Selain itu, kegiatan ini mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Pengurus masjid, tokoh lingkungan, hingga para relawan duduk bersama memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Karena itu, santunan yang diberikan bukan sekadar angka, melainkan simbol kepedulian kolektif.

Masjid sebagai Pusat Pemberdayaan Sosial

Selama ini, masjid kerap dipahami sebatas tempat shalat dan kajian. Namun, Santunan Masjid Rahmatullah BRP menunjukkan fungsi yang lebih luas. Masjid hadir sebagai pusat pemberdayaan sosial yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Baca juga: Sombong dalam Ibadah: Dosa yang Terlihat Suci

Pertama, pengurus masjid menggalang partisipasi warga melalui iuran sukarela. Kemudian, panitia menyusun data penerima manfaat secara terbuka dan terukur. Setelah itu, bantuan disalurkan kepada 1.326 penerima yang terdiri dari kaum dhuafa, fakir miskin, dan fisabilillah.

Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi tempat berkumpul untuk ibadah ritual, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi sosial. Bahkan, kegiatan ini memperkuat ikatan emosional antarwarga. Mereka merasa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga harmoni lingkungan.

Lebih jauh lagi, momentum menjelang Ramadhan menjadi pengingat bahwa berbagi merupakan inti ajaran Islam. Oleh sebab itu, kegiatan sosial seperti ini mampu menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya empati.

Ramadhan, Momentum Menguatkan Solidaritas

Menjelang bulan suci, semangat berbagi terasa semakin kuat. Santunan Masjid Rahmatullah BRP hadir sebagai bagian dari rangkaian Cahaya Ramadhan 1447 H. Tidak hanya santunan, acara juga diisi tausiyah yang mengingatkan pentingnya kepedulian sosial.

Baca juga: Rahasia Masak Kerang Tutut Cabe Ijo Bumbu Melimpah

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menghadirkan ketenangan batin. Para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur, sementara para donatur merasakan kebahagiaan karena bisa berkontribusi langsung. Dengan kata lain, semua pihak memperoleh keberkahan.

Karena itu, kegiatan ini layak menjadi contoh bagi lingkungan lain. Masjid mampu menggerakkan potensi umat jika dikelola dengan visi yang jelas. Apalagi, ketika kepedulian sosial dijadikan agenda rutin, dampaknya akan terasa lebih luas.

Di tengah tantangan ekonomi yang tidak ringan, solidaritas menjadi kunci. Santunan yang digelar di Masjid Rahmatullah BRP membuktikan bahwa kekuatan komunitas mampu menghadirkan solusi nyata. Bahkan, langkah kecil yang dilakukan bersama bisa memberi perubahan besar.


Pada akhirnya, Santunan Masjid Rahmatullah BRP menegaskan kembali identitas masjid sebagai pusat kehidupan umat. Ia bukan hanya tempat bersujud, melainkan juga ruang berbagi dan menguatkan sesama. Ramadhan pun hadir bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum untuk memperluas kepedulian.

Jika semangat ini terus dijaga, maka masjid akan tetap menjadi jantung masyarakat. Dan dari sana, cahaya kebersamaan akan terus menyala, tidak hanya di bulan suci, tetapi sepanjang waktu. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana kegiatan belajar siswa dan pesantren kilat di sekolah selama Ramadhan 2026 sesuai kebijakan jadwal pembelajaran nasional

    Jadwal Belajar Ramadhan 2026 Resmi Dirilis Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah akhirnya merilis skema resmi jadwal belajar Ramadhan 2026. Kebijakan ini mengatur keseimbangan antara kegiatan akademik, ibadah, serta pendidikan karakter selama bulan suci. Langkah tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik, terutama orang tua dan siswa, terkait apakah sekolah libur penuh atau tetap menjalankan pembelajaran. Melalui pengaturan terstruktur, kegiatan belajar tidak dihentikan. Sebaliknya, pemerintah […]

  • apbd-tasikmalaya-2026

    APBD Tasikmalaya 2026 Ditutup Defisit, Program Publik Jadi Penentu

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: APBD Tasikmalaya 2026 menguji keberanian pemda menjaga layanan dasar di tengah defisit. albadarpost.com, EDITORIAL – Pengesahan APBD Tasikmalaya 2026 bukan sekadar ritual tahunan. Di balik angka-angka yang disetujui DPRD, ada arah kebijakan yang menentukan siapa yang dilindungi dan siapa yang dibiarkan menghadapi risiko sosial. APBD senilai Rp1,523 triliun disahkan dalam rapat paripurna, menempatkan […]

  • KPK geledah rumah Ono Surono

    Drama Baru Kasus Bekasi: KPK Datangi Rumah Ono Surono di Bandung

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus KPK geledah rumah Ono Surono menjadi sorotan publik setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mendatangi kediaman politisi Jawa Barat tersebut. Penggeledahan rumah Ono Surono oleh KPK terkait dugaan korupsi proyek di Kabupaten Bekasi langsung memicu perhatian karena kasus ijon proyek kini berkembang semakin luas. Langkah KPK ini menandai fase baru penyidikan […]

  • berat badan saat lebaran

    Berat Badan Naik Saat Lebaran? Ini Cara Cerdas Tanpa Diet Ketat

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Berat badan saat Lebaran sering naik drastis karena pola makan berubah. Namun, kamu tetap bisa menikmati hidangan khas tanpa khawatir. Kunci menjaga berat badan saat hari raya ada pada strategi sederhana yang konsisten, bukan diet ekstrem. Banyak orang langsung menghindari makanan favorit. Padahal, cara itu sering gagal karena memicu makan berlebihan di […]

  • Ilustrasi praktik gratifikasi dalam pengadaan pemerintah berupa pemberian uang dan fasilitas kepada pejabat negara.

    Gratifikasi Pengadaan: Ancaman 20 Tahun Penjara

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gratifikasi pengadaan pemerintah menjadi sorotan serius karena praktik ini berkaitan langsung dengan potensi suap tender dan korupsi pengadaan barang dan jasa. Gratifikasi dalam proyek pemerintah mencakup pemberian uang, barang, diskon, komisi, hingga fasilitas kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang berkaitan dengan jabatan. Karena itu, setiap bentuk gratifikasi pengadaan yang terhubung […]

  • Ilustrasi burung elang terbang tinggi lalu turun menyambar daging dan terjebak perangkap sebagai simbol manusia yang kehilangan bebas merdeka karena nafsu dunia.

    Bebas Merdeka atau Budak Duniawi?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk-pikuk ambisi, istilah Bebas Merdeka terdengar seperti slogan upacara. Padahal, menurut hikmah Syekh ‘Athoillah dalam Al-Hikam, Bebas Merdeka bukan sekadar bebas secara fisik, melainkan merdeka dari keinginan palsu dan harapan semu. Ironisnya, banyak orang merasa merdeka, tetapi justru menjadi budak ambisi. Mereka mengira sedang mengejar impian, padahal nafsu diam-diam mengejar […]

expand_less