Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Pemkot Tasikmalaya Tata PKL untuk Pulihkan Ruang Publik

Pemkot Tasikmalaya Tata PKL untuk Pulihkan Ruang Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penataan PKL Tasikmalaya kembalikan fungsi ruang publik dan wujudkan kawasan Masjid Agung yang lebih tertib.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kawasan pusat Kota Tasikmalaya kembali tertib setelah Pemerintah Kota melakukan penataan PKL Tasikmalaya di area plaza dan trotoar sekitar Masjid Agung pada Rabu, 10 Desember 2025. Penataan ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ruang publik, meningkatkan kenyamanan warga, dan memberi tempat usaha yang lebih teratur bagi para pedagang. Dampaknya langsung terasa karena jalur pedestrian yang sebelumnya sesak kini kembali lapang dan aman digunakan warga.

Pemerintah Kota menilai langkah ini penting mengingat kawasan Masjid Agung merupakan ruang publik strategis yang setiap hari dipadati jamaah dan pengunjung. Aktivitas PKL yang semakin meluas di area trotoar dinilai mengganggu mobilitas warga dan menurunkan kualitas tata ruang kota. Karena itu, relokasi dilakukan sebagai solusi yang menjaga kepentingan pedagang sekaligus kepentingan publik.

Proses penataan PKL Tasikmalaya melibatkan kolaborasi lintas instansi. Dinas Perindag KUMKM Kota Tasikmalaya memimpin pendataan dan penentuan lokasi pengganti, sementara Satpol PP, Dishub, Polri, dan TNI mengatur proses pemindahan agar berjalan tertib. Pedagang dipindahkan ke depan bekas Kantor Pemda Kabupaten Tasikmalaya, dekat Pos Polisi Taman Kota, serta sepanjang Jalan Pemuda. Lokasi tersebut dianggap lebih layak dan memberikan ruang yang cukup bagi aktivitas usaha.

Ruang Publik Lebih Nyaman bagi Warga

Setelah penataan dilakukan, warga mengaku merasakan perubahan signifikan. Area pedestrian yang sebelumnya padat kini terbuka kembali. Orang tua dapat berjalan bersama anak mereka tanpa harus menghindari lapak pedagang. Jalur pejalan kaki kembali menjalankan fungsi dasarnya sebagai ruang aman, ramah keluarga, dan ramah lansia.

Warga menilai langkah ini tidak hanya mengatur para pedagang, tetapi juga menghidupkan kembali wajah pusat kota. Aktivitas rekreasi, kegiatan keagamaan, hingga interaksi sosial berlangsung lebih tertib. Pemerintah Kota menilai kondisi ini sebagai capaian awal penataan kawasan Masjid Agung yang lebih luas.

Dalam setiap kesempatan, Pemkot menegaskan bahwa penataan tidak dimaksudkan untuk menutup mata pencaharian warga. Pemerintah memastikan para PKL mendapat tempat usaha yang masih dekat dengan pusat keramaian agar roda ekonomi tetap berjalan. Penataan dilakukan agar kawasan Masjid Agung tetap kondusif bagi ibadah, bersih, dan lebih teratur sebagai ruang publik simbolik dan religius.

Penataan sebagai Tahap Awal Revitalisasi Kawasan

Kebijakan penataan PKL Tasikmalaya merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah daerah untuk membangun ruang publik yang modern namun tetap mempertahankan karakter religius kota. Kawasan Masjid Agung menjadi perhatian utama karena fungsi sosial, keagamaan, dan wisata kotanya sangat kuat.

Baca juga: RUPS BPR Tasikmalaya Rumuskan Arah Pembiayaan UMKM 2026

Pemkot menilai bahwa keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kenyamanan ibadah harus dijaga melalui penataan yang berkelanjutan. Relokasi PKL dianggap sebagai langkah awal sebelum pemerintah memulai revitalisasi tata ruang yang lebih besar. Jika proses ini berjalan konsisten, pusat kota diharapkan menjadi lebih rapi, nyaman, dan mendukung aktivitas warga.

Pada tahap berikutnya, pemerintah berencana menata ulang alur lalu lintas di sekitar masjid, memperbaiki area taman kota, dan meningkatkan fasilitas publik seperti penerangan, drainase, dan ruang hijau. Penataan PKL menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Tasikmalaya yang Maju, Nyaman, dan Resik.

Penataan PKL Tasikmalaya mengembalikan fungsi ruang publik dan menjaga kenyamanan ibadah di kawasan Masjid Agung. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Child Online Protection

    Internet Tak Lagi Aman untuk Anak? Ini Fakta dan Cara Cegahnya Sekarang

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Child Online Protection atau Perlindungan Anak di Dunia Maya bukan lagi sekadar istilah teknis, melainkan kebutuhan mendesak di era digital. Perlindungan anak di internet, keamanan anak digital, hingga pencegahan kejahatan siber kini harus dipahami semua orang tua. Sebab, di balik layar gadget yang tampak aman, ancaman justru sering bergerak tanpa suara. Banyak […]

  • tanam pohon langka

    Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Upaya tanam pohon langka di Tasikmalaya dorong mitigasi bencana dan perbaikan kualitas lingkungan. albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi tanam pohon langka kembali mengisi kawasan Arboretum Pasir Bakukung, Desa Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu pagi, 22 November 2025. Pagi itu, puluhan relawan dari Komunitas Nyaah Ka Alam membawa bibit yang sebagian besar merupakan jenis endemik Jawa […]

  • wajah mulus tanpa jenggot

    Tren Wajah Mulus Tanpa Jenggot Jadi Standar Baru Maskulinitas di Korea Selatan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Tren wajah mulus tanpa jenggot kini menjadi standar maskulinitas baru di Korea Selatan, dipengaruhi budaya K-pop dan modernitas. albadarpost.com, LENSA HUMANIORA – Standar kecantikan bagi pria di Korea Selatan mengalami perubahan besar dalam beberapa dekade terakhir. Wajah mulus tanpa jenggot kini dianggap sebagai penampilan ideal, menggantikan simbol maskulinitas tradisional yang lekat dengan jenggot tebal sebagai […]

  • fenomena pendidikan

    Dunia Pendidikan Sedang Berubah Diam-Diam, Ini 5 Tanda Besarnya

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak orang mengira dunia pendidikan berjalan seperti biasa. Sekolah tetap ada, guru tetap mengajar, dan siswa tetap belajar di kelas. Namun sebenarnya, fenomena pendidikan modern sedang berubah secara drastis. Fenomena pendidikan terbaru, tren belajar masa kini, serta perubahan sistem pendidikan muncul perlahan tanpa disadari publik luas. Perubahan ini tidak selalu terlihat besar. […]

  • ngarumat hulu cai

    Hari Ini Rawat Alam, Besok Alam Jaga Kita: Momen Menggetarkan di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Udara pagi di kawasan Gunung Kokosan Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, terasa berbeda pada peringatan Hari Bumi 2026, Rabu 22 April 2026. Di tengah hijaunya pepohonan dan gemericik air, gaung ngarumat hulu cai menggema—bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan nyata menjaga sumber kehidupan: air. Sejak awal kegiatan dimulai, pesan tentang pelestarian […]

  • Sespimma Polri

    Serdik Sespimma Polri Bagikan Sembako dan Tas Sekolah di Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana di Polres Tasikmalaya terlihat berbeda dari biasanya, Selasa (19/5/2026). Tidak ada wajah tegang saat pengamanan. Tidak terdengar suara sirene atau barisan formal yang kaku. Sebaliknya, halaman dan gedung pertemuan justru dipenuhi anak-anak, lansia, dan warga yang datang untuk menerima bantuan sosial dari para anggota polisi. Namun ada hal lain yang […]

expand_less