Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Ironi SMPN 3 Depok: Bangunan Baru Rp28 Miliar, Meja Tak Cukup

Ironi SMPN 3 Depok: Bangunan Baru Rp28 Miliar, Meja Tak Cukup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi pendidikan di Kota Depok kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari SMP Negeri 3 Depok. Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan membawa meja lipat dari rumah, meski sekolah tersebut baru selesai dibangun dengan anggaran mencapai Rp28 miliar.

Pemandangan itu memicu perhatian publik karena dianggap tidak sejalan dengan besarnya anggaran pembangunan sekolah. Gedung baru sudah berdiri, namun fasilitas dasar berupa meja dan kursi belum sepenuhnya tersedia.

Fasilitas Tak Sejalan dengan Kapasitas Belajar

Kepala SMPN 3 Depok, Ety Kuswandarini, mengakui keterbatasan fasilitas tersebut. Ia menjelaskan bahwa jumlah meja dan kursi tidak mencukupi ketika seluruh siswa mengikuti pembelajaran pada pagi hari secara bersamaan.

Sebelumnya, sekolah menerapkan sistem belajar pagi dan siang. Setelah menempati gedung baru, pihak sekolah memutuskan seluruh kegiatan belajar dilakukan pada pagi hari agar proses belajar lebih efektif dan terkontrol.

Baca juga: Laporan Orang Tua Bongkar Dugaan Pelecehan Guru SD

Keputusan itu berdampak pada kebutuhan sarana belajar. Jumlah siswa yang hadir bersamaan meningkat, sementara meja dan kursi belum tersedia sesuai kapasitas kelas.

“Jumlah ruang kelas bertambah, tapi sarana belum sepenuhnya mengikuti,” ujar Ety.

Dampak Pemisahan Sekolah Satu Atap

Selain perubahan sistem belajar, kondisi ini juga berkaitan dengan pemisahan SMPN 3 Depok dari SMPN 33 Depok. Sebelumnya, kedua sekolah tersebut berada dalam satu kawasan dan berbagi fasilitas.

Saat pemisahan dilakukan, sebagian meja dan kursi tetap digunakan oleh SMPN 33. Akibatnya, SMPN 3 Depok harus menyesuaikan diri dengan ketersediaan sarana yang tersisa.

Situasi tersebut membuat sekolah mengambil langkah cepat agar proses belajar tidak terhenti. Salah satunya dengan membuka opsi penggunaan meja lipat pribadi bagi siswa.

Orang Tua Setujui Solusi Sementara

Pihak sekolah menyampaikan kondisi tersebut kepada orang tua siswa. Sekolah menegaskan bahwa membawa meja dari rumah bukan kewajiban, melainkan solusi sementara bagi siswa yang memiliki meja lipat.

Sebagian siswa juga mengikuti pelajaran dengan duduk lesehan. Guru tetap mengajar sesuai jadwal tanpa mengurangi jam pelajaran.

“Orang tua memahami kondisi ini dan menyepakati solusi sementara,” kata Ety.

Sekolah memastikan tidak ada pungutan atau kewajiban membeli meja baru. Semua langkah dilakukan agar kegiatan belajar tetap berjalan sambil menunggu pengadaan resmi dari pemerintah.

Respons Pemerintah Kota Depok

Pemerintah Kota Depok merespons kondisi tersebut dengan menyatakan bahwa pengadaan meja dan kursi tidak termasuk dalam proyek pembangunan gedung sekolah. Proyek senilai Rp28 miliar itu berfokus pada pembangunan fisik bangunan.

Baca juga: Bupati Tasikmalaya Dorong Sekolah Jadi Pusat Perubahan Lingkungan

Pemkot Depok kini menyiapkan pengadaan sarana belajar secara terpisah. Dinas Pendidikan telah melakukan pendataan kebutuhan meja dan kursi sesuai jumlah siswa dan ruang kelas yang tersedia.

Wali Kota Depok menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melengkapi fasilitas pendidikan secara bertahap. Pengadaan meja dan kursi ditargetkan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Catatan bagi Perencanaan Pendidikan

Kasus SMPN 3 Depok menyoroti pentingnya sinkronisasi antara pembangunan fisik sekolah dan kesiapan fasilitas pendukung. Gedung baru tanpa sarana belajar yang memadai berpotensi menghambat kenyamanan siswa.

Meski bersifat sementara, kondisi ini menjadi pengingat bahwa perencanaan pendidikan tidak hanya soal bangunan, tetapi juga kelengkapan sarana yang langsung bersentuhan dengan siswa.

Pihak sekolah dan pemerintah berharap proses pengadaan segera rampung. Dengan begitu, seluruh siswa dapat belajar menggunakan fasilitas sekolah tanpa harus membawa perlengkapan sendiri dari rumah. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pecel lele goreng renyah dengan sambal pedas dan lalapan kemangi khas warung kaki lima.

    Bikin Pecel Lele Seenak Abang Warung? Ini Rahasianya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rahasia pecel lele sering menjadi perbincangan di kalangan pecinta kuliner kaki lima. Banyak orang mencoba membuat pecel lele enak atau pecel lele gurih renyah di rumah, namun rasanya tetap berbeda dibandingkan dengan hidangan di warung pinggir jalan. Padahal, di balik sepiring pecel lele yang sederhana, terdapat beberapa teknik memasak yang jarang diketahui […]

  • BPD Tasikmalaya

    Resmi! Puluhan Anggota BPD Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Desa

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penguatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tasikmalaya menjadi langkah strategis setelah pemerintah daerah meresmikan puluhan anggota baru. Peresmian anggota BPD PAW (Pergantian Antar Waktu) ini menjadi bagian penting dalam memperkuat fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat di tingkat desa. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong tata kelola desa yang transparan […]

  • mengabaikan adzan

    Mengabaikan Adzan Artinya Menolak Keberkahan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Adzan berkumandang setiap hari, lima kali tanpa jeda. Namun di banyak ruang publik, panggilan itu sering berlalu tanpa respons. Ulama menilai, kebiasaan mengabaikan adzan bukan hanya persoalan teknis ibadah, tetapi gejala melemahnya disiplin spiritual umat yang berdampak langsung pada keberkahan hidup. Fenomena ini semakin terasa di tengah ritme kehidupan modern. Aktivitas kerja, […]

  • Ilustrasi pemula sedang memulai usaha kecil dengan laptop, catatan bisnis, dan suasana kerja produktif

    Jangan Takut Mulai! Ini Cara Bangun Usaha dari Nol untuk Pemula

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Memulai usaha pemula sering terasa menakutkan. Banyak orang ingin punya bisnis sendiri, tetapi bingung harus mulai dari mana. Di sisi lain, sebagian orang justru terlalu lama menunggu modal besar, padahal banyak usaha sukses lahir dari langkah kecil dan keberanian mencoba. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah pelaku UMKM di Indonesia. Berdasarkan data […]

  • perang Islam

    Dari Badar ke Hattin: 7 Perang Islam Penuh Ketegangan

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perang Islam menjadi bagian penting dalam perjalanan peradaban dunia. Dalam sejarah perang Islam, berbagai konflik besar tidak hanya menentukan arah dakwah, tetapi juga membentuk strategi militer, politik, dan sosial umat. Kisah perang dalam Islam selalu menghadirkan drama, pengorbanan, dan momen penuh ketegangan yang mengubah jalannya sejarah. Menariknya, setiap perang besar Islam memiliki […]

  • perbandingan sistem kuota haji

    Perbandingan Sistem Kuota Haji di Negara Lain, Indonesia Perlu Belajar?

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    “Perbandingan sistem kuota haji di negara lain: pelajari mekanisme alokasi Saudi, pembagian kuota, dan pelajaran penting bagi Indonesia.” albadarpost.com, CENDIKIA. Banyak negara muslim memiliki sistem pembagian kuota haji yang berbeda-beda berdasarkan populasi, aturan pemerintah, dan regulasi lokal. Perbandingan sistem kuota haji di negara lain mengungkap bagaimana praktik alokasi kuota yang adil, transparan, dan terkadang kontroversial […]

expand_less