Dari Desa Janggala, Polres Tasikmalaya Kawal Ketahanan Pangan hingga Panen
- account_circle redaktur
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kegiatan monitoring dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, Rabu (10/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Deretan tanaman jagung muda tampak menghijau di lahan pertanian Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (10/6/2026). Daun-daunnya bergoyang pelan tertiup angin pagi. Di sela pematang yang masih menyisakan bekas tanah lembap setelah hujan malam sebelumnya, sejumlah petani berdiri sambil memperhatikan rombongan yang berjalan menyusuri lahan.
Menariknya, rombongan itu bukan penyuluh pertanian.
Mereka adalah personel Polres Tasikmalaya.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran bagaimana program ketahanan pangan, swasembada pangan, dan penguatan sektor pertanian kini tidak lagi hanya menjadi urusan petani. Berbagai pihak mulai terlibat langsung, termasuk kepolisian.
Melalui monitoring tanaman jagung di Desa Janggala, Polres Tasikmalaya menunjukkan komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Dari Menjaga Kamtibmas hingga Mengawal Produksi Pangan
Kegiatan monitoring dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri.
Bersama jajaran Satreskrim, ia menyusuri beberapa titik lahan jagung sambil berdialog dengan petani setempat. Sesekali mereka berhenti untuk melihat kondisi tanaman. Di beberapa petak lahan, batang jagung terlihat tumbuh cukup seragam dengan warna daun yang segar.
Menurut AKP Heru, kehadiran Polri saat ini tidak hanya terbatas pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Lebih dari itu, Polri juga memiliki tanggung jawab mendukung program-program strategis pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkomitmen penuh mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan,” ujar AKP Heru Samsul Bahri.
Pernyataan tersebut menegaskan perubahan pendekatan yang kini dilakukan institusi kepolisian. Polisi tidak hanya hadir ketika ada persoalan hukum, tetapi juga ikut mendorong sektor yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Dialog di Tengah Hamparan Jagung
Suasana monitoring berlangsung santai.
Beberapa petani tampak mendampingi rombongan sambil menunjukkan kondisi tanaman mereka. Ada yang menunjuk bagian lahan yang pertumbuhannya lebih cepat. Ada pula yang berbincang mengenai cuaca dan harapan panen beberapa bulan ke depan.
Di kejauhan, beberapa warga yang melintas sesekali memperhatikan kegiatan tersebut.
Bagi sebagian masyarakat, kehadiran polisi di tengah kebun jagung masih menjadi pemandangan yang tidak biasa. Namun pagi itu suasana terlihat cair. Percakapan yang terjadi lebih banyak membahas tanaman, produktivitas lahan, dan semangat bertani daripada persoalan keamanan.
Pendekatan seperti ini dinilai penting karena membangun kedekatan antara aparat dan masyarakat.
Selain memberikan motivasi moral, kehadiran personel Polres Tasikmalaya juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi para petani yang selama ini menjadi ujung tombak ketahanan pangan.
Jagung Menjadi Komoditas Strategis
Jagung memiliki posisi penting dalam sistem ketahanan pangan nasional.
Selain menjadi bahan pangan, komoditas ini juga menjadi kebutuhan utama sektor peternakan dan berbagai industri olahan. Karena itu, peningkatan produksi jagung di tingkat desa berkontribusi langsung terhadap stabilitas pasokan pangan yang lebih luas.
AKP Heru menegaskan bahwa kegiatan pendampingan tidak berhenti pada satu kunjungan.
Pihaknya akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar para petani tetap termotivasi mengembangkan lahan produktif mereka.
“Kami akan terus melakukan pendampingan dan monitoring secara berkala agar para petani semakin termotivasi dalam mengembangkan sektor pertanian mereka, khususnya dalam budidaya jagung ini,” katanya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan tanaman tumbuh optimal dan terhindar dari gangguan yang berpotensi menurunkan hasil panen.
Harapan Besar dari Desa Janggala
Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan cuaca hingga kebutuhan pangan yang terus meningkat, keberhasilan desa-desa produktif menjadi sangat penting.
Karena itu, Desa Janggala diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sentra jagung yang memberi kontribusi nyata bagi Kabupaten Tasikmalaya.
Hamparan tanaman yang saat ini masih setinggi lutut orang dewasa memang belum menghasilkan panen. Namun bagi para petani, setiap batang jagung yang tumbuh adalah harapan.
Harapan untuk hasil yang lebih baik.
Sera harapan untuk penghasilan yang lebih stabil.
Dan harapan untuk ikut menjaga ketersediaan pangan dari tingkat desa hingga nasional.
Di lahan itulah ketahanan pangan sesungguhnya dibangun. Bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui kerja keras petani yang setiap hari merawat tanaman mereka sejak benih ditanam hingga masa panen tiba.
Ketahanan pangan tidak lahir dari slogan semata. Ia tumbuh dari tanah yang digarap petani, dari jagung yang dirawat setiap hari, dan dari kolaborasi semua pihak. Ketika polisi ikut turun ke kebun, pesan yang muncul menjadi jelas: menjaga pangan bangsa bukan pekerjaan satu profesi, melainkan tanggung jawab bersama. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar