Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kejaksaan RI soroti bahaya judi online pada anak dan petani, edukasi publik digencarkan.

albadarpost.com, LENSA – Bahaya Judi Online kembali menjadi sorotan serius setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dampak praktik perjudian digital ini telah menjangkau lapisan masyarakat paling rentan, termasuk anak-anak sekolah dasar hingga petani di pedesaan. Fakta tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, dalam sesi talkshow pada Pameran Kinerja dan Publikasi Keterbukaan Kejaksaan RI di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2025).

Asep menyebut, keterlibatan anak dalam Bahaya Judi Online terjadi melalui permainan slot bermodal kecil yang tampaknya sederhana namun membawa risiko kecanduan. Meskipun ia tidak memaparkan jumlah pasti pelajar SD yang terlibat, pernyataan itu membuka kembali pintu diskusi tentang lemahnya pengawasan digital dan ekosistem yang belum mampu melindungi anak dari paparan permainan bermotif judi.

Dari sisi demografi pelaku, Asep mengungkap mayoritas pemain berusia 20 hingga 50 tahun, dengan latar belakang sosial yang beragam: petani, buruh, pekerja informal, hingga tunawisma. Fakta ini menunjukkan bahwa judi online bukan sekadar persoalan kriminalitas individual, tetapi persoalan struktural: kemiskinan, tekanan ekonomi, minimnya akses terhadap ruang rekreasi sehat, dan penetrasi teknologi tanpa literasi digital memadai.

Asep juga merinci bahwa berdasarkan data internal Jampidum, sekitar 98 persen pemain judi online adalah laki-laki. Persentase ini memperlihatkan betapa perjudian digital menjelma menjadi pelarian psikologis di tengah beban hidup yang menekan, terutama bagi kelompok yang secara sosial dan ekonomi telah berada dalam situasi rapuh.


Bahaya Judi Online dan Keterpurukan Sosial

Fenomena Bahaya Judi Online bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga problem sosial yang menjerat masyarakat dalam lingkar kerugian berlapis. Di permukaan, seorang pemain mungkin hanya kehilangan uang. Namun lebih jauh, perjudian digital merusak struktur keluarga, merusak kesehatan mental, dan memicu siklus hutang.

Bagi anak-anak sekolah dasar yang mulai mengenal akses tanpa kontrol, ancaman kecanduan digital datang dalam bentuk permainan yang disamarkan sebagai hiburan. Di beberapa kasus, anak-anak menggunakan uang jajan, memanfaatkan dompet digital orang tua, bahkan terjebak dalam lingkar pergaulan yang mendorong mereka mencoba ‘peruntungan’.

Sementara bagi petani dan buruh — kelompok yang menjadi tulang punggung keberlanjutan ekonomi lokal — judi online menyusup melalui narasi harapan palsu: kesempatan mendapatkan uang cepat di tengah kebutuhan hidup yang semakin berat. Saat mereka kalah, bukan hanya uang yang habis, tetapi juga martabat, kepercayaan keluarga, dan ruang harapan.

Pandangan ini memperlihatkan bahwa upaya penanganan tidak dapat sekadar mengandalkan penindakan hukum. Negara harus hadir dengan strategi literasi digital, penguatan ekonomi rakyat, dan penyediaan ruang rekreasi publik yang sehat. Dalam konteks ini, Bahaya Judi Online adalah cermin dari realitas sosial yang lebih besar.


Edukasi Publik sebagai Instrumen Perlawanan

Untuk menekan laju penyebaran Bahaya Judi Online, Kejaksaan RI mulai memperbanyak kegiatan edukasi di ruang terbuka. Dalam acara di Lapangan Banteng, Asep bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berdialog di hadapan masyarakat mengenai bahaya perjudian digital. Edukasi ini tidak sekadar memberikan peringatan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa judi bukan sekadar ‘permainan’, melainkan sistem yang dirancang untuk membuat pemain kalah.

Asep menegaskan bahwa judi online adalah “perangkap yang menyengsarakan, karena ujungnya pasti kalah dan by sistem.” Pernyataan ini penting: permainan judi digital tidak diciptakan untuk memberi peluang adil; ia dirancang sebagai mekanisme yang mengambil uang dari banyak orang dan menguntungkan segelintir pihak yang tidak terlihat.

Selain edukasi di ruang publik, Kejaksaan RI juga menyasar sekolah-sekolah untuk memberikan literasi dini. Melalui pendekatan ini, anak-anak dididik mengenali tanda awal kecanduan, cara menghindari paparan promosi judi, dan memahami risiko sosial serta psikologisnya.

Upaya ini sejalan dengan spirit albadarpost: bahwa literasi adalah alat perlawanan. Pendidikan mendorong rakyat bukan hanya untuk tahu, tetapi untuk berani menolak struktur penindasan yang tidak kasat mata.

Bahaya judi online menyasar anak hingga petani. Edukasi publik harus diperkuat agar masyarakat terhindar dari perangkap sistem yang merugikan. (DAS)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • radikalisme digital

    Kesbangpol Jabar Perketat Pencegahan Radikalisme Digital di Lingkungan Remaja

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kesbangpol Jabar memperketat pencegahan radikalisme digital yang menyasar anak muda melalui game dan algoritma media sosial. albadarpost.com, PELITA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat memperketat langkah pencegahan radikalisme digital yang kini menyasar anak muda melalui pola penyusupan baru, termasuk konten video gim dan algoritma media sosial. Perubahan strategi ini penting karena kanal […]

  • Grafik peningkatan loyalitas pelanggan pada UMKM melalui strategi berbasis data dan analisis bisnis

    Data Bicara! Ini 9 Cara UMKM Bikin Pelanggan Setia

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Meningkatkan loyalitas pelanggan UMKM kini tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan ramah. Pelaku usaha perlu memahami retensi pelanggan, membangun pelanggan setia, serta menggunakan strategi berbasis data. Berbagai studi menunjukkan bahwa pendekatan terukur mampu meningkatkan pembelian ulang sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen. Data Penting: Mengapa Loyalitas Pelanggan Sangat Krusial? Pertama, berbagai […]

  • Rekrutmen Sensus Ekonomi 2026

    BPS Tasikmalaya Buka Lowongan Sensus Ekonomi 2026, Kuota Terbatas

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Badan Pusat Statistik Kota Tasikmalaya resmi membuka rekrutmen petugas lapangan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Lowongan tersebut mulai dibuka sejak Kamis (8/5/2026) dan hanya berlangsung hingga 11 Mei 2026 melalui sistem pendaftaran daring. Informasi rekrutmen Sensus Ekonomi 2026 itu langsung ramai dibagikan di media sosial karena kuota petugas disebut terbatas. Banyak […]

  • Ilustrasi pelaku UMKM memanfaatkan kekayaan intelektual sebagai agunan KUR untuk mendapatkan pembiayaan usaha.

    Resmi! KI Jadi Agunan KUR, UMKM Kini Punya Akses Modal Baru

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kekeyaan Intelektual (KI) jadi agunan KUR resmi diberlakukan. Skema baru ini membuka jalan bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk mengakses pembiayaan hanya dengan bermodal karya. Kebijakan ini menjadi titik balik, karena untuk pertama kalinya kekayaan intelektual—atau hak cipta, merek, dan paten—diakui sebagai jaminan tambahan dalam sistem Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kebijakan […]

  • Bupati Tasikmalaya Dr Cecep Nurul Yakin saat memberikan pernyataan tentang Sekolah Maung SMAN 1 Singaparna dan pendidikan unggulan.

    Bupati Tasikmalaya Soroti Sekolah Maung, Sebut Sejalan dengan Program Presiden

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bupati Tasikmalaya Dr. Cecep Nurul Yakin memberikan apresiasi terhadap keberadaan Sekolah Maung di SMAN 1 Singaparna. Program pendidikan unggulan tersebut dinilai memiliki arah yang sejalan dengan konsep sekolah berkualitas yang saat ini didorong pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurut Cecep, Sekolah Maung menjadi salah satu contoh pengembangan pendidikan yang […]

  • Rekrutmen Polri 2026

    Polda Jabar Pastikan Seleksi Akpol 2026 Tanpa Jalur Belakang dan Titipan

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA DAERAH – Proses Rekrutmen Polri 2026 di lingkungan Polda Jawa Barat dipastikan berjalan secara bersih, transparan, dan akuntabel. Bahkan, peserta seleksi Taruna Akpol, Bintara, hingga Tamtama kini dapat langsung melihat nilai hasil ujian mereka sesaat setelah tes selesai melalui layar monitor yang tersedia di lokasi. Sistem seleksi terbuka itu menjadi sorotan publik karena […]

expand_less