Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

Bahaya Judi Online Mengintai Anak dan Petani, Kejaksaan RI Tingkatkan Edukasi Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kejaksaan RI soroti bahaya judi online pada anak dan petani, edukasi publik digencarkan.

albadarpost.com, LENSA – Bahaya Judi Online kembali menjadi sorotan serius setelah Kejaksaan Agung mengungkap bahwa dampak praktik perjudian digital ini telah menjangkau lapisan masyarakat paling rentan, termasuk anak-anak sekolah dasar hingga petani di pedesaan. Fakta tersebut disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, dalam sesi talkshow pada Pameran Kinerja dan Publikasi Keterbukaan Kejaksaan RI di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2025).

Asep menyebut, keterlibatan anak dalam Bahaya Judi Online terjadi melalui permainan slot bermodal kecil yang tampaknya sederhana namun membawa risiko kecanduan. Meskipun ia tidak memaparkan jumlah pasti pelajar SD yang terlibat, pernyataan itu membuka kembali pintu diskusi tentang lemahnya pengawasan digital dan ekosistem yang belum mampu melindungi anak dari paparan permainan bermotif judi.

Dari sisi demografi pelaku, Asep mengungkap mayoritas pemain berusia 20 hingga 50 tahun, dengan latar belakang sosial yang beragam: petani, buruh, pekerja informal, hingga tunawisma. Fakta ini menunjukkan bahwa judi online bukan sekadar persoalan kriminalitas individual, tetapi persoalan struktural: kemiskinan, tekanan ekonomi, minimnya akses terhadap ruang rekreasi sehat, dan penetrasi teknologi tanpa literasi digital memadai.

Asep juga merinci bahwa berdasarkan data internal Jampidum, sekitar 98 persen pemain judi online adalah laki-laki. Persentase ini memperlihatkan betapa perjudian digital menjelma menjadi pelarian psikologis di tengah beban hidup yang menekan, terutama bagi kelompok yang secara sosial dan ekonomi telah berada dalam situasi rapuh.


Bahaya Judi Online dan Keterpurukan Sosial

Fenomena Bahaya Judi Online bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga problem sosial yang menjerat masyarakat dalam lingkar kerugian berlapis. Di permukaan, seorang pemain mungkin hanya kehilangan uang. Namun lebih jauh, perjudian digital merusak struktur keluarga, merusak kesehatan mental, dan memicu siklus hutang.

Bagi anak-anak sekolah dasar yang mulai mengenal akses tanpa kontrol, ancaman kecanduan digital datang dalam bentuk permainan yang disamarkan sebagai hiburan. Di beberapa kasus, anak-anak menggunakan uang jajan, memanfaatkan dompet digital orang tua, bahkan terjebak dalam lingkar pergaulan yang mendorong mereka mencoba ‘peruntungan’.

Sementara bagi petani dan buruh — kelompok yang menjadi tulang punggung keberlanjutan ekonomi lokal — judi online menyusup melalui narasi harapan palsu: kesempatan mendapatkan uang cepat di tengah kebutuhan hidup yang semakin berat. Saat mereka kalah, bukan hanya uang yang habis, tetapi juga martabat, kepercayaan keluarga, dan ruang harapan.

Pandangan ini memperlihatkan bahwa upaya penanganan tidak dapat sekadar mengandalkan penindakan hukum. Negara harus hadir dengan strategi literasi digital, penguatan ekonomi rakyat, dan penyediaan ruang rekreasi publik yang sehat. Dalam konteks ini, Bahaya Judi Online adalah cermin dari realitas sosial yang lebih besar.


Edukasi Publik sebagai Instrumen Perlawanan

Untuk menekan laju penyebaran Bahaya Judi Online, Kejaksaan RI mulai memperbanyak kegiatan edukasi di ruang terbuka. Dalam acara di Lapangan Banteng, Asep bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berdialog di hadapan masyarakat mengenai bahaya perjudian digital. Edukasi ini tidak sekadar memberikan peringatan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa judi bukan sekadar ‘permainan’, melainkan sistem yang dirancang untuk membuat pemain kalah.

Asep menegaskan bahwa judi online adalah “perangkap yang menyengsarakan, karena ujungnya pasti kalah dan by sistem.” Pernyataan ini penting: permainan judi digital tidak diciptakan untuk memberi peluang adil; ia dirancang sebagai mekanisme yang mengambil uang dari banyak orang dan menguntungkan segelintir pihak yang tidak terlihat.

Selain edukasi di ruang publik, Kejaksaan RI juga menyasar sekolah-sekolah untuk memberikan literasi dini. Melalui pendekatan ini, anak-anak dididik mengenali tanda awal kecanduan, cara menghindari paparan promosi judi, dan memahami risiko sosial serta psikologisnya.

Upaya ini sejalan dengan spirit albadarpost: bahwa literasi adalah alat perlawanan. Pendidikan mendorong rakyat bukan hanya untuk tahu, tetapi untuk berani menolak struktur penindasan yang tidak kasat mata.

Bahaya judi online menyasar anak hingga petani. Edukasi publik harus diperkuat agar masyarakat terhindar dari perangkap sistem yang merugikan. (DAS)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tauhid dan ketenangan hidup

    Rahasia Hidup Tenang Ternyata Bukan Uang, Tapi Tauhid

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah ada fase ketika semua terlihat baik-baik saja, tetapi hati tetap terasa gelisah? Perasaan seperti ini sering muncul tanpa sebab yang jelas. Di tengah kondisi tersebut, tauhid dan ketenangan hidup menjadi jawaban yang sering terlupakan. Banyak orang mengira ketenangan bisa dibeli atau dicapai melalui kesuksesan. Namun, setelah semua itu diraih, kegelisahan tetap […]

  • Memupuk Nasionalisme Generasi Emas Lewat Permainan

    Memupuk Nasionalisme Generasi Emas Lewat Permainan

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com – WARTA MITRA. Membentuk karakter dan nasionalisme generasi muda kini bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Kesbang Kab. Tasikmalaya mengajak 150 siswa SMP Negeri 1 Cigalontang mengikuti sosialisasi wawasan kebangsaan melalui permainan kartu modern. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan nilai persatuan, kerja sama, dan tanggung jawab sejak dini. Meskipun berbasis kartu fisik, permainan ini […]

  • Komcad 2026

    Komcad Matra Udara 2026 Dibuka, Daftarnya Gratis

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah rutinitas kuliah, pekerjaan, dan berbagai aktivitas sehari-hari, sebagian anak muda Indonesia mulai mencari pengalaman yang berbeda. Ada yang mengikuti pelatihan keterampilan, aktif di organisasi, sementara sebagian lainnya mulai melirik Komcad 2026 atau pendaftaran Komponen Cadangan Matra Udara 2026. Kesempatan bergabung dengan Komcad Matra Udara 2026 tersebut masih terbuka. Program […]

  • Rekam Tanpa Izin

    Rekam Orang Tanpa Izin, Bisa Dipidana? Ini Batasnya

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Rekam tanpa izin menjadi topik yang kembali ramai setelah Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan merekam orang lain, terutama perempuan dan anak, tanpa persetujuan. Imbauan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah merekam orang tanpa izin, mengambil video di ruang publik, atau mengunggah rekaman ke media sosial otomatis […]

  • pencurian ART

    Pencurian ART Rugikan Lansia Singapura Rp 1,3 Miliar

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus pencurian ART di Singapura yang merugikan seorang lansia hingga Rp 1,3 miliar membuka persoalan yang lebih luas dari sekadar kejahatan individual. Peristiwa ini menyoroti lemahnya sistem perlindungan lansia dalam relasi kerja domestik, sekaligus menunjukkan bagaimana kebijakan pengawasan, literasi keuangan, dan penanganan adiksi belum sepenuhnya menjangkau ruang privat rumah tangga. Fakta […]

  • Bumi Masagi Banjar

    Banjar Luncurkan Bumi Masagi dan Warung Besti

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bumi Masagi Banjar resmi diluncurkan sebagai program penguatan ekonomi kerakyatan bersamaan dengan pengoperasian Warung Besti Banjar di Aula Galeri UMKM Sukma Kenanga, Kota Banjar, Rabu (29/7/2026). Melalui dua program unggulan tersebut, Pemerintah Kota Banjar menargetkan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat tetap […]

expand_less