Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » APBD 2026 Dibuka, Pokir DPRD Tasikmalaya Masih Tertutup

APBD 2026 Dibuka, Pokir DPRD Tasikmalaya Masih Tertutup

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterbukaan pengelolaan anggaran daerah kembali menjadi sorotan di Kabupaten Tasikmalaya. Upaya membuka dokumen APBD 2026 dinilai belum sepenuhnya menjawab tuntutan transparansi jika pokir DPRD Tasikmalaya masih tertutup dari akses publik.

Sorotan itu muncul setelah anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Komisi I, Asep Muslim, mendorong agar Peraturan Daerah APBD 2026 serta Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD 2026 segera diunggah ke laman Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Langkah tersebut dinilai penting, namun dianggap baru menyentuh sebagian persoalan.

Ketua Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA), Ahmad Mukhlis, menilai transparansi anggaran seharusnya tidak berhenti pada dokumen formal pemerintah daerah. Menurutnya, publik juga perlu mengetahui pokok-pokok pikiran DPRD yang menjadi bagian dari proses penyusunan APBD.

“Kalau hanya APBD yang dibuka, sementara pokir DPRD tetap tertutup, transparansinya jadi setengah. Publik tahu anggaran dipakai untuk apa, tapi tidak tahu bagaimana kebijakan itu lahir,” kata Ahmad Mukhlis, Sabtu, (24/1/2026).


Pokir DPRD Tak Bisa Dipisahkan dari APBD

Pokok-pokok pikiran DPRD merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat oleh anggota legislatif. Dokumen tersebut disampaikan secara resmi kepada pemerintah daerah dan menjadi bahan perencanaan pembangunan.

Baca juga: Anggaran Rutilahu APBD Bandung Dijaga, Program Tetap Berjalan

Ahmad Mukhlis menjelaskan, aturan terkait pokir sudah diatur jelas dalam Permendagri Nomor 6 Tahun 2018. Pada Pasal 78 Ayat (3) disebutkan bahwa pokir DPRD disampaikan secara tertulis kepada kepala Bappeda.

“Artinya, pokir itu dokumen resmi, bukan catatan informal. Karena masuk dalam perencanaan dan penganggaran, maka wajar jika dibuka ke publik,” ujarnya.

Ia menilai keterbukaan pokir DPRD Tasikmalaya justru akan memberi perlindungan moral bagi DPRD. Dengan data yang terbuka, masyarakat dapat menilai kinerja wakil rakyat berdasarkan usulan program, bukan sekadar janji politik saat kampanye.


Keterbukaan Anggaran Menyangkut Kepercayaan Publik

Dorongan transparansi muncul karena APBD menyangkut langsung penggunaan uang rakyat. Setiap tahap perencanaan dan penganggaran idealnya bisa dipantau masyarakat.

Minimnya informasi atau keterlambatan publikasi dokumen anggaran dinilai berpotensi menimbulkan kecurigaan. Dalam konteks ini, transparansi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Asep Muslim sebelumnya menekankan bahwa publikasi Perda APBD dan Perbup Penjabaran APBD merupakan kewajiban pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa keterbukaan menjadi fondasi akuntabilitas pemerintahan.

Namun, Ahmad Mukhlis menilai keterbukaan akan terasa timpang jika hanya menyasar eksekutif. Ia mendorong agar DPRD ikut membuka data pokir secara aktif.

“Transparansi tidak boleh satu arah. Kalau eksekutif dibuka, legislatif juga harus terbuka. Dengan begitu, kepercayaan publik bisa terjaga,” katanya.


Transparansi Menyeluruh Dinilai Sehatkan Demokrasi Lokal

Dorongan membuka pokir DPRD Tasikmalaya juga sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat yang meminta pemerintah daerah memperluas akses informasi anggaran. Keterbukaan dinilai penting untuk memperkuat pengawasan publik sekaligus mencegah potensi masalah di kemudian hari.

Baca juga: Respons Hukum DPRD Tasikmalaya di Tengah Kritik Warga

Menurut Ahmad Mukhlis, transparansi menyeluruh akan membantu masyarakat memahami proses pengambilan keputusan secara utuh. Publik tidak hanya melihat hasil akhir pembangunan, tetapi juga mengetahui proses yang melatarinya.

“Ketika data dibuka, publik bisa menilai secara objektif. Ini bukan soal mencari kesalahan, tapi membangun tata kelola yang sehat,” ujarnya.

Dengan keterbukaan anggaran, baik eksekutif maupun legislatif diharapkan dapat meningkatkan kualitas demokrasi lokal. APBD tidak lagi dipandang sebagai dokumen elitis, melainkan sebagai kontrak sosial antara pemerintah dan masyarakat. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana jamaah Muslim berdoa setelah salat Idul Adha di halaman masjid dengan nuansa pagi yang khusyuk

    Jangan Lewatkan, Ini Doa-Doa Mustajab di Hari Idul Adha

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suara takbir biasanya mulai terdengar sejak malam Idul Adha. Di beberapa kampung, gema pengeras suara masjid kadang mulai sedikit pecah menjelang dini hari karena dipakai terus-menerus sejak malam takbiran. Sementara di halaman masjid, plastik kresek daging mulai disusun panitia di dekat meja pembagian kurban. Namun di tengah suasana itu, banyak umat Islam […]

  • Ilustrasi seseorang membersihkan panci dan talenan bekas olahan daging kurban di dapur.

    Kenapa Bau Daging Kurban Sulit Hilang? Ini 5 Cara Membersihkannya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bau daging kurban sering menempel cukup lama di alat-alat masak setelah Idul Adha. Mulai dari panci, talenan, pisau, blender, hingga wajan kadang masih menyisakan aroma khas daging meski sudah dicuci berkali-kali. Masalah ini sebenarnya sangat umum terjadi. Apalagi jika dapur dipakai memasak banyak olahan kurban sekaligus dalam satu hari. Di beberapa rumah, […]

  • Terpidana Korupsi

    Kejari Bandung Tangkap Terpidana Korupsi Setelah 12 Tahun Buron

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kejari Bandung menangkap terpidana korupsi yang buron 12 tahun dan mengeksekusinya ke Lapas Banceuy. albadarpost.com, LENSA – Kejaksaan Negeri Bandung menuntaskan pelarian panjang seorang terpidana korupsi. Setelah 12 tahun buron, Syaf Mulyana—mantan Ketua Lembaga Kajian Ekonomi Bandung—akhirnya ditangkap dan dieksekusi ke Lapas Banceuy. Penangkapan ini menegaskan upaya penegak hukum membersihkan praktik korupsi yang masih menggerus […]

  • Ilustrasi korban penipuan online sedang menghubungi bank setelah melakukan transfer kepada pelaku scam belanja daring.

    Salah Langkah, Uang Korban Penipuan Online Sulit Kembali

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF — Banyak korban penipuan online masih melakukan langkah yang sama setelah sadar mereka tertipu: panik, lalu langsung pergi ke kantor polisi. Padahal justru di jam-jam pertama itulah peluang uang kembali mulai mengecil. Dalam banyak kasus scam online, pelaku bergerak sangat cepat. Begitu transfer masuk, dana biasanya langsung dipindahkan ke rekening lain atau ditarik […]

  • Ilustrasi guru mengajar menggunakan teknologi digital di kelas modern dengan laptop dan proyektor

    Terungkap! 9 Perubahan Guru di Era Digital yang Jarang Disadari

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Peran guru digital kini berubah drastis di Indonesia, termasuk di daerah seperti Tasikmalaya, seiring pesatnya teknologi pendidikan, pembelajaran online, dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di sekolah. Peran guru digital tidak lagi sekadar mengajar di kelas, melainkan menjadi fasilitator, mentor, hingga kreator konten edukasi yang dituntut adaptif terhadap perubahan zaman. Fenomena ini bukan […]

  • Koperasi Merah Putih

    Bukan Sekadar Gedung, KDMP Tasikmalaya Siapkan Armada Logistik untuk Desa

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Koperasi Merah Putih di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya ternyata tidak hanya membangun gedung koperasi. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) juga menyiapkan armada logistik berupa truk Fuso, jeep bak terbuka 4×4, hingga motor roda tiga untuk mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat desa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat […]

expand_less