Bupati Garut Buka Turnamen Voli Pelajar, Mimpi Besar Dimulai
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membuka Invitasi Bola Voli ke-8 SMKN 10 Garut, Selasa (2/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Tidak semua atlet hebat lahir dari arena olahraga megah. Sebagian memulai langkahnya dari lapangan sekolah, dari sorakan teman-teman sebaya, dan dari pertandingan sederhana yang penuh semangat.
Suasana itulah yang terlihat dalam Invitasi Bola Voli ke-8 SMKN 10 Garut yang berlangsung di Kecamatan Cilawu, Selasa (2/6/2026). Turnamen yang diikuti 40 tim tingkat SMP tersebut bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan bagi calon atlet masa depan Kabupaten Garut.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin hadir langsung membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi SMKN 10 Garut yang telah delapan kali menyelenggarakan invitasi bola voli secara berturut-turut.
Delapan Tahun Menjaga Semangat Pembinaan Atlet
Sejak pagi, suasana Lapangan Olahraga SMKN 10 Garut sudah dipenuhi peserta, guru pendamping, panitia, dan para pendukung dari berbagai sekolah.
Spanduk turnamen terbentang di area lapangan sekolah. Di beberapa sudut, guru pendamping tampak sibuk mengatur jadwal pertandingan sambil memanggil peserta yang akan bertanding berikutnya.
Di pinggir lapangan, beberapa pemain cadangan terlihat duduk sambil memegang botol minum dan memperhatikan jalannya pertandingan. Sementara suara sepatu yang bergesekan dengan permukaan lapangan sesekali terdengar di sela sorakan penonton.
Sebanyak 40 tim ambil bagian dalam turnamen tahun ini, terdiri dari 23 tim putra dan 17 tim putri tingkat SMP.
Menurut Bupati Garut, keberlangsungan turnamen hingga delapan kali penyelenggaraan menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga pelajar di Garut terus berjalan.
“Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan membuka kegiatan invitasi bola voli ke-8 di SMKN 10 Garut. Ini adalah salah satu event yang saya sangat apresiasi karena bisa bertahan selama ini delapan kali berturut-turut dan tentu saja ini jadi kesempatan bagi pembibitan atlet-atlet kita,” ujarnya.
Dari Satu Poin Menuju Mimpi yang Lebih Besar
Pertandingan berlangsung dengan penuh semangat.
Saat salah satu tim berhasil mencetak poin penting, rekan-rekan satu sekolah langsung berdiri memberikan tepuk tangan dan sorakan dukungan. Di tribun sederhana sekitar lapangan, suasana sesekali riuh oleh teriakan penyemangat dari teman-teman sekolah.

Para Peserta Invitasi Bola Voli ke-8 SMKN 10 Garut, Selasa (2/6/2026).
Di sela jeda pertandingan, beberapa siswa terlihat saling bertukar foto dan video menggunakan telepon genggam. Sebagian mengabadikan momen servis, smash, atau selebrasi kemenangan tim mereka.
Namun menariknya, tidak semua peserta datang dengan target menjadi juara.
Sebagian hanya ingin merasakan pengalaman bertanding di luar sekolah. Sebagian lagi ingin bertemu teman-teman baru dari daerah lain dan merasakan atmosfer kompetisi yang berbeda dari latihan rutin di sekolah.
Ketidaksempurnaan itulah yang justru membuat turnamen pelajar terasa lebih manusiawi. Tidak semua datang untuk membawa pulang trofi. Ada yang datang untuk belajar, berkembang, dan membangun kepercayaan diri.
Harapan Melahirkan Atlet Kebanggaan Garut
Bupati Garut berharap kegiatan ini menjadi bagian dari proses panjang pembinaan atlet muda.
Menurutnya, para peserta yang saat ini masih duduk di bangku SMP memiliki peluang besar berkembang menjadi atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di masa depan.
“Harapan ke depan juga mungkin dibimbing selanjutnya sehingga nanti ke depan jadi atlet-atlet kebanggaan masyarakat Garut dan juga mungkin Jawa Barat dan Indonesia,” katanya.
Harapan yang sama disampaikan Kepala SMKN 10 Garut, Enden Lesmanawati.
Ia bersyukur invitasi yang telah berlangsung selama delapan tahun tersebut terus mendapat dukungan berbagai pihak dan mampu menjadi ruang positif bagi generasi muda.
Olahraga yang Tetap Penting di Era Digital
Di tengah maraknya gim online dan media sosial yang menyita perhatian remaja, turnamen olahraga seperti ini menjadi ruang penting bagi pelajar untuk bergerak aktif, berinteraksi langsung, dan membangun kepercayaan diri.
Lapangan olahraga memberikan pengalaman yang tidak bisa digantikan layar ponsel.
Di sana, siswa belajar bekerja sama.
Belajar menerima kekalahan.
Belajar menghargai kemenangan.
Dan belajar memahami bahwa hasil terbaik lahir dari latihan yang tidak selalu mudah.
Karena itu, turnamen pelajar tidak hanya penting untuk mencari juara.
Lebih dari itu, kegiatan seperti ini menjadi investasi jangka panjang bagi dunia pendidikan dan olahraga.
Lebih dari Sekadar Turnamen
Bagi sebagian orang, bola voli hanyalah pertandingan.
Namun bagi para pelajar yang berdiri di lapangan hari itu, setiap servis, setiap blok, dan setiap poin memiliki cerita tersendiri.
Mungkin di antara mereka ada atlet masa depan Garut.
Mungkin ada yang suatu hari nanti mengenakan seragam Jawa Barat.
Atau bahkan Indonesia.
Semua kemungkinan itu selalu berawal dari langkah kecil.
Termasuk dari sebuah lapangan sekolah di Cilawu.
Tidak semua mimpi besar lahir di stadion nasional. Kadang ia tumbuh dari lapangan sekolah yang sederhana, dari satu bola yang dipukul melampaui net, dan dari keyakinan seorang anak bahwa kerja keras hari ini bisa membawanya berdiri lebih tinggi di masa depan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar