Di Tengah Keterbatasan, Warga Ciamis Tetap Berbagi
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kegiatan donor darah dan santunan sosial Komunitas Boervoer pada Hari Jadi Ciamis ke-384, Kamis (18/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Donor Darah Ciamis dan santunan sosial menjadi salah satu wajah kepedulian masyarakat Tatar Galuh dalam peringatan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis. Di tengah berbagai tantangan, aksi kemanusiaan yang digagas Komunitas Boervoer itu menghadirkan pesan sederhana bahwa gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) tersebut menghadirkan aksi donor darah serta santunan bagi anak yatim, lansia, dan anak-anak penyandang talasemia.
Suasana hangat sudah terasa sejak pagi. Sejumlah relawan sibuk mempersiapkan kebutuhan kegiatan. Di sudut lain, para lansia datang dengan langkah perlahan. Beberapa anak yatim tampak duduk berdampingan sambil sesekali tersenyum ketika panitia memanggil nama mereka.
Momen tersebut menjadi lebih dari sekadar peringatan hari jadi daerah. Ada semangat berbagi yang tumbuh dari masyarakat untuk masyarakat.
Donor Darah dan Santunan Menjadi Wujud Kepedulian
Komunitas Boervoer bersama para relawan dan donatur menggelar kegiatan sosial sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis.
Selain aksi donor darah yang bekerja sama dengan PMI, panitia juga menyalurkan bantuan kepada 160 penerima manfaat.
Mereka terdiri atas 70 anak yatim, 40 lansia, serta 50 anak penyandang talasemia.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya ikut memeriahkan hari jadi daerah, tetapi juga menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.
Karena itu, kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Herdiat: Kebersamaan Menjadi Kekuatan Terbesar Ciamis
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengapresiasi seluruh panitia, relawan, dan donatur yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, aksi sosial yang digelar pada bulan Muharam memiliki makna yang sangat mendalam karena menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan ini sangat mulia karena memberikan perhatian kepada anak yatim, para lansia, dan anak-anak penyandang talasemia. Ditambah lagi dengan donor darah yang manfaatnya sangat besar bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Herdiat menilai kegiatan seperti itu mencerminkan karakter masyarakat Ciamis yang menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kepedulian sosial.
“Saya memiliki keyakinan, sesulit apa pun pekerjaan yang dihadapi, ketika dikerjakan bersama-sama, insya Allah tidak ada pekerjaan yang tidak selesai. Kebersamaan adalah kekuatan terbesar yang kita miliki,” katanya.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menghadiri kegiatan donor darah dan santunan sosial Komunitas Boervoer pada Hari Jadi Ciamis ke-384., Kamis (18/6/2026)
Gotong Royong Menjadi Modal di Tengah Keterbatasan
Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang saat ini menghadapi berbagai keterbatasan.
Namun demikian, ia melihat ada kekuatan lain yang tidak kalah besar, yaitu semangat gotong royong masyarakat.
Menurutnya, banyak pembangunan jalan lingkungan, saluran irigasi, madrasah, hingga berbagai kegiatan sosial selama ini dapat berjalan karena adanya partisipasi masyarakat.
“Di tengah kondisi APBD yang saat ini menghadapi berbagai keterbatasan, saya melihat ada kekuatan besar yang dimiliki masyarakat Ciamis, yaitu gotong royong,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga optimisme dan semangat kebersamaan.
Baginya, tantangan pembangunan akan lebih mudah dihadapi apabila masyarakat dan pemerintah berjalan bersama.
Dukungan Donatur Menjadi Energi Kebaikan
Perwakilan Komunitas Boervoer menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan para donatur dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, sebagian besar bantuan berasal dari kontribusi individu yang secara sukarela mendukung kegiatan sosial tersebut.
“Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan para donatur dan berbagai pihak yang selalu memberikan dukungan kepada kami,” ujarnya.
Bagi Komunitas Boervoer, kegiatan tersebut bukan hanya tentang membagikan bantuan.
Lebih dari itu, mereka ingin menjaga semangat berbagi agar terus tumbuh di tengah masyarakat.
Sebab, ketika kepedulian terus dijaga, harapan untuk membangun daerah yang lebih harmonis dan berdaya juga akan terus hidup.
Kekuatan sebuah daerah tidak selalu diukur dari besarnya anggaran. Kadang, kekuatan itu justru lahir dari tangan-tangan sederhana yang memilih untuk berbagi dan hati-hati yang tetap percaya pada semangat kebersamaan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar