Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Sejarah BPK dan Arah Baru Pengawasan Keuangan Negara

Sejarah BPK dan Arah Baru Pengawasan Keuangan Negara

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perjalanan sejarah BPK dari 1947 hingga reformasi yang membentuk lembaga audit negara yang independen.

albadarpost.com, PELITA – Kekuatan sebuah negara sering terlihat dari cara ia memperlakukan uang publik. Sejarah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi contoh bagaimana arsitektur pengawasan negara dibentuk, diubah, dan disesuaikan dengan arah politik Indonesia sejak 1947. Perjalanan lembaga ini memperlihatkan bagaimana pengawasan keuangan negara tumbuh dari perangkat administratif sederhana menjadi institusi audit eksternal yang independen.

Awal Pembentukan di Magelang

Badan Pemeriksa Keuangan dibentuk pada 1 Januari 1947, berlandaskan UUD 1945 dan diatur melalui Surat Penetapan Pemerintah No.11/OEM. Kantor pertamanya berada di Magelang, dengan sembilan pegawai dan dipimpin R. Soerasno. Pada tahap awal, Sejarah BPK memperlihatkan lembaga ini menggunakan aturan warisan Algemene Rekenkamer, institusi pemeriksa keuangan Hindia Belanda. Pemeriksaan negara saat itu berjalan dengan peraturan ICW dan IAR, sambil menyesuaikan kebutuhan pemerintahan republik yang baru berdiri.

Pada April 1947, BPK mengirim surat edaran kepada seluruh instansi pemerintah untuk menegaskan tugasnya mengawasi pertanggungjawaban keuangan negara. Inilah fase awal penegasan peran pengawasan publik di Indonesia.

Pindah ke Yogyakarta dan Pembentukan Dewan Pengawas Keuangan

Pada November 1948, Pemerintah menetapkan pemindahan kantor BPK dari Magelang ke Yogyakarta melalui Penetapan Pemerintah No.6/1948. Langkah ini mengikuti perpindahan pusat pemerintahan saat itu. R. Kasirman kemudian menjabat Ketua BPK mulai Agustus 1949, menggantikan peran sementara yang sebelumnya dipegang Soerasno.

Sejarah BPK kemudian masuk babak baru ketika Indonesia membentuk Republik Indonesia Serikat pada 14 Desember 1949. Konsekuensinya, struktur negara pun berubah. Pemerintah membentuk Dewan Pengawas Keuangan sebagai alat perlengkapan negara RIS dan menempatkannya di Bogor. Soerasno kembali menjadi ketua lembaga baru tersebut. Kantor Dewan Pengawas menempati gedung bekas Algemene Rekenkamer peninggalan administrasi kolonial NICA.

Kantor BPK. (Foto: Dok. BPK)

Penggabungan Lembaga dan Kembali ke UUD 1945

Ketika Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan pada 17 Agustus 1950, Dewan Pengawas Keuangan RIS digabung kembali ke dalam BPK. Penggabungan ini resmi berlaku mulai 1 Oktober 1950. Struktur personalia diambil dari BPK Yogyakarta dan Algemene Rekenkamer Bogor. Meski berubah nama dan status kelembagaan, pola pemeriksaan masih memakai aturan ICW dan IAR.

Baca juga: Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 menandai berlakunya kembali UUD 1945, yang otomatis menegaskan kembali posisi BPK sebagaimana diatur dalam Pasal 23 ayat (5). Lembaga ini menjadi kembali BPK sesuai norma konstitusi awal.

Upaya Penyempurnaan dan Reformasi Kelembagaan

Pada era 1960-an, muncul dorongan politik untuk memperkuat fungsi pengawasan negara. Presiden melalui sejumlah pidato dan dokumen politik—termasuk Ketetapan MPRS 1960 dan resolusi 1963—menyatakan perlunya pembaruan BPK. Pemerintah menerbitkan PERPU No.7/1963 yang kemudian diganti dengan PERPU No.6/1964 tentang BPK Gaya Baru.

Namun perubahan besar justru lahir dari Ketetapan MPRS No.X/1966 yang mengembalikan BPK sebagai lembaga tinggi negara. Posisi ketua dan wakil ketua tidak lagi berada dalam struktur menteri koordinator. Regulasi baru kemudian lahir melalui UU No.5/1973 yang menjadi dasar hukum pemeriksaan keuangan negara selama puluhan tahun.

Reformasi 1998 membawa pembaruan lanjutan. Dalam Sidang Tahunan 2002, MPR mengeluarkan TAP MPR No.VI/MPR/2002 yang menegaskan BPK sebagai satu-satunya lembaga pemeriksa eksternal keuangan negara. Dua prinsip ditegaskan: independensi dan profesionalisme. Amandemen UUD 1945 memperkuatnya dengan menempatkan BPK dalam satu bab tersendiri, Bab VIII A, melalui Pasal 23E, 23F, dan 23G.

Dari rangkaian perubahan tersebut, Sejarah BPK menunjukkan bagaimana fungsi pengawasan keuangan negara tidak pernah statis. Ia selalu mengikuti perubahan politik dan kebutuhan publik atas pemerintahan yang bersih.

Perjalanan panjang Sejarah BPK membentuk lembaga audit negara yang lebih independen, profesional, dan relevan bagi kepentingan publik. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Abu Bakar Ash-Shiddiq mendampingi Rasulullah SAW dalam hijrah, menggambarkan keteguhan iman dan kepemimpinan Islam awal.

    Jejak Abu Bakar: Khalifah Pertama yang Menggetarkan Langit

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nama Abu Bakar Ash-Shiddiq bukan sekadar sejarah, melainkan gema yang terus memantul di relung umat. Sosok khalifah pertama, sahabat utama Nabi, dan lelaki dewasa pertama yang memeluk Islam ini menghadirkan paradoks sufi: ia pedagang kaya, tetapi hatinya fakir di hadapan Allah. Ia memegang dunia di tangannya, namun menolak menaruhnya di hati. Di […]

  • Peran NU dalam nasionalisme

    Peran NU, Sejak Awal Berdiri hingga Kini

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nahdlatul Ulama (NU) sejak awal berdiri tidak hanya berperan sebagai organisasi keagamaan. NU juga mengambil posisi strategis dalam membangun nasionalisme Indonesia melalui jalur pendidikan keagamaan dan pesantren. Peran NU dalam nasionalisme tumbuh seiring kesadaran para ulama bahwa agama dan cinta tanah air tidak bisa dipisahkan. Sejarah mencatat NU berdiri pada 31 Januari […]

  • Salat Idul Adha Sah

    Viral! Salat Idul Adha Terpisah Jalan, Sahkah?

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Sebuah video yang diunggah akun TikTok Aquariusgirl pada 27 Mei 2026 memantik perdebatan di media sosial. Video tersebut memperlihatkan pelaksanaan Salat Idul Adha di kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya yang dipadati ribuan jamaah hingga meluber ke luar area utama masjid. Hingga artikel ini ditulis, video tersebut telah ditonton puluhan ribu kali, memperoleh […]

  • perbandingan sistem kuota haji

    Perbandingan Sistem Kuota Haji di Negara Lain, Indonesia Perlu Belajar?

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    “Perbandingan sistem kuota haji di negara lain: pelajari mekanisme alokasi Saudi, pembagian kuota, dan pelajaran penting bagi Indonesia.” albadarpost.com, CENDIKIA. Banyak negara muslim memiliki sistem pembagian kuota haji yang berbeda-beda berdasarkan populasi, aturan pemerintah, dan regulasi lokal. Perbandingan sistem kuota haji di negara lain mengungkap bagaimana praktik alokasi kuota yang adil, transparan, dan terkadang kontroversial […]

  • foto produk UMKM

    Cara Simpel Foto Produk UMKM Biar Terlihat Premium

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Foto produk UMKM, cara foto jualan, dan fotografi produk sederhana sering dianggap cukup dengan kamera bagus. Nyatanya, banyak pelaku usaha sudah pakai HP mahal, tapi hasilnya tetap “biasa saja”. Masalahnya bukan di alat. Masalahnya ada di detail kecil yang sering diabaikan. Menariknya, justru hal-hal sederhana inilah yang sering membuat foto terlihat lebih […]

  • Patroli Malam Polsek Purwaharja

    Patroli Malam Polsek Purwaharja Jangkau Perbatasan Jabar-Jateng

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Saat sebagian besar warga mulai beristirahat, personel Patroli Malam Polsek Purwaharja justru bergerak menyusuri sejumlah kawasan permukiman hingga wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Langkah preventif itu tidak sekadar menunjukkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi antara aparat dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Patroli dialogis tersebut […]

expand_less