Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kopi Bunar Mendunia, Petani Tasikmalaya Kini Nikmati Lonjakan Harga

Kopi Bunar Mendunia, Petani Tasikmalaya Kini Nikmati Lonjakan Harga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kopi Bunar asal Kampung Bunihurip, Kabupaten Tasikmalaya, kini mencuri perhatian pasar internasional. Produk kopi lokal yang sebelumnya hanya dikenal warga sekitar itu sekarang berhasil menembus Jepang dan mulai membuka peluang ekspor ke negara lain.

Keberhasilan Kopi Bunar sekaligus menjadi bukti bahwa kopi Tasikmalaya mampu bersaing di pasar global. Selain itu, lonjakan permintaan membuat harga panen petani meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyebut pencapaian tersebut lahir dari konsistensi warga Kampung Bunihurip dalam mengelola kebun kopi secara mandiri dan berkelanjutan.

“Dari kampung kecil lahir sejarah besar. Warga Bunar membuktikan keterbatasan wilayah bukan penghalang untuk bersaing di pasar global,” ujar Asep, Jumat (15/5/2026).

Momentum itu kemudian mendorong pemerintah daerah mempercepat pengembangan kawasan kopi di Tasikmalaya. Pemkab kini fokus memperkuat sertifikasi produk, memperbaiki infrastruktur, dan membantu kebutuhan alat produksi petani.

Harga Kopi Naik Tajam, Petani Mulai Rasakan Dampaknya

Kopi Bunar tidak hanya membawa nama Tasikmalaya ke luar negeri. Di sisi lain, komoditas ini juga mulai mengubah kondisi ekonomi warga sekitar.

Sebelumnya, harga kopi hasil panen petani hanya berada di bawah Rp2.000 per kilogram. Namun sekarang nilainya melonjak hingga menembus lebih dari Rp10 ribu per kilogram.

Kenaikan harga itu membuat banyak petani mulai serius merawat kebun kopi mereka. Beberapa warga bahkan kembali membuka lahan yang sempat terbengkalai karena sebelumnya dianggap tidak menghasilkan keuntungan besar.

Di lereng perbukitan Bunihurip, aktivitas petani terlihat lebih hidup dibanding beberapa tahun lalu. Karung-karung berisi biji kopi mulai rutin keluar masuk sentra pengolahan. Aroma kopi sangrai pun perlahan menjadi identitas baru kampung tersebut.

Selain pasar Jepang, pengelola Kopi Bunar juga mulai menjajaki peluang ekspor ke negara lain. Langkah itu dilakukan agar produk kopi Tasikmalaya memiliki pasar yang lebih luas dan stabil.

Pemkab Tasikmalaya Genjot Infrastruktur Sentra Kopi

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat menjaga tren positif Kopi Bunar. Salah satu langkah utama yang kini dipercepat ialah pembangunan infrastruktur menuju kawasan sentra produksi kopi.

Pemkab mulai membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di sejumlah titik rawan longsor. Selain itu, akses jalan menuju kebun dan lokasi pengolahan kopi juga diperbaiki agar distribusi hasil panen lebih lancar.

Tidak berhenti di sana, pemerintah turut memberikan bantuan alat pengolahan kopi untuk meningkatkan kualitas produksi petani lokal. Dengan dukungan tersebut, standar mutu Kopi Bunar diharapkan semakin kompetitif di pasar internasional.

Asep mengatakan sertifikasi produk juga menjadi perhatian utama. Menurutnya, pasar global menuntut kualitas dan legalitas produk yang jelas sehingga proses pendampingan petani harus berjalan konsisten.

Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan Kopi Bunar tidak hanya viral sesaat, melainkan mampu bertahan dalam persaingan industri kopi dunia.

Disiapkan Jadi Agrowisata Baru Tasikmalaya

Ke depan, kawasan Kopi Bunar dirancang menjadi destinasi agrowisata baru di Tasikmalaya. Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati secangkir kopi, tetapi juga bisa melihat langsung proses pengolahan dari kebun hingga penyeduhan.

Konsep itu dinilai mampu membuka sumber ekonomi baru bagi warga sekitar. Selain petani kopi, pelaku UMKM, pedagang makanan, hingga sektor penginapan diperkirakan ikut terdampak positif.

Potensi tersebut mulai menarik perhatian banyak pihak. Apalagi tren wisata berbasis alam dan pengalaman lokal terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Tasikmalaya sendiri dikenal memiliki bentang alam pegunungan yang cocok untuk pengembangan wisata kopi. Udara dingin, hamparan kebun hijau, dan budaya masyarakat lokal menjadi daya tarik tambahan yang sulit ditemukan di kota besar.

Kini, nama Bunihurip perlahan mulai dikenal bukan hanya karena hasil kebunnya, tetapi juga karena keberanian warganya menjaga kualitas produk lokal hingga mampu menembus pasar dunia.

Dulu kopi dari Bunihurip hanya menghangatkan pagi warga kampung. Sekarang, aroma yang sama sudah terbang ribuan kilometer hingga Jepang — membawa mimpi petani Tasikmalaya ikut mendunia. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan penuh ketenangan sebagai bentuk penguatan tauhid dalam kehidupan sehari-hari

    Saat Hidup Terasa Berat, Tauhid Jadi Jalan Pulang Paling Tenang

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tauhid sehari-hari sering terdengar sederhana. Namun dalam praktiknya, tauhid dalam kehidupan justru menjadi hal yang paling sering terlupakan. Banyak orang menjalani hari dengan aktivitas yang padat, target yang menumpuk, dan pikiran yang tidak pernah benar-benar tenang. Di satu sisi, semua terlihat berjalan baik. Namun di sisi lain, ada rasa kosong yang sulit […]

  • Menjauhi Dajjal

    Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Nabi Melarang Umat Mendekati Dajjal

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suasana masjid mulai lengang selepas salat Magrib. Sebagian jamaah sudah pulang. Beberapa anak masih duduk di serambi sambil mengaji. Di sudut ruangan, seorang pemuda mengangkat tangan ketika pengajian membahas tentang Dajjal. Pertanyaannya sederhana. “Kalau iman kita kuat, kenapa Rasulullah tidak menyuruh umat Islam menghadapi Dajjal? Mengapa justru disuruh menjauh?” Pertanyaan itu membuat […]

  • Indonesia U19 vs Australia U19

    Indonesia U19 vs Australia U19: Data Statistiknya Mengejutkan

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Indonesia U19 vs Australia U19 pada 11 Juni 2026 menghadirkan cerita yang menarik bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Duel Garuda Muda melawan Australia U19 mempertemukan dua tim yang sama-sama sedang percaya diri, tetapi datang dengan kekuatan yang berbeda. Indonesia membawa pertahanan yang sedang kokoh. Australia hadir dengan reputasi sebagai tim […]

  • Upacara Peringatan KH Zaenal Mustafa ke-82 dihadiri Bupati, Forkopimda, dan pelajar dengan suasana khidmat.

    Peringatan KH Zaenal Mustafa, Pemda Serukan Persatuan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan KH Zaenal Mustafa ke-82 menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai perjuangan dan nasionalisme. Upacara mengenang Pahlawan Nasional KH Zaenal Mustafa ini sekaligus menguatkan komitmen masyarakat dalam menjaga persatuan serta meneruskan semangat perjuangan ulama pejuang tersebut. Rabu, 25 Februari 2026, Bupati dan Wakil Bupati menghadiri langsung upacara peringatan yang berlangsung […]

  • Kontingen Garut Popwilda 2026

    Bupati Syakur Lepas Kontingen Garut, Silat dan Sepak Bola Jadi Tumpuan Medali

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontingen Garut Popwilda 2026 resmi dilepas oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam sebuah momen yang sarat semangat dan harapan. Pelepasan atlet pelajar terbaik Kabupaten Garut ini menjadi simbol kesiapan daerah untuk bersaing di ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat 2026. Selain membidik prestasi olahraga, Garut juga membawa […]

  • rokok ilegal

    Rantai Distribusi Rokok Ilegal dari Sisi Pelaku dan Konsumen

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Rantai rokok ilegal tumbuh dari tekanan ekonomi, kebutuhan harian, dan celah distribusi tanpa regulasi. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di kios kecilnya yang bersebelahan dengan bengkel motor, Jaya menata bungkus-bungkus rokok tanpa pita cukai seperti menata permen. Ia tidak pernah menyebut produk itu “ilegal.” Sebutan yang dipilihnya jauh lebih sederhana: “rokok murah.” Di warungnya, orang datang karena […]

expand_less