Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kemenkes mencatat peningkatan penyakit pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut dengan risiko penyebaran yang membesar.

Kemenkes Laporkan Lonjakan Penyakit Pascabencana dan Peringatkan Risiko Meluas

albadarpost.com, LENSA – Kasus penyakit pascabencana mulai meningkat di tiga provinsi terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Lonjakan ini menjadi perhatian pemerintah karena wilayah tersebut sebelumnya mengalami bencana besar yang menewaskan sedikitnya 883 orang dan memutus ribuan akses layanan dasar. Kementerian Kesehatan menilai kondisi ini penting karena genangan air dan sanitasi yang rusak menjadi mediator penularan penyakit.

Dalam laporan resmi yang dirilis pada Sabtu, 6 Desember 2025, Kemenkes menyebut tiga kategori penyakit paling dominan: penyakit kulit, gangguan pernapasan, dan masalah pencernaan. Ketiganya merupakan pola umum pada fase penyakit pascabencana, ketika masyarakat hidup di lokasi pengungsian yang padat, minim air bersih, dan rawan kontaminasi.

Kasus Meningkat di Tiga Provinsi

Perkembangan penyakit menunjukkan pola berbeda di tiap daerah. Di Aceh, keluhan terbanyak adalah penyakit kulit, mencapai 238 kasus. Disusul ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dengan 126 kasus dan diare 49 kasus. Data ini mencerminkan paparan air kotor yang berkepanjangan serta fasilitas mandi dan cuci yang belum pulih.

Sumatera Barat mencatat tren lain. Kasus ISPA menjadi temuan terbesar dengan 181 laporan. Keluhan demam menyusul dengan 131 kasus dan hipertensi 103 kasus. Kondisi ini menunjukkan beban stres fisik dan psikis para pengungsi yang lama berada di lingkungan terbatas.

Sementara Sumatera Utara mencatat lonjakan paling besar. Tercatat 2.824 kasus penyakit kulit dan 2.436 kasus ISPA. Influenza-like illness (ILI) juga tinggi, mencapai 738 kasus. Angka ini memperlihatkan kapasitas kesehatan daerah yang kewalahan menghadapi dampak lanjutan bencana besar.

Kemenkes menyampaikan bahwa pola peningkatan penyakit pascabencana ini sejalan dengan kondisi lingkungan di titik-titik banjir: sanitasi buruk, penumpukan sampah, hingga sumber air yang bercampur lumpur.

Imbauan Pemerintah dan Risiko yang Menguat

Pemerintah mengingatkan warga terdampak agar menjaga perilaku hidup bersih. Kemenkes menilai fase pascabencana adalah fase paling krusial karena risiko penyakit sering muncul setelah banjir surut. Genangan air menjadi sarang bakteri penyebab diare, leptospirosis, dan demam berdarah, sementara kualitas udara yang menurun memicu ISPA.

Kemenkes mengimbau warga hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang matang atau air kemasan. Cuci tangan pakai sabun tetap wajib dilakukan sebelum makan dan setelah beraktivitas. Alas kaki menjadi perlindungan dasar agar warga tidak berkontak langsung dengan genangan air.

Selain itu, pencegahan gigitan nyamuk perlu diperketat untuk menekan risiko DBD. “Lingkungan pascabencana harus dipastikan tetap aman. Pengendalian nyamuk, sanitasi air bersih, dan makanan higienis menjadi langkah utama,” tulis Kemenkes.

Secara nasional, pemerintah menyiagakan layanan kesehatan keliling di lokasi-lokasi yang jauh dari pusat komando bencana. Fasilitas kesehatan setempat diminta memperkuat surveilans epidemiologi untuk memantau perubahan pola penyakit.

Baca juga: Siswa MAN Lampung Temukan Bug NASA dan Dorong Kesadaran Keamanan Siber

Tren penyakit pascabencana ini menjadi evaluasi serius bagi pemerintah daerah dan pusat. Kapasitas penanganan darurat sering lebih kuat saat fase bencana, namun lebih lemah ketika memasuki masa pemulihan. Konsentrasi penyakit yang meningkat memperlihatkan perlunya penataan ulang sistem mitigasi kesehatan pascabencana.

Pakar kebencanaan menilai kondisi ini sebagai alarm bagi tata kelola penanganan bencana di Indonesia. Siklus banjir dan longsor yang berulang menuntut mekanisme kesehatan publik yang lebih siap, dari akses air bersih, edukasi masyarakat, hingga respons cepat terhadap potensi wabah.

Lonjakan penyakit pascabencana dalam tiga provinsi menegaskan bahwa fase pemulihan membutuhkan respons yang sama seriusnya dengan fase tanggap darurat. Penguatan sanitasi dan layanan kesehatan menjadi kunci agar risiko penyakit tidak semakin meluas.

Kasus penyakit pascabencana meningkat di tiga provinsi. Kemenkes memperingatkan risiko penularan dan mendorong penguatan sanitasi serta layanan kesehatan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aplikasi Mata Elang

    Negara Harus Tegas Terhadap Aplikasi Matel

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kebocoran data nasabah lewat aplikasi matel mengancam privasi dan menuntut tanggung jawab negara. albadarpost.com, EDITORIAL – Beragam aplikasi digital yang digunakan mata elang untuk melacak kendaraan kredit bermasalah kini beredar bebas di ruang digital. Siapa pun dapat mengunduhnya. Cukup masukkan nomor polisi kendaraan, data sensitif pemilik langsung terbuka. Masalahnya bukan sekadar penagihan utang. […]

  • bupati Tasikmalaya

    Proyek di Kabupaten Tasikmalaya Dikondisikan oleh Tim Bupati?

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Laporan Khusus Albadarpost. albadarpost.com, EDITORIAL – Pelaksanaan proyek di lingkungan pemerintah daerah pada prinsipnya diatur melalui mekanisme yang jelas dan berlapis. Regulasi seperti Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (beserta aturan turunannya) menegaskan bahwa proses pengadaan harus dilakukan oleh struktur resmi: mulai dari perencanaan oleh SKPD, pemilihan penyedia oleh pejabat atau unit pengadaan, hingga pelaksanaan […]

  • doa mulai kerja

    Jangan Mulai Kerja Tanpa Doa Ini, Dampaknya Mengejutkan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa mulai kerja menjadi amalan penting yang sering diabaikan, padahal doa ketika memulai pekerjaan bisa membuka pintu rezeki, menghadirkan keberkahan, dan menenangkan hati. Banyak orang fokus pada strategi kerja, namun lupa bahwa keberhasilan juga dipengaruhi oleh doa sebelum bekerja, niat yang benar, serta tawakal kepada Allah. Di tengah tekanan hidup modern, mengawali […]

  • Entrepreneur Awards

    Entrepreneur Awards Pemkab Tasikmalaya 2025

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya beri apresiasi wirausaha lewat Entrepreneur Awards 2025 untuk dorong ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengapresiasi peran pelaku usaha lokal melalui ajang Tasikmalaya Entrepreneur Awards 2025, yang digelar di Hotel Al Hambra, Rabu (24/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan penguatan […]

  • Supeltas Puncak

    Perspektif Kebijakan Supeltas Puncak, Batas Tipis Negara–Warga

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Perspektif kebijakan Supeltas Puncak, membaca dampak penataan lalu lintas bagi warga dan tata kelola ruang publik. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kemacetan di jalur Puncak setiap musim libur bukan sekadar persoalan teknis lalu lintas. Ia adalah persoalan tata kelola publik. Ketika Polres Bogor merekrut Supeltas—sukarelawan pengatur lalu lintas—negara sesungguhnya sedang menjalankan fungsi administratif di ruang abu-abu: memperluas […]

  • Potret Try Sutrisno saat menjabat Wakil Presiden RI periode 1993-1998 di masa akhir Orde Baru.

    Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nama Try Sutrisno 1998 kembali mengemuka ketika publik menelisik ulang fase akhir Orde Baru. Pada periode genting itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan berdiri tepat di pusat pusaran krisis. Sosok wapres militer ini hadir di ujung kekuasaan Orde Baru, mendampingi Suharto saat tekanan ekonomi dan politik mengguncang fondasi negara. […]

expand_less