Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

Kemenkes Tegaskan Lonjakan Penyakit Pascabencana di Sumatera

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 182
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kemenkes mencatat peningkatan penyakit pascabencana di Aceh, Sumbar, dan Sumut dengan risiko penyebaran yang membesar.

Kemenkes Laporkan Lonjakan Penyakit Pascabencana dan Peringatkan Risiko Meluas

albadarpost.com, LENSA – Kasus penyakit pascabencana mulai meningkat di tiga provinsi terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Lonjakan ini menjadi perhatian pemerintah karena wilayah tersebut sebelumnya mengalami bencana besar yang menewaskan sedikitnya 883 orang dan memutus ribuan akses layanan dasar. Kementerian Kesehatan menilai kondisi ini penting karena genangan air dan sanitasi yang rusak menjadi mediator penularan penyakit.

Dalam laporan resmi yang dirilis pada Sabtu, 6 Desember 2025, Kemenkes menyebut tiga kategori penyakit paling dominan: penyakit kulit, gangguan pernapasan, dan masalah pencernaan. Ketiganya merupakan pola umum pada fase penyakit pascabencana, ketika masyarakat hidup di lokasi pengungsian yang padat, minim air bersih, dan rawan kontaminasi.

Kasus Meningkat di Tiga Provinsi

Perkembangan penyakit menunjukkan pola berbeda di tiap daerah. Di Aceh, keluhan terbanyak adalah penyakit kulit, mencapai 238 kasus. Disusul ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dengan 126 kasus dan diare 49 kasus. Data ini mencerminkan paparan air kotor yang berkepanjangan serta fasilitas mandi dan cuci yang belum pulih.

Sumatera Barat mencatat tren lain. Kasus ISPA menjadi temuan terbesar dengan 181 laporan. Keluhan demam menyusul dengan 131 kasus dan hipertensi 103 kasus. Kondisi ini menunjukkan beban stres fisik dan psikis para pengungsi yang lama berada di lingkungan terbatas.

Sementara Sumatera Utara mencatat lonjakan paling besar. Tercatat 2.824 kasus penyakit kulit dan 2.436 kasus ISPA. Influenza-like illness (ILI) juga tinggi, mencapai 738 kasus. Angka ini memperlihatkan kapasitas kesehatan daerah yang kewalahan menghadapi dampak lanjutan bencana besar.

Kemenkes menyampaikan bahwa pola peningkatan penyakit pascabencana ini sejalan dengan kondisi lingkungan di titik-titik banjir: sanitasi buruk, penumpukan sampah, hingga sumber air yang bercampur lumpur.

Imbauan Pemerintah dan Risiko yang Menguat

Pemerintah mengingatkan warga terdampak agar menjaga perilaku hidup bersih. Kemenkes menilai fase pascabencana adalah fase paling krusial karena risiko penyakit sering muncul setelah banjir surut. Genangan air menjadi sarang bakteri penyebab diare, leptospirosis, dan demam berdarah, sementara kualitas udara yang menurun memicu ISPA.

Kemenkes mengimbau warga hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang matang atau air kemasan. Cuci tangan pakai sabun tetap wajib dilakukan sebelum makan dan setelah beraktivitas. Alas kaki menjadi perlindungan dasar agar warga tidak berkontak langsung dengan genangan air.

Selain itu, pencegahan gigitan nyamuk perlu diperketat untuk menekan risiko DBD. “Lingkungan pascabencana harus dipastikan tetap aman. Pengendalian nyamuk, sanitasi air bersih, dan makanan higienis menjadi langkah utama,” tulis Kemenkes.

Secara nasional, pemerintah menyiagakan layanan kesehatan keliling di lokasi-lokasi yang jauh dari pusat komando bencana. Fasilitas kesehatan setempat diminta memperkuat surveilans epidemiologi untuk memantau perubahan pola penyakit.

Baca juga: Siswa MAN Lampung Temukan Bug NASA dan Dorong Kesadaran Keamanan Siber

Tren penyakit pascabencana ini menjadi evaluasi serius bagi pemerintah daerah dan pusat. Kapasitas penanganan darurat sering lebih kuat saat fase bencana, namun lebih lemah ketika memasuki masa pemulihan. Konsentrasi penyakit yang meningkat memperlihatkan perlunya penataan ulang sistem mitigasi kesehatan pascabencana.

Pakar kebencanaan menilai kondisi ini sebagai alarm bagi tata kelola penanganan bencana di Indonesia. Siklus banjir dan longsor yang berulang menuntut mekanisme kesehatan publik yang lebih siap, dari akses air bersih, edukasi masyarakat, hingga respons cepat terhadap potensi wabah.

Lonjakan penyakit pascabencana dalam tiga provinsi menegaskan bahwa fase pemulihan membutuhkan respons yang sama seriusnya dengan fase tanggap darurat. Penguatan sanitasi dan layanan kesehatan menjadi kunci agar risiko penyakit tidak semakin meluas.

Kasus penyakit pascabencana meningkat di tiga provinsi. Kemenkes memperingatkan risiko penularan dan mendorong penguatan sanitasi serta layanan kesehatan. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Defisit APBD Tasikmalaya

    Kota Tasikmalaya Diuji Disiplin Fiskal

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Defisit APBD Tasikmalaya membuka soal disiplin fiskal dan peran pengawasan DPRD terhadap belanja daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Angka-angka di laporan keuangan sering tampak dingin. Barisan persentase, grafik serapan, dan tabel pendapatan kerap dibaca sekilas, lalu dilupakan. Namun di balik laporan APBD Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2024, ada pesan yang seharusnya membuat kita berhenti sejenak. […]

  • Tokoh Quraisy

    Tokoh Quraisy Paling Berpengaruh: Dari Penentang Jadi Pembela

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tokoh Quraisy selalu berada di pusat sejarah Islam. Dalam perjalanan Quraisy di Mekkah, kita melihat kontras yang tajam: ada tokoh Quraisy penentang Islam, ada pula tokoh Quraisy pendukung Islam. Namun yang jarang disadari, sebagian dari mereka justru berbalik arah—dari musuh menjadi pembela. Di titik inilah sejarah terasa hidup. Konflik tidak hanya terjadi di […]

  • Ilustrasi Joko Widodo dan dinamika hubungan politik dengan PDI Perjuangan menjelang kontestasi politik 2029.

    Di Balik Sindiran Djarot, Ada Pertarungan Besar Menuju 2029

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Hubungan Jokowi PDIP kembali menjadi sorotan setelah rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke sejumlah daerah memicu respons dari Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat. Di tengah dinamika politik nasional, perdebatan ini tidak lagi sekadar soal kunjungan ke daerah. Banyak pihak melihatnya sebagai bagian dari pertarungan pengaruh politik […]

  • UMKM Ciamis

    Data UMKM Ciamis Bongkar Fakta: Peluang Besar Ada di Sektor Ini

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak orang mulai usaha di Ciamis. Namun, tidak semua tahu arah pasar yang sebenarnya. UMKM Ciamis, data usaha kecil, hingga statistik ekonomi lokal justru menunjukkan pola yang sama: sebagian besar pelaku usaha memilih sektor yang itu-itu saja. Di sinilah menariknya. UMKM Ciamis bukan sekadar angka, melainkan cerminan kebiasaan ekonomi masyarakat. Dari […]

  • foto paspor

    Aturan Foto Paspor Diterapkan

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Larangan tersenyum di foto paspor bertujuan menjaga akurasi identitas biometrik dan kelancaran perjalanan internasional. albadarpost.com, FOKUS – Aturan larangan tersenyum lebar saat pengambilan foto paspor kerap dianggap sepele, bahkan membingungkan bagi sebagian warga. Namun di balik ketentuan itu, terdapat alasan ilmiah dan standar keamanan internasional yang berkaitan langsung dengan akurasi identifikasi lintas negara serta kelancaran […]

  • Ilustrasi makna Kun Fayakun dalam QS Yasin 82 tentang kekuasaan mutlak Allah SWT atas segala sesuatu

    Kun Fayakun: Ketika Manusia Sok Berkuasa

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kun Fayakun bukan sekadar frasa populer yang sering menghiasi ceramah atau status media sosial. Kun Fayakun dalam QS Yasin ayat 82 adalah penegasan mutlak bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Namun ironisnya, di tengah keyakinan terhadap Kun Fayakun dan kekuasaan Allah tersebut, manusia tetap gemar merasa paling menentukan takdir. Allah SWT […]

expand_less