Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Mantan Sekdes Sukaresik Ditangkap, Korupsi Dana Desa Kembali Menggoyang Kepercayaan Publik

Mantan Sekdes Sukaresik Ditangkap, Korupsi Dana Desa Kembali Menggoyang Kepercayaan Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 220
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: Penangkapan mantan sekdes Sukaresik membuka masalah serius tata kelola Dana Desa dan dampaknya bagi layanan publik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Penangkapan mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, atas dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2022 kembali menegaskan rapuhnya tata kelola anggaran publik di tingkat desa. Peristiwa ini penting bukan semata karena nilai kerugian negara mencapai Rp 706 juta, tetapi karena dana itu seharusnya menopang layanan dasar warga—mulai dari infrastruktur kecil hingga pemberdayaan masyarakat. Ketika anggaran publik diperlakukan sebagai ruang spekulasi pribadi, hak-hak warga desa ikut terampas.


Fakta Dasar dan Data Pendukung

Penangkapan YS dilakukan penyidik Satreskrim Polres Pangandaran pada 19 November 2025 di rumahnya di Dusun Ciheuras, Kecamatan Sidamulih. Audit Inspektorat menjadi pemicu utama kasus ini. Pemeriksaan berkala menemukan ketidaksesuaian antara pencairan anggaran dan kegiatan yang seharusnya berjalan. Indikasi penyimpangan semakin kuat ketika laporan pertanggungjawaban yang disusun ternyata fiktif. YS diberi waktu untuk mengembalikan kerugian negara, namun kesempatan itu tidak ia gunakan.

Kepolisian menjelaskan bahwa YS diduga mencairkan anggaran tanpa sepengetahuan kepala desa maupun kepala urusan keuangan. Ia memanfaatkan dokumen administrasi yang dipalsukan untuk mengakses anggaran, termasuk tanda tangan pejabat desa. Setelah cair, dana itu diambil dengan alasan “untuk kegiatan desa”, namun kegiatan yang dimaksud tidak pernah direalisasikan.

Satreskrim Polres Pangandaran menangkap mantan Sekretaris Desa Sukaresik berinisial YS (31). Foto: Beritasatu.com/Muhammad Iqbal

Penyidik telah memeriksa 33 saksi, dari perangkat desa hingga pihak bank yang menangani transaksi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian dana publik itu dialihkan untuk kepentingan pribadi, termasuk aktivitas trading online. Dari total kerugian Rp 706.126.500, polisi menyita sekitar Rp 171 juta sebagai sisa dana yang belum terpakai.


Analisis Redaksi

Kasus korupsi dana desa di Sukaresik memunculkan kembali persoalan mendasar: pengawasan internal desa masih lemah, sementara celah administrasi tetap terbuka bagi mereka yang berniat menyimpangkan anggaran. Korupsi dana desa bukan semata soal tindakan individu, melainkan persoalan desain tata kelola yang belum kokoh. Bila satu pejabat dapat mencairkan dana tanpa verifikasi silang, sistem itu rawan ditunggangi.

Korupsi dana desa selalu membawa dampak langsung ke warga. Setiap rupiah yang dicuri berarti satu kegiatan yang batal terlaksana: jalan lingkungan yang tak diperbaiki, pelatihan pemberdayaan yang tak pernah diadakan, atau pelayanan administratif yang terhambat. Korupsi bukan hanya tindak pidana, tetapi pengingkaran terhadap mandat publik.

Dalam konteks ini, sikap moral redaksi jelas: penyalahgunaan Dana Desa adalah bentuk pengkhianatan terhadap mandat konstitusional yang diberikan negara kepada pemerintah desa untuk meningkatkan kesejahteraan warganya. Dana Desa bukan ruang spekulasi; ia adalah instrumen pemerataan pembangunan.


Konteks Historis dan Perbandingan

Skala permasalahan juga bukan fenomena tunggal. Laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan pada 2022 terdapat 155 kasus korupsi di desa, dan 133 di antaranya terkait langsung dengan Dana Desa. Potensi kerugian mencapai Rp 381 miliar. Tahun yang sama, negara mengalokasikan DD sebesar Rp 68 triliun ke hampir 75 ribu desa. Angka ini menggambarkan betapa besar ruang yang tersedia untuk penyimpangan ketika sistem pengawasan tidak bekerja optimal.

Baca juga: Mantan Sekdes Sukaresik Diduga Selewengkan Dana Desa, Polisi Ungkap Kerugian Rp 706 Juta

Situasi Sukaresik selaras dengan pola nasional: lemahnya dokumentasi, verifikasi yang longgar, dan pengawasan internal yang tidak berjalan. Banyak daerah lain berhadapan dengan pola serupa. Ini mengindikasikan bahwa penguatan sistemik—bukan hanya tindakan penegakan hukum—adalah kebutuhan mendesak.


Sikap Redaksi dan Seruan

Redaksi Albadarpost menegaskan bahwa korupsi dana desa harus dipandang sebagai ancaman langsung terhadap hak-hak rakyat desa. Pemerintah daerah perlu memperkuat tata kelola dengan mekanisme verifikasi berlapis, digitalisasi pencatatan, dan evaluasi berkala. Inspektorat harus diberi ruang lebih besar untuk pengawasan preventif, bukan hanya melacak kerugian setelah terjadi.

Penyidikan terhadap YS harus berjalan tuntas. Bila ada pihak lain yang terlibat, proses hukum harus menyentuh seluruh mata rantai—bukan sekadar aktor tunggal. Ini penting untuk memulihkan kepercayaan publik. Desa-desa lain perlu menjadikan kasus ini sebagai titik refleksi: transparansi bukan pilihan, melainkan syarat utama pengelolaan anggaran publik.


Reflektif

Ketika Dana Desa diperlakukan sebagai alat memperkaya diri, desa kehilangan masa depannya. Kasus Sukaresik menjadi pengingat bahwa tata kelola yang bersih adalah fondasi pembangunan. Kepercayaan publik rapuh; sekali retak, pemulihannya memakan waktu panjang. Negara telah membuka ruang pembangunan hingga tingkat desa, tetapi ruang itu hanya akan bernilai bila dikelola dengan integritas. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai perintah Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 183.

    Puasa: Jalan Sunyi Menuju Takwa

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 264
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ada ayat yang setiap Ramadhan selalu terdengar, namun sering kita lewati begitu saja. Padahal, ia bukan sekadar pengumuman kewajiban, melainkan undangan penuh cinta dari langit. “Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus shiyam…”wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa. Allah tidak memanggil manusia secara umum. Dia memanggil orang-orang beriman. Panggilan ini istimewa. Ia […]

  • Harga BBM Pertamina

    Di Tengah Gejolak Minyak Dunia, Pertalite Tak Naik, Pertamax Disesuaikan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Kabar mengenai harga BBM Pertamina kembali menjadi perhatian masyarakat setelah Pertamina melakukan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar non-subsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Namun di tengah berbagai spekulasi yang beredar, ada satu informasi yang langsung menjadi sorotan para pengendara: harga Pertalite dan BioSolar subsidi tetap bertahan. Hingga saat ini, […]

  • Bandara Husein

    Bukan Kertajati, Bandung Terbang Lagi dari Husein

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Warga Bandung Raya yang selama ini bertanya, “Terbang ke Palembang harus dari Bandara Husein atau Kertajati?”, kini mendapatkan jawabannya. Mulai Jumat, 7 Agustus 2026, Bandara Husein Sastranegara resmi kembali melayani penerbangan langsung Bandung–Palembang melalui maskapai Wings Air. Artinya, masyarakat tidak lagi harus menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka untuk […]

  • anggaran Rutilahu APBD

    Anggaran Rutilahu APBD Bandung Dijaga, Program Tetap Berjalan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kembali ditegaskan. Di tengah tantangan geografis dan dinamika fiskal daerah, pemerintah daerah memastikan anggaran Rutilahu APBD tetap terjaga agar program tersebut terus menyentuh warga yang membutuhkan. Penegasan itu disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meninjau sekaligus meresmikan 10 unit […]

  • Ilustrasi siluet manusia saling menunjuk dengan latar nuansa Islami dan suasana reflektif tentang adab dalam Islam

    Ketika Syariat Dipakai untuk Menghakimi, Adab Justru Menghilang

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Syariat dan adab semestinya berjalan beriringan. Namun belakangan, banyak orang terlihat lebih sibuk membawa dalil untuk menyalahkan sesama dibanding memperbaiki akhlak sendiri. Media sosial penuh ceramah keras, potongan ayat, hingga kalimat penghakiman yang dilontarkan seolah-olah surga sudah berada di tangan mereka. Ironisnya, sebagian orang begitu lantang membicarakan dosa orang lain, tetapi lupa bahwa […]

  • Kepemimpinan Santri

    Jarang Disadari, Ini 5 Cara Pesantren Mencetak Jiwa Pemimpin

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tidak banyak yang sadar bahwa banyak pemimpin tangguh di Indonesia justru lahir dari lingkungan sederhana: pesantren. Di balik jadwal padat dan kehidupan disiplin, kepemimpinan santri terbentuk melalui kebiasaan harian yang tampak biasa, namun memiliki dampak luar biasa. Nilai kepemimpinan pesantren, karakter santri, serta pola pendidikan berbasis pengalaman nyata membuat santri belajar memimpin […]

expand_less