Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » 5 Hal yang Membatalkan Puasa, Nomor 1 Jarang Disadari

5 Hal yang Membatalkan Puasa, Nomor 1 Jarang Disadari

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, puasa merupakan ibadah yang memiliki syarat dan ketentuan jelas dalam syariat. Karena itu, setiap muslim wajib memahami apa saja yang membatalkan puasa agar ibadahnya tetap sah hingga waktu berbuka.

Para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa perkara yang secara tegas membatalkan puasa. Dalilnya bersumber dari Al-Qur’an, hadis, serta ijma’ (kesepakatan) ulama.

1. Murtad (Keluar dari Islam)

Perkara pertama yang membatalkan puasa adalah murtad, yaitu keluar dari agama Islam. Allah berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 65:

“Jika kamu mempersekutukan Allah, niscaya akan gugur seluruh amalmu.”

Ayat ini menegaskan bahwa seluruh amal, termasuk puasa, gugur apabila seseorang keluar dari Islam. Karena itu, keimanan menjadi fondasi sahnya seluruh ibadah. Tanpa iman, ibadah tidak bernilai di sisi Allah.

2. Haid

Haid juga membatalkan puasa. Wanita yang mengalami haid tidak boleh melanjutkan puasa pada hari tersebut. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa wanita haid tidak melaksanakan sholat dan puasa, lalu mengganti puasanya setelah suci.

Baca juga: Setiap Anak Singapura Dapat 500 Dolar dari Pemerintah

Karena itu, ketika darah haid keluar meskipun menjelang maghrib, puasa hari itu tetap batal dan wajib diqadha.

3. Nifas

Selain haid, nifas juga membatalkan puasa. Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Hukumnya sama dengan haid dalam perkara puasa dan sholat.

Para ulama sepakat bahwa wanita nifas tidak sah berpuasa hingga darah berhenti dan ia suci. Setelah itu, ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkan.

4. Melahirkan

Melahirkan termasuk pembatal puasa karena umumnya disertai keluarnya darah nifas. Bahkan jika darah tidak langsung keluar, kondisi fisik yang lemah membuat wanita mendapat keringanan syariat.

Dalam fikih, kondisi ini masuk dalam kategori uzur syar’i yang mengharuskan puasa dihentikan. Setelah pulih, kewajiban qadha tetap berlaku.

5. Gila (Hilang Akal)

Puasa juga batal apabila seseorang kehilangan akal atau menjadi gila. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Pena diangkat dari tiga golongan: orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai baligh, dan orang gila sampai sadar.” (HR. Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang hilang akal tidak terkena beban syariat. Karena itu, apabila kegilaan terjadi sepanjang hari, puasa tidak sah.

Namun apabila gangguan hanya sesaat dan ia kembali sadar, maka puasanya tetap sah selama ia memenuhi syarat dan rukun puasa.

Tidur Seharian Tidak Membatalkan Puasa

Banyak orang mengira tidur sepanjang hari membatalkan puasa. Padahal anggapan tersebut keliru. Tidur tidak membatalkan puasa selama seseorang tetap dalam keadaan sadar ketika waktu sahur dan berbuka.

Hadis di atas justru menegaskan bahwa orang tidur tidak terbebani hingga ia bangun. Karena itu, meskipun seseorang tidur hampir seharian, puasanya tetap sah selama ia tidak melakukan pembatal puasa lainnya.

Meski demikian, para ulama mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan diri dari pembatal. Puasa juga bertujuan membentuk ketakwaan sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183.

Baca juga: Sejarah Valentine dalam Perspektif Islam

Karena itu, waktu siang Ramadhan sebaiknya diisi dengan ibadah, membaca Al-Qur’an, dan amal kebaikan. Tidur berlebihan memang tidak membatalkan, namun bisa mengurangi nilai spiritual puasa.

Memahami Fikih Agar Ibadah Tidak Sia-Sia

Pemahaman tentang pembatal puasa sangat penting. Kesalahan kecil bisa berakibat pada kewajiban qadha bahkan dosa jika dilakukan dengan sengaja.

Karena itu, setiap muslim perlu mempelajari dasar fikih puasa sejak awal Ramadhan. Dengan ilmu, ibadah menjadi lebih tenang dan terarah.

Pada akhirnya, menjaga puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga menjaga iman, kesucian diri, serta kesehatan akal. Dengan memahami lima pembatal puasa ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih yakin dan benar sesuai tuntunan syariat. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tanam pohon langka

    Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Upaya tanam pohon langka di Tasikmalaya dorong mitigasi bencana dan perbaikan kualitas lingkungan. albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi tanam pohon langka kembali mengisi kawasan Arboretum Pasir Bakukung, Desa Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu pagi, 22 November 2025. Pagi itu, puluhan relawan dari Komunitas Nyaah Ka Alam membawa bibit yang sebagian besar merupakan jenis endemik Jawa […]

  • perjuangan ekonomi

    Bukan Lagi Angkat Senjata: Gen Z Membangun ‘Indonesia Emas’ Lewat Perjuangan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Generasi Z menjadi motor perjuangan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui inovasi dan ketahanan digital. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perjuangan ekonomi kini menjadi medan juang generasi muda. Pada peringatan Hari Pahlawan, narasi tentang bambu runcing dan medan tempur tetap hidup, tetapi tantangan yang dihadapi generasi sekarang bergeser dari perlawanan fisik menjadi perebutan peluang di tengah ketidakpastian […]

  • Pengendalian Inflasi Tasikmalaya

    Pengendalian Inflasi Tasikmalaya Raih Juara Nasional, Stabilitas Harga Terjaga

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Tasikmalaya meraih juara nasional Pengendalian Inflasi Daerah 2025, kebijakan daerah stabilkan harga pangan warga. albadarpost.com, PELITA – Kabupaten Tasikmalaya meraih penghargaan nasional sebagai Juara Satu Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten/Kota Berprestasi 2025. Penghargaan diberikan pada malam puncak Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Jakarta, Jumat, 28 November 2025. Pencapaian ini menutup tahun penuh tekanan ekonomi […]

  • kasus ayah perkosa anak

    Pil KB Bongkar Kekerasan Seksual Ayah terhadap Anak di Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menahan seorang ayah yang memperkosa anaknya bertahun-tahun. Kasus terungkap dari pil KB. albadarpost.com, HUMANIORA – Langkah aparat kepolisian di Tasikmalaya kembali menyoroti urgensi perlindungan anak. Seorang pria berinisial DT, warga Kecamatan Indihiang, ditahan setelah polisi mengungkap kasus ayah perkosa anak yang ia lakukan selama bertahun-tahun. Tindakan kekerasan seksual itu dimulai saat korban masih […]

  • tinju amatir Tasikmalaya

    Fenomena Baru di Tasikmalaya: Tinju Jadi Pilihan Anak Muda Jalanan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bukan sekadar pertandingan biasa. Tinju amatir Tasikmalaya kali ini terasa berbeda. Di tengah isu kenakalan remaja, ratusan anak muda justru memilih naik ring, bukan turun ke jalan. Sabtu (25/4/2026), GOR Sukapura Dadaha dipenuhi teriakan penonton. Suasana panas, penuh emosi, tapi tetap terkendali. Di sinilah Boxing Van Java digelar, menghadirkan energi yang biasanya […]

  • Melihat Ka’bah

    Doa Sudah Dihapal, Tapi Mendadak Lupa Saat Melihat Ka’bah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak jamaah haji ternyata mengalami hal yang sama saat pertama kali melihat Ka’bah: mereka lupa dengan daftar doa yang sebelumnya sudah disiapkan. Padahal sebagian orang datang membawa catatan panjang di ponsel. Ada yang menulis nama keluarga satu per satu. Ada juga yang menyimpan doa-doa khusus sejak masih di tanah air. Namun ketika […]

expand_less