Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Rahasia Bubur Syuro Kampung yang Sulit Ditiru

Rahasia Bubur Syuro Kampung yang Sulit Ditiru

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE — Resep Bubur Syuro selalu menjadi perbincangan ketika Muharram atau Tahun Baru Islam tiba. Bubur Syuro, yang juga dikenal sebagai Bubur Suro di sebagian wilayah Sunda, bukan hanya makanan tradisional. Di banyak kampung Tasikmalaya, kuliner ini menjadi bagian dari tradisi yang menyatukan warga dari berbagai usia dalam satu suasana penuh kebersamaan.

Menjelang malam 1 Muharram, halaman masjid biasanya mulai ramai. Beberapa warga datang membawa beras dalam kantong plastik. Ada yang mengantar kelapa tua dari kebun. Di sudut dapur, beberapa ibu duduk melingkar sambil mengupas bawang dan memotong daun bawang. Tidak jauh dari mereka, anak-anak berlarian sambil sesekali mengintip ke arah kuali besar yang masih kosong.

Beberapa jam kemudian, suasana berubah.

Api mulai menyala di bawah tungku. Uap tipis perlahan naik dari santan yang dipanaskan. Aroma kelapa segar bercampur daun bawang menyebar ke sekitar halaman masjid. Dari situlah Bubur Syuro mulai dimasak.

Namun ternyata, ada sejumlah rahasia yang membuat Bubur Syuro kampung terasa berbeda dibanding bubur biasa.

Resep Bubur Syuro Tradisional yang Banyak Digunakan Warga

Di berbagai daerah Priangan Timur, komposisi bahan memang bisa berbeda. Meski demikian, sebagian besar warga menggunakan resep dasar yang hampir sama.

Bahan-bahan:

  • 1 kilogram beras pulen
  • 4 liter santan segar
  • 250 gram kacang tanah
  • 250 gram kacang hijau
  • 3 buah jagung manis yang dipipil
  • 5 batang daun bawang
  • 2 sendok makan garam
  • 6 liter air
  • Bawang goreng secukupnya

Sebagian kampung juga menambahkan ubi jalar, labu kuning, atau potongan sayuran sesuai kebiasaan setempat.

Karena itu, rasa Bubur Syuro dari satu daerah ke daerah lain sering memiliki ciri khas masing-masing.

Rahasia Pertama: Santan Segar Lebih Penting daripada Bumbu Mahal

Banyak orang sibuk mencari rempah tambahan agar Bubur Syuro terasa istimewa. Padahal para peracik berpengalaman justru lebih memperhatikan kualitas santan.

Mereka memilih kelapa yang benar-benar tua, lalu memerasnya pada hari yang sama saat bubur dimasak.

Santan segar menghasilkan aroma yang lebih kuat dan rasa yang lebih gurih. Selain itu, teksturnya membuat bubur terasa lebih lembut ketika disantap.

Seorang warga bahkan pernah bercanda bahwa rahasia Bubur Syuro bukan berada di toko bumbu, melainkan di kebun kelapa.

Candaan itu memang terdengar sederhana. Namun banyak warga mengakuinya.

Rahasia Kedua: Jangan Pernah Berhenti Mengaduk

Menjelang tengah malam, pekerjaan paling berat biasanya dimulai.

Beberapa bapak berdiri mengelilingi kuali besar sambil memegang pengaduk kayu sepanjang hampir satu meter. Mereka bergantian mengaduk bubur agar bagian bawahnya tidak gosong.

Sesekali terdengar suara kayu membentur sisi kuali.

“Pelan-pelan, jangan sampai lengket,” celetuk salah seorang warga kepada temannya.

Suasana itu sering memunculkan obrolan ringan, cerita masa kecil, hingga kenangan Muharram puluhan tahun lalu.

Di sinilah salah satu rahasia Bubur Syuro berada.

Semakin lama proses memasak berlangsung dengan api yang stabil, semakin menyatu pula rasa santan, beras, dan bahan lainnya.

Cara Membuat Bubur Syuro yang Gurih dan Lembut

Setelah seluruh bahan siap, proses memasak dilakukan secara bertahap.

Pertama, rebus kacang tanah dan kacang hijau hingga setengah matang.

Kemudian masukkan beras ke dalam kuali besar berisi air. Setelah beras mulai mengembang, tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.

Selanjutnya, masukkan jagung, daun bawang, dan garam.

Aduk secara perlahan selama dua hingga tiga jam sampai seluruh bahan menyatu dan menghasilkan tekstur yang kental.

Setelah matang, taburkan bawang goreng di atasnya.

Bubur Syuro paling nikmat disantap dalam keadaan hangat.

Rahasia yang Tidak Pernah Tertulis dalam Buku Resep

Ada satu rahasia yang hampir tidak pernah muncul dalam resep mana pun.

Rahasia itu adalah kebersamaan.

Di banyak kampung Tasikmalaya, Bubur Syuro tidak dimasak oleh satu orang. Puluhan warga ikut terlibat sejak awal.

Ada yang menyumbang bahan makanan. Ada yang menyiapkan tungku. Dan ada yang bertugas membagikan bubur setelah pengajian selesai.

Menjelang bubur matang, anak-anak biasanya mulai berdatangan membawa mangkuk warna-warni dari rumah masing-masing. Mereka berdiri mengantre sambil menunggu giliran.

Sebagian tidak sabar.

Sebagian lagi sibuk bercanda dengan teman-temannya.

Pemandangan sederhana itu terus berulang setiap Muharram.

Mungkin karena itulah Bubur Syuro tetap bertahan hingga sekarang. Bukan semata karena rasanya enak, tetapi karena tradisi ini membuat warga merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar.

Ketika Semangkuk Bubur Menjadi Warisan Budaya

Di tengah gempuran makanan modern dan tren kuliner yang datang silih berganti, Bubur Syuro tetap memiliki tempat istimewa.

Ia menghubungkan generasi tua dengan generasi muda.

Ia menghidupkan kembali suasana kampung yang hangat.

Dan yang paling penting, ia mengingatkan bahwa kebersamaan sering lahir dari hal-hal sederhana.

Rahasia terbesar Bubur Syuro ternyata bukan santan, bukan kacang hijau, dan bukan cara memasaknya. Rahasia itu tersimpan di tangan-tangan yang bekerja bersama, di tawa warga yang berkumpul, dan di hati orang-orang yang masih percaya bahwa semangkuk bubur hangat mampu menjaga kehangatan sebuah kampung. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gadai anak

    Ayah Gadaikan Anak dan Gagalnya Perlindungan Sosial

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kasus ayah gadaikan anak menunjukkan rapuhnya sistem perlindungan sosial dan keadilan keluarga. albadarpost.com, EDITORIAL – Rantai tragedi yang menimpa bocah Tasikmalaya terjadi bukan dalam ruang kosong. Seorang ayah menyerahkan anaknya kepada keluarga di Gresik sebagai jaminan pinjaman Rp25 juta. Tidak ada negosiasi panjang, tidak ada pengawasan negara, dan tidak ada pagar sosial yang […]

  • Gus Yaqut tahanan rumah

    Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah: Apa Kata KUHAP?

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu Gus Yaqut jadi tahanan rumah tidak hanya ramai secara politik, tetapi juga menarik jika dilihat dari perspektif hukum. Banyak yang bertanya, apakah pengalihan penahanan Gus Yaqut dari rutan ke rumah sesuai dengan aturan? Dalam konteks ini, tahanan rumah Gus Yaqut sebenarnya telah diatur dalam KUHAP dan regulasi hukum pidana Indonesia. […]

  • Hawa Nafsu Menurut Islam

    Mengapa Hawa Nafsu Lebih Berbahaya dari Syaitan?

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Hawa nafsu menurut Islam bukan sekadar dorongan untuk memenuhi keinginan duniawi. Dalam banyak keadaan, bahaya hawa nafsu, mengendalikan hawa nafsu, dan muhasabah justru menjadi kunci agar seseorang tidak terperosok ke dalam kesalahan yang tampak indah di permukaan. Di tengah era media sosial, ketika pujian, pengakuan, dan popularitas sering dijadikan ukuran keberhasilan, peringatan […]

  • pidana kerja sosial

    Pidana Kerja Sosial dalam KUHP Baru

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pidana kerja sosial dalam KUHP baru diuji: solusi kelebihan lapas atau sekadar memindahkan beban ke daerah. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru pada 2026 menandai perubahan arah pemidanaan di Indonesia. Negara mulai membuka ruang lebih luas bagi pidana nonpemenjaraan, salah satunya melalui pidana kerja sosial. Kebijakan ini bukan sekadar teknis hukum, […]

  • Ilustrasi suasana refleksi Ramadan tentang membersihkan hati dari hasad dengan cahaya spiritual yang menenangkan.

    Bersihkan Hati dari Hasad di Bulan Suci, Ini Panduannya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membersihkan hati dari hasad menjadi fokus utama umat Islam di bulan suci. Hasad atau dengki merupakan penyakit hati yang merusak pahala dan menggerogoti ketenangan jiwa. Karena itu, Ramadan hadir sebagai momentum terbaik untuk membersihkan hati dari hasad serta menghilangkan iri dan dengki yang menghambat kualitas ibadah. Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan […]

  • tanam pohon langka

    Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Upaya tanam pohon langka di Tasikmalaya dorong mitigasi bencana dan perbaikan kualitas lingkungan. albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi tanam pohon langka kembali mengisi kawasan Arboretum Pasir Bakukung, Desa Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu pagi, 22 November 2025. Pagi itu, puluhan relawan dari Komunitas Nyaah Ka Alam membawa bibit yang sebagian besar merupakan jenis endemik Jawa […]

expand_less