Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Rahasia Bubur Syuro Kampung yang Sulit Ditiru

Rahasia Bubur Syuro Kampung yang Sulit Ditiru

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE — Resep Bubur Syuro selalu menjadi perbincangan ketika Muharram atau Tahun Baru Islam tiba. Bubur Syuro, yang juga dikenal sebagai Bubur Suro di sebagian wilayah Sunda, bukan hanya makanan tradisional. Di banyak kampung Tasikmalaya, kuliner ini menjadi bagian dari tradisi yang menyatukan warga dari berbagai usia dalam satu suasana penuh kebersamaan.

Menjelang malam 1 Muharram, halaman masjid biasanya mulai ramai. Beberapa warga datang membawa beras dalam kantong plastik. Ada yang mengantar kelapa tua dari kebun. Di sudut dapur, beberapa ibu duduk melingkar sambil mengupas bawang dan memotong daun bawang. Tidak jauh dari mereka, anak-anak berlarian sambil sesekali mengintip ke arah kuali besar yang masih kosong.

Beberapa jam kemudian, suasana berubah.

Api mulai menyala di bawah tungku. Uap tipis perlahan naik dari santan yang dipanaskan. Aroma kelapa segar bercampur daun bawang menyebar ke sekitar halaman masjid. Dari situlah Bubur Syuro mulai dimasak.

Namun ternyata, ada sejumlah rahasia yang membuat Bubur Syuro kampung terasa berbeda dibanding bubur biasa.

Resep Bubur Syuro Tradisional yang Banyak Digunakan Warga

Di berbagai daerah Priangan Timur, komposisi bahan memang bisa berbeda. Meski demikian, sebagian besar warga menggunakan resep dasar yang hampir sama.

Bahan-bahan:

  • 1 kilogram beras pulen
  • 4 liter santan segar
  • 250 gram kacang tanah
  • 250 gram kacang hijau
  • 3 buah jagung manis yang dipipil
  • 5 batang daun bawang
  • 2 sendok makan garam
  • 6 liter air
  • Bawang goreng secukupnya

Sebagian kampung juga menambahkan ubi jalar, labu kuning, atau potongan sayuran sesuai kebiasaan setempat.

Karena itu, rasa Bubur Syuro dari satu daerah ke daerah lain sering memiliki ciri khas masing-masing.

Rahasia Pertama: Santan Segar Lebih Penting daripada Bumbu Mahal

Banyak orang sibuk mencari rempah tambahan agar Bubur Syuro terasa istimewa. Padahal para peracik berpengalaman justru lebih memperhatikan kualitas santan.

Mereka memilih kelapa yang benar-benar tua, lalu memerasnya pada hari yang sama saat bubur dimasak.

Santan segar menghasilkan aroma yang lebih kuat dan rasa yang lebih gurih. Selain itu, teksturnya membuat bubur terasa lebih lembut ketika disantap.

Seorang warga bahkan pernah bercanda bahwa rahasia Bubur Syuro bukan berada di toko bumbu, melainkan di kebun kelapa.

Candaan itu memang terdengar sederhana. Namun banyak warga mengakuinya.

Rahasia Kedua: Jangan Pernah Berhenti Mengaduk

Menjelang tengah malam, pekerjaan paling berat biasanya dimulai.

Beberapa bapak berdiri mengelilingi kuali besar sambil memegang pengaduk kayu sepanjang hampir satu meter. Mereka bergantian mengaduk bubur agar bagian bawahnya tidak gosong.

Sesekali terdengar suara kayu membentur sisi kuali.

“Pelan-pelan, jangan sampai lengket,” celetuk salah seorang warga kepada temannya.

Suasana itu sering memunculkan obrolan ringan, cerita masa kecil, hingga kenangan Muharram puluhan tahun lalu.

Di sinilah salah satu rahasia Bubur Syuro berada.

Semakin lama proses memasak berlangsung dengan api yang stabil, semakin menyatu pula rasa santan, beras, dan bahan lainnya.

Cara Membuat Bubur Syuro yang Gurih dan Lembut

Setelah seluruh bahan siap, proses memasak dilakukan secara bertahap.

Pertama, rebus kacang tanah dan kacang hijau hingga setengah matang.

Kemudian masukkan beras ke dalam kuali besar berisi air. Setelah beras mulai mengembang, tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.

Selanjutnya, masukkan jagung, daun bawang, dan garam.

Aduk secara perlahan selama dua hingga tiga jam sampai seluruh bahan menyatu dan menghasilkan tekstur yang kental.

Setelah matang, taburkan bawang goreng di atasnya.

Bubur Syuro paling nikmat disantap dalam keadaan hangat.

Rahasia yang Tidak Pernah Tertulis dalam Buku Resep

Ada satu rahasia yang hampir tidak pernah muncul dalam resep mana pun.

Rahasia itu adalah kebersamaan.

Di banyak kampung Tasikmalaya, Bubur Syuro tidak dimasak oleh satu orang. Puluhan warga ikut terlibat sejak awal.

Ada yang menyumbang bahan makanan. Ada yang menyiapkan tungku. Dan ada yang bertugas membagikan bubur setelah pengajian selesai.

Menjelang bubur matang, anak-anak biasanya mulai berdatangan membawa mangkuk warna-warni dari rumah masing-masing. Mereka berdiri mengantre sambil menunggu giliran.

Sebagian tidak sabar.

Sebagian lagi sibuk bercanda dengan teman-temannya.

Pemandangan sederhana itu terus berulang setiap Muharram.

Mungkin karena itulah Bubur Syuro tetap bertahan hingga sekarang. Bukan semata karena rasanya enak, tetapi karena tradisi ini membuat warga merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar.

Ketika Semangkuk Bubur Menjadi Warisan Budaya

Di tengah gempuran makanan modern dan tren kuliner yang datang silih berganti, Bubur Syuro tetap memiliki tempat istimewa.

Ia menghubungkan generasi tua dengan generasi muda.

Ia menghidupkan kembali suasana kampung yang hangat.

Dan yang paling penting, ia mengingatkan bahwa kebersamaan sering lahir dari hal-hal sederhana.

Rahasia terbesar Bubur Syuro ternyata bukan santan, bukan kacang hijau, dan bukan cara memasaknya. Rahasia itu tersimpan di tangan-tangan yang bekerja bersama, di tawa warga yang berkumpul, dan di hati orang-orang yang masih percaya bahwa semangkuk bubur hangat mampu menjaga kehangatan sebuah kampung. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Umat Islam minoritas berbuka puasa bersama di masjid luar negeri dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan saat Ramadhan.

    Ramadhan di Negara Minoritas Muslim, Kisah yang Menggetarkan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ramadhan minoritas Muslim menghadirkan pengalaman yang jauh berbeda dibanding negara mayoritas Islam. Ramadhan di negara minoritas Muslim, puasa di negeri asing, dan perjuangan umat Islam minoritas menjadi kisah penuh keteguhan dan harapan. Ketika azan tidak terdengar dari setiap sudut kota, dan ketika lingkungan sekitar tetap menjalani aktivitas seperti biasa, umat Islam […]

  • kerajinan bambu lapas

    Kerajinan Bambu Lapas Tasikmalaya Jadi Cenderamata Premium, Ini Faktanya

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di sebuah ruang kerja sederhana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, suara gesekan bambu dan aroma kayu kering menjadi latar yang tidak biasa. Dari tempat yang kerap dipersepsikan penuh keterbatasan itu, kerajinan bambu Lapas Tasikmalaya justru lahir dan berkembang menjadi cenderamata bernilai tinggi yang mulai dilirik. Tidak semua orang mungkin membayangkan bahwa […]

  • ilustrasi konsep affiliate marketing online dengan komisi penjualan dalam perspektif bisnis digital menurut Islam

    Hukum Affiliate Marketing dalam Islam: Halal atau Haram?

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perkembangan ekonomi digital membuat banyak orang tertarik menjalankan affiliate marketing sebagai sumber penghasilan tambahan. Namun demikian, sebagian Muslim masih bertanya tentang hukum affiliate marketing dalam Islam. Apakah affiliate marketing halal atau haram, dan bagaimana bisnis affiliate menurut Islam dipandang dalam fikih muamalah? Pertanyaan ini wajar muncul karena sistem affiliate melibatkan komisi dari […]

  • penipuan perekrutan kerja

    Rute Gelap Perekrutan: Jejak 13 Pekerja Jabar dari Janji Sawit hingga Terlantar di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di sebuah ruang kecil di Polda Kalimantan Barat, tiga belas wajah itu duduk menunggu kabar pemulangan. Mereka berasal dari Garut dan Tasikmalaya, dua kabupaten yang melahirkan banyak perantau muda. Perjalanan mereka menuju Kalimantan berawal dari janji yang tampak sederhana: pekerjaan sebagai buruh sawit dengan upah yang cukup untuk menutup kebutuhan keluarga. Janji […]

  • KH Miftah Fauzi menyuarakan aspirasi pedagang Pasar Cikurubuk terkait keadilan dan kebijakan Pemkot Tasikmalaya

    KH Miftah Fauzi Menunggu Ketegasan Pemkot Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – KH Miftah Fauzi menyatakan bahwa dirinya bersama ribuan pedagang Pasar Cikurubuk hingga kini masih menunggu ketegasan sikap Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam menyelesaikan persoalan pasar tradisional. Menurutnya, pasar rakyat bukan hanya urusan ekonomi, melainkan juga menyangkut martabat, keadilan, dan keberpihakan negara terhadap masyarakat kecil. Hal tersebut disampaikan KH Miftah Fauzi saat ditemui […]

  • Persis vs Semen Padang

    Laga Hidup-Mati! Persis Solo di Ujung Tanduk, Semen Padang Siap Menikam

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Persis vs Semen Padang menjadi sorotan utama pecinta sepak bola nasional. Duel panas ini bukan sekadar laga biasa, melainkan pertarungan hidup-mati di zona degradasi Liga Indonesia. Laga Persis Solo vs Semen Padang bahkan disebut sebagai “final dini” karena hasilnya bisa langsung mengubah peta klasemen. Saat ini, Persis Solo dan Semen […]

expand_less