Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana Lewat Penanaman Pohon Langka

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Upaya tanam pohon langka di Tasikmalaya dorong mitigasi bencana dan perbaikan kualitas lingkungan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Aksi tanam pohon langka kembali mengisi kawasan Arboretum Pasir Bakukung, Desa Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu pagi, 22 November 2025. Pagi itu, puluhan relawan dari Komunitas Nyaah Ka Alam membawa bibit yang sebagian besar merupakan jenis endemik Jawa Barat. Mereka menancapkan bibit-bibit tersebut di lahan 2,3 hektare yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan tutupan vegetasi.

Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Pohon Sedunia. Namun, bagi para relawan, momentum itu bukan sekadar seremoni tahunan. Aksi tersebut menjadi respons terhadap meningkatnya risiko longsor, penurunan kualitas tanah, serta menyusutnya ragam flora lokal. Dari 200 pohon yang ditanam, sekitar 40 di antaranya merupakan pohon langka yang kini sulit ditemukan di hutan-hutan Jawa Barat.

“Banyak jenis pohon lokal yang sudah jarang terlihat. Ketika hilang, ekosistem ikut melemah,” kata salah satu koordinator aksi. Ia menyebut pohon-pohon itu memiliki peran ekologis penting, mulai dari menjaga ketersediaan air hingga menstabilkan struktur tanah di wilayah perbukitan Tasikmalaya.


Perubahan Lahan dan Pentingnya Tanam Pohon Langka

Tasikmalaya berada di kawasan dengan karakter geologi labil. Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat, sebagian besar titik rawan longsor berada di wilayah yang pernah mengalami perubahan fungsi lahan. Dalam tiga tahun terakhir, konversi lahan untuk permukiman dan perkebunan komersial meningkat, sehingga kebutuhan rehabilitasi melalui tanam pohon langka menjadi semakin mendesak.

Para relawan menilai arboretum dapat berfungsi sebagai kawasan belajar publik. Di sana, warga dapat mengenali jenis-jenis asli Jawa Barat yang perlahan menghilang karena fragmentasi habitat. Beberapa bibit seperti ki beusi, huru areng, serta jenis-jenis puspa sudah masuk kategori rentan berdasarkan penilaian pengamat lokal.

Baca juga: PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

Model penanaman kali ini juga dilengkapi pelatihan pembibitan. Warga diajarkan teknik memilih biji, menyemai, hingga memindahkan bibit ke media tanam yang tepat. Pendekatan ini dipilih agar gerakan konservasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi praktik keseharian warga dalam mengelola pekarangan dan lahan sekitar rumah.


Dampak Sosial, Ekologi, dan Pembelajaran Lingkungan

Aksi tanam pohon langka dinilai memberi efek berlapis, bukan hanya pada ekologi. Di tingkat keluarga, para relawan memperkenalkan konsep pembelajaran lingkungan yang bisa diterapkan di rumah. Anak-anak dan remaja yang mengikuti kegiatan ini diajak memahami jalur tumbuh sebuah pohon, kebutuhan air, dan ancaman perubahan iklim terhadap spesies endemik.

Di sekolah-sekolah sekitar Gunung Tanjung, beberapa guru mulai mengadopsi kegiatan ini sebagai materi pembelajaran luar kelas. Pendekatan ini sejalan dengan dorongan pemerintah daerah untuk meningkatkan pendidikan mitigasi bencana sejak usia dini.

Dari sudut fiskal, program rehabilitasi berbasis komunitas dinilai lebih efisien bagi pemerintah daerah. Tanpa perlu menggelontorkan anggaran besar, kegiatan konservasi dapat berjalan dengan dukungan warga. Pemerintah cukup menyediakan dukungan teknis, bibit tambahan, atau penyediaan lahan. Model seperti ini membantu menekan biaya penanganan pascabencana yang selama ini menjadi beban APBD.

Bagi warga, kehadiran arboretum menjadi ruang sosial yang baru. Mereka berkumpul untuk mengelola tanaman, saling bertukar bibit, dan merawat jalur-jalur tanam. Kegiatan yang tampak sederhana ini memberi efek psikologis yang tidak kecil: rasa memiliki terhadap lingkungan dan penguatan jejaring sosial desa.

Gerakan tanam pohon langka memperkuat ekosistem Tasikmalaya sekaligus meningkatkan kesadaran warga pada mitigasi bencana berbasis komunitas. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendaftaran Polri 2026

    Resmi Dibuka! Pendaftaran Polri 2026 Gratis, Ini Link dan Jadwalnya

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pendaftaran Polri 2026 akhirnya resmi dibuka dan langsung menjadi perhatian banyak calon peserta di seluruh Indonesia. Informasi mengenai link pendaftaran Polri 2026, syarat masuk polisi, serta jadwal seleksi kini ramai dicari masyarakat, terutama generasi muda yang ingin berkarier sebagai anggota kepolisian. Banyak calon pendaftar bahkan mengaku baru mengetahui pembukaan rekrutmen tersebut […]

  • hadis penyempurna akhlak

    Hadis Penyempurna Akhlak: Misi Besar Nabi yang Sering Dilupakan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hadis penyempurna akhlak merupakan salah satu pesan paling mendasar dalam Islam. Hadis tentang akhlak ini menjelaskan misi Nabi memperbaiki akhlak manusia sekaligus menegaskan bahwa akhlak mulia dalam Islam berada di posisi yang sangat penting. Bahkan, tujuan diutusnya Nabi bukan sekadar menyampaikan hukum, melainkan juga membentuk karakter manusia yang lebih baik. Sabda Nabi […]

  • Aquarium Pangandaran

    Aquarium Pangandaran Gelar Program Wisata Keluarga

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Aquarium Pangandaran menghadirkan program Natal dan Tahun Baru untuk menarik wisata keluarga selama libur panjang. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aquarium Indonesia Pangandaran, Jawa Barat, menghadirkan rangkaian program khusus Natal dan Tahun Baru untuk menyambut lonjakan wisatawan pada libur akhir tahun. Langkah ini penting bagi sektor pariwisata lokal karena libur Nataru menjadi salah satu periode penentu […]

  • pemalsuan produk

    Polres Tasikmalaya Bongkar Pemalsuan Produk Pangan di Dua Gudang

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya mengungkap pemalsuan produk tepung dan penyedap yang merugikan konsumen. albadarpost.com, LENSA – Polres Tasikmalaya Kota mengungkap praktik pemalsuan produk yang menempatkan konsumen pada risiko dan merusak pasar. Kepolisian menangkap seorang warga Kota Tasikmalaya yang diduga mengemas ulang tepung terigu dan penyedap rasa murah ke dalam kemasan premium. Kasus ini penting karena menyangkut keamanan […]

  • Ilustrasi pekerja dan aturan baru outsourcing 2026 yang membatasi alih daya hanya untuk enam bidang pekerjaan

    Kabar Besar untuk Buruh, Permenaker 7/2026 Pangkas Praktik Outsourcing

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah resmi menerapkan aturan baru terkait Outsourcing 2026 melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026. Regulasi ini langsung menjadi perhatian kalangan pekerja karena membatasi praktik alih daya atau outsourcing hanya untuk enam bidang pekerjaan tertentu yang bersifat penunjang. Kebijakan tersebut dinilai sebagai salah satu langkah paling signifikan dalam perubahan […]

  • Data perbandingan skor IDSD 2025 Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya berdasarkan 12 pilar penilaian.

    IDSD 2025 Bicara: Kota Tasikmalaya Unggul, Kabupaten Harus Gaspol

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rilis IDSD 2025 atau Indeks Desa dan Daerah 2025 langsung memantik perhatian publik Tasikmalaya. Data terbaru itu memperlihatkan jarak yang tidak kecil antara Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya. Kota membukukan skor 4,05, sementara kabupaten bertahan di angka 3,52. Adapun rata-rata nasional berada di 3,50. Angka tersebut bukan sekadar statistik tahunan. Sebaliknya, […]

expand_less