Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Thailand Kini Ditulis Tailan, Ini Penjelasan Resminya

Thailand Kini Ditulis Tailan, Ini Penjelasan Resminya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Publik kembali dikejutkan dengan perubahan penulisan nama negara. Thailand kini resmi ditulis Tailan dalam standar bahasa Indonesia. Perubahan ini bukan kesalahan ejaan, apalagi typo. Pemerintah Indonesia secara sadar mengajukannya melalui forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya nasional menata kembali penulisan nama negara asing agar sesuai dengan kaidah linguistik bahasa Indonesia. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini memiliki dasar ilmiah, historis, dan internasional.

Perubahan ejaan Thailand menjadi Tailan disampaikan Indonesia dalam forum United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN). Forum ini berperan penting dalam penyelarasan nama geografis dunia.

Mengapa Thailand Menjadi Tailan?

Penyesuaian ejaan ini berangkat dari prinsip fonologi bahasa Indonesia. Dalam sistem bahasa nasional, pelafalan “thai” tidak dikenal sebagai satuan bunyi baku. Karena itu, penulisan Tailan dianggap lebih sesuai dengan kaidah pengucapan dan struktur bahasa Indonesia.

Prinsip serupa juga diterapkan pada sejumlah negara lain. Paraguay, misalnya, ditulis menjadi Paraguai. Tujuannya sama, yakni menyelaraskan tulisan dengan bunyi yang lazim digunakan dalam bahasa Indonesia.

Baca juga: Fenomena Desersi: Aparat Negara Pilih Kontrak Militer Asing

Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memimpin kajian akademik terkait perubahan ini. Keduanya bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri serta pakar linguistik nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa pembaruan ini tidak mengubah nama resmi negara di tingkat internasional. Penyesuaian hanya berlaku dalam konteks penggunaan bahasa Indonesia.

Dibawa ke PBB, Apa Artinya bagi Indonesia?

Dengan membawa isu ini ke UNGEGN, Indonesia menegaskan perannya dalam diplomasi kebahasaan global. Bahasa Indonesia tidak hanya digunakan secara domestik, tetapi juga memiliki standar resmi yang diakui dalam forum internasional.

Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif menjaga konsistensi bahasa nasional. Pemerintah ingin memastikan bahwa peta, dokumen resmi, buku pelajaran, dan publikasi negara menggunakan penulisan yang seragam.

Pembaruan ini juga memberi kepastian bagi dunia pendidikan dan media massa. Standar yang jelas memudahkan penyusunan materi ajar serta pemberitaan internasional yang konsisten.

Pemerintah menyadari bahwa perubahan ini membutuhkan waktu adaptasi. Karena itu, penerapannya dilakukan secara bertahap. Dokumen negara dan produk resmi pemerintah menjadi sektor pertama yang menerapkan ejaan Tailan.

Baca juga: Perjalanan Inspiratif Perempuan Sederhana Menjadi CEO Teknologi

Bahasa, Identitas, dan Kedaulatan

Pakar bahasa menilai kebijakan ini sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan linguistik. Banyak negara lain telah lama menyesuaikan nama geografis asing dengan bahasa nasional masing-masing.

Indonesia menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga identitas bangsa. Penyeragaman ejaan nama negara asing memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa modern yang tertata.

Ke depan, pemerintah membuka peluang pembaruan ejaan lain jika ditemukan ketidaksesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia. Seluruh proses akan tetap melalui kajian ilmiah dan mekanisme internasional.

Dengan langkah ini, Indonesia menegaskan satu pesan penting: bahasa nasional terus berkembang, terjaga, dan siap bersaing di panggung global. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tugu Koperasi Tasikmalaya di Jalan Mohammad Hatta yang diusulkan menjadi kawasan cagar budaya dan pusat peringatan Hari Koperasi Nasional.

    Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah lalu lintas kendaraan yang setiap hari melintasi Jalan Mohammad Hatta, berdiri sebuah monumen yang mungkin tidak lagi banyak diperhatikan warga. Namun di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan Indonesia. Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi bersama Wakil Wali Kota […]

  • OTT KPK Kejari

    Saat Alarm Penegakan Hukum Kembali Berbunyi

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: OTT KPK di Kejari Hulu Sungai Utara menguji integritas hukum dan menuntut pembenahan serius. albadarpost.com, EDITORIAL – Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan. Peristiwa ini bukan sekadar perkara pidana individual. Ia menyentuh langsung jantung penegakan hukum. Dampaknya merembet ke kepercayaan publik yang […]

  • Kasus Korupsi Dana Desa

    Kasus Korupsi Dana Desa Kutim Ungkap Investasi Bodong Bendahara Rp 2,1 Miliar

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Kasus Korupsi Dana Desa di Kutim terungkap setelah bendahara desa diduga gelapkan Rp 2,1 miliar untuk investasi bodong. albadarpost.com, LENSA – Gulungan perkara Kasus Korupsi Dana Desa di Kutai Timur kembali mencuat setelah Kejaksaan Negeri Kutai Timur menetapkan bendahara Desa Bumi Etam, berinisial J, sebagai tersangka penyalahgunaan anggaran desa hingga Rp 2,1 miliar untuk investasi […]

  • arsitektur Islam

    Mengapa Arsitektur Islam Selalu Memukau? Ini Jawabannya

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRWALA – Banyak orang mengagumi keindahan masjid, kubah, dan ornamen Timur Tengah. Namun, tidak semua orang memahami bahwa arsitektur Islam bukan hanya soal bangunan yang indah. Seni arsitektur Islam, desain bangunan Islam, dan gaya arsitektur masjid justru menyimpan nilai spiritual, filosofi, serta pesan kehidupan yang sangat dalam. Karena itu, bangunan dalam tradisi Islam selalu […]

  • ilustrasi pedagang menjual produk tanpa label halal di toko modern dengan konsumen muslim

    Hukum Menjual Produk Tanpa Label Halal yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi itu, seorang ibu muda berdiri cukup lama di depan rak makanan. Tangannya memegang dua produk—yang satu berlabel halal, yang satunya lagi polos tanpa keterangan. Ia ragu. “Kalau tidak ada label halal… ini boleh dibeli atau tidak ya?” Pertanyaan sederhana ini ternyata menyimpan kebingungan yang dialami jutaan orang. Bukan hanya pembeli, […]

  • Fenomena salat Tarawih cepat di masjid saat Ramadan dengan jamaah berdiri rapat mengikuti imam.

    Fenomena Tarawih Kilat, Mengapa Semakin Banyak Terjadi?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam Ramadan biasanya dipenuhi lantunan ayat suci yang tenang dan menyejukkan. Namun belakangan, salat Tarawih cepat justru menjadi fenomena yang banyak dibicarakan. Video tarawih kilat menyebar luas di media sosial, memperlihatkan imam memimpin puluhan rakaat dalam waktu yang jauh lebih singkat dari kebiasaan. Sebagian jamaah terlihat lega karena bisa segera pulang, sementara […]

expand_less