Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Zakat Pertanian Desa Babadan Jadi Contoh Kemandirian Sosial Petani Indramayu

Zakat Pertanian Desa Babadan Jadi Contoh Kemandirian Sosial Petani Indramayu

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 150
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Zakat pertanian Desa Babadan sukses tingkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani Indramayu.

albadarpost.com, HIKMAH. Petani di Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini dikenal bukan hanya karena hasil panennya yang melimpah, tetapi juga karena kepedulian sosial mereka yang tinggi. Melalui praktik zakat pertanian, para petani di desa ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai agama dan gotong royong dapat menjadi kekuatan ekonomi dan moral bagi masyarakat pedesaan.

Tradisi Zakat Pertanian yang Tumbuh dari Kesadaran Kolektif

Program zakat pertanian di Desa Babadan telah menjadi tradisi yang terus berkembang dan dilaksanakan dengan penuh komitmen. Inisiatif ini dipelopori oleh Kepala Desa Babadan, Sugeng Sari Kusmanto, yang bertekad menjadikan kegiatan zakat sebagai bagian penting dari sistem sosial dan ekonomi desa.

Selama beberapa tahun terakhir, para petani menyalurkan zakat hasil panen mereka, baik dalam bentuk uang tunai maupun beras. Menariknya, kegiatan penyaluran zakat kali ini merupakan yang kedua dalam tahun 2025, dan dilaksanakan di Balai Desa Babadan dengan total 232 mustahik atau penerima manfaat.

“Zakat yang terkumpul mencapai Rp51.118.000 dan 682,5 kilogram beras. Masih ada sekitar Rp36 juta yang akan kami belanjakan untuk beras, dan pendistribusian sisanya akan dilakukan dua bulan ke depan,” kata Sugeng kepada Kompas.com, Jumat (3/10/2025).

Selain itu, Sugeng menegaskan bahwa program zakat pertanian tidak hanya bertujuan memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga berfungsi sebagai upaya nyata untuk menjaga keseimbangan ekonomi desa melalui distribusi hasil panen yang lebih merata.

Keyakinan Petani, Zakat Bawa Berkah dan Lindungi Panen

Lebih lanjut, para petani di Babadan memiliki keyakinan kuat bahwa sebagian dari hasil panen mereka merupakan hak kaum dhuafa. Tak hanya itu, mereka juga percaya bahwa zakat membawa perlindungan ilahiah terhadap sawah dan tanaman mereka dari serangan hama.

“Kami yakin bahwa bersedekah adalah pupuk spiritual bagi tanaman kami. Insya Allah, dengan menunaikan zakat, hama seperti tikus dan wereng tidak akan menyerang lahan pertanian di sini,” tutur Sugeng.

Keyakinan tersebut, menurutnya, tumbuh dari pengalaman panjang masyarakat Babadan dalam mengelola sawah. Sebelum rutin berzakat, hasil pertanian kerap stagnan di kisaran 6 ton per hektar. Namun, sejak penerapan zakat pertanian secara konsisten dan penguatan teknologi pertanian, hasil panen meningkat tajam hingga mencapai 9,3 ton per hektar.

“Kami terus berkoordinasi dengan Badan Penyuluh Pertanian (BPP), dan alhamdulillah produktivitas naik signifikan berkat kerja sama yang solid,” tambahnya.

Dengan demikian, jelas terlihat bahwa zakat bukan hanya berdampak spiritual, tetapi juga membawa efek ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan petani.

Pemerintah Apresiasi dan Ajak Desa Lain Meniru

Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, yang turut hadir dalam acara penyaluran zakat tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif luar biasa warga Babadan. Ia menilai program zakat pertanian ini sebagai langkah strategis yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus: meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi kemiskinan.

“Program ini luar biasa karena membantu masyarakat yang membutuhkan dan pada saat yang sama memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa,” ujar Syaefudin.

Selain itu, ia juga berharap agar konsep zakat pertanian yang diterapkan di Babadan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Indramayu bahkan di seluruh Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan.

“Jika semua desa bisa menerapkan konsep yang sama, kita bisa menekan angka kemiskinan tanpa harus selalu bergantung pada bantuan pemerintah pusat,” tambahnya.

Dukungan Dinas Pertanian dan Relevansi Zakat bagi Kesejahteraan Buruh Tani

Tak hanya dari pemerintah daerah, dukungan juga datang dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto. Ia menyatakan bahwa program zakat pertanian yang digagas Desa Babadan adalah bentuk nyata dari inovasi sosial berbasis nilai keagamaan yang mampu memperkuat sistem pertanian berkeadilan.

“Walaupun Alsintan (alat dan mesin pertanian) memang membantu menaikkan produksi, tapi konsep zakat pertanian ini melibatkan buruh tani, dan sebagian hasilnya dialokasikan untuk masyarakat miskin. Ini konsep yang adil dan manusiawi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai pendekatan seperti ini mampu menyeimbangkan antara efisiensi pertanian modern dan kepedulian sosial terhadap kelompok ekonomi lemah. Dengan kata lain, zakat pertanian menjadi solusi holistik yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan spiritual sekaligus.

Zakat Sebagai Pilar Kemandirian Desa

Di sisi lain, program zakat pertanian di Babadan juga menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat di antara warga. Petani, perangkat desa, dan masyarakat penerima zakat kini memiliki hubungan sosial yang lebih harmonis. Setiap kali masa panen tiba, mereka tak hanya bersyukur atas hasil bumi yang melimpah, tetapi juga berbagi dengan penuh sukacita.

“Kami berharap semangat zakat ini terus hidup di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai kewajiban agama, tapi juga sebagai bagian dari identitas sosial Babadan,” ujar Sugeng menutup kegiatan tersebut.

Oleh karena itu, Desa Babadan kini menjadi contoh bagaimana nilai religius dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan ekonomi yang produktif dan inklusif. Dengan pendekatan semacam ini, masyarakat desa tidak hanya berdaya secara finansial, tetapi juga tangguh secara moral dan spiritual.

Dengan demikian, zakat pertanian terbukti bukan sekadar ritual ibadah, melainkan juga strategi pembangunan desa berbasis keadilan sosial.

Penutup

Zakat pertanian Babadan tingkatkan hasil panen, kurangi kemiskinan, dan jadi teladan bagi desa lain di Indramayu. (AlbadarPost/DAS)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kursi PTN Kosong

    Puluhan Ribu Kursi PTN Kosong, DPR Usul Peserta Cadangan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) setiap tahun berlangsung sangat ketat. Namun, di balik tingginya minat tersebut, kursi PTN kosong justru masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Setelah sebagian peserta dinyatakan lolos seleksi, tidak semuanya melakukan registrasi ulang. Akibatnya, puluhan ribu bangku yang telah disiapkan tidak dapat langsung dimanfaatkan oleh calon mahasiswa […]

  • Bentrok WNA Ketapang

    Negara Diuji dalam Penanganan Bentrok WNA Ketapang

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Penanganan Bentrok WNA Ketapang menguji ketegasan negara dan tata kelola tambang. albadarpost.com, EDITORIAL – Bentrok WNA Ketapang yang melibatkan warga negara asing, prajurit TNI, dan warga sipil di area tambang emas Ketapang bukan sekadar insiden keamanan. Peristiwa ini membuka pertanyaan lebih besar tentang ketegasan negara dalam menegakkan hukum, mengawasi WNA, dan menertibkan konflik […]

  • Larangan Display Rokok

    Pemkot Tasikmalaya Sidak Display Rokok, Ritel Masih Dievaluasi

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah minimarket pada Selasa (30/6/2026) dengan memfokuskan pengawasan pada larangan display rokok, display produk tembakau, dan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Melalui kegiatan tersebut, pemerintah mengevaluasi kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan larangan menampilkan produk tembakau dan rokok elektronik di area penjualan. Selain itu, sidak […]

  • Ilustrasi pasangan suami istri berdiskusi dengan tenang di kamar, menggambarkan komunikasi saat istri menolak hubungan karena lelah.

    Saat Istri Lelah, Bolehkah Menolak Suami? Ini Jawaban Fikihnya

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang istri menolak hubungan karena lelah sering muncul dalam konsultasi rumah tangga. Sebagian orang menyebutnya sebagai penolakan kewajiban, sementara yang lain melihatnya sebagai hak menjaga kondisi fisik. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum istri menolak hubungan suami istri dalam Islam ketika kondisi tubuh benar-benar letih? Agar tidak terjebak pada potongan dalil, mari kita […]

  • hukum islam

    MUI Kritik Pasal KUHP Baru

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    MUI menilai pasal KUHP baru soal nikah siri dan poligami berpotensi bertentangan dengan hukum Islam. albadarpost.com, LIFESTYLE – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang mengatur pemidanaan terhadap praktik nikah siri dan poligami. MUI menilai pengaturan tersebut berpotensi bertentangan dengan hukum Islam serta prinsip perdata yang selama […]

  • Suasana malam takbiran Dzulhijjah di kampung Indonesia dengan gema takbir, bedug musala, dan warga bersiap menyambut Idul Adha.

    Bukan Sekadar Kurban, Ini Rahasia Besar Bulan Dzulhijjah

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    analbadarpost.com, HIKMAH – Bulan Dzulhijjah selalu identik dengan haji, kurban, dan gema takbir Idul Adha. Namun ternyata, ada banyak fakta Dzulhijjah yang jarang diketahui masyarakat. Bulan terakhir dalam kalender Hijriah ini bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang perubahan hati, momentum memperbaiki hidup, hingga suasana spiritual yang terasa berbeda dibanding bulan lainnya. Bahkan […]

expand_less