Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Pinjam Nama Berujung Pidana: Menjaga Integritas Pengadaan Publik

Ketika Pinjam Nama Berujung Pidana: Menjaga Integritas Pengadaan Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Putusan Mahkamah Agung menegaskan pinjam nama proyek pengadaan sebagai kejahatan yang merugikan publik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menghukum praktik “pinjam nama” dalam proyek pengadaan pemerintah bukan sekadar kisah pidana korupsi. Ia menyentuh sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan warga: kualitas pembangunan, kejujuran belanja negara, dan kepercayaan publik terhadap proses pengadaan. Di tengah upaya memperbaiki tata kelola, perkara semacam ini relevan dibaca ulang—bukan untuk mengulang drama hukum, melainkan untuk memahami apa yang sebenarnya dipertaruhkan.

Fakta Hukum yang Sudah Final

Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 95 K/Pid.Sus/2021 tanggal 27 Januari 2021 menyatakan Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Perkara ini bermula dari proyek Pembangunan Monumen Bahasa Melayu Tahap II Tahun 2014 yang dilelang oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam proses lelang, Terdakwa tidak menggunakan perusahaan sendiri, melainkan meminjam nama PT Sumber Tenaga Baru dengan imbalan fee 3 persen dari nilai kontrak sebesar Rp12,58 miliar. Setelah lelang dimenangkan dan kontrak ditandatangani, uang muka proyek dicairkan sebesar Rp2,21 miliar. Sebagian besar dana tersebut kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi bersama-sama dengan pihak lain, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen.

Pengadilan menilai Terdakwa tidak kompeten melaksanakan proyek sebagaimana kontrak. Realisasi pekerjaan nihil. Audit menemukan kerugian negara Rp1,996 miliar. Hukuman pidana penjara, denda, dan kewajiban membayar uang pengganti dijatuhkan dan diperkuat hingga tingkat kasasi, dengan perbaikan lamanya pidana pengganti.

Putusan ini telah berkekuatan hukum tetap.

Masalah Publik di Balik Keputusan

Yang dipertaruhkan bukan hanya pelanggaran prosedur lelang. Praktik pinjam nama menciptakan ilusi persaingan sehat, padahal substansinya rapuh. Negara membayar untuk kapasitas dan kompetensi, tetapi yang hadir justru perantara tanpa kemampuan teknis.

Baca juga: Putusan MA dan Sikap Negara terhadap Kepala Daerah Terpidana

Bagi warga, akibatnya konkret: proyek mangkrak, anggaran terbuang, dan simbol kebudayaan yang seharusnya menjadi ruang bersama gagal terwujud. Dalam konteks lebih luas, praktik ini merusak keadilan usaha dan menyingkirkan pelaku yang benar-benar mampu.

Pilihan Negara: Prosedur vs Substansi

Putusan ini memperlihatkan pilihan tegas negara untuk tidak berhenti pada formalitas administrasi. Secara prosedural, dokumen lelang mungkin tampak sah. Namun Mahkamah Agung menembus lapisan itu dan membaca substansi relasi kuasa di balik kontrak.

Logika negara dalam perkara ini jelas: pengadaan publik bukan sekadar urusan kelengkapan berkas, melainkan tanggung jawab penggunaan uang rakyat. Ketika nama perusahaan hanya dipinjam, sementara pengendali proyek tidak memiliki kompetensi dan menyalahgunakan dana, maka pelanggaran tidak bisa ditoleransi atas nama prosedur.

Pendekatan ini penting dibaca sebagai sinyal kebijakan hukum: formalitas tidak boleh melindungi manipulasi.

Dampak Nyata bagi Warga

Bagi pemerintahan, putusan ini memperkuat pesan bahwa pengadaan harus diawasi sejak hulu. Verifikasi kapasitas penyedia bukan pekerjaan administratif belaka. Ia menentukan apakah proyek berjalan atau berhenti di atas kertas.

Bagi pelayanan publik, dampaknya berkaitan langsung dengan kualitas hasil pembangunan. Proyek yang dikerjakan oleh pihak tidak kompeten berujung pada pemborosan dan kegagalan fungsi.

Sementara bagi kepercayaan masyarakat, putusan ini memberi isyarat bahwa praktik curang tetap dapat disentuh hukum, meskipun dilakukan dengan skema yang rapi di atas kertas.

Apa yang Perlu Diawasi

Implementasi pengadaan masih menyisakan ruang rawan. Pinjam nama tidak selalu mudah terdeteksi. Pengawasan internal, peran PPK, serta integritas konsultan dan auditor menjadi titik krusial.

Kontrol publik juga penting. Transparansi dokumen, keterbukaan progres proyek, dan akses informasi memungkinkan warga ikut menjaga uang negara. Tanpa itu, praktik serupa berpotensi berulang dengan pola berbeda.

Putusan Mahkamah Agung ini mengingatkan bahwa pengadaan publik bukan ruang abu-abu yang bisa dinegosiasikan. Ia adalah kontrak sosial antara negara dan warga. Ketika negara memilih menegakkan substansi di atas tipu daya prosedur, yang dijaga bukan hanya hukum, tetapi juga kepercayaan. Dan kepercayaan, dalam urusan publik, selalu lebih mahal daripada angka dalam kontrak. (Red)

Sumber: Putusan Mahkamah Agung Nomor 95 K/Pid.Sus/2021, 27 Januari 2021.


DISCLAIMER!

Rubrik ini bukan rubrik opini, bukan pula laporan hukum kering, melainkan jurnalisme penjelas yang berpihak pada kepentingan warga.

Rubrik ini membuat satu hal jelas:
Albadarpost tidak sekadar memberitakan hukum, tetapi menjaga agar hukum tetap relevan bagi warga, dan menempatkan hukum sebagai alat tata kelola, bukan sekadar teks pasal.

Rubrik ini berangkat dari satu asumsi sederhana:
hukum dan kebijakan negara selalu berdampak langsung pada hidup warga, tetapi sering dipahami hanya oleh segelintir elite.

Di sini, Albadarpost bukan menjadi hakim, bukan pembela pejabat, melainkan:

  • menerjemahkan keputusan hukum,
  • menguji kebijakan publik,
  • dan menjaga agar kepentingan warga tetap berada di pusat cerita.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pemain Persib di Piala Dunia

    Bobotoh Bangga, Pemain Persib Frans Putros Lolos ke Piala Dunia 2026

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Akhirnya, pemain Persib di Piala Dunia bukan lagi sekadar impian. Frans Putros resmi menjadi pemain pertama Persib Bandung yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Kabar ini langsung membuat Bobotoh bangga karena bek andalan Maung Bandung itu berhasil mencatat sejarah yang belum pernah diraih pemain Persib sebelumnya. Pemain Persib di […]

  • Masjid Sultan Singapura berkubah emas di kawasan Kampong Glam sebagai ikon wisata religi dan warisan nasional sejak 1824

    Masjid Sultan Singapura: Jejak Sultan dan Kubah Emas yang Mendunia

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Masjid Sultan Singapura menjadi simbol kuat sejarah Islam di kawasan Asia Tenggara sekaligus ikon religi paling terkenal di Kampong Glam. Selain dikenal sebagai Masjid Sultan Kampong Glam, bangunan bersejarah ini juga disebut Sultan Mosque Singapore, yang berdiri megah dengan kubah emas khasnya. Sejak awal berdiri pada 1824, masjid ini bukan hanya […]

  • pengamanan pertandingan

    Polisi Perketat Pengamanan Pertandingan Persib vs Borneo

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Polrestabes Bandung menerjunkan 1.800 personel untuk pengamanan pertandingan Persib vs Borneo di GBLA. albadarpost.com, LENSA – Polrestabes Bandung menerjunkan ribuan personel untuk memastikan pengamanan pertandingan Persib Bandung melawan Borneo FC berjalan terkendali. Pertandingan tunda pekan ke-4 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) malam ini diperlakukan sebagai agenda berisiko tinggi karena potensi […]

  • budidaya lobster

    Budidaya Lobster Pangandaran Perkuat Ekonomi Pesisir

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Budidaya lobster Pangandaran berkembang, produksi stabil dan membuka peluang ekspor berkelanjutan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Budidaya lobster di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Sejumlah kelompok warga mengembangkan usaha ini secara lebih terstruktur dan modern, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat posisi perikanan daerah. Aktivitas budidaya lobster […]

  • Samuel Anderson Lee

    Samuel Anderson Lee: Bocah 7 Tahun Berprestasi di Olimpiade Matematika Internasional

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Bocah 7 tahun Samuel Anderson Lee raih 5 emas & 1 perak di Olimpiade Matematika internasional. albadarpost.com, PELITA. Prestasi membanggakan datang dari Kota Bandung, Jawa Barat. Seorang bocah berusia 7 tahun, Samuel Anderson Lee, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai berbagai kompetisi matematika, mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Keberhasilan Samuel Anderson Lee menjadi sorotan […]

  • Pengakuan caregiver

    Regulasi Caregiver, Kunci Perlindungan Pekerja Perawatan

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Pengakuan caregiver dinilai penting untuk memperkuat layanan sosial dan perlindungan pekerja perawatan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Pekerja perawatan atau caregiver di Indonesia masih berada di ruang abu-abu kebijakan. Perannya krusial, tetapi pengakuan negara belum sebanding dengan beban kerja yang ditanggung. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kualitas layanan sosial dan kesehatan, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, […]

expand_less