Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Pinjam Nama Berujung Pidana: Menjaga Integritas Pengadaan Publik

Ketika Pinjam Nama Berujung Pidana: Menjaga Integritas Pengadaan Publik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Putusan Mahkamah Agung menegaskan pinjam nama proyek pengadaan sebagai kejahatan yang merugikan publik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menghukum praktik “pinjam nama” dalam proyek pengadaan pemerintah bukan sekadar kisah pidana korupsi. Ia menyentuh sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan warga: kualitas pembangunan, kejujuran belanja negara, dan kepercayaan publik terhadap proses pengadaan. Di tengah upaya memperbaiki tata kelola, perkara semacam ini relevan dibaca ulang—bukan untuk mengulang drama hukum, melainkan untuk memahami apa yang sebenarnya dipertaruhkan.

Fakta Hukum yang Sudah Final

Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 95 K/Pid.Sus/2021 tanggal 27 Januari 2021 menyatakan Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Perkara ini bermula dari proyek Pembangunan Monumen Bahasa Melayu Tahap II Tahun 2014 yang dilelang oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam proses lelang, Terdakwa tidak menggunakan perusahaan sendiri, melainkan meminjam nama PT Sumber Tenaga Baru dengan imbalan fee 3 persen dari nilai kontrak sebesar Rp12,58 miliar. Setelah lelang dimenangkan dan kontrak ditandatangani, uang muka proyek dicairkan sebesar Rp2,21 miliar. Sebagian besar dana tersebut kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi bersama-sama dengan pihak lain, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen.

Pengadilan menilai Terdakwa tidak kompeten melaksanakan proyek sebagaimana kontrak. Realisasi pekerjaan nihil. Audit menemukan kerugian negara Rp1,996 miliar. Hukuman pidana penjara, denda, dan kewajiban membayar uang pengganti dijatuhkan dan diperkuat hingga tingkat kasasi, dengan perbaikan lamanya pidana pengganti.

Putusan ini telah berkekuatan hukum tetap.

Masalah Publik di Balik Keputusan

Yang dipertaruhkan bukan hanya pelanggaran prosedur lelang. Praktik pinjam nama menciptakan ilusi persaingan sehat, padahal substansinya rapuh. Negara membayar untuk kapasitas dan kompetensi, tetapi yang hadir justru perantara tanpa kemampuan teknis.

Baca juga: Putusan MA dan Sikap Negara terhadap Kepala Daerah Terpidana

Bagi warga, akibatnya konkret: proyek mangkrak, anggaran terbuang, dan simbol kebudayaan yang seharusnya menjadi ruang bersama gagal terwujud. Dalam konteks lebih luas, praktik ini merusak keadilan usaha dan menyingkirkan pelaku yang benar-benar mampu.

Pilihan Negara: Prosedur vs Substansi

Putusan ini memperlihatkan pilihan tegas negara untuk tidak berhenti pada formalitas administrasi. Secara prosedural, dokumen lelang mungkin tampak sah. Namun Mahkamah Agung menembus lapisan itu dan membaca substansi relasi kuasa di balik kontrak.

Logika negara dalam perkara ini jelas: pengadaan publik bukan sekadar urusan kelengkapan berkas, melainkan tanggung jawab penggunaan uang rakyat. Ketika nama perusahaan hanya dipinjam, sementara pengendali proyek tidak memiliki kompetensi dan menyalahgunakan dana, maka pelanggaran tidak bisa ditoleransi atas nama prosedur.

Pendekatan ini penting dibaca sebagai sinyal kebijakan hukum: formalitas tidak boleh melindungi manipulasi.

Dampak Nyata bagi Warga

Bagi pemerintahan, putusan ini memperkuat pesan bahwa pengadaan harus diawasi sejak hulu. Verifikasi kapasitas penyedia bukan pekerjaan administratif belaka. Ia menentukan apakah proyek berjalan atau berhenti di atas kertas.

Bagi pelayanan publik, dampaknya berkaitan langsung dengan kualitas hasil pembangunan. Proyek yang dikerjakan oleh pihak tidak kompeten berujung pada pemborosan dan kegagalan fungsi.

Sementara bagi kepercayaan masyarakat, putusan ini memberi isyarat bahwa praktik curang tetap dapat disentuh hukum, meskipun dilakukan dengan skema yang rapi di atas kertas.

Apa yang Perlu Diawasi

Implementasi pengadaan masih menyisakan ruang rawan. Pinjam nama tidak selalu mudah terdeteksi. Pengawasan internal, peran PPK, serta integritas konsultan dan auditor menjadi titik krusial.

Kontrol publik juga penting. Transparansi dokumen, keterbukaan progres proyek, dan akses informasi memungkinkan warga ikut menjaga uang negara. Tanpa itu, praktik serupa berpotensi berulang dengan pola berbeda.

Putusan Mahkamah Agung ini mengingatkan bahwa pengadaan publik bukan ruang abu-abu yang bisa dinegosiasikan. Ia adalah kontrak sosial antara negara dan warga. Ketika negara memilih menegakkan substansi di atas tipu daya prosedur, yang dijaga bukan hanya hukum, tetapi juga kepercayaan. Dan kepercayaan, dalam urusan publik, selalu lebih mahal daripada angka dalam kontrak. (Red)

Sumber: Putusan Mahkamah Agung Nomor 95 K/Pid.Sus/2021, 27 Januari 2021.


DISCLAIMER!

Rubrik ini bukan rubrik opini, bukan pula laporan hukum kering, melainkan jurnalisme penjelas yang berpihak pada kepentingan warga.

Rubrik ini membuat satu hal jelas:
Albadarpost tidak sekadar memberitakan hukum, tetapi menjaga agar hukum tetap relevan bagi warga, dan menempatkan hukum sebagai alat tata kelola, bukan sekadar teks pasal.

Rubrik ini berangkat dari satu asumsi sederhana:
hukum dan kebijakan negara selalu berdampak langsung pada hidup warga, tetapi sering dipahami hanya oleh segelintir elite.

Di sini, Albadarpost bukan menjadi hakim, bukan pembela pejabat, melainkan:

  • menerjemahkan keputusan hukum,
  • menguji kebijakan publik,
  • dan menjaga agar kepentingan warga tetap berada di pusat cerita.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Situ Gede Tasikmalaya

    Situ Gede Mengering, Perahu Kini Parkir di Tanah Retak

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Situ Gede Tasikmalaya, salah satu ikon wisata air di Kota Tasikmalaya, menghadapi kondisi yang memprihatinkan pada puncak musim kemarau tahun ini. Objek Wisata Situ Gede yang biasanya dipenuhi perahu wisata dan aktivitas pengunjung kini berubah drastis. Permukaan air menyusut, hamparan lumpur mulai mendominasi kawasan danau, sementara puluhan perahu hanya terparkir di […]

  • OJK program 3 juta rumah

    Kabar Baik untuk Pejuang Rumah: Aturan SLIK Diubah, KPR Kini Lebih Mudah

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Punya rumah sering terasa seperti mimpi yang sulit dijangkau. Banyak orang sudah menabung bertahun-tahun, tetapi gagal di tahap pengajuan KPR. Penyebabnya sering sama: riwayat kredit di SLIK. Namun kini, angin segar datang. OJK dukung akselerasi program 3 juta rumah dengan mulai menunjukkan perubahan nyata setelah aturan SLIK diperbarui. Sistem yang dulu […]

  • doa ilmu bermanfaat

    Doa Husnul Khatimah: Harapan Terakhir Seorang Muslim

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang memikirkan bagaimana hidupnya berjalan, tetapi hanya sedikit yang benar-benar merenungkan bagaimana akhirnya akan ditutup. Di titik inilah doa husnul khatimah menjadi sangat penting, bukan sekadar bacaan, melainkan harapan paling dalam agar seseorang meninggal dalam keadaan baik, tenang, dan membawa iman. Dalam keseharian, istilah ini juga dikenal sebagai doa akhir yang […]

  • Prospek kerja lulusan sarjana di tengah persaingan dunia kerja

    Jurusan Favorit Tapi Sulit Dapat Kerja, Ini Tips Menentukan Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Setiap tahun, jutaan calon mahasiswa berburu jurusan favorit. Nama jurusan sering dianggap sebagai tiket aman menuju masa depan mapan. Semakin populer sebuah jurusan, semakin tinggi pula kepercayaan bahwa lulusannya akan mudah terserap dunia kerja. Namun realitas di lapangan tidak selalu seindah brosur kampus. Di balik tingginya minat, sejumlah jurusan justru menyimpan risiko […]

  • Truk Masuk Jurang Ciamis

    Truk Jagung Masuk Jurang di Kawali Ciamis

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Truk masuk jurang Ciamis terjadi di ruas Jalan Panawangan-Kawali, tepatnya di Desa Purwasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (8/7/2026). Insiden kecelakaan truk Ciamis yang melibatkan truk bermuatan jagung itu sempat mengundang perhatian warga karena kendaraan terjun ke jurang di sisi jalan. Beruntung, sopir berhasil selamat dalam kecelakaan tersebut. Meski […]

  • Doa Meninggalkan Makkah

    Jangan Lewatkan, Ini Doa yang Dianjurkan Saat Meninggalkan Makkah

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada banyak momen mengharukan dalam perjalanan haji. Namun bagi sebagian jamaah, salah satu yang paling berat justru terjadi ketika semua rangkaian ibadah hampir selesai. Bukan saat wukuf di Arafah. Bukan saat melempar jumrah. Dan bukan pula saat tahallul. Melainkan ketika tiba waktunya meninggalkan Kota Makkah setelah thawaf wada, atau thawaf perpisahan. Di […]

expand_less